Cinta Anton Dan Mela

Cinta Anton Dan Mela
Ketiga Puluh Empat


__ADS_3

Bukan sekali ini saja Fabian membuat Mela kesal. Selalu saja ada permintaan aneh-aneh dari Fabian kepada Mela.


Contohnya malam ini tiba-tiba dia memanggil Mela ke ruang prakteknya.


"Ya ada apa dokter Fabian?"tanya Mela dengan sopan.


"Tolong malam ini juga saya minta daftar pembagian hasil dan honor saya selama 3 bulan saya di sini berikut bukti transfernya, "pinta Fabian dengan sok tegas.


"Dokter maaf bukankah hal seperti itu akhir bulan pasti disampaikan kepada setiap penerima hak, "kata Mela lagi sekarang mulai kesal.


"Saya tahu tapi sekarang saya butuh karena penting sekali. Ayo cepat sebelum lima pasien di depan habis, saya harus pergi, "kata Fabian memburu-buru Mela.


"Saya coba minta sama cici Anita yah dokter, "kata Mela lagi sambil mau keluar ruangan praktek.


"Loh kok kenapa harus ke cici Anita, kan saya mintanya kamu yang buat, "Fabian mencegah Mela untuk minta ke Anita.


"Login saya tidak ada akses untuk hal itu, karena saya juga masih karyawan baru".


"Oke... tidak masalah, yang penting malam ini harus bisa saya dapatkan. Kalau tidak kamu harus terima resikonya, "ancam Fabian kepada Mela.


Mela dengan kesal keluar dari ruangan praktek Fabian. Dia tak habis mengerti, dokter satu itu selalu saja penuh ancaman dan berkelakuan aneh kepadanya.


Minggu lalu jelas-jelas dokter Fabian memecahkan gelas di ruangan prakteknya, dan bisa-bisanya menyalahkan Mela.


Dia mengancam akan melaporkan Mela kepada Fajar bahwa Mela mencoba menggodanya.


"Kamu tidak akan saya adukan asal kamu mau saya ajak pergi berdua, "kata Fabian waktu itu kepadanya.


"Adukan saja dokter, saya tidak masalah. Karena saya memang tidak salah, "Mela sempat membentaknya waktu itu karena sudah sangat kesal.


Sekarang macam-macam lagi minta data di malam hari, Pertiwi sudah pulang dan cici Anita mungkin sudah istirahat.


Dia tidak enak hati saat mencoba masuk ke dalam rumah Anita. Tampak Anita sedang menyuapi kue untuk kedua anaknya Keiza dan Kaysan. Sekarang Kaysan sudah bisa duduk sendiri di kursi khusus bayi, umurnya sudah 10 bulan.


"Tante Mela mau kue?"tanya Keiza sambil berlari membawa sepotong kue untuk Mela.


"Terima kasih Kei cantik,"kata Mela sambil mengambil kue dari tangan Keiza.


"Tante nanti ada oom Ton kesini, Kei mau bobo sama oom Ton. Tante jangan ikutan yah, kan belum jadi pengantin, "Keiza dengan polos dan lucunya berkata seperti itu, maka Mela dan ibunya pun jadi tertawa.


"Da da da da...bababa, "Kaysan ikut komentar jadi semakin menjadi Mela dan Anita tertawa melihat kelucuan kedua anak itu.


"Ada apa Mela....kamu kayak lagi mau perlu sesuatu yah, "Anita melihat Mela tampak sedang memendam sesuatu.


"Maaf cici, saya mau minta tolong. Tadi dokter Fabian minta lagi pembagian hasil dan honornya selama tiga bulan berikut bukti transfer nya, "ujar Mela sambil tidak enak kepada Anita.


"Loh bukannya setiap akhir bulan juga diberikan yah, "jawab Anita sambil merasa aneh.


"Ya itu dia, tadi saya juga sudah bilang begitu. Tapi dokter Fabian kekeh minta malam ini juga penting katanya, "Mela berusaha menjelaskan kepada Anita.


"Bisa saja sih tapi memang harus pakai login saya untuk membuka data itu. Kamu belum dapat akses, nanti yah saat Pertiwi cuti melahirkan baru aku berikan aksesnya. Nih tolong jagain dulu Kaysan, saya print dulu sebentar".


