Cinta Anton Dan Mela

Cinta Anton Dan Mela
Bonus 1 : Pernikahan Haikal dan Aprilia


__ADS_3

Hari Sabtu, tanggal Sebelas November adalah tanggal pernikahan Haikal dan Aprilia.


Pernikahan diselenggarakan di hotel milik Septa Hidayat kakaknya Aprilia.


Pada tanggal tersebut hotel tidak menerima tamu, karena semua kamar akan digunakan oleh sanak keluarganya.


Pesta pernikahan memang tidak banyak mengundang orang, hanya sanak keluarga dan juga sahabat terdekat.


Namun sanak keluarga Aprilia juga sudah sangat banyak ditambah beberapa sahabat dekat.


Anton dan Mela yang sedang membawa perut delapan bulan sedang dalam perjalanan menuju ke kota Garut tempat tinggal keluarga Hidayat.


Ibu Sinah juga ikut serta dalam perjalanan itu, karena beliau juga di undang oleh Aprilia.


Tak ketinggalan Miranti juga dijemput oleh Anton dan Mela untuk bersama menuju ke sana.


"Nak Miranti, kalau Mas Jaya kemana?"tanya Ibu Sinah saat Miranti masuk ke dalam mobil.


"Nanti menyusul dari Jakarta Bu, sebab Mas Jaya sedang pelatihan selama dua bulan di sana," sahut Miranti.


Ibu Sinah hanya mengangguk saja sembari tak paham pelatihan apa yang dimaksud Miranti.


Sementara rombongan Puskesmas akan menyusul bersama dengan Pak Tarmidi.


Seperti biasa Murni sudah pasti akan terlihat dalam perjalanan nanti.


Akad nikah akan dilaksanakan pada pagi hari pukul sepuluh, sementara resepsi pada pukul dua belas siang sampai selesai.


Hotel "New Sulfur" milik Septa sudah memiliki cabang baru dan letaknya tidak jauh dari hotel sebelumnya.


Namanya Hotel " New Sulfur 2", sebenarnya sudah siap untuk disewakan, namun karena sekarang pernikahan adiknya maka hotel yang belum beroperasi itu dipergunakan untuk keluarga Haikal dan kamar pengantin.


Ibunya Haikal datang bersama suaminya yaitu James Wayne dan mereka membawa anaknya James dan juga anak dari pernikahan mereka.


James Wayne sebelum menikah dengan Ibunya Haikal memang pernah menikah dengan seorang wanita Australia juga.


Mereka berpisah karena wanita itu lebih mengejar kariernya menjadi seorang penyanyi dan pergi ke Amerika Serikat.


James dan Nova sebenarnya adalah teman kuliah, dahulu mereka pernah berpacaran saat Nova kuliah di Australia.


Namun karena perbedaan keyakinan maka mereka harus ikhlas berpisah.


James menikah dengan wanita lain dan Nova menikah dengan Bambang Subrata ayahnya Haikal.


Namun kehidupan berbicara lain, Nova harus berpisah dengan Bambang saat ketahuan suaminya selingkuh dengan Siska.


Ditengah kegalauan dia bertemu James lagi lewat media sosial, hingga akhirnya mereka kembali menjalin hubungan.


Dari pernikahannya terdahulu James mempunyai seorang anak gadis bernama Sheera Wayne, sekarang sudah berumur delapan belas tahun.


Sedangkan anak Nova dan James adalah seorang lelaki masih berusia sekitar sepuluh tahun dan bernama Jacob Wayne.


Ibunya Haikal ternyata sudah pindah keyakinan mengikuti keyakinan suaminya.


Walau hati sulit menerima tapi Haikal dan Tante Linda tidak bisa berkata apapun karena keyakinan beragama adalah hak setiap orang dan tidak bisa memaksakan.


Tante Linda yang paling sibuk dalam acara pernikahan ini bahkan selama ini paling beliau yang melakukan pengurusan segala hal terkait pernikahan Haikal.


"Tante Linda, aku mulas lagi nih. Tapi di kamar mandi tak keluar apapun. Cuma aku dari tadi subuh terus-terusan mulas," kata Haikal saat tantenya membenarkan pakaiannya dan menata dengan rapih.


"Kamu cuma grogi saja, bukan perutmu yang sakit tapi pikiranmu. Coba kamu tenang saja, yakin nanti bisa kok saat ijab kabul," ujar Tante Linda sambil merapihkan pakaian pengantin keponakannya itu.


Nama pakaian pengantin pria itu adalah beskap, dan dipinggang Haikal dililitkan kain batik yang nantinya akan senada dengan kain kebaya pengantinnya Aprilia.


"You looking good, my Son. Kami bahagia melihatmu," kata James Wayne kepada Haikal.


"Thank you Daddy James,


I am glad that you can attend to my wedding day," ujar Haikal sambil memeluk James.


Nova ibunya berkaca-kaca merasa terharu kalau akhirnya antara Haikal dan James bisa saling menerima satu sama lain.


"Bang Haikal, you ganteng sekali. I like you Bang Haikal," kata Jacob mengulurkan kepalan tangan kepada Haikal.


Keduanya menempelkan salam kepalan tangan tanda kompak.


Jacob juga memakai beskap yang hampir sama dengan yang dipakai Haikal.


"Aku ganteng juga kan, look like Bang Haikal," kata Jacob sambil mematut di depan kaca.


Sontak semua yang melihat tertawa melihatnya.


"Aku juga want to be a doctor like Bang Haikal dan Daddy," kata Jacob lagi.


"Memangnya kamu rajin belajar, sampai mau jadi dokter. Katanya suka main saja tak mau belajar," kata Tante Linda yang selalu mengajak keponakannya bercakap-cakap dengan bahasa Indonesia.


"Tante Linda, aku smart dan aku selalu study hard. Tak pernah lupa mengerjakan home work," kata Jacob yang bahasanya campur aduk.


