
Tiga
sahabat sedang asik bermain bola basket, mereka tampak asik saling melemparkan
bola satu sama lainnya. Lapangan bola basket dekat kompleks rumah mereka.
“Jojo, lempar ke gue sekarang” Angel melambaikan tangan ke atas memberi kode
kepada Jonathan. “Nih, ambil” Jonathan melempar bola kesamping dan dengan cepat
Angel mengambil bola lalu memasukkan ke ring. Angel bersorak, seperti orang
memenangkan sebuah pertandingan.
“Angel,
Lo makin hari makin jago aja main basketnya” Puji Jonathan pada Angel. “Iya,
bener kata Jojo” sahut Rendra sambil menundukkan badannya dengan nafas tidak
beraturan. “Thank You everyone guys,
ini tidak seberapa” jawab Angel lalu menghentikan aksinya.
“Istirahat
dulu Yuk” ajak Angel yang dibalas Anggukan oleh kedua sahabatnya. Angel
mengambil botol mineral lalu memberikan satu per satu. Hari minggu adalah hari
libur yang menyenangkan bagi Angel. Basket adalah salah satu olahraga
kegemarannya. “Gaes gue pulang dulu” pamit Angel.
“Kok
cepet banget, baru juga jam 04.00 sore. Biasanya juga jam 05.00 sore baru
balik” ucap Rendra sambil melihat jam yang melekat ditangan kirinya. “ada
urusan. Sampai jumpa besok” mengambil tas lalu menyampirkan di punggung
kanannya. Tidak lama kemudian Rendra dan Juga Jonathan pulang kerumah masing-masing.
Rumah
yang begitu sepi, Angel berjalan masuk kedalam rumah yang tampak sepi, membuka
pintu lalu masuk. Ia hanya melihat seorang Bibi Inem yang sedang mengelap
lemari. “Bibi, sendirian di rumah. Mama sama Papa kemana?” tanya Angel
menghampirinya. “Hmmm, belum pulang Non” mendengar jawaban yang selalu
dikatakannya. Angel hanya bernafas gusar. Kemudian menaiki anak tangga satu
persatu.
Membuka
pintu kamar yang begitu sangat luas, kamar yang dilengkapi dengan Ring basket
yang bergantungan di dindingnya, ada juga sebuah gitar klasik bersender di
dinding kamar serta berbagai macam foto kejuaraan Angel. Dan jejeran piala
kejuaraan. Angel memang berbakat dalam bermain basket. Tak hanya itu, Angel
juga sangat menyukai bela diri yaitu Moa thai.
“Baru
Pulang Lo?” tanya seorang lelaki berparas bule bertubuh jangkung yaitu Reynaldo
Anto atau disapa Rey, kakak Angel.
“Bisa
nggak sih, ketok pintu dulu kalau masuk” jutek Angel kepada kakaknya “Yaelah
jutek amat lo, sama abang sendiri. Lagian kenapa baru pulang?” tanya Rey
“Ya
maaf,” jawabnya, Angel melihat kebawah hingga atas, menatap sang kakak heran.
“Abang dari mana?, rapi banget. Pasti lagi ketemu sama cewek. Ayooo ngaku?”
tanya Angel membuat Rey kikuk. “apa sih Angel. Sok tau Lu” Angel hanya terkekeh
melihat tingkah abangnya. “Abang sekarang keluar dari kamar Angel. Gue mau
mandi” usir Angel, “Pantesan aja ada bau” ledek Rey seketika Angel melempar
bola basket kearah Rey. Hingga ia harus lari keluar dari kamar adiknya.
“Ya
Tuhan kenapa gue punya adik galak amat ya, kayak macan betina” gumam Rey
melihat pintu yang mulai tertutup rapat.
Angel
mengambil handuk yang berada di jemuran kecil. Lalu masuk kedalam kamar mandi. setengah
jam kemudian Angel sudah berada di depan kaca sambil menyisir rambut pendeknya.
