Cinta Anton Dan Mela

Cinta Anton Dan Mela
Kedua Puluh Enam


__ADS_3

Supriatin adalah istri dari Haji Darma, dia seorang wanita yang angkuh dan tinggi hati. Dia sangat membanggakan kekayaan yang dimilikinya.


Hampir setiap hari dia jarang di rumah, selalu banyak acara arisan ibu-ibu sosialita, atau katanya pergi pengajian tetapi di tangannya penuh dengan cincin permata di setiap jarinya dan gelang emas mahal di pergelangan tangannya.


Pakaian dan tas berikut sepatu atau selopnya pasti yang merk dan harganya melangit.


Setiap sore Supriatin pasti wajib dan harus menerima uang setoran dari kasir yang selama ini dipegang anaknya Wiwit.


Dia tidak mau tahu urusan pembukuan semuanya menjadi urusan Mela, yang penting yang masuk kantong.


Untuk perputaran uang di toko nanti dia akan minta lagi kepada suaminya.


Kalau Mela menghitung ada selisih dari pendapatan dan pengeluaran maka itu adalah salah Mela yang dianggapnya tidak becus bekerja.


Namun ada sisi buruk lainnya yang menjadi rahasia Supriatin yaitu dia sering meminta pengasihan, benda pusaka dan ajian-ajian keramat dari sepasang suami istri yang mengaku sebagai paranormal yaitu mbah Wiro dan Sutiyem istrinya.


Hampir setiap malam selasa dan juga malam jumat, Supriatin menyambangi mereka untuk mandi kembang dan juga menerima doa-doa pengasihan agar bisa terus kaya raya.


Entah kemana pikiran Supriatin, dia itu sangat percaya dengan ilmu- ilmu gaib yang tak jelas juntrungannya itu.


Haji Darma sendiri kesehariannya selalu berkeliling mencari peluang kerjasama dengan beberapa perusahaan developer perumahan atau dengan kontraktor bangunan agar mereka membeli semua bahan-bahan bangunan konstruksi di toko besinya.


Wiwit adalah anak perempuan semata wayangnya Haji Darma dan Supriatin, seoranh gadis yang manja dan hidupnya seenaknya tanpa peduli apa kata orang.


Kuliahnya tidak tamat dengan alasan dosennya tidak cocok dengannya. Ikut kursus ini dan itu tidak pernah selesai dengan alasan tidak bermutu atau apalah..... apalah... dan apalah....


Dia jatuh hati kepada Surya, seorang marketing dari perusahaan produsen pipa dan kawat, hampir tiap hari dia ikut mengantar barang ke toko Haji Darma. Bahkan urusan penagìhan juga selalu dilakukan oleh Surya semata agar bisa bertemu dengan Wiwit.


Kehidupan Surya cukup berantakan, orang tuanya bercerai.


Ayahnya meninggalkan Surya kecil beserta kakak perempuannya untuk menikah lagi dengan wanita lain dan sekarang mereka tinggal di luar pulau Jawa. Dan tidak pernah bertanggung jawab mengirimkan nafkah dan biaya untuk anak-anaknya.


Ibunya pernah menikah lagi dengan seorang pria pemabuk dan penjudi. Karena ayah tirinya itu sering memukuli ibunya, lalu merekapun bercerai lagi dan sekarang mereka tinggal di daerah perkampungan kumuh.


Ibunya membuka warung kopi dan sembako, sementara itu sang kakak perempuannya bekerja malam di suatu karaoke dangdut sebagai pemandu lagu dan konon kabarnya simpanan seorang pejabat.


Surya jelas memilih Wiwit menjadi kekasihnya walaupun di awal dia pernah menaksir Mela. Namun karena dia memang butuh kehidupan lebih baik maka diapun mendekati Wiwit dan berhasil.


Hubungan mereka jelas ditentang oleh Supriatin, ibunya Wiwit itu ingin agar anaknya menikah dengan seorang pria dari kalangan atas juga.


Tapi hati Wiwit sudah tertancap kepada Surya, bahkan dia rela mengendap atau berjingkat meninggalkan rumahnya dimalam hari hanya untuk bertemu dan memadu cinta dengan Surya.


Tak jarang Wiwit dibawa ke rumah Surya dan menginap di kamarnya.


Baru kembali menjelang subuh, tapi anehnya Ibunya Surya tak ada keinginan melarang perbuatan mereka.


