Cinta Dalam Diamku

Cinta Dalam Diamku
Episode 85


__ADS_3

Persiapan demi persiapan mulai dilakukan oleh Adi dan keluarga, begitu juga dengan Lika dan keluarganya. Lamaran juga sudah dilangsungkan di kediaman Hermawan sesuai dengan adat dan tradisi keluarga Lika.


Hari ini Adi akan mengajak Lika untuk membeli cincin dan gaun pengantin. Mereka sudah janjian akan pergi bersama.


"Ehh... kak Adi udah nyampe, janjian sama Lika ya?" sapa Ana ketika melihat Adi duduk di sofa ruang tamu.


"Iya Na, mau ambil cincin sama gaun" ucap Adi.


"Bentar ya kak aku panggilkan Lika."


"Gak usah Na, aku udah hubungin Lika kok, dia lagi siap-siap."


"Oh oke. Kakak mau minum apa?"


"Gak usah Na, udah sarapan tadi di rumah."


"Oh oke deh kak, Ana tinggal ya kak."


"Sip!" ucap Adi.


Beberapa menit kemudian Lika turun kebawah menemui Adi. Lika menggunakan kaos berwarna putih dengan celana jeans biru laut membuat lekuk tubuhnya terbentuk jelas.


"Maaf ya lama, tadi aku kesiangan" ucap Lika ketika sudah berada di depan Adi.


"Kamu mah kesingan Mulu tiap hari" ucap Adi menoel hidung Lika.


"Jangan sentuh-sentuh, sabar nunggu hari H" ujar Andri muncul tiba-tiba dengan semangkuk buah yang sudah dipotong.


"Noel doang masa gak boleh sih" protes Adi.


"Gak boleh!" sahut Andri posesif.


"Udah, udah! Bang Andri, kita pergi dulu ya bang."


"Iya, hati-hati kalian. Jangan lama-lama Lo bawa adek gue pulang, sekali kuda Nil tetep kuda Nil tau gak, gue gak percaya-percaya amat sama Lo!"


"Apaan sih Lo! Lika nih pacar gue yang pertama dan satu-satunya, itu artinya gue gak pernah main-main sama perempuan!" sahut Adi lalu menarik tangan Lika keluar.


"Jangan pulang malam..." ujar Andri setengah berteriak.


"Si Andri nyebelin banget sih, posesif banget jadi orang" ucap Adi saat mereka sudah berada di dalam mobil.


"Lucu banget sih kalian, sahabatan puluhan tahun tapi tetep aja berantem" ucap Lika meledek.


"Abisnya ngeselin!" ucap Adi dengan pandangan terkunci pada jalanan.


"Udah ahh, kamu kayak anak ABG aja. Oh iya, hari ini terakhir kita ketemu kan bang, kata bunda kita bakalan dipingit" ucap Lika.


Adi menghela nafasnya panjang,


"Apaan sih harus pingit-pingit. Kan nanti aku kangen...." rengek Adi. Lika pun terkekeh geli.


"Apaan sih bang, kayak adek-adek aja kamu tuh. Kan abis nikah bakalan bareng terus 24 jam!" Ujar Lika menekankan kata 24 jam.


"Tapi aku maunya dari sekarang, gimana dong?" ucap Adi menggoda.

__ADS_1


"Kok aku jadi takut ya sama kamu" ucap Lika.


"Apaan sih sayang, hahaha..." gelak Adi.


"Kita kemana dulu nih? Ke butik atau toko perhiasan?" tanya Lika.


Semenjak berada di Indonesia Lika sudah membuka cabang butiknya di Jogja atas permintaan Adi. Adi ingin mereka tinggal di Jogja setelah menikah nanti agar lebih dekat dengan keluarga terlebih orang tua Lika juga akan menetap di Jogja tepatnya di kediaman Hermawan.


"Kita ke toko untuk beli cincin dulu deh, abis itu kita ke butik" ucap Adi.


Sesampai di toko perhiasan ternyata disana sudah ada Renaya dan Prasetya.


"Bunda, Ayah, kalian disini juga?" ucap Lika.


"Iya sayang, kan mau beliin mantu mas kawin" ucap Renaya.


"Bunda! Kalian apaan sih? Adi sanggup kok beliin Lika mas kawin, ngapain sih kalian harus ikut segala? Adi itu masih mampu ya Bun, jangan buat Adi malu dong..." ucap Adi gusar.


Renaya pun tertawa melihat tingkah anak semata wayangnya itu.


"Iya, iya. Bunda kesini mau beliin Lika kalung kok, bukan mas kawin kalian. Kamu gak usah ngambek gitu" ujar Renaya.


"Bunda jangan godain Adi terus dong, kasian mau nikah tapi hipertensi terus" ucap Prasetya dengan nada meledek.


"Tau ah! Cepetan Bun, kita cuman mau berduaan nyari cincinnya. Kalian ngapain sih ngekorin kita Mulu kemana-mana kayak gak pernah muda aja, ngeselin!" Adi mengucek wajahnya frustasi dengan tingkah kedua orangtuanya.


"Bang, udah gak papa kok" ucap Lika lembut.


