
Hari ini Jonathan sudah
masuk sekolah setelah dua minggu berada di rumah sakit. Jonathan yang sedang
bermain basket dilapangan sendirian. Angel dan Rendra yang melihat sahabatnya
sudah masuk sekolah. Langsung saja menghampirinya. Dengan wajah sumringah
mereka berlupakan seperti teletubies.
Banyak pasang mata yang
melihat persahabatan mereka. “Bagaimana keadaan lo, sekolah kangen sama lo,
apalagi diperpustakaan” ucap Rendra panjang lebar.
Sandra yang baru saja
datang dengan membawa camilan ditangannya. Menatap kaget saat melihat Jonathan
sudah berdiri dihadapannya. “Hmm, Udah sembuh lo” ucapnya
“Iyalah, Mas ague
berada di rumah sakit terus” ucapnya menampakkan senyum lebarnya.
“Tumben lo ngomong
panjang, biasanya singkat doang” Protes Sandra heran
“Ayang Bebeb, lebih
baik kita kekantin dulu ya, dari pada disini.” Ucapnya
“Ayang bebeb, palang lo
peyang” ucap Angel meledek dua pasang sejoli
Rendra merangkul Sandra
lalu membawanya pergi dari kedua sahabatnya. Angel berdecih sedangkan Jonathan
terkekeh, Jonathan kembali melanjutkan permainannya. Lalu kembali melemparkan
bola kedalam ring.
“Ahh, Payah. Segitu
doang lo bisa” ucap Angel meledek Jonathan
“Idih, Sok bisa aja
disitu” padahal memang benar Jonathan mengakui Angel dalam bermain sangat indah
dan bagus
“Mentang-mentang ketua
team basket songong banget lo” balas Jonathan mengambil bola darinya.
Angel berdecih tidak
suka lalu kembali mendrible bola dan memasukkan kedalam ring. Angel tersenyum
sambil menampakkan wajah sumringahnya. Jonathan hanya terkekeh.
Sudah terjadi
pemandangan yang tidak biasa bagi yang melihatnya meskipun Jonathan yang jarang
bermain. Caramel menghampiri mereka dan memberikan sebuah minuman botol.
“Ini buat lo,” sodor
Caramel pada Jonathan
“Makasih,” balasnya
mengambil, Caramel tersenyum tipis
Angel yang sedari tadi
hanya diam menatap keduanya sambil melipat kedua tangannya depan dada. Sambil
meniup poninya.
“Ya, jadi nyamuk deh
gue” sahutnya lalu bergegas pergi meninggalkan keduanya. Jonathan menoleh
melihat kepergian Angel.
“Woi, lo mau kemana
main pergi begitu saja” teriak Jonathan, tetapi tidak ada tanggapan sama
sekali. Jonathan menghembuskan nafas panjang.
“Lebih baik kita ke
perpus saja. Lo pasti kangen dengan buku-buku disana” usul Caramel yang
diangguki olehnya
Jonathan dan Caramel
berjalan menuju perpustakaan yang tidak jauh dari lapangan. Mereka berjalan
beriringan. Banyak pasang mata yang melihat mereka. Jonathan yang tidak pernah
menampakkan dirinya didepan semua para siswa. Sedangkan Caramel yang diketahui
sangat Famous dikalangan sekolahnya karena kepintarannya. Dan selalu ikut dalam
kompotisi lomba.
Jonathan yang merasa
__ADS_1
risih karena semua siswa melihatnya, Caramel yang melihatnya ada yang aneh “Lo
kenapa?” Tanya Caramel
Jonathan menoleh
sekilas “Hm, Enggak apa-apa” ucapnya sambil menampakkan senyum tipisnya.
Memasuki ruangan yang penuh keheningan Jonathan berjalan meninggalkan Caramel.
Lalu mencari buku yang menarik baginya untuk dibacanya setelah mendapatkan buku. Jonathan segera
mencari tempat yang menurutnya paling tersembunyi dan tenang.
Menarik bangku ia
menjatuhkan bokongnya, merogoh saku celananya mengambil sebuah headseat. Lalu
memasangnya dikedua telinganya.
Caramel yang mendapati
Jonathan sedang duduk serius dengan bacaannya. Caramel duduk tepat dihadapan
Jonathan. Ia tersenyum lebar saat menatap Jonathan lekat. sambil menopang
keduanya dibawah dagunya.
“Lo ganteng banget sih,
Jo” ucap Caramel didalam hati sambil tersenyum lebar
Jonathan yang merasa
diperhatikan kembali mendongak lalu menatap Caramel yang gegalapan.
“Gue ganteng ya, diliatin
terus” ucap Jonathan tingkat kepedeannya
“Idih, sejak kapan
Jonathan Kusuma kepedan begini. Setahu gue lo orangnya kalem” oceh Caramel yang
mengetahui bahwa Jonathan memiliki sifat pembawaan tenang. “Berarti lo stalker
gue, dong” ucap Jonathan tepat sasaran. Caramel hanya menampakkan cengirannya.
“Sudah gue duga”
lanjutnya
Caramel hanya bisa
diam, Sebenarnya lo cenayang apa bukan sih?, selalu tahu aja apa yang gue
pikirkan, ucap Caramel dalam hati tetapi Jonathan hanya menjawab “Gue bukan
cenayang, Gue ini manusia” ucapnya lagi membuat Caramel kembali mendengus
“Auh ahh”
Angel yang sedang duduk
sendirian, sambil mengaduk orange jus. Angel merasa sepi karena kedua
sahabatnya itu sibuk bersama pasangannya masing-masing. biasaya Angel selalu
memaksa Jonathan agar memeninya makan bersama dikantin. Tetapi hari dia merasa
ada yang hilang.