Mela menjaga Kaysan dan dia mencoba membuat mimik-mimik lucu sehingga Keiza dan Kaysan juga tertawa.


Sementara Anita mencetak semua permintaan dokter Fabian di kantor apotik.


Anita selesai mencetak data untuk Fabian, lalu dia melipat dan memasukan ke dalam amplop dan dilem rapih.


Tiba-tiba di depan di bagian pelayanan obat tampak Wahyu sedang mencoba menjelaskan obat kepada seorang pembeli.


Anita mengintip karena terdengar orang yang membeli sepertinya marah - marah. Dan saat Anita melihat ternyata itu adalah bang Togar kawan suami nya.


Segera diapun kedepan untuk menemui sahabat suaminya itu.


Memang Togar kalau bicara keras dan lantang ciri khas orang Medan asli. Tapi kalau yang belum paham pasti disangka sedang marah-marah.


Karena sudah malam, Kaysan tiba- tiba rewel mungkin karena mengantuk.


Mela menggendong Kaysan menemui Anita, tapi di kantor ternyata tidak ada. Lalu Mela melihat ternyata Anita ada di tempat pelayanan obat.


"Hahahaha...bang Togar bisa saja, memang benar berat badan saya naik 20 kg gara-gara si Kepri, "Anita tampak tertawa-tawa dengan seorang pria yang membeli obat.


Mela mendekatinya sambil membawa Kaysan, sementara Keiza sedang dicucikan tangannya oleh Encum dan segera dibawa ke kamar atas untuk tidur.


"Bah...ini Kepri kecil...hahaha. lucu kali kau nak...berapa bulan dia Nita?" tanya Togar sambil memegang kaki gemuknya Kaysan dengan gemas.


"10 bulan bang... udah mulai ngoceh dan tumbuh giginya sudah ada 8 buah, sekarang lagi mencoba berdiri, "Anita mengambil Kaysan dari Mela dan menggendongnya sambil menceritakan kondisi Kepri kecil kepada Togar.


"Mana pulak si Kepri ni, adakah dia di dalam?"tanya Togar.


"Sebentar lagi pulang bang, tadi sore menjemput Anton lalu sekalian pergi ke acara perkumpulan".


"Oh begitu, eh... mana obatku tadi... berapa harus ku bayar?"tanya Togar kepada Anita.


Lalu Anita meminta Wahyu untuk memberikan obat batuk tadi kepada bang Togar.

__ADS_1


"Sudah bang...bawa saja obat batuk nya, sudah malam tidak boleh terima uang dari sahabat, " kata Anita sambil memberikan obat batuk anak kepada Togar.


"Janganlah begitu...ini aku membeli obat batuknya Nita...jangan kau begitu".


"Kalau abang bayar berarti bukan kawannya Kepri... ayo....".


"Hahahahah.... bisa saja kau.....baik Nita salam saja untuk Kepri dan Anton yah. Eh..kabarnya Anton hendak menikah juga, benarkah?"tanya Togar sebelum berbalik badan.


"Iyalah...ini pacarnya Mela. Ayo Mela kenalkan ini bang Togar sahabat ko Fajar".


Lalu Mela berjabatan tangan dengan Togar.


"Kecil kali badanmu, kukira kau anak SMP...hahahah, "bang Togar mencoba mencandai Mela.


"Hahahah....nanti juga kalau sudah nikah gemuk seperti aku bang... hahahaha,"tukas Anita sambil tertawa.


"Nah aku tak paham, apakah si Anton nanti serajin si Kepri atau tidak nih....hahahahahha".


"Wah bang Togar bisa saja...hahahaha".


Anita dan Togar tertawa ramai, padahal Togar hanya mampir membeli obat batuk untuk anak nya tapi karena kawan lama tak jumpa maka merekapun lancar bercanda satu sama lain.


"Kepri itu siapa ci?"tanya Mela karena merasa lucu mendengar ada nama seperti itu.


"Hahahah...itu nama ko Fajar, dulu teman-temannya memanggilnya Kepri. Padahal Kepri itu singkatan dari Kepulauan Riau, "sahut Anita memberi tahu Mela tentang asal usul Kepri.