"Kamu tinggal di Indonesia saja yah menemani Tante Linda," kata Tante Linda menggodanya.


"No, Tante saja ke Aussie nanti tante menikah dengan teman Daddy. Namanya Uncle Achmad Yusuf, he is Turkish dan handsome. Sama dia juga doctor di hospital milik my Daddy," kata Jacob sok tahu urusan orang tua.


"Iya Linda, waktu itu kami pernah berikan fotomu kepadanya dan dia sangat suka kepadamu. Nanti katanya akan ke Indonesia menemuimu," kata Nova menambahkan.


"Mbak Nova, sekarang kita mau ke pernikahan Haikal. Jadi inti urusan hari ini adalah Haikal. Jangan membahas yang tidak penting. Titik," sahut Linda sambil wajahnya semburat memerah.


James dan Nova tersenyum melihat Linda, mereka tahu kalau Achmad Yusuf dengan Linda sudah sering bertelepon atau bahkan sering bertelepon video.


"Aku ingin bergandengan dengan Bang Haikal, dia kan abangku yang ganteng," kata Sheera yang lebih fasih berbahasa Indonesia.


"Ayo sini, nanti disana kamu juga jalan di samping aku yah. Karena Aprilia belum tahu kamu," kata Haikal mengajak adik tirinya ini untuk menjahili calon istrinya.


Lalu mereka berdua membuat skenario dan keduanya cekikikan bersama.


James dan Nova hanya bisa geleng-geleng kepala, mereka senang sekali karena Haikal dan adik-adiknya sangat akrab sekali.


"Mommy...di depan ada guest, mereka tanya Bang Haikal. You should see them Mommy," kata Jacob memberitahu kalau di depan ada tamu mencari Haikal.


Nova ke depan melihat siapa yang datang, dan sungguh terkejut karena yang datang adalah Yohana anak Handi Subrata kakak mantan suaminya.


"Yona...hai...apa kabar? Sudah lama sekali tak ketemu denganmu," kata Nova sambil berjalan memeluk keponakannya.


"Tante Nova, apa kabar juga? Iya kangen sekali sama Tante," kata Yohana sambil memeluk erat wanita yang pernah menjadi istri pamannya itu.


"Tante ini kenalkan Peter Wang suamiku dan ini Monalisa Wang anak kami," kata Yohana memperkenalkan suami dan putri kecilnya.


"Luar biasa, kamu sudah punya keluarga. Lalu bagaimana Yuan, apakah dia sudah menikah juga? Semalam aku menelepon Mamih dan Papihmu ternyata mereka ada di Berlin yah,"kata Nova sambil mengajak masuk Yohana ke dalam.


"Bang Yuan sih pacar juga belum ada. Susah dia sih dan sekarang sedang di Berlin menemani Papih dan Mamih," kata Yohana menjawab pertanyaan Nova.


Saat Yohana bertemu Haikal keduanya sangat bahagia sekali.


"Akhirnya elu nikah juga bro, selamat yah. Maaf Papih, Mamih dan Bang Yuan tak bisa hadir karena semua sedang di Berlin,"kata Yohana sambil memeluk erat sepupunya.


"Tak apalah, aku sudah tahu kok. Kan kemarin ini sempat bertemu dengan mereka beberapa bulan lalu," kata Haikal kepada Yohana sambil membalas pelukannya.


"Selamat yah Bro, kami sangat bahagia kamu menikah juga akhirnya. Tinggal Bang Yuan yang masih misteri," kata Peter Wang suaminya Yohana.


"Makasih Koko Peter, iya benar Bang Yuan memang susah entah mau mencari wanita yang bagaimana," kata Haikal sambil tertawa.


Lalu Nova mengenalkan Yohana dan keluarganya kepada suami dan anak-anaknya mereka.


"Sheera cantik sekali kamu memakai kebaya, luar biasa," kata Yohana memuji sepupu barunya.


"Ya, aku senang memakai kebaya. Kalau ada acara di sekolah pasti aku selalu memakai kebaya,"ujar Sheera dengan bahagia sekali.


"Well, apakah semua sudah ready? Sekarang sudah menjelang ten o'clock. Kita harus segera ke sana bukan?"kata James Wayne yang sama dengan anaknya Jacob kalau bicara campur aduk antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.


Lalu semua bersiap menuju ke hotel "New Sulfur" tempat resepsi diadakan, dan mwreka berangkat dari hotel kedua


Sementara di hotel "New Sulfur" tempat resepsi keluarga besar Aprilia sudah berkumpul.


Dan yang membuat semua terkejut adalah kedatangan kakak sulung dari Ibu Aryani dan Ibu Cahyani yaitu Ibu Suryani beserta suaminya Adnan Mustika.


Mereka selama ini memang tinggal di Amerika dan baru kembali ke Indonesia bulan yang lalu.


Selain itu, tampak juga anak mereka Serina Mustika dengan suaminya bang Cak.


Miranti begitu takjub, karena baru sekali ini dia berhadapan dengan orang - orang sukses dan kaya raya.


Siapa tak tahu seorang Adnan Mustika, pengusaha terkenal dengan bisnis menggurita bahkan sampai ke luar negeri.


Begitu juga sosok Bang Cak yang sering tampil di televisi karena beliau adalah salah seorang wakil rakyat yang banyak menyuarakan aspirasi masyarakat.


Tapi mereka semua terlihat sangat santai sekali, tidak terlihat sombong bahkan sangat ramah dan menyapa semua yang hadir di sana.


Bahkan mereka tampak santai berbincang dengan Anton, Pak Salim, Fajar dan juga Septa.


Dan yang dibahas juga cerita-cerita ringan yang membuat semua tertawa terbahak-bahak.


Lisma sebagai ketua panitia memberitahukan kalau rombongan pengantin pria akan segera datang.


Dan meminta semua saudara dan tamu yang hadir agar bersiap menyambutnya.


