Cinta Dalam Diamku

Cinta Dalam Diamku
Episode 69


__ADS_3

"Lika..." ucap Ana pelan. Mereka mendekati gadis itu, terlihat rasa menyesal dari raut wajahnya.


"Aku jahat banget ya?" ucapnya getir.


"Enggak Lik, kamu gak jahat kok" Ana memeluk sahabatnya itu. Air mata mulai membanjiri pipi Lika.


"Sebaiknya kita pulang aja yuk" ujar Andri seraya memperhatikan sekeliling mereka. Mereka sukses menjadi tontonan wisatawan dan warga lokal disana. Malam tahun baru yang sungguh menyedihkan.


***


"Minum dulu Lik!" titah Andri seraya menyerahkan segelas air putih.


"Kamu gak usah banyak pikiran dulu, lihat kamu pucat banget" tambah Adi.


Lika masih merenungi nasibnya sendiri. Ia juga bingung mengapa tangannya sampai tega menyakiti wajah Leonard padahal selama ini Leonard selalu menjaganya dengan baik. Leonard benar-benar memperlakukan Lika dengan istimewa sebelum Ia bertemu lagi dengan Adi.


"Loe jagain Lika ya! Gue mau lihat keadaan Aygra sama Ana." Adi hanya membalasnya dengan anggukan. Matanya tak lepas dari wajah Lika yang sangat pucat dan letih. Lika nampaknya sedang frustasi karena kejadian itu.


"Kamu gak perlu khawatir masalah ini!"


Lika tersenyum getir, dipandangnya luka lebam di wajah Adi akibat pukulan Leonard. "Ini salahku! Seharusnya aku gak menempatkan kalian dalam masalah seperti ini." Air mata Lika berlinang membasahi pipinya. Sungguh Adi tak tega rasanya melihat wanita yang sangat dicintainya menangis seperti itu.


Lika beranjak dari tempat tidur.


"Kamu mau kemana?" tanya Adi pelan.


"Sebentar ya, kamu tunggu aja disini!" sahut Lika. Senyumannya masih terlihat seperti dipaksakan.


Beberapa menit Lika datang dengan sebuah mangkuk berisi air hangat dan sebuah handuk kecil.


"Sini aku kompres luka kamu." Lika duduk disisi ranjang tepat di hadapan Adi. Ya Tuhan...Posisi ini sangat dirindukan oleh Lika. Jantungnya berdetak, sungguh tidak bisa diajak bekerjasama.


"Udah aku aja, kamu istirahatlah!" Mengambil handuk dari tangan Lika.


Lika tersenyum walaupun menahan rasa gugupnya Ia mengambil handuk itu kembali dari tangan Adi.


"Udah gak papa kok, aku mau tanggung jawab. Gara-gara aku kan kamu bisa kayak gini, maafin Leonard ya. Sebenarnya dia baik kok, mungkin ada yang mengganjal hatinya!"


"Auuu!!!" ringis Adi saat handuk kecil itu menyentuh lukanya. Refleks Lika menarik tangannya, Ia merasa ngilu pada tubuhnya seakan ikut merasakan sakit yang dialami oleh Adi.


"Sakit ya?" selidik Lika ngeri. Adi pun balas mengangguk, matanya tak lepas dari wajah serius Lika mengobati lukanya.


Semua orang sebenarnya kaget atas kejadian malam ini. Bahkan Adi sendiri pun kaget Lika ternyata bisa semarah itu hingga melayangkan tangannya di pipi Leonard. Adi mengenal Lika sebagai sosok yang halus dan lemah lembut. Tak jarang mereka bertengkar dulu, namun Lika hanya merajuk manja dan tak pernah seperti malam ini.


"Kamu kok liatin aku gitu sih? Aku risih tau!" sergah Lika karena sedari tadi Adi terus menatapnya.


"Eh! E.eng.enggak kok!" jawabnya gelagapan.


"Aku mau ngomong sesuatu sama kamu!" ucap Lika pelan namun masih sangat jelas terdengar di telinga Adi.


Deg!


Deg!


"Kamu mau ngomong apa?" sahut Adi. Adi menyingkirkan mangkuk air yang menciptakan jarak diantara mereka, sangat mengganggu suasana.

__ADS_1


"Lupakan aku!"


Byarrr!


Bagai disambar petir siang hari, hati Adi hancur berkeping-keping.


"Maksud kamu gimana?" Adi memastikan bahwa Ia tidak salah dengar.


"Anggap saja aku ini adik kamu, seperti bang Andri. Cerita kita sudah usai dan mulailah hidup yang baru!"


"Kenapa Lika?" Adi masih tak habis pikir atas permintaan Lika. Helaan nafas panjang dari mulut Adi terdengar jelas.


"Tapi memang kita sudah berakhir. Kita memang enggak ditakdirkan bersama! Lihat!" menunjukkan jari manisnya, "Aku sudah menerima lamaran Leonard."


"Kami akan menikah dalam waktu dekat!" tambahnya lagi dengan penekanan pada kata menikah.


"Lika..."


"Aku mohon! Kita harus menjaga jarak mulai dari sekarang. Aku gak mau lagi kejadian malam ini terulang di masa depan."


Tak ada sahutan dari Adi. Mereka diam dan larut dalam pikiran masing-masing.


Adi kecewa, mengapa Lika tak memberikannya kesempatan lagi. Untuk masalalu bahkan Ia tidak melakukan apapun, mengapa Lika tidak mempercayainya? Mengapa Lika tidak mau mendengarkan penjelasan dari mulutnya?