"Lucu sekali ko Fajar dipanggil seperti itu , "Mela geli mendengar panggilan nama Fajar.


"Cici benarkah kata orang ko Fajar dulu karyawan di sini seperti Wahyu?" tanya Mela lagi kepada Anita.


"Hahahaha...beneran Mela...wah panjang kisahnya, nanti kapan-kapan akan aku ceritakan".


"Oh iya ini yang diminta dokter Fabian, kamu serahkan saja kepadanya yah , "kata Anita sambil memberikan beberapa lembar kertas di dalam amplop kepada Mela.


Lalu Mela berjalan ke lantai dua memberikan yang diminta oleh Fabian.


Sesampainya di sana ternyata ruangan praktek Fabian sudah tidak ada pasien hanya masih ada Fabian seorang diri.


"Dokter maaf ini data yang diminta oleh dokter," ujar Mela sambil memberikan amplop tadi kepada Fabian.


Fabian segera membukanya lalu memanggil Mela agar mendekatinya, "Sini kamu sini... Nih lihat... ini adalah pendapatan saya hanya di klinik ini...belum lagi dari rumah sakit dan tempat lainnya... Kamu bisa perkirakan pendapatan saya bukan....".


Mela bingung tidak paham maksud pembicaraan Fabian.


"Maksudnya apa yah dokter?"tanya Mela sambil memperlihatkan wajah bingungnya.


Sontak Mela mendorong Fabian dengan keras dan segera keluar dari ruangan itu sambil memendam rasa kesal sekali.


Saat dia turun ke bawah terlihat mobil dinas apotik memasuki garasi.


Di dalamnya ada Anton yang sedang melambai-lambai kepadanya.


Mela tersenyum sambil mengatur nafasnya karena habis kesal setengah mati.


Fajar menghentikan mobil, bersamaan dengan Anton turun dari mobil.


Pasien terakhir dokter Fabian baru saja selesai membayar obat dan tampak sudah keluar dari pintu apotik. Wahyu segera menutup dan mengunci pintu apotik.


Anton menghampiri Mela sambil tersenyum, sementara Fajar sudah mendahului masuk ke dalam rumah.


"Hai...apa kabarmu sayang?"tanya Anton sambil memberikan tangannya untuk disambut salam oleh Mela.


"Kabar baik dong, kamu juga bagaimana masih suka sakit kepala tidak?"tanya Mela sambil menatap wajah kekasihnya


"Masih... malah sekarang tambah sakit nih , "kata Anton sambil memicingkan matanya.


"Yang...kenapa Yang...Kamu sakit?" tanya Mela khawatir.


"Iya aku sakit kepala..pusing... melihat kamu jadi tambah cantik...hihihi," goda Anton kepada Mela.


Mela lalu nyengir sambil mencubit lengan Anton dengan manja.


"Wah Bro....lagi mesra-mesraan nih...ganggu yah aku...hahahaha,"kata Fabian tiba-tiba sambil turun dari lantai atas.


"Wah Bro Bian... belum pulang nih...apa kabarnya bro....,"sahut Anton sambil tangannya bersalaman dengan Fabian.


"Iya baru beres....kamu baru datang nih dari Cirebon?" tanya Fabian kepada Anton sambil melihatnya membawa tas besar.


"Iya bro, tadi ikut dulu sama ko Fajar ke undangan dulu jadi baru sampai nih".


"Oke aku lanjut yah... selamat malam Bro Anton... selamat malam Mela...".


Fabian tampak manis, serasa tadi tidak berbuat dan mengatakan hal yang tidak mengenakan hati orang lain.


Mela hanya diam saja sambil terlihat matanya masih memancarkan rasa kesal kepada Fabian.

__ADS_1


Lalu Mela diajak kedalam rumah oleh Anton, untuk menemaninya sejenak.


Wahyu tampak menutup pintu gerbang apotik dan menguncinya, lalu menutup pintu garasi dan menyalakan alarm.


#itudulukerjaanfajarselama7tahunlamanya


Di dalam rumah Mela menyiapkan teh hangat untuk Anton, dan tak lama Anita turun ke ruangan makan dimana Anton dan Mela sedang duduk menikmati teh hangat.