Tante Linda sebagai panitia dari pihak pengantin pria sangat cepat berpikir. Jumlah mereka sangat terbatas, sementara barang-barang seserahan untuk pengantin wanita sangat banyak sekali.


Jadi malam sebelumnya dia menyewa lima kereta delman dan beliau meminta kepada semua kusir delman agar mendandani keretanya.


Beliau membayar uang sewa dan juga biaya untuk mendekor kereta delman tersebut, sehingga semua kelima kusir yang mendapat kesempatan itu segera mendandani kereta dan juga kudanya.


Di pagi ini kelima kereta sudah bersiap di depan hotel "New Sulfur 2", dan Haikal beserta Nova Ibunya dan James ayah sambungnya naik di kereta paling depan.


Tante Linda, Sheera dan Jacob di kereta kedua, sementara Yohana bersama Peter suaminya dan Mona putri kecil mereka naik di kereta ketiga.


Sisa dua kereta diisi dengan barang-barang seserahan untuk pengantin. Memang tante Linda selalu banyak akalnya.


Keluarga Aprilia sangat tercengang ketika melihat ada lima kereta delman masuk ke halaman hotel sambil membawa rombongan pengantin pria.


Tentu saja hal itu menjadi pusat perhatian banyak orang yang ingin mengabadikannya.


Ibu Cahyani berdampingan dengan Septa menyambut kehadiran rombongan pengantin pria.


Haikal turun dari kereta lalu berdiri diapit oleh Nova dan James, dibelakang mereka berbaris Tante Linda, Sheera, Jacob dan diikuti keluarga Peter dan Yohana.


Ibu Cahyani mengalungi untaian bunga ke leher Haikal, lalu mereka semua berjalan menuju meja yang sudah disediakan.


Di depan pelaminan ada sebuah meja dengan enam buah kursi, nanti ditempati pengantin, penghulu, wali nikah dan saksi nikah.


Haikal duduk berhadapan dengan Septa yang akan menjadi wali nikah, dan disebelahnya ada seorang penghulu.


Dipinggir kanan duduk pak Tarmidi sebagai saksi dari pihak Haikal, di seberangnya duduk Brandon Law sebagai saksi dari Aprilia.


Haikal melambaikan tangan memanggil Tante Linda,segera tantenya menghampirinya.


"Tante, sungguh aku mulas sekali, harus bagaimana nih," bisik Haikal kepada Tante Linda.


"Udah kamu tenang, tutup mata dan tarik nafas. Anggap saja semua orang yang di ruangan ini adalah boneka. Oke...tenang saja Tante akan berdiri tak jauh dari kamu,"kata Tante Linda sambil menggenggam tangan keponakannya.


Nova Ibunya dan James ayah tirinya jadi bertanya kepada Linda ada apa gerangan. Lalu Linda menjelaskan kalau Haikal terlalu grogi jadi dia sakit perut.


James paham, lalu dia menghampiri Haikal dan berbisik," My son, kamu adalah seorang lelaki, tunjukkan kalau seorang lelaki itu strong dan mampu menghadapi tantangan apapun".


"Oke Daddy, thank you. Aku akan berusaha sebaik mungkin," bisik Haikal kepada James dan dengan penuh kasih sayang James menepuk bahu anak sambungnya itu.


Ibu Nova menyambungkan telepon video melalui ponselnya untuk menghubungi Pak Bambang, dan yang mengangkat adalah Pak Timo orang yang mengurusi ayahanya Haikal.


"Pak Timo, tolong yah ponselnya di perlihatkan kepada pak Bambang yah. Sekarang Haikal sedang menikah dan sebentar lagi ijab kabul," kata Ibu Nova meminta tolong pak Timo untuk memperlihatkan telepon video itu kepada mantan suaminya.


"Siap bu, Pak Bambang sudah menanti sejak tadi," sahutnya dengan semangat.


Lalu Ibu Nova mengatakan kepada Pak Bambang kalau Haikal sangat tegang sampai perutnya sakit.

__ADS_1


Pak Bambang minta telepon video disambungkan kepada Haikal, dia ingin bicara kepada anaknya.


Ibu Nova membawa ponselnya kepada Haikal, dan terlihat wajah Pak Bambang tentu saja membuat Haikal menjadi berkaca-kaca.


"Nak, ayo tenang yah ucapkan ijab kabul dengan tenang dan mantap. Papih melihatmu dari sini," kata Pak Bambang perlahan dan sedikit terbata-bata.


Haikal menganggukan kepalanya dan dia siap untuk melakukan ijab kabul.


Tak lama pembawa acara mengatakan bahwa acara akan segera dimulai, diawali dengan pembacaan Ayat Suci Al Quran oleh seorang Ustadz.


Kemudian sedikit kajian dan nasehat yang dibawakan oleh Ustadz untuk pasangan pengantin.


Setelah itu sepatah dua patah kata dari wakil keluarga masing-masing.


Dari keluarga Haikal tentu saja diwakili oleh Peter Wang dan dari keluarga Aprilia siapa lagi tentu saja Fajar Sanjaya yang selalu menjadi juru bicara keluarga.


Kemudian acara inti dimulai, pihak penghulu mengatakan bahwa hari ini akan diadakan pernikahan antara Aprilia Hidayat binti Tatang Hidayat dengan Haikal Subrata bin Bambang Subrata.


Karena Bapak Tatang Hidayat sudah meninggal maka saat ini yang menjadi wali nikah adalah Septano Hidayat selaku kakak lelaki tertua dari Aprilia.


Ibu Cahyani sejak tadi memegang tissue karena air matanya terus mengucur mengingat anak gadisnya hari ini dipinang orang.