"Aku akan pulang!" Lika keluar dari kamar itu. Walaupun ini adalah apartemen keluarga Hermawan namun Lika merasa ia tidak punya hak lagi atas ini semua. Lika sudah memutuskan akan menjalani kehidupannya sendiri bersama Leonard.


"Kamu mau kemana dek?" ujar Andri melihat Lika mengenakan jaket dan sepatunya seraya menenteng tas.


"Aku mau pulang ke apartemen bang, aku gak bisa nginep disini. Aku masih ada urusan."


"Dengan Leonard?"


Lika menatap wajah Andri, manik matanya berwarna hitam pekat.


"Aku akan mengundang kalian ke pernikahanku, kalian harus datang ya bang."


Lika langsung berlalu keluar dari apartemen itu tanpa menunggu jawaban dari Andri. Meski sangat sakit melakukannya Lika tetap menjalani hidup dengan tegar.


"Kamu pasti kuat Lik!" gumamnya.


Andri menghampiri Adi kedalam kamar. Adi tengah duduk bersandar di tepi ranjang merenungi nasibnya. Pikirannya melayang melalang buana kemana-mana.


"Kalian kenapa?" ujar Andri seraya ikut duduk.


"Gue bakal pulang ke Indonesia dan setuju dengan perjodohan yang diatur oleh nyokap gue Ndri. Lika mau gue ngelanjutin hidup gue!"


"Kalian kenapa gak berjuang buat diri kalian? Kenapa loe mudah banget ngelepas Lika dengan semua yang udah loe lalui?" Andri mengeram kesal, amarah dan kecewa bercampur menjadi satu.


"Gue juga maunya gitu tapi Lika sendiri yang minta semua ini! Gue bisa apa Andri Hermawan?" Suara Adi meninggi. Terlihat keputusasaan disetiap kata yang terucap dari mulutnya.


***


Lika kembali ke apartemennya. Lika benar-benar lelah, lelah dengan semua ini. Lika benar-benar tak mengerti mengapa Ia harus terlibat dalam kerumitan hidup seperti ini.


Berkali-kali Lika mencoba menghubungi ponsel Leonard namun tak ada jawaban sama sekali. Panggilan Lika diabaikan oleh Leonard. Lika meletakkan ponselnya diatas nakas dan masuk mulai membersihkan diri.

__ADS_1


Ting!


Baru satu detik Lika keluar dari kamar mandi ponselnya berdering tanda pesan masuk.


"Pasti Leonard" gumamnya.


Bukan!


Ah! Kecewa sekali!


Tapi tunggu dulu, itu pesan dari nomor tak dikenal.


Aku akan kembali ke Indonesia besok pagi, sesuai dengan permintaan kamu agar aku melanjutkan hidupku maka aku akan menerima tawaran perjodohan dari Bunda.


Semoga kamu bahagia atas pilihan kamu ya dan doakan juga semoga aku juga begitu.


Bahagiamu adalah bahagiaku.


*Seseorang yang selalu mencintaimu


Lika meremas ponselnya menahan semua kepahitan yang menerpa. Tak bosan-bosannya takdir mempermainkannya selama ini.


Lika memilih memejamkan matanya diatas ranjang. Lika sangat lelah dengan semua ini, kemana lagi Ia harus berlari dan bersembunyi dari takdir?


"Aku mencintaimu Adi!" gumam Lika pelan. Bersamaan dengan itu Lika terlelap dan untuk sejenak melupakan semua masalah yang sedang dihadapinya. Seandainya waktu bisa diputar kembali, Lika memilih tak memiliki takdir hidup serumit ini.


Pagi-pagi sekali Adi sudah bersiap-siap akan kembali ke tanah kelahirannya. Adi sudah tidak punya alasan lagi untuk menolak permintaan Bundanya agar segera menikah.


Semalaman Adi tidak bisa tidur nyenyak karena mengharapkan balasan dari Lika, namun sepertinya Lika tak akan membalas pesannya itu. Sungguh naif Adi masih mengharapkan Lika kembali kedalam pelukannya.


Tiba-tiba ponselnya berdering,,,


~Lika Mey


Apa? Ini gak salah?


Lika menghubunginya?


"Hal..."


"Toloooongggggg!!!!!!!" teriak Lika histeris.


Seketika Adi menjadi panik mendengar teriakan Lika.


๐Ÿ‘ง๐Ÿ‘ง๐Ÿ‘ง๐Ÿ‘ง๐Ÿ‘ง๐Ÿ‘ง๐Ÿ‘ง๐Ÿ‘ง๐Ÿ‘ง๐Ÿ‘ง๐Ÿ‘ง๐Ÿ‘ง๐Ÿ‘ง๐Ÿ‘ง


TEMAN-TEMAN READERS-KU TERSAYANG ๐Ÿ˜


TERIMAKASIH YA UDAH SETIA IKUTIN SETIAP EPISODE CINTA DALAM DIAMKU๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


PLEASE LIKE, KOMEN & FOLLOW AKU DONG๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ


JANGAN LUPA VOTE JUGA YA ๐Ÿ˜‡KARENA SETIAP PARTISIPASI KALIAN BAIK DALAM LIKE, KOMEN & FOLLOW SANGAT MEMPENGARUHI MOOD AKU DALAM MENULIS๐Ÿ’Œ๐Ÿ˜ป


Jangan Lupa gabung di grup aku juga ya, supaya kalian gak ketinggalan info Up Novel aku.

__ADS_1


THANK YOU๐ŸŒˆ


Anne Chellycaโœ๏ธ


__ADS_2