Setelah semua rapi, Angel bergegas keluar dari kamar lalu turun menuju ruang
makan. Renata, Martin, dan Rey sudah duduk rapi. Angel mulai duduk rapi.
Makan
__ADS_1
malam sangat hikmat, “Angel, Papa dan Mama harus keluar negeri ke Landon besok
pagi. Dan kamu Rey, jaga adikku baik-baik” Pinta Martin pada Rey. “Siap Pah,”
Rey memberi hormat pada Martin tanda mengerti. Namanya juga seorang kakak harus
jaga adiklah. Gumam Rey yang masih dapat didengar oleh Angel.
“Papa,
aneh. Angel itu sudah gede. Masih dijaga juga” cetus Angel. “ingat kalian jaga
diri, baik-baik Ya” perintah sang Ayah yang dibalas anggukan oleh kedua
anaknya. “huffffttt Papa dan Mama mau
pergi. Gue berharap Papa dan Mama hadir di pertandingan basket gue” batinnya.
Pagi
ini Angel sedang memakai kaos kaki putih serta sepatu sneakers putih. Mengambil
tas punggung lalu menyampirnya tidak lupa dileher menggantung earphone. Ia
menuruni anak tangga. Waktu sudah menunjukkan pukul setengah tujuh. Seperti
biasanya Rendra dan Jonathan datang menjemput Angel. Mobil audi berwarna biru
terparkir tepat di depan rumah Angel.
“Pah,
Mah. Angel berangkat dulu,” Angel berlari keluar rumah lalu membuka knop mobil
masuk “Let’s Go gaesss” seruuu Rendra menancap gas. Mobil melaju dengan
kecepatan sedang. Jonathan sibuk dengan buku novel yang dibacanya. Ya itulah
Jonathan, ia tidak bisa lepas dengan buku, cowok dingin, Pendiam. Lain lagi
dengan Rendra Si cowok tengil, badboy, dan dikagumi oleh kaum hawa. Sedangkan
Angel si cewek Tomboy, jago karate, jaim, Tengil, satu lagi tidak manja,
seperti cewek pada umumnya.
Tidak
lama kemudian mereka sampai di sekolah, memarkirkan mobilnya. Angel, Rendra,
dan Jonathan berjalan memasuki sekolah Sakti Bangsa. Mereka bertiga memasuki
kelas IPS A1. Angel yang duduk di bangku kedua, Angel duduk bersama Jonathan
sedangkan Rendra duduk di belakang bersama Radit. Si cowok culun berkecamata
hitam.
“Angel”
menghampirinya bersama tiga orang dibelakangnya. “Iya, Ronald. Kenapa?” tanya
Angel pada laki-laki bernama Ronald “sebentar sore kita ada latihan basket.”
Jawab Ronald, lalu menoleh kebelakang menatap sinis kearah Rendra. Rendra hanya
acuh dan tidak memperdulikannya. “Kalau gitu, gue balik dulu. Gue tunggu lo
sebentar sore” kata Ronald di balas anggukan oleh Angel.
Rendra
beranjak dari bangkunya menghampiri Angel yang asik dengan ponselnya. “Angel,
Gue mohon jangan terlalu dekat dengan Ronald” Angel menyerngit dahi bingung.
“Emang kenapa?” tanya Angel yang tidak ditanggapi oleh Rendra. Jonathan memberi
kode pada Rendra agar duduk di tempatnya kembali.
Angel
masih bingung apa maksud perkataan Rendra barusan. Tetapi ia hanya acuh. Toh
Ronald hanya teman satu Tim Angel. Semua siswa menuju ketempat masing-masing.
sosok guru paru baya yang umurnya sudah setengah abad. Guru yang memakai
kacamata layaknya seorang propessor. “Selamat pagi semua” sapa Pak Diot selaku
guru sejarah.
