Cinta Dalam Diamku

Cinta Dalam Diamku
BAB 14


__ADS_3

Hari ini Jonathan sudah


masuk sekolah setelah dua minggu berada di rumah sakit. Jonathan yang sedang


bermain basket dilapangan sendirian. Angel dan Rendra yang melihat sahabatnya


sudah masuk sekolah. Langsung saja menghampirinya. Dengan wajah sumringah


mereka berlupakan seperti teletubies.


Banyak pasang mata yang


melihat persahabatan mereka. “Bagaimana keadaan lo, sekolah kangen sama lo,


apalagi diperpustakaan” ucap Rendra panjang lebar.


Sandra yang baru saja


datang dengan membawa camilan ditangannya. Menatap kaget saat melihat Jonathan


sudah berdiri dihadapannya. “Hmm, Udah sembuh lo” ucapnya


“Iyalah, Mas ague


berada di rumah sakit terus” ucapnya menampakkan senyum lebarnya.


“Tumben lo ngomong


panjang, biasanya singkat doang” Protes Sandra heran


“Ayang Bebeb, lebih


baik kita kekantin dulu ya, dari pada disini.” Ucapnya


“Ayang bebeb, palang lo


peyang” ucap Angel meledek dua pasang sejoli


Rendra merangkul Sandra


lalu membawanya pergi dari kedua sahabatnya. Angel berdecih sedangkan Jonathan


terkekeh, Jonathan kembali melanjutkan permainannya. Lalu kembali melemparkan


bola kedalam ring.


“Ahh, Payah. Segitu


doang lo bisa” ucap Angel meledek Jonathan


“Idih, Sok bisa aja


disitu” padahal memang benar Jonathan mengakui Angel dalam bermain sangat indah


dan bagus


“Mentang-mentang ketua


team basket songong banget lo” balas Jonathan mengambil bola darinya.


Angel berdecih tidak


suka lalu kembali mendrible bola dan memasukkan kedalam ring. Angel tersenyum


sambil menampakkan wajah sumringahnya. Jonathan hanya terkekeh.


Sudah terjadi


pemandangan yang tidak biasa bagi yang melihatnya meskipun Jonathan yang jarang


bermain. Caramel menghampiri mereka dan memberikan sebuah minuman botol.


“Ini buat lo,” sodor


Caramel pada Jonathan


“Makasih,” balasnya


mengambil, Caramel tersenyum tipis


Angel yang sedari tadi


hanya diam menatap keduanya sambil melipat kedua tangannya depan dada. Sambil


meniup poninya.


“Ya, jadi nyamuk deh


gue” sahutnya lalu bergegas pergi meninggalkan keduanya. Jonathan menoleh


melihat kepergian Angel.


“Woi, lo mau kemana


main pergi begitu saja” teriak Jonathan, tetapi tidak ada tanggapan sama


sekali. Jonathan menghembuskan nafas panjang.


“Lebih baik kita ke


perpus saja. Lo pasti kangen dengan buku-buku disana” usul Caramel yang


diangguki olehnya


Jonathan dan Caramel


berjalan menuju perpustakaan yang tidak jauh dari lapangan. Mereka berjalan


beriringan. Banyak pasang mata yang melihat mereka. Jonathan yang tidak pernah


menampakkan dirinya didepan semua para siswa. Sedangkan Caramel yang diketahui


sangat Famous dikalangan sekolahnya karena kepintarannya. Dan selalu ikut dalam


kompotisi lomba.


Jonathan yang merasa

__ADS_1


risih karena semua siswa melihatnya, Caramel yang melihatnya ada yang aneh “Lo


kenapa?” Tanya Caramel


Jonathan menoleh


sekilas “Hm, Enggak apa-apa” ucapnya sambil menampakkan senyum tipisnya.


Memasuki ruangan yang penuh keheningan Jonathan berjalan meninggalkan Caramel.


Lalu mencari buku yang menarik baginya untuk dibacanya  setelah mendapatkan buku. Jonathan segera


mencari tempat yang menurutnya paling tersembunyi dan tenang.


Menarik bangku ia


menjatuhkan bokongnya, merogoh saku celananya mengambil sebuah headseat. Lalu


memasangnya dikedua telinganya.


Caramel yang mendapati


Jonathan sedang duduk serius dengan bacaannya. Caramel duduk tepat dihadapan


Jonathan. Ia tersenyum lebar saat menatap Jonathan lekat. sambil menopang


keduanya dibawah dagunya.


“Lo ganteng banget sih,


Jo” ucap Caramel didalam hati sambil tersenyum lebar


Jonathan yang merasa


diperhatikan kembali mendongak lalu menatap Caramel yang gegalapan.


“Gue ganteng ya, diliatin


terus” ucap Jonathan tingkat kepedeannya


“Idih, sejak kapan


Jonathan Kusuma kepedan begini. Setahu gue lo orangnya kalem” oceh Caramel yang


mengetahui bahwa Jonathan memiliki sifat pembawaan tenang. “Berarti lo stalker


gue, dong” ucap Jonathan tepat sasaran. Caramel hanya menampakkan cengirannya.


“Sudah gue duga”


lanjutnya


Caramel hanya bisa


diam, Sebenarnya lo cenayang apa bukan sih?, selalu tahu aja apa yang gue


pikirkan, ucap Caramel dalam hati tetapi Jonathan hanya menjawab “Gue bukan


cenayang, Gue ini manusia” ucapnya lagi membuat Caramel kembali mendengus


“Auh ahh”



Angel yang sedang duduk


sendirian, sambil mengaduk orange jus. Angel merasa sepi karena kedua


sahabatnya itu sibuk bersama pasangannya masing-masing. biasaya Angel selalu


memaksa Jonathan agar memeninya makan bersama dikantin. Tetapi hari dia merasa


ada yang hilang.


