
"Mela apa kabarmu bagaimana dengan skripsimu, sudah sampai mana ?"tanya Anita lewat telepon genggam kepada Mela.
"Kabar baik cici Anita, bagaimana juga kabar cici dan keluarga disana, skripsinya sudah hampir selesai loh," jawab Mela dengan gembira karena tiba-tiba dihubungi oleh kakaknya Anton.
"Syukur deh cici doakan segera beres, biar kamu bisa cici culik buat bantu disini....hahahaha.. Pertiwi mau melahirkan sebentar lagi nih... hahahaha, "ujar Anita kepada Mela berharap Mela segera beres skripsinya.
"Iya cici terima kasih, Mela juga ingin sekali cepetan kesana ..hihihihi..".
"Dulu waktu Pertiwi melahirkan anak pertama sih cici bisa tangani, sekarang cici juga kan punya bayi Kaysan. Bisa kacau kalau tidak ada yang membantu," Anita menyampaikan keluh kesannya.
"Iya Cici semoga saja nanti saat saya mengundurkan diri dari sini tidak ada masalah yah," Mela menyampaikan harapannya.
"Benar Mela, semoga lancar yah segalanya".
"Aamiin".
"Mela nanti dua hari lagi Anton ulang tahun, kamu juga tahu kan,"lanjut Anita
"Ya saya ingat cici, tapi saya bingung mau memberikan kejutan apa untuk Anton ".
Sejak kemarin Mela memang bingung mau memberikan kejutan apa untuk Anton, sementara uang di dompetpun sangat terbatas.
"Tak usah bingung, nanti cici kirim pesan ke kamu daftar belanjaan yang bisa kamu beli di pasar atau di penjual sayur. Kamu pandai memasak, cukup buatkan dia Mie Ulang Tahun. Nanti Cici kirim video cara memasaknya. Murah meriah tapi yakin Anton akan bahagia menerimanya".
"Wah terima kasih cici Anita tersayang, aku nanti akan coba buat setelah menerima video dari cici".
"Ya sama-sama, cici juga akan bahagia kalau hubungan kalian baik-baik saja yah. Eh.iya .Mela maaf kemarin cici membongkar lemari. Ternyata masih ada baju-baju lama yang masih bagus dan juga ada yang belum sempat cici pakai. Kalau cici kirim untukmu apakah kamu tidak keberatan?".
"Alhamdulillah cici...saya sangat senang hati menerimanya. Pasti masih bagus-bagus saya yakin. Terima kasih sekali, saya membeli sendiri tidak mampu. Saya tunggu kirimannya".
"Hahaha..Kamu itu yah...Oke nanti cici siapkan dan nanti dikirimkan lewat Anton".
Mela bahagia sekali, kakaknya Anton sangat perhatian kepadanya. Mela sangat terharu mendapatkan pengakuan dari keluarganya Anton.
Sesungguhnya dalam hati kecilnya masih meragukan Anton, karena kemarin ini saat Anton sakitpun ada wanita lain menghubunginya dan terdengar mesra sekali pembicaraan mereka.
Biarlah sekalipun sampai tidak jadi menikah dengan Anton tapi Mela akan tetap menjalin silaturahmi dan insyaallah akan mencoba bekerja di apotik milik keluarga Anton.
Benar saja tak lama Anita mengirimkan pesan chat berupa bahan makanan yang harus dibelinya. Dan memang terlihat bukan bahan yang mahal, hanya mie telur, bawang daun, sepotong kecil daging ayam, bisa dicampur bakso atau tidakpun tak apa, ditambah 1 butir telur.
Bila dihitung paling hanya merogoh dompet tidak akan lebih dari 50 ribu rupiah saja. Dan bahan seperti itu mudah didapat, di penjual sayur yang lewat atau dari warung sayur di kampung belakang.
Sementara Anita di kamarnya sedang melipat beberapa pakaian lama dan juga pakaian yang belum sempat dia gunakan untuk dikirim kepada Mela. Dia sayang kepada Mela, walaupun Mela tahu bahwa Anton berasal dari keluarga berada tapi Mela tidak pernah meminta apapun kepadanya.