"Dengan ini saya Septano Hidayat selaku kakak kandung dari Aprilia Hidayat binti Tatang Hidayat menikahkan dan mengawinkan adik kandung saya dengan Haikal Subrata bin Bambang Subrata dengan mas kawin berupa perhiasan emas seberat 11 gram dan seperangkat alat Sholat dibayar tunai," kata Septa dengan lugas dan memandang tajam kepada Haikal.


"Saya terima nikah dan kawinnya Aprilia Hidayat binti Septa Hidayat....," kata Haikal yang langsung di potong oleh Septa.


"Wah...bagaimana ini...salah dong," kata Septa sambil tertawa diikuti oleh semua yang hadir.


Tante Linda segera bergerak dan meminta agar Haikal tenang sambil menarik nafas dulu.


Kalau salah ucap maka masih diberi dua kali kesempatan lagi untuk mengucapkan ijab kabul tersebut.


"Binti Tatang Hidayat, coba ingat lagi yah. Kamu jangan tegang. Nanti ucapkan dengan satu tarikan nafas," kata Tante Linda sambil memberikan air mineral gelas kepadanya.


"Bagaimana, pengantin Pria sudah siap untuk kita ulang dan lanjut lagi ijab kabulnya?" tanya penghulu kepada Haikal.


Lalu Haikal mengatakan siap setelah dia berusaha tenang dan mengingat semua yang harus dia ucapkan.


Septa mengulang lagi ijab, dan harus lamgsung disambut dengan kabul oleh Haikal.


"Saya terima nikah dan kawinnya Aprilia Hidayat binti Tatang Hidayat dengan mas kawin tersebut dibayar tunai".


"Sah...sah...sah...,"semua orang yang melihat langsung menyambut dengan ucapan itu.


Tante Linda yang sejak tadi berdiri tak jauh dari Haikal merasa sangat lega sekali, Pak Bambang yang melihat dari Papua sana sudah jelas menangis terharu karena anak lelakinya hari ini sudah menjadi seorang lelaki dewasa.


Ibu Nova dirangkul oleh Daddy James, keduanya juga sangat bahagia karena Haikal mampu melewatinya.


"Alhamdulilah, sekarang sudah sah Haikal menjadi suami dari Aprilia. Untuk itu mari kita sambut kehadiran pengantin wanita. Kepada tim pengiring pengantin dipersilahkan untuk segera membawa pengantin wanita ke ruangan ini," pembawa acara mengarahkan agar pengantin wanita masuk ke dalam ruangan.


Tak lama Lisma dibantu oleh kedua anaknya Serina yaitu Maya dan Meta menggiring Aprilia.


Gadis itu mengenakan kebaya putih dan seluruh kepalanya ditutup dengan slayer tipis, terlihat sangat anggun sekali.


Namun ketika masuk ruangan ada yang membuat semua yang hadir tertawa karena Aprilia mengenakan sepatu sneaker putih.


Tapi itulah dia, daripada jatuh memakai sepatu heels maka lebih baik apa adanya saja memakai sneaker agar nyaman berjalan.


Haikal tersenyum geli waktu berhadapan untuk menjemput pengantin wanitanya.


Haikal meraih tangan Aprilia dan menggandeng di sisi kirinya lalu berdua berjalan menuju meja tadi untuk menandatangani berkas pernikahan.


Setelah semua berkas ditanda tangani, kemudian Sheera berjalan menuju keduanya sambil membawa sepasang cincin pernikahan.


Sesuai perjanjian dengan Haikal, lalu Sheera sambil memberikan cincin sambil mencium pipi abangnya.


Aprilia terkejut, matanya membulat sambil bibirnya mencebik. Lalu Sheera juga mencium pipi Aprilia sambil berbisik," Aku adik abang, aku anak Mommy Nova dan Daddy James".


Aprilia tersenyum sambil langsung memeluk Sheera.


Para tamu undangan bertepuk tangan melihat kejadian itu.


Haikal membuka slayer tipis yang menutupi wajah pengantinnya, lalu Haikal memasangkan cincin ke jari manis Aprilia dan kemudian sebaliknya Aprilia juga memasangkan cincin ke jari manis Haikal.


Serentak para undangan meminta Haikal untuk mencium istrinya, dan segera bibirnya mengecup kening Aprilia.


Suasana begitu riuh karena gembira akhirnya sepasang pengantin sudah resmi menjadi suami istri.


Kemudian tiba ke acara mengharu biru, sepasang pengantin harus sungkeman kepada kedua orang tua.


Ibu Cahyani duduk di samping Septa sebagai kakak tertua pengganti ayahnya.


Kedua pengantin bersimpuh menghaturkan maaf dan meminta restu kepada Ibu dan kakak.


Lalu Ibu Nova berdampingan dengan Daddy James Wayne suaminya, dan pengantin meminta hal yang sama kepada keduanya.


Tak lupa Haikal dan Aprilia juga meminta maaf dan restu kepada Pak Bambang melalui telepon video.


Selain itu, kedua pengantin juga melakukan sungkem kepada Tante Linda yang selama ini telah mengurusi Haikal selama ibunya tidak ada di Indonesia.


Setelah acara haru biru selesai, sebagian tamu bersalaman sambil langsung menuju meja prasmanan.


Sebagian keluarga berfoto bersama pengantin sambil menanti Adzan Dzuhur.


Ketika Adzan terdengar, sebagian tamu ada yang segera melaksanakan Sholat dan pengantin juga bertukar pakaian.


Setelah bertukar pakaian, pasangan pengantin kembali ke pelaminan untuk menerima tamu dan sekarang ada hiburan organ tunggal dengan biduan yang cantik bersuara indah.


Awalnya biduan menyanyikan lagu pop dengan mengajak beberapa kerabat dan tamu undangan menyanyi bersama di panggung.


Miranti menyumbangkan suara indahnya, lalu Serina juga sama menyanyikan lagu kenangan.


Dan tak disangka seorang James Wayne ternyata mempunyai suara indah, menyumbangkan sebuah lagu yang terkenal di tahun 1990 an yaitu "Everything I Do " yang dulu dinyanyikan Brian Adam.


