Cinta Dalam Diamku

Cinta Dalam Diamku
Episode 56


__ADS_3

HALLO READERS-KU 😍😍


SEMOGA KALIAN SUKA YA


SELAMAT MEMBACA😚


πŸ’ŒπŸ’ŒπŸ’ŒπŸ’ŒπŸ’ŒπŸ’ŒπŸ’ŒπŸ’ŒπŸ’ŒπŸ’ŒπŸ’ŒπŸ’ŒπŸ’ŒπŸ’Œ


Pagi hari suhu hangat dan selimut yang tebal menemani Aygra, sangat berbeda dengan keadaan saat Ia masih sadar. Anak itu membuka matanya perlahan dan menggeliat malas.


Ia membuka selimut yang menutupi seluruh tubuhnya dan duduk diatas ranjang dengan raut wajah yang heran dan bertanya-tanya. Ia melihat seluruh ruangan yang penuh dengan nuansa putih dan merah muda ditata begitu epic dan sangat menonjolkan kesan wanita.


Disebelah kirinya sedang terlelap seorang gadis cantik dengan kulit putih bersih dan rambut coklat. Ia memperhatikan gadis itu dengan seksama.


"Ini bukan Mama" gumamnya sambil menepis rambut yang menutupi wajah gadis itu.


Aygra melihat lagi wajah gadis yang terlelap itu mengingat-ingat wajahnya seperti tidak asing dimatanya. Tanpa Ia sadari, ia mengelus-elus pipi gadis itu.


Lika yang masih tidur dengan mimpi yang indah merasa ada tangan kecil mengelus-elus wajahnya perlahan mengganggu mimpi indahnya. Lika membuka matanya dan melihat pemandangan yang baru dirasakannya seumur hidupnya.


Lika terbangun dan melihat sosok imut menggemaskan disampingnya menatap dengan seksama.


"Heii..Kamu sudah bangun?" ucap Lika serak dengan muka bantalnya.


Aygra terkejut dan refleks mundur hingga terjatuh ke lantai. Aygra mengaduh kesakitan dan detik berikutnya anak itu langsung menangis.


"Astaga..." melihat anak itu terjatuh gadis itu dengan cepat keluar dari selimut dan menggendongnya.


Lika mengelus-elus punggung dan kepala anak itu dengan sayang dan meniupnya.


"Masih sakit?"


Aygra menggelengkan kepalanya. Ia sangat canggung melihat gadis cantik didepannya menggendongnya seperti anak kecil (memang anak kecil). Rasanya Aygra ingin memutar waktu agar Ia tak perlu menangis karena terjatuh karena sangat malu menangis didepan gadis cantik (tau aja yang bening).


Lika tiba-tiba mengerutkan keningnya.


'Kok ni anak tau bahasa Indonesia?' gumamnya.


"Are you an Indonesian?" Tanya Lika masih posisi berdiri menggendong anak kecil itu.


Aygra menatapnya bingung. Semakin dilihatnya wajah gadis itu yang baru bicara entah bicara apa.


Lika tersenyum geli. Melihat raut wajahnya sepertinya anak didepannya tidak mengerti bahasa Inggris.


"Nama kamu siapa?" tanya Lika memastikan apakah anak itu benar-benar satu negara dengannya.


"Aygra."


'Ohhh bener kan dari Indonesia' batin Lika mengerti. Lika memeluk Aygra semakin kencang karena gemas bertemu anak seimut itu.


"Aunty mukanya mirip Aunty cantik aku!" Satu kalimat yang keluar dari mulut Aygra membuat Lika menatap Aygra semakin gemas.

__ADS_1


"Masa sih ada yang secantik Aunty?" tanya Lika narsis.


Aygra mengangguk dengan semangat.


"Tapi Aunty aku udah sama Tuhan. Kata Mama, Tuhan sayang sama Aunty."


Lika mencerna kata-kata Aygra. Lika mengerti apa yang dimaksud Aygra.


"Aygra kok bisa sendirian tadi malam? Papa dan Mamanya dimana?"


Aygra berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi.


"Aunty, Aygra lihat kembang api besaaaaaaaaarrrrrrrr" Aygra mengibaratkan perkataannya dengan merentangkan tangannya, "abis itu Mama dan Papa hilang" terang Aygra polos.


Lika tertawa kecil.


'Bukan Mama dan Papamu yang hilang sayang, tapi kamu yang hilang!' batinnya tertawa mendengar penjelasan polos Aygra.


"Nanti kita cari Papa dan Mama kamu ya, kita makan dulu okay." Lika menggendong Aygra keluar dari kamarnya menuju ruang makan. Sesekali Lika mencium pipi gembul anak itu karena gemas.


Leonard baru saja bangun dari tidurnya. Ia mendengar suara orang bicara dari dapur juga dentingan sendok dan wajan. Pria itu pun melangkahkan kakinya menuju dapur melihat apa yang terjadi di sana.


"Good morning!" sapa Leonard dengan senyuman khasnya.


Aygra terkejut. Ia menatap Leonard seksama dan detik berikutnya langsung berlari memeluk Lika.


"Aunty, Om itu siapa?" Aygra menyembunyikan wajahnya di belakang Lika.


'Apakah aku seseram itu?' batinnya.