Alih-alih menegur yang ada malahan seakan mendukung perbuatan terlarang itu.


Harapannya semoga anaknyab bisa direstui oleh Supriatin, agar dirinya juga kelak bisa ikut sedikit terbawa kaya.


Karena kedua orangtua Wiwit sibuk, ayahnya sibuk menumpuk harta sementara Ibu nya sibuk pamer harta maka anaknya jarang diperhatikan.


Pikir mereka anak sudah dewasa ini pasti sudah bisa paham mana yang benar dan tidak.


Namun kenyataan berbeda, Wiwit sangat menikmati kesalahannya dengan hampir setiap hari bertemu dan bercumbu dengan Surya.


Dia merasakan nyaman dengan semua perhatian dari Surya, sehingga dia rela menyerahkan segalanya kepada Surya.


Beberapa hari ini Wiwit tampak demam menggigil dan sering muntah-muntah. Tidak ada nafsu makan, mual terus sepanjang hari.


Ibu dan ayahnya belum mengetahui kondisi anaknya, karena mereka selalu seperti kucing-kucingan.


Ada orang tuanya, Wiwit kabur ke dalam kamar. Kalau orang tuanya pergi baru dia berani keluar.


Narti memergokinya beberapa hari yang lalu ketika disuruh menginap menemani Wiwit yang sedang demam dan muntah, malam itu ada Surya di kamar Wiwit masuk dari jendela.


Rupanya dia sudah biasa keluar masuk lewat jalan itu.


Narti takut menceritakan hal ini kepada siapapun, dia hanya diam seribu bahasa sambil menyimpan rahasianya Wiwit.


Lima hari sudah Wiwit seperti itu, kondisinya semakin lemah. Tapi dia bersikeras kepada Narti agar tidak memberitahukan kepada orang tuanya juga kepada siapapun.


Dan sampai sore hari di awal minggu, kondisi Wiwit semakin memprihatinkan. Namun Narti hanya bisa berdoa semoga Wiwit dikuatkan.

__ADS_1


Setelah tutup toko, Mela segera mandi dan bersiap ke kampus untuk sidang.


Memang sidang sudah dimulai sejak pukul 15.00 tadi, tapi karena giliran Mela nomor 8 maka diperkirakan masih keburu untuk mengejar waktu sidang tersebut.


Dia naik ojek online dan minya agak cepat mengemudinya. Tak butuh waktu lama akhirnya diapun sampai, ternyata masih giliran peserta nomor 5.


Sidang di kampusnya adalah sidang terbuka, jadi semua peserta dapat melihat bagaimana peserta sebelumnya yang mengikuti sidang sarjana tersebut.


Sidangnya digabung antara kelas karyawan dan juga reguler.


Alasan menyelenggarakan sidang terbuka adalah karena pihak sekolah menilai peserta sebagian besar adalah karyawan dan juga calon karyawan.


Di dunia nyata tekanan pasti lebih dari saat sidang ini, mereka ingin lulusannya menjadi sarjana yang tangguh dalam menghadapi kendala dan tantangan di luar sana nanti.


Setiap peserta satu persatu ke depan membawakan presentasi tentang skripsinya masing- masing. Penguji adalah bapak Cahyadi selaku dosen senior, ibu Maryati selalu dekan fakultas Ekonomi dan juga turun tangan bapak Rektor Profesor Wibowo.


Suasana ruang sidang saat itu sangat menegangkan, dari lima orang yang sudah dipanggil dua orang dinyatakan gagal dan harus ikut sidang lagi bulan depan.


Anton mengirim pesan kepada Mela menanyakan kapan gilirannya, saat ini menjelang maghrib diperkirakan gilirannya akan tiba setelah sholat maghrib karena sekarang sedang berlangsung giliran peserta nomor 6.


Setelah selesai menunaikan sholat maghrib, Anton bergegas menuju kampusnya Mela.


Setibanya disana tampak peserta nomor 7 sedang berpresentasi.


Mela deg-degan karena setelah ini adalah gilirannya. Tangannya dingin, dan sepanjang duduk dia hanya berdoa dalam hati memohon agar sidangnya dilancarkan.


Anton mengirim pesan kalau dia sudah di depan, memang pengunjung boleh melihat tapi tidak boleh masuk. Hanya bisa melihat lewat pintu atau jendela namun tidak boleh berisik.


Mela menoleh ke belakang dan terlihat Anton melambai kepadanya sambil mengacungkan jempolnya.