Bahkan menurut Anton kemarin ini saat Anita bertanya tentang Mela, bahwa selama ini Mela tetap dia berikan upah untuk mencuci dan membersihkan paviliun. Dan upahnya sesuai dengan perjanjian awal. Pernah Anton memberi banyak tapi dia tolak. Lalu mereka bersepakat, Mela tetap dengan tugasnya mencuci dan bersih-bersih tapi biaya kuliah Anton yang tanggung. Jadi upah hanya untuk jajan dan ongkos Mela saja, tapi Anton juga langsung bertanggung jawab atas biaya kuliah Mela sampai lulus nanti. Dan akhirnya merekapun sepakat dengan perjanjian itu.
Anita dibantu bi Encum mengepak pakaian-pakaian yang akan dikirim untuk Mela.
"Cici... kasihan neng Mela itu yah.. baju Encum saja masih lebih keren dibanding baju dia. Benar-benar neng Mela itu jujur dan polos apa adanya," kata Encum kepada Anita.
"Benar Cum, beda sama yang dulu tuh yang bikin Anton sengsara. Itu cewek pengeretan*, minta ini itu ke Anton. Sampai pernah Anton pinjam uang ke aku buat membelikan sesuatu buat perempuan itu. Jengkel aku loh, sakit hati saat tahu akhirnya cuma membuat sengsara adikku,"celoteh Anita sambil merasa sedih dan kesal ingat perlakuan wanita yang telah membuat adiknya cacat.
*materialiatis/tukang memeras harta
"Iya bener, Cum juga ikut sedih dan ikut jengkel kalau ingat kisah den Anton. Sugan weh* neng Mela bisa membawa kebahagiaan buat den Anton,"Encum turut mendukung keluarga Anita.
*Semoga saja
Akhirnya tibalah hari ke dua puluh tiga di bulan Agustus yang merupakan ulang tahunnya Anton.
Sementara Anton sendiri tampaknya lupa kalau hari itu adalah penambahan usianya.
Karena sejak beberapa waktu yang lalu dia perhatiannya teralihkan oleh kasus kakek Sapto yang sudah berusia 77 tahun.
Kakek Sapto adalah salah satu pasien yang ditangani oleh Anton, namun penyakitnya terbilang sangat jarang ditemui.
Walau sudah diperiksa ke laboratorium, bahkan sudah diberi obat dari yang harganya standar sampai yang mahal tapi setiap harinya terus bertambah lemah.
Tekanan darah normal, jantung berfungsi baik, paru-paru dan organ lainnya juga masih baik.
Makan bisa masuk walau tak banyak, tidak ada demam juga tapi selalu lemas dan lemas dari hari ke hari.
Kakek ini yang sekarang menjadi fokus utama pikirannya Anton siang dan malam bahkan dia sampai sering menyusuri gawai untuk mencari kasus sejenis dan upaya penyembuhannya.
Pagi itu Anton sudah berangkat ke puskesmas.
Anita juga sudah mengirimkan Video cara memasak Mie Ulang Tahun yang akan diikuti Mela cara mengolahnya.
Mela mau memberikan kejutan untuk Anton siang nanti, dia bermaksud akan mengirimkan masakannya ini sebagai hadiah ulang tahun.
Menurut Anita masakan ini adalah menu wajib bila ada anggota keluarga ada yang berulang tahun.
Masakan ini salah satu jenis masakan chinese food kesukaan keluarga mereka.
Mela mengikuti petunjuk video yang dikirimkan Anita sambil dia mulai mengolah bahan makanan tersebut.
Tiba-tiba Narti datang dan masuk ke dapur paviliun dimana Mela sedang mengolah masakannya.
"Masak apa Mela... wangi sekali kelihatannya enak deh,"ujar Narti sambil melihat Mela memasak.
"Ini masak mie saja buat dokter Anton kebetulan beliau ulang tahun dan kakaknya mengirimkan video agar aku memasakkan makanan seperti yang dibuat oleh kakaknya,"jawab Mela sambil tangannya merajang bawang putih.
"Oh itu kakaknya yang memasak..wah cantik sekali yah ...putih sekali yah kulitnya,"Narti terpesona melihat Anita dalam video yang dilihatnya.
__ADS_1
"Cantik dan baik hati sekali, sangat perhatian sekali kepada siapapun termasuk kepadaku. Bahkan dia akan mengirimkan baju-baju untuk aku," cerita Mela kepada Narti.
"Wah kamu beruntung yah, diterima baik oleh keluarga dokter Anton. Tapi kasihan kamu dan dokter Anton suka menjadi bahan hinaan nyonya besar Atin Supriatin yang bikin orang selalu membatin,"terdengar nada sebal dari mulut Narti saat mengucapkan nama wak Atin.