"Terserah!" ucap Adi lalu meninggalkan Lika bersama kedua orangtuanya menuju sebuah cafe di seberang jalan.


"Sebenarnya kita salah juga Bun, kita selalu mengacau moment kebersamaan mereka" ucap Prasetya merasa bersalah pada putranya.


"Iya ya yah?" ucap Renaya terus memandangi Adi menjauh dari mereka.


"Bunda, Ayah, Maafin Bang Adi ya" ucap Lika tak enak hati. Lika jadi serba salah berada diantara orang tua dan anak itu.


"Bukan salah kamu kok sayang, yaudah Bunda sama Ayah pulang aja deh ya, maafin kita ya udah gangguin kalian" ucap Renaya menyesal.


"Iya bunda, Lika gak masalah kok" ucap Lika.


Lika tersenyum melepas calon mertuanya pulang. Setelah mobil mereka tak terlihat lagi ia pun menghampiri Adi di cafe. Lika sebenarnya tak menyalahkan Adi juga karena bersikap seperti itu, semenjak persiapan pernikahan mereka kedua orang tua Adi selalu merecoki mereka kemana pun. Paling mengesalkan mereka sempat gagal prewedding karena Renaya menyenggol kameraman hingga kakinya terkilir. Terpaksa deh prewedding-nya ditunda sampai besoknya, eh ditambah lagi ini mereka masih aja ngekor kemana-mana, ngamuk dong bang Adi.🤣


"Sayang..." panggil Lika ketika dia sudah duduk di samping Adi.


"Udah selesai?" tanya Adi dingin.


"Jangan gitu dong, Bunda sama Ayah juga udah pulang kok. Jangan ngambek ya..." bujuk Lika.


"Hmm..."


"Jangan ngambek gini dong, masa seorang Adi Prasetya yang tampan dan dingin di mata publik malah ngambek tak jelas begini, yang bener aja dong sayang..."


"Tapi aku gak habis fikir aja sama kamu, kamu tau kan Bunda sama Ayah dari kemarin ngerecokin kita tapi kamu gak pernah menolak mereka. Mereka malah menjadikan kamu tameng!" omel Adi masih dengan raut wajahnya yang gusar.


"Kan gak mungkin aku nolak sayang, mereka itu calon mertuaku yang bakalan jadi mertuaku, orangtua aku juga kan?" ucap Lika lembut sekali.

__ADS_1


"Iya sih, tapi mereka kan jadi keenakan!"


"Sudahlah bang, jangan ngambek lagi okey! Kita makan dulu sekarang abis itu kita beli cincinnya ya, jangan ngambek-ngambek dong! Gak malu apa kalo ngambek gitu, harusnya aku yang ngambek kamu yang bujukin eh ini malah kebalik..."


"Iya sayang...maaf ya..." ucap Adi mengelus pipi cantik Lika.


"Ho'oh."


Setelah makan mereka kembali ke seberang jalan yaitu toko perhiasan.


"Selamat siang Mbak, Mas, mau cari apa?" sapa seorang pelayan toko perhiasan itu.


"Kami mau cari cincin pernikahan" ucap Adi dingin. Adi memang sangat dingin pada semua orang terutama wanita, bagi Adi wanita adalah makhluk paling menyebalkan karena diperhatikan sedikit bisa-bisa langsung baper.


"Ohh sebelah sini Mas, Mbak..." ucapnya.


"Yang ini bagus bang, liat ada permata putihnya..." ucap Lika.


"Bagus, kamu suka?" ucap Adi.


"Suka sih, tapi tanya dulu harganya bang, nanti mahal."


"Mbak, kita mau yang ini ya. Bisa ukir nama didalamnya kan?" tanya Adi.


"Bisa mas, tolong tulis namanya ya..." ucap pelayan itu memberikan secarik kertas.


"Yang cowok tulis nama 'LIKA' dan yang cewek tulis nama 'ADI', udah gitu aja" ucap Adi mantap.


"Baiklah, ini bill-nya dan silahkan dibayar mas, untuk cincinnya mau dikirim ke alamat atau diambil besok?"


"Dikirim aja mbak..." sahut Adi cepat


"Baiklah, silahkan lakukan konfirmasi alamat dan pembayaran ya mas, terimakasih sudah berbelanja." ucap pelayan tersebut.


"Terimakasih."


"Kok namanya kebalik gitu bang?" ucap Lika ketika mereka sudah selesai melakukan pembayaran.


"Di cincin aku ada nama kamu karena aku milik kamu dan di cincin kamu ada namaku karena kamu milikku" ucap Adi percaya diri.


"Uhh...ya ampun. Kamu So sweet banget sih..." ucap Lika malu-malu.


"Calon suami siapa dulu dong..." ucap Adi.


"Lika Mey dong!" sahut Lika antusias.


"Nah itu tau, yaudah yuk ke butik..." ucap Adi menggandeng tangan Lika menuju mobil.


*****


Hari ini segini dulu ya, jangan lupa like, komen dan Vote aku


Thank you 🤗


Singgah juga di novelku yang lain judulnya Allea ❤️

__ADS_1


__ADS_2