
WELCOME BACK READERS-KU ππ
SEMOGA KALIAN SUKA YA
SELAMAT MEMBACAπ
ππππππππππππππ
Lika kembali ke ranjang dan masuk kedalam selimut bad cover yang sama dengan bocah itu.
"Ahhh...ini menggelikan sekali. Aku seperti sudah punya anak laki-laki hahahaha..." Lika memeluk bocah itu dengan penuh kasih sayang.
"Tapi jika kemarin aku menikah dengan Adi pasti anakku sudah sebesar ini" Lika semakin mengeratkan pelukannya, "Ehh Lika Mey...Mengapa kamu memikirkannya? Dia orang yang sudah menghancurkan hatimu!"
Lika mengeluarkan tangan kirinya dan mulai menimang-nimang jari manisnya.
"Apa Leonard akan berbeda dengan Adi?"
"Hei anak kecil, kata Mamaku dahulu anak kecil sepertimu tak akan berbohong. Menurutmu aku akan lebih cocok bersama Adi atau Leonard?" Lika menoel-noel hidung anak itu. Lika memperhatikan wajahnya dengan seksama, "Kamu seperti familiar sayang, kamu mirip seseorang!" Lika berpikir dan mengingat-ingat wajah yang mirip anak ini, "Kamu mirip teman kuliahku dulu anak kecil, kamu mirip Ana! Tapi hidung dan bibirmu seperti Bang Andri. Kenapa kamu malah mirip orang-orang yang ada dalam masa laluku"ππ
"Kamu tau, melihatmu aku jadi teringat mereka semua. Mereka apa kabar ya, kamu tau aku dikira sudah mati. Adik...Ayolah bangun! Jangan membuat aku khawatir seperti ini dong!"
***
Flashback
Malam itu Andri membawa anak dan istrinya untuk makan malam di sebuah restoran di tengah kota Paris. Ana yang sedang hamil membuat Andri harus bersusah payah mencari restoran yang cocok dengan mood istrinya itu.
Kebetulan malam itu sedang banyak penduduk setempat yang bermain kembang api menghiasi suasana kota yang sudah diselimuti salju.
Aygra melangkah kearah dinding restoran yang berbahan kaca untuk melihat kembang api itu lebih dekat lagi.
"Sayang, kamu mau kemana?" tanya Ana melihat anaknya berjalan menjauh.
"Mau kesini ma, Aygra mau lihat kembang api" sahut Aygra sambil menaiki sebuah kursi disisi dinding.
"Jangan jauh-jauh ya nak!"
__ADS_1
"Iya ma."
"Dia sudah besar sayang, sebentar lagi juga dia akan menjadi seorang kakak." Andri tersenyum lembut pada Ana melihat bagaimana ibu muda itu sangat protektif pada anaknya.
"Bagaimana bisa aku tenang, usianya bahkan belum genap empat tahun."
Andri memegang tangan Ana untuk menenangkannya. Hormon ibu hamil tampak membuat Ana sangat berlebihan terhadap sesuatu.
Aygra semakin terpesona melihat kembang api yang berwarna-warni. Ia seakan terhipnotis akan keindahan kembang api diantara langit kota itu.
Ia turun dari kursi tempatnya berdiri dan berjalan menuju pintu otomatis dan keluar dari restoran. Andri dan Ana yang sedang makan dan berbincang tampak lepas pengawasannya terhadap anak sulungnya sehingga mereka tidak sadar Aygra sudah keluar dari restoran.
Aygra terus menyusuri trotoar jalan mendekati kembang api yang seakan tiada habisnya. Ia tak sadar sudah sangat jauh ia berjalan dan berapa gang dan jalan yang sudah dia lalui.
"Mama..." ucapnya lirih melihat kesana-kemari. Tempat itu sangat asing baginya.
Semakin lama suhu udara semakin dingin dan ditambah lagi butiran salju turun dari langit hingga membuat udara terasa seperti es.
Aygra menggigil kedinginan. Ia memanggil Mama dan papanya namun tak ada yang bisa dilakukannya. Karena faktor cuaca toko dan cafe yang berada di tempatnya berdiri sudah tutup dan tak ada orang yang lalu lalang. Karena sudah tak tahan lagi, pandangannya tampak redup dan Aygra terjatuh. Ia pingsan.