Akhirnya peserta nomor 7 pun selesai sidang dan dinyatakan lulus, begitupum sebelumnya peserta nomor 6 pun lulus.


"Peserta sidang selanjutnya adalah Melati Sekar Wangi dengan judul skripsi "Skema Pembukuan dan Pembagian Hasil Secara Syariah di Apotik dan Klinik Wiharja Farma Bandung" yang telah disetujui oleh Bapak Cahyadi, SE, MBA pada tanggal 2 September kemarin,"namanya dipanggil oleh panitia petugas sidang Sarjana.


"Kepada Saudari Melati Sekar Wangi dipersilahkan untuk segera menempati kursi sidang!".


Dengan mengucap "Bismillah", Mela melangkah mantap menuju kursi sidang, lalu dia membungkuk memberi hormat kepada para dosen penguji.


Mela memulai presentasi nya dengan membaca Basmallah terlebih dahulu serta salam lalu dia menyampaikan isi skripsinya per bab dengan tenang, tepat dan cermat.


Setelah selesai mempresentasikan semua skripsinya mulailah dengan sesi pertanyaan dari tiap dosen penguji. Dan tentunya dari pak Cahyadi yang sangat sulit dan menjebak.


Namun karena Mela sudah sangat menguasai materi skripsinya, dia dapat menjawab semua pertanyaan dengan tepat dan memukau.


Anton melihat bagaimana wanita yang sudah menjadi pilihannya itu dengan pandai menjawab setiap pertanyaan dari dosen penguji dengan sangat cermat.


Akhirnya ketiga dosen selesai dengan pertanyaanya lalu saling berpandangan dan ketiga berdiri lalu bertepuk tangan.


Memberikan Standing Applause karena dari tadi baru mahasiswa ini yang dapat memberikan materi, data dan menjawab secara detail dan akurat.


Semua yang ada di dalam ruangan dan juga di depan turut bertepuk tangan tak terkecuali Anton yang saat itu merasa sangat bangga dengan kekasihnya.


Ketiga dosen langsung saat itu juga memberikan nilai A+++ untuk Melati Sekar Wangi, sehingga untuk wisuda nanti sudah jelas dia adalah lulusan terbaik tahun ini.


Mela keluar ruangan dengan dihujani jabatan tangan dan juga pelukan dari teman wanitanya. Sesampainya di depan ruanganpun beberapa temannya menyambutnya memberikan ucapan selamat kepadanya.


Hatinya sangat bahagia dan bangga bahwa dia sekarang sudah lulus sarjana hanya tinggal wisuda dua bulan lagi.


Dia berdiri dihadapan Anton dan memberikan salam kepadanya lalu Anton merangkul dan mencium keningnya dihadapan teman-temannya. Sontak semua sahabatnya riuh menyorakinya tanda ikut bahagia.


Lalu dia menghubungi ibunya memberitahukan bahwa dia sudah selesai sidang dan juga sudah lulus tinggal menanti wisuda.


Ibunya sangat bersyukur bahwa anak gadisnya akhirnya menjadi sarjana juga.


Lalu Mela juga mengabari Anita, yang tentunya disambut dengan sukacita, dan segera Anita menyampaikan Mela segera ke Bandung saja sambil menanti wisuda.


Belajar konsep kerja secara nyata di apotik dan kliniknya karena Anita juga punya rencana untuk membuka cabang entah di kota yang sama atau di kota lain.


Setelah mengisi formulir dan juga persyaratan untuk wisuda nanti, Mela dan Antonpun segera kembali ke tempat tinggal mereka.


Sebelumnya seperti biasa Mela minta di traktir dulu makan sate ayam yang terkenal di dekat kampusnya.


Setibanya di depan paviliun, tiba- tiba Narti berlari memanggil Mela dan Anton, dia mengabarkan kalau Wiwit jatuh pingsan setelah muntah-muntah di kamar mandi.

__ADS_1


Anton segera mengambil peralatan kedokterannya dan bersama Mela menuju kamar Wiwit.


Dia memeriksa tubuh dan denyut nadi Wiwit yang masih tergolek lemah tak sadarkan diri.


Lalu dia minta Mela untuk menggosok minyak angin ke dahi dan lehernya Wiwit, juga minta Narti membuatkan teh manis hangat untuk diberikan kepada Wiwit.


Anton memandang Wiwit seakan tak percaya tapi memang itu adalah hasil pengamatannya.


