Cinta Dalam Diamku

Cinta Dalam Diamku
BAB 04


__ADS_3

Rendra


datang menemui Sandra yang sedang duduk sendirian di bangkunya. “Hey, kok


melamun, pasti mikirin gue yah” ucap Rendra, Sandra hanya terdiam tidak seperti


biasanya. “Iya, melamun gue. Emang kenapa?” ketus Sandra, Rendra menyerngit


bingung. “Ada apa sihh, ketus banget ngomongnya. Ada masalah cerita ke gue”


Panik Rendra. Ia mengerti pasti karena masalah semalam.


“Sand,


Gue janji akan berusaha menjaga lo dan mendapatkan restu dari mamamu” ucap


Rendra tulus, Sandra menoleh menatapnya dalam, ia mengangguk sambil memegang


kedua tangan Rendra. “iya”.


Angel


yang melihat dari kejauhan ia hanya bisa menunduk meski hatinya sakit melihat


orang yang disayanginya sedang bersama orang lain. Tetapi ia berusaha


menyembunyikan perasaannya.“Gue akan


selalu membantu lo Rend, demi kebahagiaan lo dengan Sandra” gumamnya dalam


hati lalu pergi begitu saja.


“Yuk


kekantin, laper” ajak Rendra


“Males”


jawab Sandra cuek, karena memang merasa tidak lapar.


“Ya,


kok males sihh, nggak asik” Rendra memasang tampang memelas. “Oke aku temenin”


Sandra beranjak dari bangkunya lalu Rendra ikut mengekor di belakangnya.


Sepanjang


jalan di koridor, semua mata memandang pada sosok Rendra dan Sandra, mereka


berjalan beriringan “Udah dong jangan cemberut lagi” Rendra menatap Sandra yang


memasang muka masam.


“Kak


Rendra” panggil seseorang membuat langkahnya terhenti seketika. Seorang


perempuan berwajah putih memakai bando yang mengikat di kepalanya. “ada apa


Anne?” Tanya Rendra pada empunya. “Kakak di Panggil sama guru Pembina, di ruang


rapat. Karena hari ini ada rapat” jawabnya. Lalu menoleh kearah Sandra yang


masih diam.


Rendra


menepuk jidat saat mngingat ada pertemuan rapat dengan Pembina dan Anggota Osis


lainnya “Aduhhh, gue sampai lupa. Makasih ya sudah ingatin”. Beginilah jadinya menjadi


ketua osis.


“Sand,


gue keruang Guru dulu” pamitnya hanya dibalas anggukan oleh Sandra. “Maaf, aku


nggak bisa temenin lo saat ini” sambungnya.


Rendra


memasuki ruang yang sudah di padati oleh para anggota Osis. Termasuk juga Anne


adik kelasnya. Ia mengambil tempat duduk. Ruang rapat yang luas Rendra dan


Angota lainnya membentuk bundaran, dan guru Pembina Osis, yang memimpin dan


memulai pembukaan dalam rapat tersebut.


Sekolah


SMA Sakti Bangsa akan mengadakan Pentas seni sebelum libur panjang. Hampir


setiap tahunnya mengadakan event tersebut. Rendra hanya terdiam ia masih


terngiang kejadian semalam, Anne yang melirik Rendra yang sedang memikirkan


sesuatu. “Kak” tegurnya, “Ehh, iya” jawab Rendra gegalapan.


“Cukup


sampai disini dulu rapatnya. Nanti kita lanjutkan minggu depan. Membicarakan


tentang kegiatan Pensi ini” tutur Guru paru baya. Semua anggota lain


meninggalkan ruang kelas termasuk Rendra. Ia berjalan sepanjang koridor dengan


tampang lesu, Anne yang melihat kakak kelasnya itu menatap aneh,


“Kakak


ada masalah?” Tanya Anne to the point


“Nggak


ada” jawabnya bohong lalu pergi begitu saja, Anne menyerngit, kemudian Rendra

__ADS_1


kembali lagi “Sekarang lo, bantuin yang nyebarin brosur pentas seninya. Dan


nggak usah urusin urusan gue” ucap Rendra sinis lalu pergi meninggalkannya.


“Dasar Kakak kelas aneh” kesal Anne menatap punggung Rendra yang semakin


menjauh.


Angel


dan Jonathan sedang duduk di bawah pohon, Angel yang mendrible bola basket


sedang Jonathan masih asik dengan buku dan Earphone yang melekat di kepala.


Angel menoleh tersenyum menatap Jonathan. Lalu melemparkan bola basket


kearahnya. “Awhh sakit, Tega amat lo” kata Jonathan sambil melepaskan


Earphonenya.


“Abis,


serius banget bacanya”


“Betewe,


Siapa sih cewek yang lo suka?” Tanya Angel mulai kepo


“Nanti


lo akan tahu dengan sendirinya” jawabnya membuat Angel semakin dibuat


penasaran.


“Nggak


asik lo, katanya sahabat kok gitu” Jonathan hanya diam tidak menanggapi Angel


yang masih menatapnya dengan wajah penasaran sekaligus kekepoan tingkat


dewanya. Rendra datang dengan tampang bingung, ia menatap secara bergantian.


“Hey, kalian sedang bicarakan apa sih, kayaknya serius banget?” Tanya Rendra.


“Asal


lo tahu ya Rend, ternyata sahabat kita yang satu ini. Sedang jatuh cinta” sahut


Angel, Rendra melongo tidak percaya bahwa sahabatnya yang super pendiam ini


bisa jatuh cinta juga. “Yang bener lo?” Tanyanya meyakinkan.