Dan keduanyapun tertawa setelah Narti selesai bicara. Rupanya siang itu Narti juga mencurahkan isi hati kalau dalam beberapa hari yang lalu dia ditembak oleh Japri.
Japri menyatakan cintanya kepada Narti, katanya Japri merasakan cinta kepadanya saat beberapa waktu lalu mengantar pulang sehabis mereka jalan-jalan bersama ke pasar malam di kecamatan.
Mela juga ingat kejadian itu, karena mereka juga berkumpul di depan kamar Mela sampai menjelang tengah malam. Memang waktu malam itu Narti diantar oleh Japri pulang ke rumahnya.
"Aku yakin Mela waktu malam itu dokter juga sudah mulai naksir kamu loh, kelihatan dari tatapannya kepadamu waktu itu,"kata Narti meyakinkan Mela.
"Ah kamu sok tahu... buktinya sampai hari ini tidak pernah ada kata cinta keluar dari bibirnya. Cuma kata jadian, tapi kan itu juga atas permintaan keluarganya bukan dari pribadinya".
"Tapi aku yakin Mela kalau dokter juga sayang kepadamu. Toh kalau memang tidak suka kepadamu, mana mungkin mau mengajak jadian sama kamu walau keluarganya memintanya".
Mela hanya tersenyum mengiyakan pendapat Narti dan dia menyatakan ikut bahagia dengan hubungan Narti dan Japri.
Masakanpun jadi saat menjelang waktu makan siang, Mela meminta tolong Japri untuk mengantarkannya ke puskesmas naik sepeda motornya. Mela akan membawakan kejutan untuk kekasihnya.
Setibanya di depan puskemas dia melihat ada wanita turun dari sebuah mobil sedan warna hitam sambil menenteng sebuah kotak besar.
Wanita itu cantik berpakaian tanpa lengan berwarna ungu muda dengan rok bunga-bunga selutut yang sangat ketat. Rambut panjang bergelombang berwarna pirang, dari sepatu dan tasnya terlihat harganya pasti selangit.
Wanita itu melangkah masuk menuju ruangan dalam puskesmas, setelah bertanya kepada petugas lalu wanita diantarkan ke ruangan dokter yang tentu saja dokter Anton Wiharja.
Mela juga baru turun dari sepeda motor milik Japri, dia membuka helmnya dan minta Japri menunggunya sebentar.
Lalu diapun melangkah menuju ke ruangan dalam puskesmas, tepat di pintu utama dia bertemu dengan Jaya.
"Lah Nok Mela, priben kabare?"tanya Jaya seraya menghadang di pintu.
(\=nona Mela bagaimana kabarnya)
"Waras ces pleng, oom Jaya," jawab Mela sambil bercanda.
(\=sehat ces pleng/sehat banget)
"Pengen apa mene? Tumben pisan nok?"tanya Jaya lagi.
(\=mau apa kemari, tumben sekali)
"Ini arepan nganter nang panganan kenggo dokter Anton,"jawab Mela lagi.
(\=ini mau mengantar makanan buat dokter Anton)
"Lah dokter bae di pai, kenggo kita e mendi nok?" Jaya menggoda Mela. (\=dokter saja yang diberi, untuk ku mana dong)
"Kenggo oom Jaya sih dudu kang kien, tapi kang ning yu Nanik," jawab Mela sambil cekikikan. (\=Untuk oom Jaya bukan yang ini, tapi yang ada di yu nanik) #yunaniktukangnasijamblangbohayyangadadiepisodesebelumnya.
Bersamaan dengan itu di ruangan Anton ada tamu cantik yaitu Miranti.
Dia tahu Anton ulang tahun hari ini saat dia melihat datanya di komputer pada beberapa waktu yang lalu.
Dan Mirantipun berkunjung diwaktu yang sangat tepat dengan membawa kue tar ulang tahun yang cukup besar.
Miranti mempertanyakan kepada Anton mengapa teleponnya tidak pernah diangkat juga pesannya tidak pernah dibalas.
Anton memberikan alasan klise yaitu sibuk sehingga tak sempat membalas pesan Miranti.
Anton tidak tahu kalau Mela juga ada
di puskesmas dan sedang duduk di bangku antrian tepat di depan ruangan prakteknya.
