
Angel berdiri mengambil
dua sapu tangan lalu memasangnya di kedua tangannya. Angel berdiri tepat depat
samsak yang bergantung dikamarnya. Saat ini samsak yang menjadi sasaran
empuknya. Ia memukul sekuat tenaga, mengeluarkan segala kekesalannya.
“Apa yang terjadi pada
diri gue sih? kenapa gue marah saat Jojo bersama yang lain, sedangkan yang gue
suka itu Rendra” Tanya Angel pada dirinya sendiri, ia terus memukul samsak
hingga ia merasa kelelahan.
Rey yang membuka pintu
kamar Angel tanpa mengetuk pintu. Seketika ia terkejut Angel sudah duduk lemas
dengan keringat yang bercucuran. Rey menghampiri adiknya itu cemas. Lalu
mengangkat Angel Qween bad sizenya.
“Astaga Angel lo kenapa
sih? bisa begini. Entar gue telpon dokter dulu” cemas Rey menatap adiknya masih
dalam kesadarannya.
“Udah ah, lo diem dulu
napa” Rey segera berlari keluar, hanya Rey dan pembantu yang berada di rumah.
karena orangtua mereka sedang sibuk dengan pekerjaannya. Angel mengusap wajah
yang gusar. dengan nafas yang tidak beraturan.
Rey datang dengan
Dokter, Dokter itu memeriksa Angel yang masih “Gue, Enggak apa-apa Bang. Gue
ini sudah baikan” Racau Angel,
“Adik anda perlu
istirahat banyak, jangan terlalu banyak aktivitas juga. yang membuat kondisi
tubuhnya melemah” Nasehat Dokter Anton, selaku Dokter pengganti.
Rey hanya mengangguk
lalu duduk di pinggiran kasur Angel dan mengusap kepala adiknya. Rey hanya
menghembus nafas gusar, karena adiknya sungguh keras kepala. Tidak mau
mendengar apa yang dikatakannya.
Sekarang Angel sudah terlelap
dalam tidurnya, seketika Rey membuka membungkus tangan yang berbentuk jari itu.
yaitu sebuah sarung tinju. “Sudah Abang katakana jangan terlalu capek. Gue
harap lo mengerti Dek. Karena gue tidak mau lo kenapa-kenapa. Sedangkan papa
dan Mama saja tidak peduli dengan keadaan lo saat ini” Rey masih mengusap
rambut Angel lembut. Seakan tidak ingin kehilangan adiknya itu.
Rey berjalan keluar
menuju sebuah ruang keluarga, ia kembali teringat kepada masalalunya. Dimana
ada keceriaan bersama keluarganya. Namun Renata dan Martin yang terlalu sibuk
dengan perkerjaan masing-masing sehingga melupakan sosok dua anaknya. Rey hanya
bisa duduk diam, sesekali tersenyum tertawa sendiri seperti orang gila. Dokter
yang tadi memeriksa Angel kini sudah pergi.
Jonathan yang datang
tiba-tiba sehingga membuyarkan lamunan Rey. “Bagaimana keadaan Angel Bang. Apa
dia baik-baik aja?” Tanya Jonathan
“Dia sudah tadi
__ADS_1
ditangani oleh Dokter, dan sekarang Angel sedang istirahat” Ucap Rey lalu
mengantar Jonathan kekamar Angel.
“Sebenarnya Angel sakit
apa sih Bang, kenapa dia bisa seperti ini?” Tanya Jonathan Rey masih diam.
“Dia cuman kecapean
saja Jo,” Ucap Rey berbohong. Jonathan tahu bahwa Rey sedang berbohong padanya.
tetapi kekewatiran saat melihat Angel tengah terbaring lemah.
Jonathan mengusap
kepala Angel lembut, “Cepat sembuh ya, jangan buat gue kawatir lagi” ucap
Jonathan lembut. lalu ia berdiri.
Angel yang baru saja
bangun dari tidurnya, lalu ia menoleh ada sebuah coklat diatas nakas. Ia
mengambil lalu celingak celinguk mencari siapa yang menaruhnya diatas nakasnya.
“Coklat, perasaan tidak
ada coklat disini. Siapa yang naruh?” Tanya Angel pada dirinya sendiri. Ia
menoleh lagi mendapati sebuah note kecil, Angel mengambil note itu lalu
membukanya.
Angel tersenyum saat membaca
note itu, tetapi ia masih bingung. siapa yang memberinya coklat dan sebuah note
penyemangat untuknya. Dan itu masih terngiang di kepalanya.