Rendra yang tengah
sibuk mengurus osisnya sekaligus apelon Sandra, sedangkan Jonathan pasti ia
tengah menjalani proses pendekatan dengan Caramel yang segera menjadi
tunangannya.
“Woii, sendirian aja.
Biasanya lo ditemani sama Jonathan ataupun Rendra” seru seseorang membuyarkan
lamunan Angel saat ini.
“Apaan sih, Joan. Gue
lagi enggak mood” katanya sambil menopang dagunya
Joan yang merupakan
anggota dari team basket Angel. Dia salah satu teman dekat Angel selain
Jonathan dan juga Rendra.
“Terus, Jonathan
kemana, biasanya dia temanin lo disini?” tanyanya karena Joan mengetahui ia
begitu dekat Jonathan.
“Lagi main sama Caramel”
jawabnya lagi, membuat Joan menautkan alisnya sebelah “Hah, Caramel? Yang anak
pinter itu. selalu ikut di Olimpiade tingkat Nasional” ucapnya mengingat.
Caramel terkenal karena kecerdasannya. Yang selalu ikut dalam setiap lomba
antar sekolah.
“Iya,” jawabnya singkat
“Jadi bener Jonathan
__ADS_1
dekat dengan Caramel” ucapnya
Angel mengembus nafas
gusar, ada rasa kegelisahan dalam dirinya. Ada yang hilang dari dirinya saat
ini. entah itu Apa, Angel tidak tahu. semenjak kedekatan Jonathan dengan
Caramel. Suasana dirinya menjadi berubah.
Angel terus
mengaduk-aduk minuman tanpa jeda sedangkan Joan hanya menatapnya iba. Sekaligus
prihatin pada teman satu teamnya itu.
“Gue mau kasih tahu lo,
bahwa minggu depan kita akan turnamen basket. Dan mungkin sekolah kita akan
menjadi tuan rumahnya lagi” ucapnya mebuat Angel mengangguk.
“Btw latihan kita akan
menjadi padat, kegiatan juga semakin banyak. Apalagi mau menjelang UTS.”
Jelasnya. Angel hanya terdiam
“Pasti lo cemburu ya?”
tebak Joan membuat Angel mendongak lalu gegalapan
“Ngacoo deh lo” ucapnya
ketus membuat Joan terkekeh mendengar jawaban Angel. Joan tau betul bagaimana
sikap Angel pada Jonathan. Tetapi ia berusaha menutupinya. Sebab yang Jonathan
tau, Angel jatuh hati pada Rendra.
Persahabatan terjadi
selama hampir lima tahun lamanya. Hingga diantara mereka ada yang memiliki rasa
lebih dalam. Meski ia hanya menyimpan rasa itu dalam diam. semua berlalu begitu
saja. Berjalan dengan arusnya. Hanya mengikuti apa kata hati mereka
masing-masing.
Rendra bersama Sandra baru
saja memasuki kantin dan mendapati Angel duduk dengan wajah begitu lesuh.
Sedangkan Joan hanya tersenyum masam dan berpamitan pada mereka bertiga.
“Udah puas pacarannya,
gue ditinggal sendirian. Enak bamget lo berdua” Oceh Angel pada dua pasangan
sejoli itu. Rendra hanya memicing sedangkan Sandra masih mengandeng tanganya
dengan erat mesra.
Sudah satu jam berada
di dalam perpustakaan hanya untuk sekedar membaca, bagi Jonathan ini sangat
menyenangkan apalagi sambil mendengarkan music kesukaannya. Caramel masih
dengan setia menemaninya duduk dihadapannya.
“Apa lo tidak bosan
berada di tempat keheningan seperti ini?” Tanya Caramel memecah keheningan yang
terjadi.
“Enggak, bagi gue
membaca adalah hal yang sangat menyenangkan. Meskipun bagi semua orang itu
sangat membosankan” itu adalah jawaban terpanjang yang didengar oleh Caramel.
Ada senyum terlukis diwajahnya saat menatap wajah tampan milik Jonathan. Dan
itu merupakan hal yang sangat dikagumi oleh Caramel.
Ia sangat beruntung
dapat mengenal Jonathan walaupun sosok misteriusya masih melekat dalam dirinya.
Meskipun Jonathan jarang tertawa dan tersenyum.
“Apa lo siap bersanding
dengan gue?” Tanya Caramel memastikan
“Entahlah, gue juga
tidak tahu, padahal kita baru saja kenal” jawabnya tanpa mengalihkan
pandangannya dari buku bacaannya.
Bagi Jonathan rasa
masih sulit untuk membuka hati pada orang lain. Apalagi ia masih menyimpan rasa
pada sosok sahabatnya itu. Caramel hanya tersenyum ia tidak dapat menebak isi
hati Jonathan tetapi ia mengetahui bahwa Jonathan menyimpan perasaan untuk
seseorang tetapi ia belum mengetahui itu untuk siapa. Semua begitu sulit.
Tetapi ia sangat senang bisa berada didekat Jonathan, walaupun sebagai teman
itu tidak menjadi masalah baginya, pelan tapi pasti.
__ADS_1