Cinta Dalam Diamku

Cinta Dalam Diamku
Episode 40


__ADS_3

Adi menyusul Lika dengan tergesa-gesa. Kali ini Adi benar-benar mati kutu tanpa nasihat dari Andri. Ia benar-benar tidak punya skil apapun dalam menghadapi wanita.


Sepanjang perjalanan pulang Lika tetap diam dan tak memperdulikan apapun yang dikatakan Adi. Sesampai dirumah Lika langsung masuk kedalam kamarnya.


"Gimana bro?" tanya Andri penasaran saat Adi sudah masuk dan meletakkan helm diatas lemari.


"Gatau gue pusing" Adi segera menjatuhkan dirinya diatas kasur.


"Gue udah tebak dari muka Lika" Andri menarik selimutnya bersiap untuk tidur.


Adi terus menerus merenungi nasibnya. Ia tak akan menyangka bahwa wanita serumit itu. Ia bahkan tidak pernah menghadapi perempuan sebelumnya.


***


Setelah genap sebulan Lika berada dikampung halamannya, ia pun harus kembali ke Yogyakarta. Ketiga anak muda itu sudah bersiap-siap untuk berangkat.


"Pak, Ma, Stev, aku berangkat ya. Kalian jaga diri" pamit Lika dan memeluk mereka satu persatu.


"Hati-hati kamu disana, jaga diri baik-baik ya nak" sahut Rina dan menciumi putrinya itu.


Adi dan Andri pun pamit dan mencium tangan orang tua Lika, tak lupa juga mereka pamit pada Steven yang sudah menemani hari-hari mereka didesa itu.


Adi mengeluarkan sebuah jam tangan dari sakunya. Jam tangan itu awalnya sangat disukai Steven.


"Buat kamu" Adi menyodorkan jam tangan tersebut.


"Beneran bang?" tanya Steven kegirangan.


"Iya beneran, sekolahnya bagus-bagus ya" Adi mengacak-acak rambut anak itu hingga jambulnya yang tegak pun layu.


Mereka pun masuk kedalam mobil yang sengaja disewa oleh Lika untuk membawa mereka menuju bandara. Taxi tersebut berlalu meninggalkan desa itu, desa kesayangan Lika.


Tak sadar, Lika pun meneteskan air matanya karena berat meninggalkan keluarganya. Adi yang duduk disamping Lika pun langsung cari kesempatan mengambil hati Lika. Semenjak kejadian di pasar malam itu, Lika sangat kesal dan tak mau berbicara pada Adi. Namun hari ini Lika tak melawan saat dirangkul oleh Adi.


"Udah jangan nangis! Masa nangis udah segede ini" Adi mengelus-elus rambut Lika berusaha menenangkannya.


Lika tak menjawabnya. Gadis itu tetap diam hingga tiba di bandara meskipun diajak bicara. Saat mereka sudah check in, mereka menuju sebuah restoran untuk makan siang.


"Kita makan dulu, masih dua jam lagi keberangkatan" usul Andri.

__ADS_1


"Kita makan fried chicken ya bang" sahut Lika.


Kedua lelaki itu menghela nafas lega saat Lika sudah mau bicara. Tanpa basa-basi mereka langsung menuju restoran request dari Lika.


Setelah makan, mereka berjalan menuju ruang tunggu. Tiba-tiba ada seorang laki-laki yang menepuk pundak Lika.


"Hai...Kamu masih ingat aku?" tanya lelaki itu.


Lika berusaha mengingat lagi.


"Beni? Yang driver taxi Itu kan?" sahut Lika.


"Iya, sebenarnya aku mahasiswa dikota Medan. Karena libur aku ngisi waktu disini. Kamu mau balik ke Yogyakarta?".


Adi pun panas dan tak terima melihat gadisnya didekati orang lain.


"Iya aku mau ke Yogyakarta lagi. Wahh ternyata mahasiswa toh. Pantes keren hahaha" puji Lika sungguh-sungguh.


"Bisa aja kamu, oh iya aku udah follow akun Instagram kamu loh. Nanti follback ya, manatau kita bisa jadi teman baik"


"Oke, aku duluan ya. Sampai jumpa lagi" pamit Lika.


Tiga jam perjalanan akhirnya mereka tiba di bandara Adisucipto Yogyakarta. Siska dan Hendra sudah menunggu mereka dibandara itu. Saat melihat Lika Siska langsung memeluk dan menciumi gadis itu melepaskan kerinduannya selama sebulan tak bertemu.