Sheera juga menyanyikan lagu yang merupakan sebuah sound track film terkenal dengan judul " A Thousand Years".


Saat saling menyumbangkan lagu, tak lama muncul Jaya yang baru datang menyusul naik bis dari Jakarta.


Miranti segera membawa suaminya ke kamar yang dia tempati untuk bertukar pakaian, lalu setelah itu mengajak suaminya makan.


Sang biduan paham dan langsung saja setelah itu tancap gas dengan lagu dangdut. Tentu saja semua yang hadir jadi bergoyang bersama dan pengantin juga turut di tarik untuk joget bersama.


Serina tampil ke pelaminan sambil membawa segepok uang berwarna biru, dan tentu saja semua hadirin semangat berebutan sambil joget saat lembar demi lembar diterbangkan oleh Serina.


Setelah habis dia turun dan tak lama naik lagi membawa cukup banyak uang lembaran berwarna merah.


Dan dia mengadakan lomba joget, semua yang berdiri di depan panggung harus joget tapi bisa saja sewaktu biduan menghentikan lagu.


Disaat itu yang joget harus segera menghentikan gerak dan mematung seperti kondisi dia bergerak terakhir. Yang jatuh, yang tertawa, yang bicara dan yang bergerak langsung gugur.


Dicari sepuluh orang yang bertahan sampai lagu berakhir.


Ternyata peserta banyak ikut tapi banyak juga yang gugur, entah itu jatuh, atau terlambat berhenti, yang pasti banyak gugur karena tertawa.


Tersisa sepuluh orang dan orang-orang ini di adu lagi joget dengan lagu yang memiliki beat tinggi.


Miranti, Jaya, Murni, Jacob, Komar, Haikal dan Aprilia, Anita, Yohana dan Tante Linda.


Yang menjadi juri adalah Anton dan Septa, kedua juri wajib mengganggu orang yang sedang jadi patung.


Yohana dan Tante Linda gugur karena tertawa terbahak saat diganggu Septa, keduanya diberikan masing-masing selembar uang kertas berwarna merah tadi.


Sisa delapan, lagu dangdut dimulai lagi sekarang Miranti, Murni dan Anita yang gugur karena ketiganya tabrakan saat hendak berhenti sehingga mereka jatuh.


Tapi sama masing-masing mendapat selembar uang lagi, karena sudah masuk sepuluh besar.


Tersisa lima orang, yaitu sepasang pengantin, Jacob, Komar dan Jaya.


Pengantin mengundurkan diri sehingga sekarang tinggal tiga besar.


Jacob, Komar dan Jaya, lalu Serina mengumumkan kalau juara tiga mendapat seratus ribu, juara dua dua ratus ribu dan juara satunya tiga ratus ribu.


Ketiga peserta tentu saja sangat semangat untuk mendapatkan hadiah tersebut.


Anton dan Septa sebagai juri harus semakin jeli dan semakin jahil untuk mencari yang paling kuat bertahan.


Lagu dangdut dimulai lagi diawali dengan yang nada yang santai, lalu mulai naik sedikit demi sedikit beatnya.


Saat musik berhenti, Anton dan beberapa orang ikut menggoda peserta.


Jaya tak kuat menahan tawa ketika Anton membisikkan sesuatu yang bernada jorok ke telinganya, sehingga dia gugur menjadi juara ketiga.


Tinggal Komar dan Jacob, keduanya saling adu jago bertahan tidak tergoda saat nanti diganggu.


Suasana sekitar semakin riuh memberi semangat kepada keduanya.


Jacob digoda oleh Sheera kakaknya saat mematung, tapi anak ini bisa dingin saja saat kakaknya mengganggu.


Tapi akhirnya Komar gugur karena salah posisi saat memantung, kakinya naik sebelah sehingga lama-lama dia hilang keseimbangan dan jatuh.


Jacob tentunya sebagai pemenang lomba joget itu.


James Wayne sampai tertawa terpingkal-pingkal saat melihat anaknya menjadi juara joget.


Anak itu bahagia sekali menerima hadiah uang dari Serina sebanyak tiga lembar dan dia mengibas-ngibaskan uang itu ke udara dengan bangganya.


Mela kemana yah, kok tidak disebut lagi dari tadi. Rupanya Ibu hamil ini sedang duduk santai sambil menikmati aneka kue dan cemilan.


Orang lain sibuk berjoget, dia juga sibuk mengunyah makanan.


Sore harinya usai sudah resepsi pernikahan yang begitu meriah, Haikal membawa Aprilia ke hotel seberang.


Setelah mandi membersihkan diri, ada petugas hotel membawakan makan malam untuk Haikal dan Aprilia ke dalam kamar mereka.


"Padahal kami mau makan bersama keluarga besar di hotel sana. Kok dibawa kemari makanan untuk kami?"tanya Aprilia sedikit protes.


"Maaf Mbak Apri, ini perintah dari Pak Septa jadi kami hanya melaksanakan saja," sahut petugas hotel sambil pamit.


Mau tak mau dan memang sudah lapar sekali, maka Aprilia dan Haikal memakan sajian yang ada di kamar mereka tersebut.


Diam-diam Tante Linda mengajak Nova kakaknya dan semua keluarga untuk bergabung dengan keluarga Aprilia di hotel satu lagi.


"Kita harus membaur dengan keluarga Apri dan biarkan pengantin melaksanakan tugasnya...hihihihai" kata Tante Linda sambil mengajak keluarga Kakaknya dan juga keluarga Yohana menuju ke hotel dimana keluarga Aprilia menginap.


"Sayang, kita ditinggalkan berdua saja. Kita susul yuk mereka, pasti semua ke hotel sana deh pada ngumpul," kata Aprilia kepada Haikal suaminya ketika tahu mereka hanya ditinggalkan berdua saja.


