Cinta Dalam Diamku

Cinta Dalam Diamku
Episode 73


__ADS_3

Hai Hai...


Selamat merayakan idul Adha untuk teman-teman umat muslim dan muslimah😇🙏


Jangan lupa bagi-bagi daging kurban buat Author ya hihihi


*****


"Kamu milikku Cilaa...kamu milikku!!" Lika menghempaskan Lika dengan kasar keatas ranjang.


Lika terkejut bukan main. Tadinya Leonard berbaring dengan sangat anteng, namun tiba-tiba Leonard malah sadar dan berbuat sekasar ini padanya.


"Kamu lebih cinta dia kan Cila...Aku gak suka Cila, aku akan membuatmu lebih cinta aku..." Leonard naik ke tempat tidur menghampiri Lika dengan wajah yang berantakan.


Lika berusaha bangkit. Lika sangat ketakutan dan melemparkannya apa yang bisa Ia raih. Lika bingung ini Leonard sedang sadar atau tidak namun kelihatannya posisinya saat ini dal bahaya. Lika bisa diterkam saat itu juga. Tidak... Tidak! Lika tidak akan.


Lika keluar dari kamar tamu dan berusaha keluar dari pintu apartemen namun karena terlalu lama menekan semua sandi dan kondisi yang gugup Leonard sudah lebih dahulu menghadang Lika keluar walaupun kunci pintunya sudah terbuka.


Lika tak menyerah. Lika berlari ke kamarnya dan mengambil ponselnya. Segera ia menghubungi seseorang disana. Lika tak sempat membaca siapa orang yang dihubunginya, Ia hanya mengambil panggilan terbaru.


Tuuuttt...tttuuuttt... panggilan tersambung.


"Hal..."


"Toloooongggggg!!!!!!!" teriak Lika histeris. Leonard kini sudah berada didalam kamar Lika siap menerkam gadis itu.


"Lika? Kamu kenapa? Kamu dimana?" tanya seseorang disana. Dari suaranya orang tersebut sepertinya panik mendengar suara Lika.


"Siapapun tolong akuuuu! Aku di apartemenku! Toloooongggggg!"


Teriakan Lika tak dihiraukan oleh Leonard. Pengaruh alkohol yang sudah menghilangkan akal sehatnya membuatnya lupa akan segalanya. Ia mendekati Lika dengan tatapan nafsu. Piyama minim yang digunakan Lika semakin membuat gairahnya memuncak.


Lika terus mundur hingga punggungnya berbenturan dengan dinding. Lika menggelengkan kepalanya, sebisa mungkin Ia terus berlari namun kini Ia sudah berada dalam kungkungan tubuh atletis Leonard. Lika terus berontak, memukul-mukul Leonard namun apalah tenaganya bahkan tak berpengaruh apa-apa. Tak ada pilihan lain, Lika pun menendang pusat tubuh Leonard membuatnya lemas seketika.


Kesempatan, Lika malah berlari saat Leonard jatuh tersungkur namun sangat sial! Leonard menggenggam kaki Lika dengan kuat hingga gadis itu tak bisa berjalan bahkan gadis itu sampai terjatuh juga ke lantai.

__ADS_1


"Lepaskan! Lepaskan aku!!!" Lika kian meronta-ronta melepaskan genggaman Leonard pada kakinya.


Karena kesal Leonard pun meraih sesuatu diatas nakas. Ia mendapatkan sebuah vas bunga disana dan melemparkannya.


Pranngggg.....


Vas itu mengenai Lika tepat di keningnya hingga kepala gadis itu mengeluarkan darah. Lika kehilangan kesadarannya setelah berusaha bangkit beberapa saat.


Leonard menghampiri tubuh Lika yang sudah terkulai tak berdaya. Dielusnya pipi gadis itu, pancaran nafsu terpampang jelas dari sorot matanya. Leonard mengangkat tubuh mungil itu keatas ranjang.


Seperti mengendarai mobil di jalanan mulus, Leonard akan membuat Lika benar-benar menjadi miliknya seutuhnya saat ini. Ia membuka kemejanya dan melemparkannya ke sembarang tempat.


Leonard benar-benar bukan Leonard yang biasanya. Pengaruh alkohol ditambah ambisi membuatnya lupa akan segalanya. Ia mengelus pipi Lika dan dipandangnya bibir tipis berwarna merah muda.


Brak!


Pintu kamar itu didobrak.


Orang yang datang tak lain dan tak bukan adalah orang yang dihubungi Lika barusan. Nafas Adi bahkan masih tersengal-sengal menandakan Ia baru saja berlari karena tau keadaan separuh jiwanya dalam bahaya.


