
Yogyakarta, Agustus Tahun Pertama
Setelah meja hijau satu bulan yang lalu, maka bulan ini Adi dan Andri akan resmi melepaskan status mahasiswa. Dari pagi Adi sudah sibuk karena hari ini Ia akan memakai toga wisuda didepan Lika Mey, gadis cantik pujaan hatinya.
Satu bulan ini Ia sangat bekerja keras mengambil kembali hati Lika. Bukan sekali dua kali Ia dijahili oleh Lika namun Ia tetap kekeh menyenangkan hati gadis itu. Pada akhirnya Lika akhirnya luluh dan tak mengungkit kejadian saat didesa itu.
Upacara wisuda berjalan dengan lancar, Andri dan Adi lulus predikat cumlaude dan sebagai lulusan terbaik untuk jurusan masing-masing. Lika sangat bangga akan hal itu dan sangat termotivasi untuk belajar seperti mereka.
Tak lupa mereka mengabadikan momen kebersamaannya. Lika bagai bidadari diantara dua lelaki tampan itu membuat teman-temennya iri terlebih Adi adalah lelaki idaman dijurusan mereka.
Malam itu keluarga Hermawan dan Prasetya mengadakan syukuran atas kelulusan anak mereka. Mereka membooking sebuah restoran mewah di Yogyakarta khusus untuk mereka saja sehingga tak ada pengunjung lain yang memasuki tempat itu.
Adi juga berniat untuk mengutarakan perasaannya pada Lika didepan orangtuanya dan calon mertuanya. Selama ini Lika selalu menolak Adi mentah-mentah karena Adi tak mengerti bersikap romantis. Bukan hanya sedih, Adi hampir frustasi dengan itu.
Setelah membicarakan hal itu pada orangtuanya dan mendapatkan lampu hijau Adi pun meminta agar orangtuanya membicarakan niatnya itu pada keluarga Hermawan. Bukan hanya senang, Hendra dan Siska malah mendukung niat baik Adi.
Untuk membantu Adi, mereka akhirnya membuat syukuran bersama kelulusan Adi dan Andri agar Lika tak curiga. Hidup Lika memang penuh dengan kejutan.
"Kamu cantik banget dek" ujar Andri dari pintu memperhatikan Lika yang sedang berdandan didepan meja riasnya.
"Iya dong, kan Abang Lika udah susah payah kuliahnya. Masa perayaan aja Lika gak bisa dandan cantik gini" sahut gadis itu.
"Karena Abang atau karena Adi nih" Andri melipat kedua tangannya didepan dada.
"Karena dua-duanya" Lika nyengir malu.
"Yaudah let's go. Kamu udah lebih cantik dari bidadari" Andri menuntun Lika keluar dari ruangan itu.
Mereka langsung berangkat menuju restoran tempat syukuran mereka. Didepan restoran sudah berdiri Adi yang tak sabar menunggu kedatangan Lika. Ia sedikit gugup dan was-was jika Lika tak akan datang karena Lika mengirimkan pesan WhatsApp padanya bahwa Ia sedang tak enak badan.
Saat Lika turun dari mobil, senyum merekah dibibir Adi. Adi melihat Lika dari atas sampai bawah. Ia menelan salivanya, tak disangka gadis itu terlihat sangat cantik malam ini. Balutan gaun merah maroon dengan belahan setinggi lututnya dan polesan make up yang natural ditambah rambut yang disanggul simpel model kekinian membuat gadis itu sangat anggun.
"Jangan lupa berkedip bro!" bisik Andri.
Adi tersadar dari lamunannya. Senyuman manis dari wajah cantik Lika melayangkan dirinya hingga tersadar karena beberapa kali Lika memanggilnya.
__ADS_1
"Bang Adi kenapa sih?" tanya Lika terheran.
"Gapapa kamu cantik banget, yuk masuk" Adi menyodorkan lengannya agar digandeng oleh Lika. Tanpa pikir panjang, Lika langsung menggandeng tangan Adi, mereka terlihat sangat serasi.
Dimeja makan ternyata sudah hadir Sandra dan keluarga Adi. Sebenarnya Lika tidak suka melihat wajah menyebalkan Sandra. Namun begitu, Sandra adalah kekuarga Andri. Dalam acara keluarga Sandra pasti akan datang.
"Kamu cantik banget sayang" Renaya memegang tangan Lika. Tidak dipungkiri wajah cantik Lika menjadi pusat perhatian malam itu.
"Anak siapa dulu dong" sahut Siska. Siska merasa beruntung memiliki Lika, walaupun hanya anak adopsi wajah cantik dan body goals Lika mengalahkan anak perempuan dari teman-temannya.
"Makasih Tante, Tante juga cantik banget" Lika tersenyum menambah pesonanya. Meleleh rasanya tubuh Adi saat itu menatap wajah Lika.
Semua yang ada dimeja itu terlihat sangat bahagia namun tidak dengan Sandra. Ia tampak sangat canggung dan tidak menikmati acara itu. Biasanya hanya Sandra yang menjadi anak perempuan diantara mereka dan Sandra akan menjadi gadis paling cantik. Namun berbeda setelah kehadiran Lika, Ia malah tidak dianggap sekarang terlebih lagi Lika punya punya wajah cantik dan sifat yang baik.
