Cinta Anton Dan Mela

Cinta Anton Dan Mela
Kesembilan


__ADS_3

Keesokan paginya Mela sudah rapih dan dia menunggu Anton keluar dari paviliun, saat ini dia sedang duduk di teras paviliun.


Di sampingnya ada segelas susu sesuai permintaan dokter Anton.


Anton juga sudah siap untuk berangkat ke puskesmas, sebelum menuju mobil dia meneguk dulu segelas susu melirik Mela.


Lalu dia berkata,"Mela kamu ngapain malam-malam keluyuran, tidak baik gadis keluyuran seperti itu".


Mela terkejut dan memandang dokter Anton, saat Mela ingin menyahut, tiba- tiba muncul Wak Atin bersama Wiwit.


Lalu dia mengenalkan Wiwit sebagai anaknya, sambil matanya sesekali melirik Mela yang saat ini sedang mulai menyapu di dalam.


Setelah berkenalan dengan Wiwit, lalu Antonpun pamit berangkat ke puskesmas.


Didalam mobil Anton menggerundel dalam hati, dia merasa kurang nyaman dengan ibu Atin mengenalkan anaknya Wiwit.


Anak gadisnya berpakaian terlalu terbuka dan berdandan menor.


Berbeda dengan Mela, gadis itu selalu berpakaian rapih dan berkerudung. Tapi semalam mengapa dia keluyuran malam-malam, dalam hati kecilnya merasa tergelitik untuk mencari tahu tentang Mela.


Hari ini Mela merasa kesal sekali, setelah semalam dia kalah adu argumen dengan dosen pembimbing mengenai judul skripsinya yang ditolak, lalu tadi pagi ada kejadian dokter Anton yang bicara seenak dengkulnya.


Dia sedari pagi diam saja tidak banyak bicara seperti biasanya.


Teman-temannya merasa aneh, bahkan beberapa pelanggan yang biasa bercanda dengannya juga hari ini tidak terlalu dihiraukannya.


Orang lain tidak tahu bahwa dia sedang pusing karena harus memikirkan judul skripsi lagi.


Kemarin ini dia mengajukan tema skripsi tentang sistem pembukuan di toko besi Darma Jaya.


Dosen menilai tidak relevan dan terlalu dangkal. Padahal Mela merasa selama ini dia yang menciptakan pembukuan di toko sampai demikian rapih dan teratur saat ini.


Tapi ternyata belum cukup mumpuni untuk dijadikan penelitian dan skripsi.


Kemana lagi dia harus mencari bahan, kalau sampai harus ke perusahaan lain tentu akan berbenturan dengan jam kerjanya.


Untuk itu dia galau dan kesal sekali. Bahkan dosen sama sekali tidak melihat konsep pengajuannya.

__ADS_1


Hari ini memang tidak ada jadwal kuliah, tapi dia nanti akan ke kampus untuk mencoba mencari referensi di perpustakaan.


Sebisa mungkin nanti pergi agak awal karena perpustakaan akan tutup jam 20.00.


Sementara di puskemas seperti biasa aktifitas dokter Anton melayani orang sakit.


Dan baru beberapa hari dokter Anton sudah menjadi dokter favorit disana.


Pasien yang datang hampir semua ingin diperiksa oleh dokter Anton, terutama Manula karena dokter Anton sangat perhatian kepada orang berusia lanjut.


Berita cepat tersiar di daerah tersebut ada dokter baru dan sangat baik sekali.


Sore hari menjelang pulang Jaya mengajak dokter Anton nanti malam setelah Isya untuk berkeliling ke kota.


Antonpun menyetujuinya, lalu dia memberitahukan tempat tinggalnya saat ini. Dan ternyata Jaya sudah tahu kalau Anton menempati paviliun yang dulu ditempati dokter Harsono.


Anton juga minta ajak beberapa orang saja nanti malam ke paviliunnya nanti bersama-sama naik mobilnya ke kota.


Akhirnya Jaya mengajak tim Jomblo yaitu Komar dan seorang anak magang yaitu Aryo.


Kemudian merekapun pulang ke rumah dan nanti jam 19.00 ditunggu kumpul di paviliun dokter Anton.


Tiba-tiba terdengar pintu depan dibuka dan ketika dia menoleh ternyata Mela masuk membawa dua butir jeruk diatas piring kecil dan diletakan di meja ruang tamu.


