Cinta Dalam Diamku

Cinta Dalam Diamku
BAB 10


__ADS_3

Angel berdiri mengambil


dua sapu tangan lalu memasangnya di kedua tangannya. Angel berdiri tepat depat


samsak yang bergantung dikamarnya. Saat ini samsak yang menjadi sasaran


empuknya. Ia memukul sekuat tenaga, mengeluarkan segala kekesalannya.


“Apa yang terjadi pada


diri gue sih? kenapa gue marah saat Jojo bersama yang lain, sedangkan yang gue


suka itu Rendra” Tanya Angel pada dirinya sendiri, ia terus memukul samsak


hingga ia merasa kelelahan.


Rey yang membuka pintu


kamar Angel tanpa mengetuk pintu. Seketika ia terkejut Angel sudah duduk lemas


dengan keringat yang bercucuran. Rey menghampiri adiknya itu cemas. Lalu


mengangkat Angel Qween bad sizenya.


“Astaga Angel lo kenapa


sih? bisa begini. Entar gue telpon dokter dulu” cemas Rey menatap adiknya masih


dalam kesadarannya.


“Udah ah, lo diem dulu


napa” Rey segera berlari keluar, hanya Rey dan pembantu yang berada di rumah.


karena orangtua mereka sedang sibuk dengan pekerjaannya. Angel mengusap wajah


yang gusar. dengan nafas yang tidak beraturan.


Rey datang dengan


Dokter, Dokter itu memeriksa Angel yang masih “Gue, Enggak apa-apa Bang. Gue


ini sudah baikan” Racau Angel,


“Adik anda perlu


istirahat banyak, jangan terlalu banyak aktivitas juga. yang membuat kondisi


tubuhnya melemah” Nasehat Dokter Anton, selaku Dokter pengganti.


Rey hanya mengangguk


lalu duduk di pinggiran kasur Angel dan mengusap kepala adiknya. Rey hanya


menghembus nafas gusar, karena adiknya sungguh keras kepala. Tidak mau


mendengar apa yang dikatakannya.


Sekarang Angel sudah terlelap


dalam tidurnya, seketika Rey membuka membungkus tangan yang berbentuk jari itu.


yaitu sebuah sarung tinju. “Sudah Abang katakana jangan terlalu capek. Gue


harap lo mengerti Dek. Karena gue tidak mau lo kenapa-kenapa. Sedangkan papa


dan Mama saja tidak peduli dengan keadaan lo saat ini” Rey masih mengusap


rambut Angel lembut. Seakan tidak ingin kehilangan adiknya itu.


Rey berjalan keluar


menuju sebuah ruang keluarga, ia kembali teringat kepada masalalunya. Dimana


ada keceriaan bersama keluarganya. Namun Renata dan Martin yang terlalu sibuk


dengan perkerjaan masing-masing sehingga melupakan sosok dua anaknya. Rey hanya


bisa duduk diam, sesekali tersenyum tertawa sendiri seperti orang gila. Dokter


yang tadi memeriksa Angel kini sudah pergi.


Jonathan yang datang


tiba-tiba sehingga membuyarkan lamunan Rey. “Bagaimana keadaan Angel Bang. Apa


dia baik-baik aja?” Tanya Jonathan


“Dia sudah tadi

__ADS_1


ditangani oleh Dokter, dan sekarang Angel sedang istirahat” Ucap Rey lalu


mengantar Jonathan kekamar Angel.


“Sebenarnya Angel sakit


apa sih Bang, kenapa dia bisa seperti ini?” Tanya Jonathan Rey masih diam.


“Dia cuman kecapean


saja Jo,” Ucap Rey berbohong. Jonathan tahu bahwa Rey sedang berbohong padanya.


tetapi kekewatiran saat melihat Angel tengah terbaring lemah.


Jonathan mengusap


kepala Angel lembut, “Cepat sembuh ya, jangan buat gue kawatir lagi” ucap


Jonathan lembut. lalu ia berdiri.


Angel yang baru saja


bangun dari tidurnya, lalu ia menoleh ada sebuah coklat diatas nakas. Ia


mengambil lalu celingak celinguk mencari siapa yang menaruhnya diatas nakasnya.


“Coklat, perasaan tidak


ada coklat disini. Siapa yang naruh?” Tanya Angel pada dirinya sendiri. Ia


menoleh lagi mendapati sebuah note kecil, Angel mengambil note itu lalu


membukanya.