Dia berbisik kepada Mela, dan seketika Mela kaget terperangah tak percaya.


Lalu Mela memeluk dan membelai sepupunya itu.


Narti sudah menghubungi Supriatin dan juga Haji Darma, keduanya sedang menuju pulang.


Tak lama merekapun tiba dan langsung melihat kondisi Wiwit.


"KENAPA ANAKKU HAH!!" Supriatin berteriak kepada semua orang yang ada di kamar anaknya itu.


"HEH KAMU DOKTER KAMPUNG KENAPA DENGAN ANAKKU!!!".


Haji Darmapun segera masuk dan segera mendekati Wiwit yang tergolek lemah.


"Nak Anton kenapa anak saya ini?"tanya beliau dengan santun.


Dengan menghela nafas kemudian Anton berkata," Maaf pak Haji, barangkali saya juga salah diagnosa tapi sebaiknya Wiwit segera dibawa ke rumah sakit untuk ditangani oleh dokter obstetri dan ginekologi".


"Maksudnya bagaimana yah nak Anton," tanya Haji Darma tak mengerti sambil mengernyitkan keningnya.


"Ya Wak, maksudnya ke dokter kandungan," jawab Mela menyela.


" APA!!!!...DASAR DOKTER KAMPUNG BUNTUNG DAN BODOH... ANAKKU BELUM NIKAH MASA HAMIL!!!" jerit wak Atin.


"Ya maafkan saya bu, barangkali saya salah mungkin lebih baik Wiwit dibawa ke rumah sakit terdekat untuk lebih memastikan,"kata Anton menjelaskan lagi.


"MELA....NYINGKIR IRA...NYINGKIR GAGE... GAWA DOKTER ED*N IKU ... BELI SUDI KITA DELENG RAI IRA-IRA AN MANING!!!"


(\=Mela..pergi kamu...pergi cepat..bawa dokter ed*n itu...tak sudi aku melihat muka kalian lagi)


Mela dan Anton bergegas keluar dari kamar itu, begitu juga dengan Narti.


Mereka bertiga duduk di depan paviliun sambil membahas kasus Wiwit. Dan mereka bertiga menduga kehamilan Wiwit pasti karena hubungannya dengan Surya.


Narti kemudian menghubungi Japri menceritakan tentang Wiwit kepadanya. Kebetulan Japri punya nomor kontak Surya dan dia akan menghubungi Surya, memberitahukan tentang Wiwit.


Dari dalam rumah terdengar Haji Darma dan Supriatin tampak bertengkar hebat.


Alih-alih membawa anaknya ke rumah sakit, malah Supriatin meminta mbah Wiro dan istrinya Sutiyem untuk datang ke rumah mereka.


Tak lama keduanya datang, keduanya minta diantar mang Solihin penjaga malam ke dalam rumah.


Mela, Anton dan Narti tidak mengenal kedua orang itu siapa, mereka sedang menanti Japri yang akan membawa Surya datang kemari.


Haji Darma sangat kesal sekali kepada istrinya, dia tidak sangka anaknya bisa kedapatan hamil di luar nikah.


Dia habis bertengkar hebat dengan istrinya yang tidak mau disalahkan karena lalai menjaga anak gadisnya.


Haji Darma merasa dia sudah banyak berkorban mencari uang, sehingga pikirnya tugas istrinya menjaga anak gadisnya.


Saat ini Haji Darma sedang diam menyendiri di kamarnya, dia kesal dan merasa buntu pikirannya. Bertanya dalam hati siapa lelaki yang sudah menghamili anaknya. Sementara saat ini anaknya masih belum bisa diajak bicara.


Di luar kamar terdengar istrinya sedang menerima tamu, entahlah siapa dia tak peduli. Saat ini dia hanya ingin diam karena kepalanya terasa sakit.


Japri datang membawa Surya, lalu Anton segera menghadapinya untuk mengajak bicara sebagai sesama lelaki.


Anton mengingatkan bahwa apapun yang terjadi Surya harus bertanggung jawab atas perbuatannya menghamili Wiwit.


Suryapun berkata dia berani bertanggung jawab bahkan akan menikahi Wiwit.


Saat sedang berbincang menguatkan keberanian Surya untuk menghadapi orang tua Wiwit.


Tiba- tiba......


"TOOOLOOONGGGG.....TOOLONGGGG....TOOLLLOONGG!!!"

__ADS_1


__ADS_2