Cinta Dalam Diamku

Cinta Dalam Diamku
BAB 06


__ADS_3

Para


kedua kubuh sudah memasuki lapangan Indoor, mereka berembuk sambil memikirkan


cara dan strategi bermain. Ronald selaku Capten Tim basket SMA  SAKTI BANGSA sedangkan yang di seberang sana


terlihat seorang lelaki berbadan kekar sedang menatap sinis. Lalu ia beralih


menatap Angel sambil tersenyum penuh arti.


Seorang


lelaki yang tak begitu familiar dimata Angel. Tetapi ia hanya Acuh tidak mau


melihatnya. “Akhirnya aku bisa bertemu


dengan kamu lagi Angel. aku kangen sama kamu” gumam dalam hati lelaki itu.


Pertandingan


akan segera dimulai, para Capten Tim berhadapan serta ditengahnya wasit “disini


ada koin kalian berdua memilih salah satunya, Garuda atau Angka” wasit meminta


kedua tim untuk memilih, Ronald menunjuk salah satu. Setelah itu wasit memberi


aba-aba untuk memulai perbandingan.


Wasit


melempar bola kepada kedua Tim. Dengan sigap Ronald mengambil bola lalu


mendrible hingga saling melempar bola menuju tiang Ring. Angel mengambil tempat


menunggu bola dari Ronald, “Angel ambil” ia melompat tinggi lalu memasukkan


bola kedalam Ring.


Angel


berlari menunjuk keatas tanda ia sudah mencetak satu poin dalam pertandingan.


Pertandingan semakin meriah dengan bertambahnya Angka buat SMA NUSA BANGSA,


sorot mata lelaki itu menatap dalam pada Angel. Tetapi Angel tetap professional


dalam pertandingan.


“Ronald


kita tertinggal satu angka, Bagaimana lagi untuk mencetak poin” sahut Angel kawatir.


Ronald yang melihat wajah pucat Angel. “mendingan lo istirahat,” perintah


Ronald lebih kewatir. “Nggak, gue nggak apa-apa” elaknya. Pertandingan semakin


sengit di antara kedua Tim. “Bagaimana ini, apa aku bisa mencetak beberapa poin


lagi” ujar Angel.


Angel


mendrible bola ia mendapatkan celah, melompat tinggi lalu melemparkan bola


masuk kedalam ring. Dan beberapa saat kemudian Ronald juga menyusul satu poin.


Hingga Skor menjadi 60-59. Pluit di tiup tanda pertandiangan selesai. Semua


siswa bersorak bahagia termasuk Angel dan Anggota Tim lainnya.


Angel


keluar dari kerumunan siswa, ia merasakan sakit dibagian sekitar perutnya.


Matanya mulai berkunang-kunang seperti hilang keseimbangan. Jonathan yang


melihat sahabatnya dengan sigap menghampirinya.


Brukkk


Angel


seketika jatuh, “Angel” Panik Rey menghampiri Angel yang pingsan tidak berdaya.


“Jo, bantu gue bawa Angel kerumah sakit” angguknya “Ren, gue pinjam mobil lo.”


pintanya. Rey dan Jonathan membopong Angel membawa ke mobil Rendra.


Rendra


yang mengendarai motor Rey untuk menyusul kerumah sakit. “Angel kenapa lo bisa


pingsan. Lo kenapa?” Tanya Rendra kawatir. Rendra mengendarai motor dengan


kecepatan tinggi.


Beberapa


menit kemudian mereka sampai di rumah sakit, tempat Angel selama ini di rawat.


Para suster dengan sigap menangani Angel dan membawanya ke UGD. “maaf mas,


tidak bisa masuk. Silahkan menunggu saja disini” perintah suster.


Tidak


lama Dokter Cleo keluar dari ruangan. “Rey, sebaiknya kamu ikut keruanganku”


pintanya yang dibalas dengan anggukan. “Jonathan, Abang keruang Dokter dulu,”


ucapnya.


“Bagaimana


keadaan Angel sekarang?”


“Bagaimana


bisa seperti ini?”


“Apa


kata dokter? Apa dia sudah siuman”


Pertanyaan


itu terlontar dari mulutnya, “Woii, satu-satu kenapa? Angel sedang ditangani


didalam. Dan Abang Rey sedang menemui Dokter. Gue tahu lo panic sama kayak gue


panic juga. Lebih baik kita menunggu disini. Sampai Angel siuman” saran

__ADS_1


Jonathan.