“Iyalah”


sahut Angel lagi Antusias


“Lo orangnya Angel, Lo orang yang


gue suka”ucap Jonathan dalam hati. Rendra langsung duduk disamping


Jonathan dan merangkulnya “Akhirnya sahabat gue bisa jatuh cinta juga.” Kata


“hahaha,


gue nggak nyangka,” katanya tertawa lepas


Rendra


dan Angel tahu bahwa sahabatnya yang satu ini tidak pernah merasakan yang


namanya jatuh cinta. Dan Rendra tahu juga Jonathan sangat tertutup. Dan tidak


pernah mengenal satu pun perempuan, kecuali Angel sahabatanya. Dan hal yang


mustahil bagi Rendra saat mengetahui sahabatnya yang sedang jatuh cinta.


“Jangan


lupa nanti kenalin ke kita ya” ujar Rendra


“Okey,”


jawab Jonathan manggut-manggut


“Dari


pada kita nongkrong disini, nggak jelas. Mendingan kita ke kantin. Laper nih”


usul Angel


“Bener


tuh, sekaligus traktir kita Jo” sahut Rendra menyetujui usulan Angel.


“Yaelah


lo berdua makan mulu dipikirannya.males ahh”


“Jangan


gitu dong, pokoknya harus kekantin tidak pake nolak” Jonathan bernafas gusar


lalu mengusap wajahnya. “Oke, gue ikut. Puas”


Dikantin


Jonathan, Angel, dan Rendra sedang duduk menunggu makanan yang telah mereka


pesan. Seperti biasa Jonathan tidak pernah lepas dari bukunya. Rendra yang


masih asik dengan ponselnya sedangkan Angel hanya duduk diam sesekali melirik


Jonathan.


Angel


bingung siapa orang membuat sahabatnya itu jatuh cinta. Setahu Angel, Jonathan

__ADS_1


tidak pernah dekat dengan seorang cewek kecuali dirinya.


Apa


cewek itu cantik?


Pintar?


Berprestasi?


Dan


Suka membaca juga seperti Jonathan?


Pertanyaan


itu masih terngiang di kepalanya. “Beruntung


banget itu cewek bisa tahklukin hatinya si manusia kutub seperti Jonathan.” Pikir Angel. Seorang pelayan kantin datang dengan membawa tiga gelas orange jus


di atas mampang. Pelayan membagikan kepada tiga sekawan tersebut “silahkan di


minum Aden dan Non”


“Makasih,


Mpok” jawab Rendra sambil memberikan senyum lebarnya.


“Gue


penasaran siapa sih cewek yang bisa buat sahabat gue ini jatuh cinta?.” Rendra


mulai membuka suara sambil mengayungkan telunjuknya di jidatnya. “Nggak usah


kepo” sahut Jonathan “eitss eitss jelas gue kepo sama lo. Gue kan sahabat lo”


Jonathan bernafas gusar. Sambil mengaduk orange jus.


Terdengar


suara deringan ponsel, Angel merogoh ponsel disaku bajunya. Beranjak dari


tempat duduknya dan menjauh dari kedua sahabatnya. Rendra dan Jonathan saling


melemparkan kode satu sama lain.


“Iya


Bang, tenang aja. Gue akan pergi kok. Nggak usah kwatir gue baik-baik aja”


jelas Angel kepada Kakaknya di seberang sana. Lalu menutup telepon dan kembali


ke tempat semula.


“Dari


siapa? Kok bête gitu” Tanya Rendra


“Dari


abang gue” jawab Angel karena yang menelpon memang benar kakaknya.


Angel


berjalan sepanjang lorong rumah sakit dan di temani oleh Rey. “Kak kenapa


sampai temani gue sih?, gue bisa sendiri” keluh Angel “Karena gue nggak mau lo


kabur dan nggak mau cek up. Oke” ucap Rey To The Point. Selama ini Angel selalu


saja kabur dari Rey setiap kali di ajak untuk cek up. Kini mereka sampai di


depan ruangan dokter. Rey membuka pintu lalu masuk.


Angel


menjalani pemeriksaan dari dokter yang masih berusia muda. Setelah itu ia


kembali duduk dan mengatakan tentang kondisi Angel saat ini. “Bagaimana kondisi


adik gue Cleo?” Tanya Rey pada dokter yang bernama Cleo.


“Sejauh


ini, kondisinya baik-baik saja. Asalkan ia selalu rutin meminum obatnya.” Rey


mengangguk paham “Dan satu hal, Angel tidak boleh terlalu capek. Di takutkan


kondisi ginjalnya makin buruk”


“Kalau


gitu, gue akan mengawasinya. Terima kasih ya Cle”


“Santai


aja. itu sudah kewajiban gue” jawab Cleo santai


“Aduh


kalau sudah begini, jadi nyamuk deh gue” sahut Angel meledek membuat keduanya


salah tingkah. Memang Cleo dan Rey berteman dekat sejak dulu, karena Ayah Cleo


juga merupakan dokter pribadi Juanda jadi wajar saja. “Lo ngomong apa sih.


Ngacoo deh” ujar Rey salah tingkah, Angel bersedekap dada. “Udah gue mau


pulang” sambung Angel berdiri lalu keluar begitu saja. Cleo Ananta merupakan


Dokter yang menangani Angel selama ini. dia adalah dokter pribadi di keluarga


Juanda.


“Kalau


begitu gue balik dulu,” pamit Rey pada Cleo.

__ADS_1


“Iya”


Angguknya tersenyum lebar


__ADS_2