Miranti membuka kotak kuenya, dan dikeluarkannya kue tar dari dalamnya.
Kebetulan saat itu jam istirahat maka Anton bisa memanggil teman lainnya ke ruangannya untuk bersama merayakan ulang tahunnya
Lalu lilinpun dinyalakan, setelah dia berdoa sejenak lalu ditiupnya lilin tersebut.
Dan ketika lilin padam, saat itulah terjadi dihadapan mata Mela, wanita cantik tadi mencium mesra pipi kanan dan kirinya Anton sambil kedua tangan merangkul lembut leher Anton dan sontak kejadian itu langsung diiringi sorakan dan tepuk riuh teman-teman di puskesmas tersebut.
Kemudian kue tersebut dibawa oleh Murni untuk dibagikan kepada semua team puskesmas.
Sementara Anton dan wanita tadi masih di dalam duduk bersama membelakangi pintu.
Terdengar oleh Mela saat teman- teman Anton berkata," Hebat yah dokter Anton punya pacar sekeren itu, cantik dan seksi, sepertinya orang kaya pula".
Mela merasa dirinya di hantamkan ke sebuah tembok besar. Hatinya serasa dikoyak sebilah pisau yang sangat tajam sekali. Dan tubuhnya berkeping-
keping berceceran di lantai.
Tanpa ba bi bu lagi, dia menitipkan bungkusan makanannya kepada Jaya untuk diserahkan kepada Anton.
Ketika Jaya bertanya mengapa bukan diserahkan sendiri, jawaban Mela karena sedang ada acara takutnya mengganggu.
Dan Melapun langsung mencari Japri, lalu bersamanya kembali ke toko.
Tak ada yang bisa dia ungkapkan yang pasti dia sedih dan terluka.
Merasa tidak berarti dan juga merasa kecil sekali dibandingkan wanita tadi.
Dalam pikirannya kalau lelaki sekelas dokter pasti akan memilih wanita cantik tadi dibandingkan dia yang sama sekali tidak punya nilai lebih apapun.
__ADS_1
Sepanjang jalan Mela menahan air matanya, dan ketika tiba di toko dia ijin sebentar ke kamarnya.
Disitulah dia menangis sejadi-jadinya, kecewa yang teramat dalam, mengapa Anton harus berbohong padanya dengan punya kekasih lain.
Tapi kembali lagi dipikirnya, mengapa pula harus sedih, Anton tak pernah menyatakan cinta kepadanya.
Dia hanya memintanya untuk menjadi kekasihnya tapi kalau dipikir itu juga karena desakan keluarganya bukan dari hatinya Anton.
Sambil duduk dengan air mata yang masih menggenang di pipinya, dia memeluk kedua kakinya sambil mengambil keputusan untuk mundur.
Miranti baru saja meninggalkan puskesmas, dan ketika Anton hendak kembali lagi ke ruangannya setelah mengantarnya ke depan,tiba-tiba Jaya memanggilnya dan mendekatinya.
"Bro dokter, waduh ternyata diam-diam embat sendiri nih. Keduluan nih aku, kacau nih baru kali ini Jaya Permana kalah langkah...hahaha",ujar Jaya sembari menyenggol pelan kepada Anton.
"Emang disitu saja yang harus selalu dapet, sekali-kali dong gantian
...hahahah, "tukas Anton sambil balas menyikut pelan lengan kawannya itu.
"Tapi bulit* dokter dapatnya ikan gurame gurih, nah kita dapatnya ikan teri....hahahah, "kata Jaya sembari nyengir.
*licik
"Ikan teri juga kalau ngolahnya jago sih rasanya enak juga bro...hahaha,"timpal Anton lagi.
Dan keduanya pun terbahak bersama.
"Eh iya bro dokter, tadi ada Mela kemari bawa ini nih," Jaya menyerahkan bungkusan kotak makanan kepada Anton.
" Hah!!! Serius bro...Mela kemari?"tanya Anton terkejut.
"Iya tadi dia duduk bangku sini, tapi kan tadi bro dokter ada acara berdua jadi dia titip ke saya lalu pulang".
"Waduh Jaya....celaka Aku...Celaka bro!!!".
" Ada apa emang bro dokter, serius amat...".
Lalu Anton menggeret Jaya masuk ke ruangannya dan dia menceritakan tentang hubungannya dengan Mela.
Dan Jaya sontak tercengang kaget mendengarnya karena selama ini dia pikir Mela kekasih Harsono.