Mereka


duduk di ruang tunggu, Jonathan yang melihat dari kaca menatap cemas pada


sahabat sekaligus orang yang ia cintai selama ini. “Angel apa yang terjadi pada


diri lo? Belum pernah gue melihat lo begini? Apa yang lo sembunyiin dari kita”


Tanya pada dirinya sendiri. Menghembuskan nafas panjang. “Sebenarnya Angel


sakit apa?” Tanya Rendra sambil merangkul Jonathan “Aku nggak tahu” jawabnya


tanpa melihat Rendra yang ikut berdiri di sampingnya.


“Rendra,


Jonathan. Apa Angel sudah siuman?” Tanya Rey yang sudah ada di belakang mereka.


“Belum kak”


“Sebenarnya


Angel sakit apa kak? Sampai pingsan begitu dan belum siuman sampai saat ini”


Tanya Jonathan penasaran.


Rey


bingung harus jawab apa? Tetapi Rey hanya diam di hadapan kedua sahabat adiknya


itu. Angel pernah berpesan pada Kakaknya agar tidak memberitahukan siapapun


termasuk pada sahabatnya.


“Bang, gue punya permintaan tetapi


Abang harus janji dulu ke Angel” Pinta Angel yang dibalas anggukan oleh Rey.


“Emang permintaanmu apaan Dek?” Tanya Rey. “Bang gue mohon jangan beritahu


siapapun tentang penyakitku, termasuk Rendra dan Jonathan. Gue mohon Bang.”


Mohon Angel, Rey hanya diam lalu memberikan senyum tipis pada adiknya. “Iya,


Abang akan memenuhi permintaanmu itu”


“Angel


nggak apa-apa, cuman butuh istirahat doang. Kalian tidak usah cemas” jawab Rey


bohong. “Kalau Angel hanya butuh istirahat, gue pamit dulu. Soalnya gue ada


janji.” Pamit Rendra


“Lo


tuhh ya Ren. Sahabat kita lagi sakit main pergi gitu aja” kesal Jonathan,


“Hmmm, Angel akan di pindahkan ruang rawat” tambah Rey.


Angel


kini berada di ruang rawat, ia masih terlelap dalam tidurnya. Jonathan yang


berdiri disampingnya. “gue nggak tahu, kenapa lo bisa seperti ini. gue mohon lo


“Rendra,


gue sayang sama Lo.”


“Rend


gue harap lo tahu”


“Rend


lo dimana?”


Angel


mengigaui, Jonathan bernafas panjang hatinya sakit saat melihat orang ia


sayangi menyebut nama orang lain bukan dirinya. “Segitu cintanya lo sama dia.”


Ucap lirih setelah mendengar mengigau Angel saat tidur.


Jonathan


memilih untuk keluar dari ruang rawat Angel. Perasaan dan hatinya hancur


seketika saat mendengar ucapan Angel saat mengigau, entah apa yang ia lakukan


saat ini. Jonathan hanya bisa memendam dalam hati. Ia juga tidak ingin


kehilangan sahabatnya saat ia tahu perasaan yang sebenarnya.


Jonathan mengetahui perasaan Angel


terhadap Rendra pada saat Rendra telah resmi menjadi kekasih Sandra. Langkah


Jonathan terhenti saat melihat sosok yang tidak familiar sedang duduk


sendirian. Melepas earthphone yang melekat di kepala dan menghampirinya.


“Woiii, Ngapain duduk sendirian?”


Tanya Jonathan mengagetkan Angel “Jojo, bisa nggak sihh. Tidak kagetin”


kesalnya “Abisnya lo ngapain duduk sendirian lagi?” ulang Jonathan.


“Nggak apa-apa” jawabnya sekenanya


“Nggak apa-apa gimana? Mukanya


kusut kayak baju belum setrika” tukas Jonathan mengamati Angel. Yang sedang ada


hal ia sembunyikan dari sahabatnya. “Gue ini sahabat lo, jadi gue tahu kapan lo


ada masalah dan tidak. Jadi lo ngomong masalah lo apaan. Gue akan siap berada


di samping lo” jelas Jonathan menawarkan diri menjadi pendengar setianya.


Angel menghembuskan nafas panjang,


“Gue patah hati, Jo” Jonathan terkejut, “Patah hati? Sama siapa?” Tanya


Jonathan penasaran. Angel masih terdiam, “Rendra,” satu nama yang membuat


Jonathan sesak saat medengarnya. “Re-Rendra” ulang Jonathan gagap.

__ADS_1


“Iya, Rendra. Dia sudah jadian


dengan Sandra. Dan tak tahu kenapa hati gue sakit” jawabnya lirih


Jonathan mendekat lalu memeluk


Angel dan memberikan kekuatan padanya. “Gue lebih sakit Angel” lirih Jonathan


dalam hati.