"Ngapain kesana, mending kita berdua saja disini," sahut Haikal sambil melirik gemas kepada Aprilia.


"Di sana pasti ramai, apalagi ada Kak Serina. Dia pasti paling heboh deh, yuk kita kesana sayang,"Aprilia kembali mengajak suaminya untuk bergabung dengan kerabat lainnya.


"Jadi tak mau berdua saja denganku di sini, kamu pilih ke sana. Ya sudah, aku sih lelah mau tidur kok," kata Haikal pura-pura terlihat kesal kepada Aprilia.


"Sayang jangan marah dong, aku kan belum banyak cerita sama Mommy Nova, sama Daddy James juga sama Sheera dan Jacob," kata Aprilia lagi sambil merajuk manja.


"Besok juga masih bisa sih sebenarnya berbincang dengan mereka. Keluargaku akan lama juga di Indonesia dan nanti akan bersama ke Papua".


"Tapi kalau kamu mau kumpul sekarang ke sana tak apa. Cuma aku lelah jadi tak bisa menemani," kata Haikal kepada istrinya.


"Ya sudah kalau sayang tak mau, ya aku juga tak jadi deh. Masa aku kesana sendirian, nanti pasti diomeli oleh Mamahku," kata Aprilia sambil cemberut.


Haikal berbaring pura-pria memejamkan matanya, dan Aprilia semakin merasa bosan.


"Sayang tidur yah, aku belum mengantuk lalu kita ngapain dong. Aku bosan nih," kata Aprilia kembali merajuk kesal.


Haikal merasa ada peluang lalu dia bangun dan berkata, " Kita main kartu remi. Tapi pakai syarat".


"Nah gitu dong, ayolah apa syaratnya?"tanya Aprilia dengan semangat.


"Yang kalah menanggalkan satu per satu pakaiannya".


"Yah...malas ah, malu dong".

__ADS_1


"Kok malu, kita kan sudah suami istri kenapa malu. Lagipula di kamar cuma kita berdua".


"Oke deal, aku yakin kok sayang pasti kalah".


Lalu keduanya mulai bermain kartu remi, dan Haikal sengaja kalah pertama sehingga membuat Aprilia senang melihat suaminya kalah dan menanggalkan kaosnya.


Permainan kedua Aprilia yang kalah, dia tertawa dan dengan malu-malu dia juga menanggalkan baju piyama bagian atasnya.


Haikal melihatnya tentu saja menjadi tak karuan perasaannya tapi dia berusaha tenang menahan hasratnya.


Aprilia juga dilarang menutupi tubuhnya dengan bantal, harus dibiarkan terbuka begitu saja.


Permainan ketiga Haikal sengaja kalah lagi, sehingga dia menanggalkan celana pendeknya.


Aprilia mulai merasa malu sekali karena dia harus melihat lelaki hampir bugil, walau kakaknya semua lelaki dan mereka dulu sering berenang bersama, tapi saat ini yang dia hadapi kondisi dan situasinya berbeda.


Jantungnya berdebar kencang tak karuan, tapi dia juga harus berusaha tenang menahan malu walau hasrat ingin tahu sangat menggebu juga.


Tiba di permainan keempat dan Haikal tentu saja membuat istrinya kalah sehingga harus melepas celana panjang piyamanya.


Melihat itu Haikal tak sanggup lagi menguasai dirinya, dia segera memeluk istrinya dan mereka berciuman.


Sampai semuanya terjadi dan Haikal kaget saat istrinya menangis.


"Kenapa sih menangis?" tanya Haikal dengan cemas.


"Sakit tahu,"jawab Aprilia dengan manja.


"Maaf sayang, tapi memang prosesnya harus begitu," sahut Haikal sambil memeluk istrinya.


Lalu mereka membersihkan diri, dan setelah dari kamar mandi dilihatnya Aprilia masih juga belum berbusana lagi tapi hanya mengenakan kimono saja.


Mereka menonton televisi yang menayangkan drama korea.


"Males yah tidak ada acara bagus di televisi," kata Aprilia sambil wajahnya terlihat bosan.


"Sama, lalu kita mau apa?" pancing Haikal lagi kepada istrinya.


"Engga tahu, sayang mau apa sih memangnya?" tanya balik dari Aprilia.


"Mau lagi dong yang kayak tadi," sahut Haikal.


Aprilia menengok kepada suaminya lalu berkata, " Hayuk".


Tentu saja Haikal semangat dan terjadi lagi percintaan dengan istrinya.


Aprilia menangis lagi, dan sekarang lebih kencang dari sebelumnya.


"Sayang, kenapa sih menangis lagi? Masih sakit kah?"tanya Haikal lagi dengan cemas.


Aprilia sesenggukan menangis sambil malu- malu berkata, "Enak tahu".


Haikal menepuk dahinya dan tertawa terpingkal-pingkal, memang istrinya ini suka konyol. Bahkan disaat begini juga masih saja konyol.


Aprilia menangis sampai tersedu-sedu, dikira Haikal dia merasa kesakitan, tak tahunya merasa keenakan.


Keesokan harinya Aprilia mengendap-endap keluar kamar tidur, dia takut ketemu dengan keluarga besar karena merasa malu.


Sementara Haikal keluar kamar biasa saja, karena memang tak ada masalah.


"Sayang kita mau kemana?" tanya Aprilia kepada Haikal suaminya.


"Ke hotel sana lah, kan sarapan di sana, kalau di sini belum ada dapur," sahut Haikal santai.


"Kita makan di luar saja yuk, aku malu kesana".


"Ya ampun, kemarin malam minta gabung sekarang malah tak mau. Kenapa sih?"tanya Haikal sambil pura-pura kesal.


"Malu tahu".


"Kok malu, yang lain juga gitu kok kayak kita semalam. Makanya istrinya pada hamil dan punya anak," kata Haikal lagi.


"Tapi yakin yah mereka tidak akan mengejek kita ?".


