
BAB 12
“Hah, Dijodohin. Yaelah
Papa. Aku aja baru kenal Caramel dua minggu yang lalu. Masa main langsung
jodohin aja” ucap Jonathan terkejut
Sedangkan Michel hanya
terkekeh mendengar penuturan Ayahanya yang terdengar sangat cepat. Apalagi ia
baru mengenal Caramel selama dua minggu. Michel menghembuskan nafas pajangnya
lalu mendengar lanjutan cerita Ayahnya yang telah menjodohkannya.
“Caramel itu anak yang
baik Jo. Papa harap kamu mau menerimanya dengan tulus”
Jonathan menggarruk
tengkuknya, ia masih berada dirumah sakit. meskipun badannya sudah hampir pulih
Jonathan harus istirahat penuh. Sebenarnya Jonathan merasa suntuk berada
ditempat yang penuh dengan bau obat-obatan namun ini adalah perintah Ayahnya.
Disisi lain Jonathan
masih memendam rasa terhadap Angel sahabatnya. Namun ia masih menyimpan rapat
rasa itu. tetapi ia juga sudah mengetahui perasaan Angel yang sebenarnya yang
sangat mencintai Rendra dalam diamnya.
Cinta itu begitu rumit,
tetapii perjuangannya mencintai Angel tanpa sepengatahuannya. Itu sangat sulit.
Dan ini adalah sebuah
pilihan antara di jodohkan dengan Caramel ataukan masih bertahan dengan
perasaannya pada Angel.
“Kalau begitu Papa
berangkat dulu ya kekantor, Papa harus meeting dulu dengan Klien” ucapnya
Jonathan hanya
mengangguk lalu menatap punggung Ayahnya keluar, ia duduk memandangi langit
kamar, sambil merebahkan badannya.
Ia masih memeikirkan
keterkejutannya dengan ucapan Michel yang menjodohkan dengan tiba-tiba.
“Ihh, Papa ada-ada aja.
Pake acara jodohkan segala. Aduh pusing deh gue” dumel Jonathan mengoceh
sendiri. Tanpa disadari ada seseorang masuk dan menatapnya heran. Yaitu Caramel
seorang gadis modis sedang berdiri menampakkan wajah sumringahnya.
“Kenapa tuh muka
ditekuk aja, mas” ucap Caramel dengan memanggil Jonathan dengan sebutan Mas.
“Mas-Mas. Emang gue
tukang bakso apa dipanggil seperti itu” kesal Jonathan sedang Caramel terkekeh.
Caramel menatap melongo karena ia baru saja mendengar kekesalan dari Jonathan
yang selama ini yang dikenal pendiam.
Caramel tertawa kecil,
Jonathan menatap heran “Ihh, Ngapain lo ketawa. Emang ada yang lucu?” Tanya
Jonathan bangun dan menyandarkan badannya pada ranjang brankar.
Caramel masih saja
tertawa, Jonathan menatap gemas pada gadis modis berparas imut itu. ia mencubit
kedua pipinya. Tanpa disadari Jonathan dan Caramel ada seseorang menatap tidak
suka. Angel berjalan keluar dari, ada rasa cemburu dalam dirinya saat melihat
Jonathan bersama perempuan lain.
Ada hal aneh, entah itu
apa? Angel tidak tahu. Rendra yang baru saja datang melihat Angel yang berdiri sendirian
tepat depan ruang inap Jonathan.
__ADS_1
“Hey, lo udah datang.
Kenapa tidak masuk?” sapa Rendra lalu membuka knop pintu tanpa sengaja ia
melihat dua orang yang sedang asik bercanda didalam. Rendra yang tersenyum lalu
kembali menutup pintu ruang rawat.
“Ohh, jadi ini lo tidak
mau masuk. Takut ganggu mereka yang lagi asik PDKT” tebak Rendra,
Angel yang menjatuhkan
bokongnya pada kursi panjang. Diikuti oleh Rendra. “Apaan sih, Rend” ketus
Angel, Rendra menaikkan kedua alisnya.
“Apa jangan-jangan lo
cemburu melihat kedekatan Caramel sama Jo” tebak Rendra menggoda Angel
Angel mendengus sebal
menatap sahabatnya yang satu itu. “Auh ah. Jangan ngacoo deh lo. Mana mungkin
gue suka sama Jojo. Diakan sahabat kita.” Jelas Angel, dengan perasaan campur
aduk.
“Tapi tidak usah galak
juga kali. Santuy aja. Hahaha” Rendra sangat puas menertawai Angel.
“Gue itu suka sama lo,
bukan sama Jojo. Tapi kenapa juga gue pake cemburu segala. Ambyar dah gue”
dumel Angel dalam hati.
“Kenapa kalian tidak
masuk, apa udah dari kalian berada disini?” ucap seseorang mengintrupsi
percakapan Angel dan Rendra.