Angel tersenyum saat membaca


note itu, tetapi ia masih bingung. siapa yang memberinya coklat dan sebuah note


penyemangat untuknya. Dan itu masih terngiang di kepalanya.


“Secret Admirer”


gumamnya masih menatap note kecil itu, Angel menyimpan kedalam laci note itu.


Angel beranjak dari


Dimana Rey sedang duduk di sebuah gazebo sambil bermain gitar. Rey tersenyum


lebar saat melihat adiknya itu sudah berdiri dihadapannya.


“Papa dan Mama mana


Bang?” Tanya Angel pada Rey


“Belum balik,” Jawab


Rey masih memainkan gitarnya, Angel hanya mengangguk mengiyakan.


“Bagaimana keadaan lo?”


Tanya Rey memastikan


“seperti Abang lihat”


Angel menunjukkan diri pada kakaknya itu sambil tersenyum. Rey mengusap pucuk


kepala adiknya gemas.


“Jangan buat Abang


kawatir ya” Angel hanya mengangguk sambil tersenyum pada Rey


“Bang, siapa yang taruh


coklat diatas meja Angel?” Tanya Angel, Rey hanya menautkan alisnya bingung.


“Coklat?” Tanya Rey


semakin bingung, karena sedari tadi ia tidak melihat ada coklat diatas meja


dikamar Angel. Angel mengangguk memastikan, “Iya, Bang”


“Itu bukan dari gue,


Dek. Abang aja baru tahu” Jawab Rey, Angel hanya bisa bersedap dada. Ia masih


bingung siapa yang menaruh coklat di mejanya. Sedangkan Rey tidak tahu. dan


tepat saat ini Angel sudah memiliki secret Admirer.

__ADS_1


Dari arah jauh Jonathan


yang melihat Angel sudah baikan, Jonathan tersenyum lalu pergi dari balik


pohon.


Jonathan berjalan


sampai di sebuah motor yang terparkir tidak jauh dari rumah Angel. Jonathan


menyalakan mesin lalu menancap gas dengan kecepatan sedang.


Jonathan menyusuri


ibukota, ia tersenyum tipis. Jalanan semakin sepi itu membuat Jonathan semakin


memperlamabat jalannya. Dari arah jauh ia melihat ada sebuah arena balap liar.


Dari arah jauh pula ia melihat ada sosok yang tidak asing baginya. Yaitu Caramel


sedang berbincang dengan salah satu dari peserta balap liar itu.


Jonathan memarkirkan


motornya dan membuka helm pengaman lalu menghampiri kerumunan itu. Caramel


tersentak kaget saat melihat Jonathan sedang berdiri disalah satu penonton


tepatnya di pinggir jalan.


“Kok kamu ada disini?”


Tanya Caramel menghampiri Jonathan


“Emang ada aturannya


gitu, gue nongkrong disini?” Tanya balik Jonathan yang mendapatkan kekehan dari


Caramel.


“Tidak ada sih” Jawab


Caramel gegalapan


Seorang lelaki bertubuh


jangkung menghampiri Jonathan dan Caramel, mereka berdua menoleh. Sambil


menampakkan wajah sombongnya.


“Kenalin ini Rio, Rio


kenalkan ini Jonathan” Ucap Caramel memperkenalkan keduanya. Cowok bertubuh


jangkung itu bernama Rio, salah satu perserta balap liar.


“Bagaimana kalau kita


balapan?” Tawar Rio pada Jonathan yang menampakkan senyum sumringah


“Oke,” Jawab Jonathan


menerima tawaran balapan itu, Caramel tersentak kaget, tetapi ada sedikit


senyum mengembang saat Jonathan menerima ajakan dari Rio.


Lebih kagetnya lagi


saat Rio mengatakan pada Jonathan “kalau lo menang, Caramel jadi pacar lo.


Kalau gue menang Caramel akan menjadi milik gue”


Jonathan terdiam,


Caramel tersentak kaget. Ada amarah dalam dirinya saat menjadi bahan taruhan


oleh kedua lekaku itu. Caramel sangat berharap Jonathan menerima itu, agar


tersebebas dari lelaki bernama Rio.


“Gue terima” Jawab


Jonathan menampakkan wajah smirknya.


caramel mendengus sebal. karena Jonathan menerima taruhan dari Rio.


"Jo, jangan terima napa. gue tidak mau lo kena masalah karena gue" ucap Caramel manatap lirih.


"Enggak, karena gue tidak mau lo kenapa - napa" balas Jonathan menyakinkan pada Caramel yang sangat kwatir padanya.

__ADS_1


__ADS_2