"Tahu begitu aku embat duluan, waduh dok...cewek seperti Mela itu pepes ikan mas dok.. kecil tapi nikmat cuma harus hati-hati banyak durinya tajam
...hahaha,"Jaya tertawa menanggapi curhatan dokter Anton.
" Si*lan kau Jaya, itu sih calon istri aku bro, makanya aku simpan rapat," tukas Anton kepada Jaya dan mengacungkan tinjunya.
"Hahahah....dasar bro dokter ternyata sama saja kayak aku kucing garong
....hahahah... Udah punya pepes ikan mas masih tidak puas pengen coba juga pepes gurame...hahahaha," Jaya senang sekali meledek Anton.
"Parah kamu Jaya, aku lagi bingung begini masih saja diledek bukannya dicarikan solusi. Masalahnya fatal bro, yang ini disayang sama orang tua dan kakak aku. Mati aku kalau sampai mereka tahu,"Anton terlihat bingung sekali dia tak tahu bagaimana nanti menghadapi Mela di paviliun.
Mungkin ini hampir sama dengan kasusnya di masa lalu, saat dia melihat Triana dengan kekasih gelapnya.
Sekarang pelakunya adalah dia dimata Mela, walau tidak seekstrim kasusnya tapi pasti menyakiti hati Mela.
Jayapun hanya mentertawakan kesusahan Anton, sebab dia lebih sering mengalami kisah seperti itu dalam kehidupannya dan memang tidak ada solusi.
Hampir semua wanita yang menjalin hubungan dengan Jaya akhirnya minta putus atau ribut tak mau kenal lagi. Karena Jaya memang tidak pernah bisa dengan satu wanita, pacarnya banyak dimana-mana.
Anton membuka bungkusan dari Mela, dan dilihatnya itu adalah mie ulang tahun yang biasa dibuat oleh keluarganya.
Dalam hatinya pasti Mela sudah belajar dari ibunya atau kakaknya.
Anton memotret mie itu dan dijadikan status Chat nya dengan judul " Terima kasih kesayangan".
Harapannya semoga Mela melihat dan tidak jadi marah.
Sementara di Bandung, semua keluarga Anton melihat status itu. Semuanya bahagia membayangkan Anton sedang bahagia dengan Mela. Padahal kalau mereka tahu kenyataannya seperti itu, pasti Anton akan habis dicaci oleh ibu dan kakaknya.
Walau sudah mulai dingin, mie buatan Mela dimakannya oleh Anton karena dia tahu Mela membuatnya dengan cinta. Rasanya enak walau masih belum menyamai buatan ibunya atau kakaknya tapi masakan Mela memang selalu enak ditambah rasa cinta.
Sore harinya Anton kembali ke paviliun lalu dia mencari Mela di toko dan di kamarnya.
Ternyata tidak ada, lalu dia bertanya kepada Narti keberadaan Mela. Namun diberitahukan bahwa Mela ijin ke kampus.
Anton cukup lega dan dia berencana akan menjemput Mela di kampusnya.
Malamnya Anton mencari Mela di kampusnya tapi tidak ada, dan menurut penjaga sekolah hari ini tidak melihat ada Mela.
Mela menghabiskan Maghrib dan malamnya di sebuah Masjid terbesar di Alun-alun kota Cirebon.
Dia mencurahkan seluruh kesahnya kepada Allah SWT, sambil meminta petunjuk.
Setelah puas semua tangis sudah tercurah diapun melangkah dan naik angkutan menuju pulang.
Anton masih berputar-putar di kota dengan motornya, dia bingung mau mencari Mela kemana. Tak terpikir olehnya kalau Mela akan ke masjid besar itu.
Dalam hati dan benaknya pasti perempuan kalau marah akan pulang ke rumah keluarganya. Tapi menyusul ke kampungnya Mela di malam hari begini pasti sangat rawan apalagi dia naik motor.
Lalu dengan putus asa diapun kembali ke paviliun, setibanya di pintu gerbang dia bertanya kepada pak Solihin penjaga malam apakah melihat Mela.
Dan dijawab kalau Mela sudah sekitar sejam yang lalu kembali dari kampus, mungkin sekarang sudah tidur.
__ADS_1
Anton membawa motornya sampai di depan kamar Mela, dan memang benar terlihat kamarnya sudah gelap gulita membawa Mela ke alam mimpi.