Rendra yang tengah


sibuk mengurus osisnya sekaligus apelon Sandra, sedangkan Jonathan pasti ia


tengah menjalani proses pendekatan dengan Caramel yang segera menjadi


tunangannya.


“Woii, sendirian aja.


Biasanya lo ditemani sama Jonathan ataupun Rendra” seru seseorang membuyarkan


lamunan Angel saat ini.


“Apaan sih, Joan. Gue


lagi enggak mood” katanya sambil menopang dagunya


Joan yang merupakan


anggota dari team basket Angel. Dia salah satu teman dekat Angel selain


Jonathan dan juga Rendra.


“Terus, Jonathan


kemana, biasanya dia temanin lo disini?” tanyanya karena Joan mengetahui ia


begitu dekat Jonathan.


“Lagi main sama Caramel”


jawabnya lagi, membuat Joan menautkan alisnya sebelah “Hah, Caramel? Yang anak


pinter itu. selalu ikut di Olimpiade tingkat Nasional” ucapnya mengingat.


Caramel terkenal karena kecerdasannya. Yang selalu ikut dalam setiap lomba


antar sekolah.


“Iya,” jawabnya singkat


“Jadi bener Jonathan

__ADS_1


dekat dengan Caramel” ucapnya


Angel mengembus nafas


gusar, ada rasa kegelisahan dalam dirinya. Ada yang hilang dari dirinya saat


ini. entah itu Apa, Angel tidak tahu. semenjak kedekatan Jonathan dengan


Caramel. Suasana dirinya menjadi berubah.


Angel terus


mengaduk-aduk minuman tanpa jeda sedangkan Joan hanya menatapnya iba. Sekaligus


prihatin pada teman satu teamnya itu.


“Gue mau kasih tahu lo,


bahwa minggu depan kita akan turnamen basket. Dan mungkin sekolah kita akan


menjadi tuan rumahnya lagi” ucapnya mebuat Angel mengangguk.


“Btw latihan kita akan


menjadi padat, kegiatan juga semakin banyak. Apalagi mau menjelang UTS.”


Jelasnya. Angel hanya terdiam


“Pasti lo cemburu ya?”


tebak Joan membuat Angel mendongak lalu gegalapan


“Ngacoo deh lo” ucapnya


ketus membuat Joan terkekeh mendengar jawaban Angel. Joan tau betul bagaimana


sikap Angel pada Jonathan. Tetapi ia berusaha menutupinya. Sebab yang Jonathan


tau, Angel jatuh hati pada Rendra.


Persahabatan terjadi


selama hampir lima tahun lamanya. Hingga diantara mereka ada yang memiliki rasa


lebih dalam. Meski ia hanya menyimpan rasa itu dalam diam. semua berlalu begitu


saja. Berjalan dengan arusnya. Hanya mengikuti apa kata hati mereka


masing-masing.


Rendra bersama Sandra baru


saja memasuki kantin dan mendapati Angel duduk dengan wajah begitu lesuh.


Sedangkan Joan hanya tersenyum masam dan berpamitan pada mereka bertiga.


“Udah puas pacarannya,


gue ditinggal sendirian. Enak bamget lo berdua” Oceh Angel pada dua pasangan


sejoli itu. Rendra hanya memicing sedangkan Sandra masih mengandeng tanganya


dengan erat mesra.


Sudah satu jam berada


di dalam perpustakaan hanya untuk sekedar membaca, bagi Jonathan ini sangat


menyenangkan apalagi sambil mendengarkan music kesukaannya. Caramel masih


dengan setia menemaninya duduk dihadapannya.


“Apa lo tidak bosan


berada di tempat keheningan seperti ini?” Tanya Caramel memecah keheningan yang


terjadi.


“Enggak, bagi gue


membaca adalah hal yang sangat menyenangkan. Meskipun bagi semua orang itu


sangat membosankan” itu adalah jawaban terpanjang yang didengar oleh Caramel.


Ada senyum terlukis diwajahnya saat menatap wajah tampan milik Jonathan. Dan


itu merupakan hal yang sangat dikagumi oleh Caramel.


Ia sangat beruntung


dapat mengenal Jonathan walaupun sosok misteriusya masih melekat dalam dirinya.


Meskipun Jonathan jarang tertawa dan tersenyum.


“Apa lo siap bersanding


dengan gue?” Tanya Caramel memastikan


“Entahlah, gue juga


tidak tahu, padahal kita baru saja kenal” jawabnya tanpa mengalihkan


pandangannya dari buku bacaannya.


Bagi Jonathan rasa


masih sulit untuk membuka hati pada orang lain. Apalagi ia masih menyimpan rasa


pada sosok sahabatnya itu. Caramel hanya tersenyum ia tidak dapat menebak isi


hati Jonathan tetapi ia mengetahui bahwa Jonathan menyimpan perasaan untuk


seseorang tetapi ia belum mengetahui itu untuk siapa. Semua begitu sulit.


Tetapi ia sangat senang bisa berada didekat Jonathan, walaupun sebagai teman


itu tidak menjadi masalah baginya, pelan tapi pasti.

__ADS_1


__ADS_2