Diraihnya tubuh Leonard dan dihempaskannya ke lantai hingga Leonard merasa tulang-tulangnya remuk. Tak sampai disitu saja, Adi dalam keadaan marah bahkan sangat marah melihat keadaan Lika yang akan dilecehkan oleh Leonard.


"Breng*sek!!! Ba*jingan Lo!!" Adi memukuli Leonard tanpa ampun hingga laki-laki itu babak belur.


Meski telah dihajar habis-habisan, Leonard masih sempatnya tertawa meledek Adi. Leonard tak sadar ia sedang di ambang pintu kematian. Adi tak puas-puas memukul Leonard. Beruntung Andri datang dan melerai mereka, jika tidak mungkin Leonard akan berakhir di pemakaman.


Tadinya Andri juga sama seperti Adi, baru saja bersiap-siap dan akan mengantarkan Adi ke bandara. Namun saat Adi menerima panggilan dan buru-buru pergi, Andri curiga terjadi sesuatu yang buruk. Andri pun bergegas mengikuti Adi menggunakan taxi dan benar saja sesuatu yang buruk sedang menimpa Lika.


"Ada apa ini?" ujar Andri masih memegangi Adi agar berhenti memukul Leonard. Leonard hampir sekarat namun Adi nampaknya belum puas karena laki-laki itu belum mati.


"Ba*jingan ini! Dia mau melecehkan Lika! Biarkan aku membunuh si breng*sek ini dengan tanganku."


Andri terbelalak mendengar ucapan Adi. Refleks Ia melepaskan kungkungannya dan berlari menghampiri Lika. Lika terbaring tak berdaya dengan darah yang terus mengalir dari kepalanya. Luka itu nampaknya dalam dan Lika telah kehilangan banyak darah.


"Adi! Berhenti mukul ba*jingan itu. Ayo kita bawa Lika ke rumah sakit!" teriak Andri.

__ADS_1


Satu pukulan lagi mendarat di pipi Leonard sebelum Adi melepaskannya. Adi pun menuruti permintaan Andri dan meninggalkan Leonard didalam kamar Lika. Adi dengan sigap menggendong gadis kesayangannya keluar dari ruangan.


"Lo bawa Lika ke rumah sakit, gue mau urus dia!" ujar Andri dan dibalas anggukan kepala dari Adi.


Tanpa Adi ketahui ternyata Andri menaruh kasihan pada Leonard. Biar bagaimanapun juga Andri merasa berhutang Budi pada Leonard karena sudah menjaga adik kecilnya selama ini. Apa jadinya Lika tanpa Leonard selama ini.


Akhirnya Lika dan Leonard dibawa ke rumah sakit yang sama setelah melalui perdebatan yang panjang. Adi sama sekali tak setuju jika Leonard juga ikut dibawa ke rumah sakit sementara itu Andri bersikeras tetap membawa Leonard.


Di rumah sakit Lika dan Leonard langsung ditangani oleh dokter. Andri juga meminta pihak rumah sakit untuk menghubungi keluarga Leonard.


Beberapa jam setelah Lika dan Leonard dibawa ke rumah sakit keadaan mereka sudah membaik. Lika sudah sadar dan tidak ada luka serius. Tapi Lika malah trauma atas kejadian itu. Lika seolah-olah takut pada laki-laki asing termasuk dokter. Karena itu setelah Lika diperbolehkan pulang, Adi dan Andri membawa Lika ke psikiater agar memulihkan kondisi mentalnya.


Flashback off


*****


Apa ya kira-kira yang akan dilakukan Leonard setelah melihat Lika bermesraan dengan Adi? Besok ya😂😂


Oh iya guys...


Jangan lupa singgah di Novel aku yang baru ya, judulnya 'Allea'.


Kalo gak singgah Author ngambek nih, hehehe.


TERIMAKASIH UDAH SETIA MENUNGGU DAN MEMBACA SETIAP EPISODE CINTA DALAM DIAMKU🙏


PLEASE LIKE, KOMEN & FOLLOW AKU DONG😌😌


JANGAN LUPA VOTE JUGA YA 😇


Jangan Lupa gabung di grup aku juga ya, supaya kalian gak ketinggalan info Up Novel aku.


JANGAN LUPA TAMBAHKAN NOVEL INI KE FAVORIT KALIAN 🌻😉


THANK YOU🌈

__ADS_1


Anne Chellyca✍️


__ADS_2