“Ehh, Om Michel. Baru
datang juga om” sapa Angel dengan senyum lebarnya sambil menjabat tangan
Michel, begitu juga dengan Rendra.
“Hmm, enggak om. Ayo
menatap Michel serta Rendra dan Angel.
“Wihh kayaknya udah
akrab banget nih kalian. Udah pada siap buat jenjang tunangan” ledek Michel
yang mendapat tatapan aneh dari Jonathan sementara Rendra dan Angel melongo.
“Tunangan?” tanyanya
serempak
Rendra yang menatap
Angel dengan wajah sendu. “Resek lo, Jo. Mau tunangan tidak bilang ama
kita-kita” ucap Rendra menggoda sahabatnya itu, membuat Jonathan menatap sebal.
“Apa sih lo” ketus
Jonathan membalikkan badannya
Sedangkan Angel hanya
terdiam menatap kesal, sambil melipat kedua tanganya. Rendra hanya mendengus
sebal saat melihat kedua sahabatnya yang terus beradu tidak jelas.
Ada rasa cemburu
menghampiri Angel saat medengar Jonathan akan dijodohkan dengan Caramel. Rendra
yang melihat raut wajah Angel berubah menjadi pias. Angel menatap jam yang
berada di pergelangan tangannya. Ia harus kembali kerumah mengingat Kakaknya
Rey yang selalu mengontrolnya.
Mendengar suara
deringan ponsel membuat Angel merogoh kedalam tasnya. Ternyata benar Rey yang
menelponnya saat ini.
“Tenang aja, gue akan
segera balik” ucapnya mengangkat telepon lalu memutusnya secara sepihak.
__ADS_1
“Abang lo?” Tanya
Rendra yang dapat anggukan dari Angel
“Gue pamit ya, lo
baik-baik. Jaga kesehatan” Jonathan tersenyum lebar lalu berkata “Makasih”
Setelah Angel pamit
pulang, Rendra juga ikut pamit karena hal mendadak, tetapi Jonathan memaklumi
kepada kedua sahabatnya itu. Michel dan Caramel baru saja selesai dalam
ombrolan mereka sejak tadi.
Caramel tersenyum lebar
saat mendekati brankar dan duduk disamping Jonathan. “Apa ada yang sakit?”
Tanya Caramel, Jonathan menggeleng cepat
“Gue baik-baik aja”
jawabnya singkat
“Gue sudah menjelaskan
semua pada Om Michel, dan Rio akan segera ditangkap”
“Astaga! Kenapa Papa
dan Caramel mencari Rio. Ini hanya masalah biasa Pah. Aku bisa selesai sendiri”
ucapnya kesal
Caramel terkekeh, baru
kali ini ia dibela oleh seseorang yang baru mengenalnya dua minggu yang lalu.
Sosok Jonathan yang sangat tangguh menurutnya. Jadi ini sebabnya Ayahnya
menjodohkan dirinya dengan Jonathan.
Seseorang yang dia
amati selama ini, yang selalu diam-diam menatapnya saat berada di perpustakaan.
Dunia tidak selebar
daun kelor, itu menurut pepatah. Tertanyata seseorang yang baru dikenal
Jonathan adalah seseorang yang dijodohkannya. Dan itu membuatnya Resah. Karena
hatinya masih berlabuh di pada gadis tomboy yang bernama Angel.
Cukup lama dalam
keheningan Caramel segera pamit pulang, karena sudah sore hari. Caramel tahu
Jonathan harus beristirahat penuh. Apalagi ia baru saja siuman dari tidur
panjangnya.
“Om, aku pamit pulang
dulu” ucapnya
Michel mengedipkan mata
pada Jonathan yang menatap punggung Caramel yang telah menjauh. “Cie, ada yang
jatuh cinta nihhh” ledek Michel seraya tertawa lepas. Yang berhasil membuat
Jonathan kesal terhadap Papanya tersebut.
“Pah, Apaan sih, aku
aja baru kenalan dua minggu. Main Jodoh seenak jidat” ucapnya mengeluarkan
kekesalannya.
“Kalau begitu kamu
istirahat. Supaya cepat pulih dan bisa berkencan dengan Caramel.” Ledek Michel
lagi membuat Jonathan mendengus
Jonathan mengacak
rambutnya gusar setelah mengetahui hal tersebut. Ditambah lagi Angel dengan
sikap manjanya padanya. ia tidak tahu bagaimana perasaan Angel padanya. tetapi
ia juga tidak ingin mengecewakan Papanya yang telah membesarkannya dan mendidiknya
selama ini.
Jonathan harus memilih,
cinta itu rumit tetapi ia masih menyimpan perasaan hatinya untuk Angel dengan
__ADS_1
baik.