Selama
pelajaran berlangsung, para murid memperhatikan dengan seksama. Jonathan
memandang sosok guru menjelaskan, Angel hanya diam yang masih dengan pikiran
berkeliarang entah kemana. Sedangkan Rendra masih sibuk dengan pikirannya,
entah itu kemana?.
Kringggggg…..
suara Bel sekolah memecahkan keheningan didalam kelas. Para murid sibuk
membereskan bukunya. “Ren, Jo. Mau kekantin nggak” ajak Angel. “Yuk” jawab
Rendra beranjak dari bangkunya. “Gue mau ke perpus” sahut Jonathan “Perpus
mulu, Lo. Sekali-kali kekantin kek. Bareng kita. Lo kan tidak pernah kekantin.
Pokoknya lo harus ikut. Tidak pake penolakan” Jonathan mendengus kesal.
__ADS_1
Jonathan tidak pernah sekalipun menginjakan kakinya di kantin sekali pun hanya
sekedar makan. Atau pun nongkrong. “Oke, gue pergi” jawab Jonathan membuat
Angel senyum penuh kemenangan.
Jonathan
selalu membawa buku novel yang ia baca. Mereka berjalan sepanjang koridor
menuju kantin. Di kantin sangat ramai pengunjung. Mereka duduk di tengah.
Jonathan kembali membaca buku. “Kalau gitu, gue pergi pesan makanan” Rendra
pergi untuk memesan makanan.
“Jo,
apa nggak bosen baca buku mulu?” tanya Angel
“nggak”
jawabnya singkat
“Heh,
ini bukan perpus, udahan dulu bacanya napa” kesal Angel melihat sahabatnya
masih sibuk dengan bukunya. “apa sihh, Angel. Ganggu aja lo. Dan gue tau ini
bukan perpus kali” Tukas Jonathan. Membuat Angel menghelas nafas kasar. Angel
bingung? Mengapa ia memiliki sahabat begitu pendiam. “Hey, gaess. Rendra mana?”
sapa seorang cewek berambut panjang, wajah putih, hidung mancung serta bando
mengikat di rambutnya, bernampilan bak model.
“Lagi
pesan makanan” jawab Angel
Rendra
datang membawa 3 minuman di atas mampang. “Heh, ada ayang beb” sambut Rendra
pada pacar. “ayam kali di panggang. Mamam tuh ayam beb” ledek Angel sambil
menyeruput orange jus. “Tumben Jonathan ada di kantin biasanya nongkrong di
perpus” ucap Sandra heran melihat keberadaan Jonathan.
“Sekali-kali”
jawabnya singkat,
“Hari
ini gue bersnyukur banget, malahan ada Jo. Karena gue tidak di jadiin kambing
conge” ucap syukur Angel karena hari ini ia tidak dijadikan kambing conge alias
obat nyamuk karena sahabat yang satu itu keasikan pacaran tanpa perduli Angel
di sampingnya.
“Sudah
tau, Rendra kayak bagaimana? Masih saja, Makanya cari pacar sana” pinta
Jonathan.
“Iya,
juga sihh, cocok jadi kambing conge. Abis tidak ada yang mau sama dia” ledek
Rendra, membuat Angel geram.
“Enak
aja, sok tau Lo” Tukasnya sambil melipat kedua tangan didepan dadanya.
Terdengar
suara deringan ponsel, Angel menatap di layar tertera nama Ronald yang
menelponnya. Menggeser slide mengangkat telepon.
“Hallo,”
jawab Angel
“Lo, di panggil Pak
Yoga, buruan kesini” ucap
Ronald di telpon
“Lo
dimana,?” Tanya Angel lagi
“Dilapangan basket
kali, dimana lagi”jawab Ronald lalu
menutup telpon secara sepihak.
“Yeeee,
dimatiin” gumam Angel menatap ponselnya
“Guesss,
__ADS_1
gue pergi dulu,” Pamit Angel beranjak dari bangkunya lalu pergi meninggalkan
ketiga sahabatnya.