"Ko Fajar kemana...apakah sudah tidur?" tanya Anton kepada kakaknya.


"Iya barusan pulang langsung ke kamar mandi bersih-bersih, lalu mendekap Kaysan dan tidur. Mungkin dia lelah seharian pergi terus, "kata Anita menjelaskan tentang suaminya.


Anton hanya mengangguk diam, padahal dalam hatinya dia tahu kakak iparnya habis kesal kepada pria yang dulu sempat menaksir kakaknya.


"Besok aku akan pergi jalan-jalan sama Mela, mau bareng tidak sambil bawa anak-anak bermain?"tanya Anton kepada Kakaknya.


"Memangnya mau kemana kalian?" tanya Anita.


"Iseng sajalah ke mall sambil makan siang sambil lihat- lihat siapa tahu ada sesuatu yang menarik,"sahut Anton kepada sang kakak.


"Aku sih hayuk saja, bagaimana pak boss saja besok yah , "Anita terserah keputusan besok kepada suaminya.


"Oke sip, kalau besok ko Fajar setuju kan bisa rame-rame, kalau tidak nanti kita naik motor saja yah Mela".


Mela hanya mengangguk setuju saja.


Lalu Anita pamit ke atas untuk tidur sambil iseng berkata kepada adiknya, "Nanti Mela tidur di mess yah...jangan mau ditarik sama Anton ke kamar bawah".


Anton lalu memasang tanda minus di kening ditujukan kepada kakaknya.


Mela hanya senyum malu-malu digoda oleh calon iparnya itu.


Sementara Anton dan Mela masih berbincang di bawah, Anita masuk ke kamarnya untuk istirahat.


Perlahan dia membuka dan menutup pintu kamar agar Kaysan tidak bangun.


Dilihatnya Fajar tidur lelap memeluk Kaysan.


Lalu perlahan dia menggendong Kaysan dan memindahkannya ke box bayinya.


Setelah Kaysan benar-benar tidur lagi, baru dia berbaring di sebelah Fajar.


Baru saja akan menutup matanya tiba-tiba Fajar memeluknya sehingga Anita terkejut.


"Aduh ayah kirain sudah terlelap".


"Aku belum tidur nunggu kamu bun...".


"Weeww....manja ...pasti ada maunya...".


Lalu Fajar semakin mendekap Anita dan dia mencium rambut istrinya.


"Bun....jawab dong kenapa bunda pilih ayah jadi suaminya bunda....".


"Heeemmmm....ayah sendiri kenapa pilih bunda jadi istri ayah...hayo...".


"Kalau ayah memang sudah cinta dari pertama kali ada Neneng yang dulu bangunin di masjid mau beli es teh...


..kalau bunda gimana...dari tadi engga jawab....".


"Bunda cinta sama ayah waktu kapan yah....lupa euy....".


Lantas Fajar memeluknya menciumnya berlanjut keduanya hanyut dalam keintiman.


Setelah selesai membersihkan diri dari kamar mandi, suaminya iseng berkata kepada istrinya," Bun...ada yang titip salam tadi di pertemuan".


" Siapa....pasti ibu Dea yah..."


Sambil menahan tawa,"Bukan kok...


Tapi Tanoko ganteng....".


Anita mencubit pinggang suaminya sambil sebal.


Jam dinding menunjukkan pukul 22.00 saat Mela diantar Anton menuju mess di belakang rumah keluarganya.


Anton mencium kening Mela saat mereka saling berpamitan untuk beristirahat.


Lalu Anton masuk ke dalam rumahnya dan Mela menuju kamar messnya.


"Cie...Cie...Cie...yang kangen-kangenan.....,"ujar Wahyu tiba-tiba sehingga mengejutkan Mela.


"Bocah koplak....wis bengi dudu turu malah ngintip...sowak...!!!" ujar Mela ketus sambil melempar sendal jepit ke arah adiknya.


(\=anak bodoh ...Sudah malam bukannya tidur malah mengintip....sinting...)

__ADS_1


Adiknya tertawa-tawa sambil masuk ke kamar messnya khawatir ada lemparan benda lagi ke arahnya.


__ADS_2