"Biarkan saja mengejek juga, kamu kan istri aku. Cuek aja dong. Mana Apri yang santuy itu. Ah Apri cemen ini sih," kata Haikal memancing semangat istrinya.


"Sembarangan dibilang cemen, hayuk kita kesana. Siapa takut...orang kita sudah nikah ini yah...come on my man...,"ajak Aprilia yang tentu saja membuat Haikal tersenyum geli dibuatnya.


Memang benar sesampainya di hotel, semua kerabat menggoda mereka.


Apalagi mulut-mulut cerewet semacam Anita dan Serina, sudah pasti pengantin baru menjadi bahan bulan-bulanan.


Orang-orang tua hanya bisa ikut tertawa saja sambil menggelengkan kepalanya.


"Nah sekarang lomba nih, siapa yang duluan bunting. Jaya sama Miranti, atau elu sama Haikal nih," goda Serina kepada Aprilia dan Haikal.


"Tergantung elu berani bayar mereka berapa Ceu?"kata Anton menyeletuk.


"Maksudnya apa? Kok gue yang harus bayar,"tanya Serina tak paham.


"Iya Ceu, elu bayarin gue sama Haikal honeymoon keluar negeri, pasti balik dari sana gue hamil," timpal Aprilia yang ternyata sudah tahan malu.


"Wah, kami juga mau dong kalau ada yang bayarin sih. Pasti menerima dengan senang hati," seloroh Jaya ikut meramaikan.


"Perasaan selalu saja gue yang diperas sama kalian. Sepupu semuanya kurang azaaarrrr!!!...hahahaha,"seru Serina sambil tergelak.


"Masa nyonya besar kagak mampu bayarin sih. Wah bikin malu saja nih," Anita yang baru muncul langsung ikutan nyamber.


"Baguuussss...tambah satu orang lagi pemerasan... hahahaha".


Semuanya jadi ikut tertawa ramai, karena memang di keluarga besar Aprilia hampir semuanya kalau sudah kumpul bicaranya melantur tapi suasana seperti itu yang membuat kehangatan dalam keluarga.


"Ibu Cahyani, saya senang berbesan dengan Ibu. Keluarga besar ini kompak sekali yah. Beruntung anak saya bisa menjadi bagian keluarga ini," kata Ibu Nova kepada Ibu Cahyani.


"Kita sudah jadi saudara Bu, kata besan itu cuma sebuah julukan tapi kita ini saudara. Jadi Ibu dan keluarga jangan sungkan lagi kalau suatu hari ke Indonesia lagi. Menginap saja di tempat kami," kata Ibu Cahyani kepada orang tua menantunya.


"Haikal, sepertinya nanti kita ke Papua berangkatnya together. Daddy punya plan ingin melihat Papihmu dan kami mau bawa serta ke Aussie untuk pengobatan di sana," kata James kepada Haikal di saat mengobrol di lobby hotel.


"Boleh saja Daddy, aku senang hati mendengarnya. Terima kasih Daddy sudah perhatian kepada Papih," sahut Haikal yang terharu karena ternyata ayah sambungnya orang baik berbeda dengan Siska yang sudah jahat kepada ayahnya.


Haikal bersyukur kalau Ibunya mendapatkan suami dan keluarga yang sangat baik.


"Nanti Tante Linda akan ke Aussie lebih dulu dengan Sheera dan Jacob, because mereka harus school. Me and your Mommy akan ke Papua bersama denganmu and your wife," ujar Daddy James lagi menjelaskan kepada Haikal.


Setelah dua hari yang penuh kegembiraan, maka semua harus pamit satu per satu untuk kembali ke kota asal masing-masing karena masih banyak pekerjaan menanti.


Hotel yang tadinya riuh mulai terasa sepi, dan berganti dengan kedatangan tamu umum.


Ibu Cahyani memeluk Aprilia dengan penuh keharuan.


Anak gadisnya harus ikut suaminya, mereka sebentar lagi akan berangkat ke Cirebon untuk mengambil semua barang-barang Haikal.


Lalu setelah itu ke Jakarta untuk mengurus segala persiapan ke Papua.


"Jadi istri yang baik yah nak, dukung suamimu dan jangan pernah mengeluh kalau suatu hari kalian dalam keadaan di bawah. Justru disitu cinta kalian akan semakin teruji".


"Haikal, titip Aprilia yah nak. Ajari dia menjadi istri yang baik, Mamah tahu wataknya suka aneh. Tapi cuma kamu nak yang bisa membuat dia menjadi berubah. Kalian harus saling menyayangi dan mendukung satu sama lain. Disana tak ada sanak saudara, maka bersikaplah yang baik agar kalian memiliki kerabat di sana yah," Ibu Cahyani memberi nasehat kepada Haikal dan Aprilia.


Keduanya bersimpuh memohon restu kepada Ibu Cahyani agar perjalanan mereka dilancarkan begitu juga segala urusan yang akan mereka hadapi.


Iring-iringan mobil Haikal yang membawa keluarganya dilepas oleh Ibu Cahyani sambil diiringi air mata yang tak kunjung berhenti.


Akan sangat lama sekali Ibu Cahyani akan bertemu lagi dengan anak perempuan satu-satunya itu. Tapi sekarang teknologi sudah maju, maka Aprilia berjanji akan sering menghubungi Ibunya.


Haikal berada di Cirebon selama tiga hari sebelum akhirnya berangkat ke Jakarta.


Dan kisah selama di Cirebon akan dibahas di bab berikut.


Sekarang kita fokus kepada keberangkatan ke Papua.


Tante Linda bersama Sheera dan Jacob berangkat ke Australia lebih dahulu. Karena Sheera dan Jacob masih harus sekolah di sana, sementara Tante Linda ijin cuti selama satu bulan kepada semua tim di kantor notarisnya.