Medengar


suara deringan ponsel Jonathan segera mengeser slide di ponselnya.


“Hallo,


iya Bang” sapanya di seberang sana


“….”


“Gue


segera kesana Bang” setelah mendapat kabar berita, ia beranjak dari bangku


taman di sekitar rumah sakit. Dengan langkah cepat ia menuju ruang rawat.


Ceklek


Suara


pintu terbuka membuat Angel menoleh seketika. “Lo sudah sadar. Abis bermimpi


ama siapa?” Tanya Jonathan meledek. Angel tersenyum lebar. “Apaan sihh Jojo.


Abis mimpi ke planet mars” jawab Angel polos. “Bukannya nanya kenapa. Kawatir,


gimana keadaan. Ini Tanya abis mimpi apaan. Kepooo amat lo” kesalnya. Jonathan


senang akhirnya sahabat sekaligus orang yang ia sayangi bisa siuman. “Lahh lo


ngapain senyam senyum tidak jelas begitu?” lanjut Angel.


“Bang,


kenapa bisa memiliki adek kayak begini? Tanya Jonathan, Rey menyerngit dahi,


melihat tingkah adiknya serta sahabatnya. “Bang, apa gue bisa pulang sekarang.


Gue males berada disini” pinta Angel memelas. “Kata Dokter Cleo, lo bisa pulang


asal banyak istirahat” Angel hormat pada Rey. “Siap Boss”


“Abang


sudah pesan Taksi, lo pulang bareng Jonathan ya. Biar gue naik motor. Jo, inget


jaga adik gue.” Perintah Jonathan yang dibalas anggukan olehnya. “Tanpa Abang


bilang gue akan jagain” gumamnya masih bisa didengar oleh Angel. “Lo bilang apa


tadi?” Jonathan melongo entah ia harus jawab apa.


“Angel,


sudah kuat apa harus gue gendong?” Jonathan mengalihkan pembicaraan. “tidak


usah, gue kuat kok, Yuk” ajaknya berjalan yang di tuntun oleh Jonathan.


“Jo, gue bingung dengan sikap lo


yang selalu care sama gue. Gue juga bingung dengan sikap lo yang acuh terhadap sesuatu.”Pikir Angel masih menatap Jonathan yang menuntunnya, “Lo selalu ada buat gue disaat gue butuh seseorang. Dan itu bukan


Rendra tapi lo” lanjutnya dalam hati.


Keheningan


terjadi, Jonathan hanya diam menatap jendela, sesekali Angel menoleh melihat Jonathan


yang terus menatap luar. Taksi yang membawa mereka pulang dari rumah sakit.


Angel tahu bahwa jonathan adalah orang cuek bahkan ia jarang bicara. Hanya


kadang juga suka lelucon, kadang juga membuat hal konyol. Sikap Jo yang juga


berubah-ubah.


Jonathan


dan Angel telah sampai dirumah, Jonathan keluar dari mobil ia bergegas membuka


pintu mobil lalu menuntun Angel masuk kedalam rumah. Orang tua Angel duduk di


ruang tamu ia terkejut melihat keadaan Angel yang masih lemas.


“Angel


kamu kenapa Nak, kok bisa seperti ini?” panik Renata, dan membawa Angel duduk.


“Maaf tante, om tadi Angel pingsan di sekolah. Jadi aku dan Bang Rey membawa


kerumah sakit. Tapi Angel sudah di suruh pulang. Dan Angel hanya butuh


istirahat” jelas Jonathan. “Angel kamu tidak kenapa-kenapa kan Nak” kewatir


Renata terhadap anak bungsunya.


“Makasih


ya Jo” ucap Martin tulus


“Sama-sama


Om. Itu sudah kewajiban aku sebagai sahabatnya Angel” kata Jonathan tulus.


“Angel,


Om, Tante. Aku balik dulu” pamit Jonathan sambil menyalami kedua orang tua


Angel.


Jonathan


kini berada di rumah tepatnya sedang berada di kamarnya. Di otaknya masih


terngiang dan masih bertanya-tanya tentang kejadian tadi siang, Angel yang


pingsan secara tiba-tiba. Setahu Jonathan sahabatnya tidak ada sakit apapun.


Tetapi kenapa perasaannya aneh, sepertinya ada yang di sembunyikan. Jonathan


hanya menatap bulan yang begitu terang. Lalu bertanya padanya.

__ADS_1


__ADS_2