Kekesalan Sandra tidak hanya sampai disitu saja. Sandra semakin membenci Lika melihat Adi tampaknya tak bisa memalingkan pandangannya dari Lika. Sepanjang waktu Adi selalu melirik gadis itu. Sandra juga kesal tak bisa duduk disamping Adi karena saat Sandra datang, pelayan sudah mengatur tempat duduknya.
Setelah selesai makan, Adi pun melancarkan rencananya. Ia merogoh kantongnya memastikan cincin yang dibawanya masih ada. Sedari tadi Andri sudah menyenggol lengannya agar mulai. Pihak yang tidak sabar disini adalah Andri, jomblo yang tidak tau malu.
"Ma, pa, Tante, Om dan semuanya. Pertama saya dan Andri mengucapkan terima kasih untuk malam hari ini. Mohon doanya untuk kami kedepannya agar harapan dan cita-cita kami bisa kamu wujud nyatakan" tutur Adi.
"Malam ini disamping syukuran atas kelulusan kami berdua, saya punya niat baik dan tak ingin menunda waktu juga. Saya mengatakannya disini karena saya mau mempererat hubungan antara keluarga kita" tambah Adi.
"Halahh bacot!" batin Andri lagi.
"Ini maksudnya apaan sih" batin Sandra.
Diantara semuanya hanya Lika yang terlihat santai dan menikmati puding coklat sebagai makanan penutup. Lika tampak tak terlalu memperhatikan Adi saat berbicara.
"Disini saya mau melamar Lika Om, Tante. Saya mau bertunangan dengan Lika. Saya ingin menjaga Lika seumur hidup saya" Adi berbicara sambil melirik ekspresi wajah Lika.
Semua orang menantikan ekspresi terkejut Lika, namun Lika tak menunjukkan ekspresi apapun. Lika memang tak mendengar ucapan Adi karena sedari tadi Ia tak memperhatikan.
"Hah? Ngelamar Lika?" Sandra terkejut mendengar ucapan Adi yang terakhir.
Lika menatap heran. Kalimat yang keluar dari mulut Sandra membuatnya bingung.
__ADS_1
"Siapa yang ngelamar aku?" batinnya. Ia melirik semua orang dan ternyata semuanya menatap kearahnya.
"Iya, saya mau Lika jadi tunangan saya" Adi meyakinkan.
PYARRRRR....
Bagai disambar petir dan dihujani panah api rasanya. Lika melongo mendengar ucapan Adi. Demi apapun ia tak menyangka akan bertunangan dengan Adi dan disaksikan oleh keluarganya.
"Serius?" hanya kata itu yang keluar dari mulut Lika. Tangannya gemetar dan basah. Selama ini ia selalu meledek Adi tak bisa romantis dan sangat bodoh dalam percintaan, namun malam ini Ia ingin menarik kata-katanya itu.
Ia menatap Siska dan Hendra bergantian, namun tak ada ekspresi terkejut diwajah mereka. Lalu Ia sadar sepertinya dimeja ini hanya Ia dan Sandra tidak mengetahui rencana pertunangan ini.
"Pantes booking restoran" batinnya.
"Kamu mau gak menjalani suka dan duka denganku dan suatu saat akan membina hubungan pernikahan" Adi membuka kotak cincin dan berlutut disamping gadis itu.
Lika tampak canggung dengan situasi itu. Wajahnya memerah semu, malu bercampur haru. Lika pun beranjak dan menuntun Adi bangkit, tak tega Ia melihat Adi berlutut seperti itu.
Lika tak menyangka Adi akan seromantis ini. Semua dipersiapkan dengan matang, termasuk restoran dengan dekorasi romantis dan seseorang yang mengabadikan momen itu tak lupa oleh Adi. Sebenarnya bukan Adi yang merencanakan ini semua, Andri adalah pemeran belakang layar yang berjuang untuk itu.
"Iya aku mau" kalimat yang dinantikan pun keluar dari mulut Lika membuat suasana canggung menjadi bahagia. Semua orang sangat bahagia dan lagi-lagi Sandra yang menderita sendirian.
Adi pun memasangkan cincinnya pada jari manis Lika, begitupun sebaliknya. Adi mencium kening Lika dan disambut ramai oleh orangtua mereka.
"Hei kau belum menikahi anak saya anak muda" ujar Hendra.
"Romantisss banget anak kita yah" Renaya tampak hanyut dalam suasana dan menyandarkan kepalanya di bahu suaminya.
"Tolong hargai kami para jomblo!" cetus Andri dan merangkul Sandra. Sandra pun tersenyum manis walau terpaksa.
"Kan udah tunangan" Adi merangkul Lika semakin erat.
"Aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu. Pokoknya apapun itu kamu hanya untukku" bisik Adi.
"Aku juga" sahut Lika sambil tersenyum bahagia. Ada rasa lega dihati Lika, hubungan tak jelas antara Ia dan Adi berujung pertunangan hari ini.
__ADS_1
Beribu fikiran negatif dan kekhawatiran yang disimpannya selama ini raib tanpa meninggalkan bekas. Ia sangat bahagia ketika cintanya selama hampir tiga tahun terakhir akhirnya berbalas.