"Ma, mama masih punya anak satu lagi loh" timpal Andri cemburu, namun siska malah meledeknya.


"Sini Papa yang peluk kau nak" Hendra merangkul Andri.


"Ayo kita pulang, mama udah minta pengurus masakin makanan kesukaan kalian" Siska menuntun Lika.


"Kau dijemput kah?" tanya Hendra pada Adi.


"Enggak Om, mau pesan taxi aja" sahut Adi.


"Yaudah bareng aja, nanti sekalian kami nganterin kamu dulu ke rumah Di" tawar Siska.


Adi mengangguk mengiyakan tawaran orangtua Andri. Mereka berlalu meninggalkan bandara itu.


Selama perjalanan Siska terus memeluk Lika seakan tak ingin berpisah. Siska sangat kesepian saat kepergian Lika ke kampung halamannya. Tersimpan seribu pertanyaan dibenaknya apa saja yang terjadi pada Lika dan Adi terutama saat Andri belum menyusulnya.

__ADS_1


Lika juga berubah tidak seperti biasanya. Gadis itu menjadi lebih pendiam dan tak seceria biasanya. Saat Adi sudah turun mendadak gadis itu malah kembali seperti biasa. Kecurigaan pun bertambah besar dibenak Siska.


Saat sampai di rumah mereka langsung makan dan beristirahat. Kesempatan emas bagi Siska untuk bertanya pada Lika ada apa sebenarnya yang terjadi di antara mereka berdua. Rasa khawatir menyelimuti hatinya saat ini.


Siska mengetuk pintu kamar Lika.


"Siapa?" ujar gadis itu.


"Ini Mama sayang" sahut Siska.


Lika pun membukakan pintu kamarnya dan merekahkan senyum terbaiknya pada Siska.


"Mama ganggu gak nih?" tanya Siska memastikan.


"Enggak kok Ma, Lika cuman tiduran aja tadi" Lika menatap mamanya penasaran. Apa gerangan mamanya datang kekamarnya.


"Mama mau nanya boleh sayang?" Siska mulai bicara.


"Nanya apa ma?" Lika mengerutkan keningnya.


"Kamu sama Adi kenapa? Kok diem-diem gitu mama perhatikan, biasanya juga kalian ribut" tutur Siska.


"Oohh..Gapapa ma, Lika kesal aja sama dia" Lika menyandarkan kepalanya pada bahu Siska.


"Kesal kenapa anak mama"


Lika pun menceritakan semua pengalamannya selama di desa bersama Adi. Lika sesekali mengumpat Adi karena kesal. Siska tersenyum lega mendengarkan cerita putrinya itu. Ia tak menyangka Lika punya sifat cemburu seperti itu.


Siska sangat lega tak ada hal-hal besar yang perlu dikhawatirkan diantara mereka. Awalnya Siska hanya khawatir jika terjadi sesuatu pada Lika, namun setelah mendengar ceritanya Siska malah geli membayangkan bagaimana malangnya Adi menghadapi badmood seorang gadis.


"Kamu jujur deh sama mama, kamu cinta kan sama Adi" tanya Siska serius.


"Apaan sih ma tanyanya begitu. Lika males ahh jawabnya" wajahnya memerah semu. Lika membenamkan wajahnya pada bantal. Ia terlihat malu-malu untuk jujur pada Siska. Siska tertawa geli melihat ekspresi Lika.


"Hayo anak Mama jatuh cinta kan" Siska terus menerus mengintrogasi Lika.


Siska sudah tahu sejak awal bahwa ada sesuatu antara Adi dan Lika. Adi juga menunjukkan sikap yang sangat perhatian dan memperlakukan Lika istimewa. Ditambah lagi dengan kejadian ini, Siska semakin yakin bahwa dia dan Renaya akan berbesan di masa depan.


"Sudah sudah jangan begitu, nanti kamu susah bernafas" Siska menepuk-nepuk pundak Lika. Lika mengintip memastikan Siska akan meledeknya lagi atau tidak.

__ADS_1


Lika pun bangun dan duduk disamping Siska. Mereka pun berbincang-bincang tentang apa saja yang Lika lakukan didesa. Tak lupa juga ia menyanyikan salam dari orangtuanya dikampung pada Siska.


__ADS_2