Sambil tetap berdzikir Anton sempat melirik Mela yang tampak rapih seakan hendak pergi ke suatu tempat.


Tapi belum sempat dia bertanya, Mela sudah meninggalkan ruangan sambil membawa keranjang pakaian kotor.


Antonpun meneruskan dzikir dan mengajinya sampai Adzan Isya menjelang.


Setelah selesai menunaikan ibadah diapun berganti pakaian karena malam ini dia ada janji dengan tim jomblo.


Setelah rapih diapun menanti di ruang tamu sambil menikmati jeruk yang disediakan oleh Mela.


Tak lama terdengar deru sepeda motor menuju ke halaman paviliun.


Anton segera menuju keluar menyambut tim jomblo. Lalu setelah memarkirkan motornya, merekapun siap berangkat.

__ADS_1


Pak Solihin sudah datang, dan dititipkannya sepeda motor kawan-kawannya kepadanya.


Sebelum masuk mobil, Jaya menawarkan untuk mengemudi dan tentu saja disambut senang hati oleh Anton.


Merekapun melaju menuju kota, malam itu mereka makan malam sea food di warung tenda di sekitar jalan Siliwangi.


Anton memesan ikan bakar yang besar, kerang rebus dan udang asam manis, keempatnya makan dengan lahap karena masakan di warung tenda itu memang terkenal enak.


Setelah makan Anton diajak berkeliling seputar kota Cirebon. Mau tak mau disetiap kota dimanapun pasti ada tempat yang tidak baik untuk disambangi yaitu daerah yang sering digunakan prostitusi.


Cirebon juga dari dulu terkenal banyak wanita nakal, terutama gadis-gadis belia asal desa yang terdesak ekonomi dan mengambil jalan pintas.


Jaya memperlihatkan potret suram kota Cirebon terutama di malam hari di dekat daerah pesisir. Deg... sesaat Anton merasa de javu saat melintas daerah pesisir. Tapi dia diam saja dan menghela nafas.


Kemudian Jaya juga mengajak Anton ke daerah Beber yang menuju kuningan. Disana ada daerah seperti di kota Lembang Kabupaten Bandung. Ada tempat ngobrol sambil menikmati jagung bakar dan kopi hangat.


Sebentar merekapun turun disitu sambil berbincang. Tak terasa waktu sudah menunjukkan 21.30 dan akhirnya merekapun kembali.


Tim jomblo merencanakan perjalanan berikutnya yaitu nonton bioskop.


Ketika mereka sedang di jalan utama kota Cirebon untuk menuju ke paviliun tak sengaja mata Anton melihat seorang gadis baru saja naik ke dalam angkot.


Dan gadis itu tadi sepertinya berdiri menunggu angkot di bawah baliho besar yang bertuliskan nama sebuah hotel.


Tiba-tiba Anton merasa sangat kesal namun ketiga kawannya tidak menyadarinya


Padahal di belakang baliho besar itu ada baliho lain yang ukurannya lebih kecil bertuliskan "Sekolah Tinggi Tuparev" dan di papan itu juga ada anak panah yang menunjukkan sebuah kampus yang terletak di jalan samping hotel tersebut.


Jayapun terus melajukan kendaraan sambil berkelakar dengan Komar dan Aryo. Anton hanya senyum-senyum saja mendengarnya.


Tak lama merekapun tiba di paviliun, mobil sudah terparkir lalu merekapun turun.


Sebelum pamit tim jomblo menetapkan malam minggu nanti akan ke bioskop midnight show.


Setelah semua pulang, Anton melihat Mela baru turun dari angkot diseberang jalan, dan kemudian dia menyeberang menuju ke arah pintu gerbang lalu masuk halaman dengan santainya. Dia tidak menyadari sedari tadi ada sepasang mata yang begitu tampak kesal sedang melihatnya.


Hati Anton sangat geram tapi sesaat dia terduduk lalu mempertanyakan kepada dirinya kenapa harus kesal seperti ini terhadap Mela.

__ADS_1


Toh Mela bukan siapa pun untuk dirinya cuma sebatas pengurus paviliun ini.


Hanya saja hatinya sulit untuk menerimanya sebab dia sempat menilai Mela gadis yang baik.


__ADS_2