Lika mematikan kompornya dan berjongkok menyeimbangi tinggi badan Aygra.


"Om itu baik kok sayang, dia gak makan orang kok."


Mendengar penjelasan Lika bukannya semakin tenang, Aygra malah semakin takut dan memeluk leher Lika semakin kencang. Ia membenamkan wajahnya pada sela-sela leher Lika.


Lika menahan tawanya melihat ekspresi wajah Leonard yang bingung. Ia memeluk Aygra dan menggendongnya.


"Ternyata kamu belum cocok jadi suamiku Iyo. Anak kecil saja takut liat kamu." Lika tertawa meledek Leonard.


Penampilan Leonard yang baru bangun tidur ditambah jambangnya yang mulai panjang membuat dia terlihat seram di mata Aygra.


Leonard menggaruk-garuk kepalanya.


"Cila...Masa hanya karena anak ini kamu mengatakan aku gak cocok jadi suami. Sini aku kembalikan anak ini ke jalanan!" Leonard menarik-narik Aygra dari pelukan Lika hingga membuat Aygra menangis histeris. Bagaimana tidak menangis, anak yang belum genap empat tahun malah digoda seperti itu.


Lika mengambil spatula kayu dan memukul kepala Leonard pelan.


"Jangan ganggu kami Om, atau kami kutuk jadi monyet!" ucap Lika setengah berteriak seolah-olah memarahi Leonard.


Aygra mengangkat kepalanya dan menatap Leonard menang.

__ADS_1


"Sini Aygra pukul Aunty." Aygra meminta spatula Lika dan memukul kepala Leonard sekuat tenaganya.


Pukkk....


Satu pukulan mendarat tepat dikening Leonard hingga meninggalkan bekas yang memerah. Aygra memukulnya dengan penuh dendam.


"Jangan ganggu Auntyku!!!"


"Aaauuuu!!!" Leonard meringis kesakitan. Beda halnya dengan Leonard, Lika malah tertawa terpingkal-pingkal.


Leonard mengelus-elus bekas pukulan Aygra yang mulai membengkak. Kalo bukan karena Lika tengah menggendongnya mungkin Leonard sudah memasukkannya kedalam karung dan dibuang di laut.


Setelah perdebatan kecil itu mereka bertiga pun sarapan. Walaupun sudah tidak ribut tapi tetap saja Aygra memandang Leonard sebagai musuh. Aygra terus-menerus menempel pada Lika hingga Leonard tak punya kesempatan memberinya pelajaran.


"Iyo...bagaimana cara kita mengembalikan Aygra pada Papa dan Mamanya?" Lika memecahkan keheningan dan otomatis menghentikan suasana mencekam antara Aygra dan Leonard.


"Aku akan kerahkan seluruh kemampuanku untuk mengembalikan bocah ini pada orangtuanya. Aku gak mau dia nempel-nempel sama kamu!"


"Aunty...Susu coklat Aygra mana?" celetuk Aygra. Lika dan Leonard saling menatap. Bukannya kesal, tapi mana ada susu coklat di apartemen Lika.


"Tapi sayang, disini gak ada susu coklat." jawab Lika hati-hati.


"Tapi kata Mama, tiap hari Aygra harus minum susu coklat supaya cepat besar. Jadi harus minum susu coklat Aunty."


"Heh bocah! Makan aja apa yang ada, banyak permintaan!" Leonard semakin geram dengan anak didepannya. Bagaimana tidak, Leonard merupakan anak tunggal dan dia juga tak pernah membesuk keponakan-keponakannya yang berada di Indonesia sehingga Ia tidak tau bagaimana caranya berhadapan dengan anak kecil seperti sekarang ini.


Aygra menciut dengan kata-kata Leonard. Satu detik setelah bentakan dari Leonard Aygra pun menangis.


"Iyo...." Lika mencubit lengan Leonard kesal. "Kamu gak boleh kasar sama anak kecil!" Lika menepuk-nepuk punggung Aygra dan berusaha membujuknya.


"Yaudah sayang, abis kamu makan banyak kita mandi ya. Abis ini kita cari susu coklat yang banyak banget."


"Bener Aunty? Banyaaaaaaakkkkk bangeeeet?" sahut Aygra sumringah merentangkan tangannya seolah-olah bukan dia yang barusan menangis.


"Ho'oh. Makan yang banyak!" titah Lika.


Leonard semakin sebal karena Lika memanjakan Aygra. 'Baru sehari anak ini disini, aku udah enggak dipedulikan Cila' batin Leonard cemburu. Leonard memanyunkan bibirnya seperti anak kecil hingga Lika tertawa geli melihat tingkahnya.


*****


HAI TEMAN-TEMAN READERS


TERIMAKASIH YA UDAH SETIA IKUTIN SETIAP EPISODE CINTA DALAM DIAMKU


PLEASE LIKE, KOMEN & FOLLOW AKU DONG


JANGAN LUPA VOTE JUGA YA KARENA SETIAP PARTISIPASI KALIAN BAIK DALAM LIKE, KOMEN & FOLLOW SANGAT MEMPENGARUHI MOOD AKU DALAM MENULIS


THANK YOU😘


Anne ChellycaπŸ’Ž

__ADS_1


__ADS_2