"Sayang, Aygra mana?" ucapnya dengan panik.
Ia berlari keluar dan melihat kesana-kemari mencari keberadaan anak itu. Wajahnya seketika pucat dan kepalanya terasa berputar. Ana terduduk dan air mata mulai mengalir dari matanya.
"Aygra dimana!?" teriaknya dengan suara yang nampak putus asa.
Andri keluar setelah membayar semua tagihan mereka dan langsung memeluk istrinya. Seketika rasa menyesal melingkupi pria itu karena tidak memperhatikan anaknya dengan baik.
"Sayang, kamu tenang dulu. Kamu harus jaga kesehatan kamu."
"Bagaimana aku bisa tenang kak, anakku gak tau dimana! Gimana kalo Aygra diculik? Atau dia tersesat? Jangan-jangan Aygra sudah diincar orang kak! Aygra kamu dimana nak??" Ana menangis histeris. Orang-orang yang berada didalam restoran berhamburan keluar menghampiri mereka.
"Sssttt....Jangan seperti ini! Aygra pasti baik-baik saja sayang." Andri berusaha menenangkan Ana.
"Ayo kita pulang ya, kamu istirahatlah dulu di apartemen kita. Nanti aku dan Adi yang mencari Aygra" tambah Andri.
"Tapi aku mau cari Aygra, aku mau mencari anakku!" teriak Ana semakin putus asa. Suaranya yang lirih membuat orang-orang sangat kasihan padanya.
__ADS_1
Andri memapah Ana masuk kedalam mobil. Selama perjalanan Ana melihat kearah jendela berharap akan melihat anaknya dijalan.
"Kita pasti akan menemukan Aygra, aku janji" ucap Andri. Andri sangat terpukul karena kejadian ini, namun Andri berusaha tenang karena melihat kondisi Ana yang sedang hamil muda.
Setelah mengantar Ana, Andri ditemani Adi menyusuri setiap jalanan di kota Paris mencari keberadaan Aygra. Sepanjang malam mereka tidak berhenti dan terus memacu mobilnya.
"Setiap jalanan di kota ini sudah kita cari tapi gak ada tanda-tanda keberadaan Aygra! Ini juga sudah jam 7 pagi Ndri, kita harus istirahat sebentar."
"Tapi gimana anak gue Di, gue gak tega balik ke apartemen tanpa bawa Aygra. Gimana gue harus menghadapi Ana Nanti?" Andri memukul setir mobil. Andri terlihat sangat lelah dan hampir putus asa karena tak menemukan Aygra.
"Kita balik ke apartemen sekarang Ndri, gue akan hubungin semua kenalan dan relasi kita disini. Gue yakin, Aygra pasti ketemu!"
Andri hanya mengangguk pasrah. Ia pun menurut perkataan Adi dan membawa mobil itu kembali ke apartemen.
"Aygra udah ketemu?" satu kalimat penyambut dari Ana yang membuat Andri semakin sedih. Andri menggelengkan kepalanya menatap raut wajah Ana.
"Ya Tuhan...Kamu dimana nak?" Ana kembali menangis terisak-isak.
"Loe tenangin Ana, gue bakal hubungi semua teman-temen kita disini!"
Adi melangkah masuk kedalam kamar meninggalkan Andri yang sedang menenangkan istrinya. Adi merebahkan tubuhnya pada ranjang dan menggeliat karena tubuhnya seakan remuk semalaman tak beristirahat.
Tubuh yang lemas membuat Adi langsung tertidur tanpa menunggu lama. Ia lupa menghubungi relasinya untuk membantu mencari Aygra. Sejenak dalam tidurnya Ia lupa masalah yang sedang menimpa mereka mengingatkan tujuan mereka ke Paris adalah berwisata.
*****
HAI TEMAN-TEMAN READERS
TERIMAKASIH YA UDAH SETIA IKUTIN SETIAP EPISODE CINTA DALAM DIAMKU
PLEASE LIKE, KOMEN & FOLLOW AKU DONG
JANGAN LUPA VOTE JUGA YA KARENA SETIAP PARTISIPASI KALIAN BAIK DALAM LIKE, KOMEN & FOLLOW SANGAT MEMPENGARUHI MOOD AKU DALAM MENULIS
THANK YOUπ
Anne Chellycaπ
__ADS_1