Tante Linda juga ingin bertemu Naura anaknya yang sedang kuliah di New Zealand. Naura berjanji akan ke Australia untuk bertemu dengan Ibunya, dan konon ibunya akan mengenalkan dirinya kepada Achmad Yusuf yang kemungkinan akan menjadi ayah sambung baginya.


Sementara Haikal dan Aprilia, juga Daddy James dan Mommy Nova berangkat menuju Papua.


Mobil Jeep peninggalan kakek Haikal sudah lebih dulu dikirim ke Papua dengan kapal cargo, sebelum Haikal menikah dengan Aprilia.


Sekarang mereka sudah naik pesawat dari Jakarta menuju ke Timika, karena pak Bambang ada di desa tak jauh dari kota tersebut.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama sekitar 5 jam lamanya, akhirnya mereka tiba juga di Bandara Morez Kilangan di Timika.


Sekitar dua hari lamanya mereka menginap di salah satu penginapan di kota itu sambil menunggu kapal yang membawa mobil milik kakeknya Haikal tiba.


Mereka naik mobil sewaan menuju Port Pomako salah satu pelabuhan besar diTimika.


Keempatnya sangat kompak sekali, Ibu dan ayah sambung lalu anak dan menantu semuanya orang yang easy going apa adanya saja.


Sehingga mereka berempat mau makan di emperan jalan, mau nongkrong bareng di pinggir pantai tak masalah.


Sampai akhirnya kapal tiba di Pomako Port dan mulai membongkar menurunkan barang, lalu Haikal melakukan beberapa pengurusan agar mobil bisa keluar dari pelabuhan.


Setelah mobil sudah bisa diambil, lalu mereka memulai perjalanan menuju ke daerah Tembagapura tempat dimana Pak Timo tinggal sambil merawat pak Bambang.


Berdasarkan petunjuk arah yang dikirim oleh pak Timo, akhirnya mereka sampai ditujuan setelah menempuh empat jam perjalanan dari Pomako Port.


Akhirnya berdasarkan petunjuk lokasi yang dibagikan oleh pak Timo, mereka tiba di sebuah rumah sederhana di kampung Arwanop.


Pak Timo menyambut kedatangan mereka dengan sukacita, lalu dibawanya rombongan menuju ke rumahnya dimana ada Pak Bambang yang sedang duduk lemah di sebuah kursi.


Suasana mengharu biru, Haikal memeluk ayahnya sambil berhamburan air mata, begitu juga Aprilia menangis terharu saat memeluk ayah mertuanya.


Ibu Nova juga menangis terharu melihat kondisi Pak Bambang yang sangat mengkhawatirkan.


Beliau sudah bisa duduk dan berkomunikasi, tapi belum bisa berjalan dan menggerakkan tangannya.


Daddy James memeriksanya sambil menjelaskan kepada Haikal kondisi ayahnya, lalu beliau menghubungi dokter Achmad Yusuf sahabatnya yang merupakan ahli Neurologi atau syaraf yang bertugas di Australia.


Mereka saling berbincang sambil memperlihatkan kondisi Pak Bambang, lalu dokter Achmad Yusuf menyarankan agar pak Bambang dibawa ke Australia untuk di rawat di sana.


Kemudian pak Timo membantu proses pengurusan dokumen pak Bambang ke dinas Imigrasi dan lain-lain agar bisa segera dibawa ke Australia.


Cukup memakan waktu beberapa hari, dan sambil menunggu proses itu Haikal mencoba menghubungi Puskemas setempat dan menawarkan diri menjadi bagian tim dokter di sana.


Tentunya seluruh anggota Puskesmas desa itu sangat menyambut gembira karena memang mereka sangat kekurangan dokter di sana.


Haikal juga menemui perangkat desa setempat menanyakan apakah ada rumah layak huni untuknya dan istrinya.


Kedatangan Haikal sangat di sambut dengan sukacita, mereka menunjukkan rumah yang sederhana namun layak untuk dihuni seorang dokter.


Aprilia juga merasa cocok dengan rumah tersebut, lalu Haikal membayar sewa rumah itu untuk satu tahun.


Setelah pak Timo selesai mengurus dokumen dan segala keperluan Pak Bambang, lalu Daddy James bersama Mommy Nova membawa Pak Bambang terbang ke Darwin Australia.


Dan dari sana mereka lanjut perjalanan dengan pesawat lagi ke Melbourne untuk membawa Pak Bambang ke Rumah Sakit terkenal milik James Wayne.


Dimana Pak Bambang akan ditangani langsung oleh dokter ahli Neurologi terkenal yaitu Achmad Yusuf seorang muslim keturunan Turki, usianya sudah sekitar awal lima puluh tahun.


Istrinya sudah meninggal karena kecelakaan pesawat di Jepang, dan sekarang dokter itu tinggal seorang diri karena mereka tidak punya keturunan.


Maka dari itu James Wayne berusaha menjodohkan Linda adik iparnya kepadanya, dan sepertinya gayung bersambut.


Selama enam bulan Pak Bambang ditangani oleh dokter Achmad Yusuf dan sekarang beliau sudah bisa berjalan dan menggerakkan anggota tubuh lain walau tidak seaktif dulu.


Karena kondisinya sudah jauh lebih baik, beliau minta kembali ke Papua dan akan tinggal bersama Haikal dan keluarganya.


Singkat cerita Pak Bambang kembali ke Papua, dan Haikal bersama Aprilia sudah resmi menjadi penduduk di Papua.


Haikal tetap menjadi dokter bagi masyarakat Papua, sedangkan Aprilia membuka stasiun radio yang sangat digemari penduduk sana.


Dia membawakan materi tentang kehidupan kekinian sehingga Papua tidak ketinggalan jaman.

__ADS_1


Pak Bambang sudah tua jadi dia iseng berkebun di halaman rumah Haikal sambil membantu menjaga anak-anak Haikal dan Aprilia.


End


__ADS_2