“Secret Admirer”
gumamnya masih menatap note kecil itu, Angel menyimpan kedalam laci note itu.
Angel beranjak dari
Dimana Rey sedang duduk di sebuah gazebo sambil bermain gitar. Rey tersenyum
lebar saat melihat adiknya itu sudah berdiri dihadapannya.
“Papa dan Mama mana
Bang?” Tanya Angel pada Rey
“Belum balik,” Jawab
Rey masih memainkan gitarnya, Angel hanya mengangguk mengiyakan.
“Bagaimana keadaan lo?”
Tanya Rey memastikan
“seperti Abang lihat”
Angel menunjukkan diri pada kakaknya itu sambil tersenyum. Rey mengusap pucuk
kepala adiknya gemas.
“Jangan buat Abang
kawatir ya” Angel hanya mengangguk sambil tersenyum pada Rey
“Bang, siapa yang taruh
coklat diatas meja Angel?” Tanya Angel, Rey hanya menautkan alisnya bingung.
“Coklat?” Tanya Rey
semakin bingung, karena sedari tadi ia tidak melihat ada coklat diatas meja
dikamar Angel. Angel mengangguk memastikan, “Iya, Bang”
“Itu bukan dari gue,
Dek. Abang aja baru tahu” Jawab Rey, Angel hanya bisa bersedap dada. Ia masih
bingung siapa yang menaruh coklat di mejanya. Sedangkan Rey tidak tahu. dan
tepat saat ini Angel sudah memiliki secret Admirer.
__ADS_1
Dari arah jauh Jonathan
yang melihat Angel sudah baikan, Jonathan tersenyum lalu pergi dari balik
pohon.
Jonathan berjalan
sampai di sebuah motor yang terparkir tidak jauh dari rumah Angel. Jonathan
menyalakan mesin lalu menancap gas dengan kecepatan sedang.
Jonathan menyusuri
ibukota, ia tersenyum tipis. Jalanan semakin sepi itu membuat Jonathan semakin
memperlamabat jalannya. Dari arah jauh ia melihat ada sebuah arena balap liar.
Dari arah jauh pula ia melihat ada sosok yang tidak asing baginya. Yaitu Caramel
sedang berbincang dengan salah satu dari peserta balap liar itu.
Jonathan memarkirkan
motornya dan membuka helm pengaman lalu menghampiri kerumunan itu. Caramel
tersentak kaget saat melihat Jonathan sedang berdiri disalah satu penonton
tepatnya di pinggir jalan.
“Kok kamu ada disini?”
Tanya Caramel menghampiri Jonathan
“Emang ada aturannya
gitu, gue nongkrong disini?” Tanya balik Jonathan yang mendapatkan kekehan dari
Caramel.
“Tidak ada sih” Jawab
Caramel gegalapan
Seorang lelaki bertubuh
jangkung menghampiri Jonathan dan Caramel, mereka berdua menoleh. Sambil
menampakkan wajah sombongnya.
“Kenalin ini Rio, Rio
kenalkan ini Jonathan” Ucap Caramel memperkenalkan keduanya. Cowok bertubuh
jangkung itu bernama Rio, salah satu perserta balap liar.
“Bagaimana kalau kita
balapan?” Tawar Rio pada Jonathan yang menampakkan senyum sumringah
“Oke,” Jawab Jonathan
menerima tawaran balapan itu, Caramel tersentak kaget, tetapi ada sedikit
senyum mengembang saat Jonathan menerima ajakan dari Rio.
Lebih kagetnya lagi
saat Rio mengatakan pada Jonathan “kalau lo menang, Caramel jadi pacar lo.
Kalau gue menang Caramel akan menjadi milik gue”
Jonathan terdiam,
Caramel tersentak kaget. Ada amarah dalam dirinya saat menjadi bahan taruhan
oleh kedua lekaku itu. Caramel sangat berharap Jonathan menerima itu, agar
tersebebas dari lelaki bernama Rio.
“Gue terima” Jawab
Jonathan menampakkan wajah smirknya.
caramel mendengus sebal. karena Jonathan menerima taruhan dari Rio.
"Jo, jangan terima napa. gue tidak mau lo kena masalah karena gue" ucap Caramel manatap lirih.
"Enggak, karena gue tidak mau lo kenapa - napa" balas Jonathan menyakinkan pada Caramel yang sangat kwatir padanya.
__ADS_1