
Saat ini Angel sedang
bermain basket dilapangan sendirian. Bola basket yang dipantulkan pada lantai.
Setelah itu ia melemparkan bola itu ke ring. Hari Angel tampak lesuh. Ia tidak
bergitu bersemangat dalam bermain. Tidak ada Rendra yang mengoceh tentang
urusan pacarnya. Tidak ada Jonathan yang selalu memberinya semangat dan
memperingatinya.
Dengan malas Angel
memantulkan bola. Sekolah ini sudah sepi karena semua siswa sudah pulang. hanya
dirinya yang tersisa. Jonathan melangkah kaki sepanjang koridor. Tiba-tiba
langkahnya terhenti saat melihat Angel masih berada disekolah. Sedari tadi
Jonathan berada di perpustakaan bersama dengan Caramel.
Jonathan tersenyum
sumringah lalu menghampiri Angel, “Kalau main yang semangat dong, lusuh begitu
mukanya kayak kantong keset” ledek Jonathan seketika Angel melemparkan bola
tersebut kearahnya.
“Sejak kapan lo jadi
bawel begitu?” Tanya Angel heran
Jonathan hanya
tersenyum sambil memantulkan bola itu, “Sejak hari ini” jawabnya membuat Angel
menaikkan alisnya sebelah.
“Iya deh, yang udah
enggak jomblo lagi. Dan udah punya tunangan” tukas Angel, Jonathan tertawa
sinis.
“Lagian gue sama Cara
hanya temenan kali, lo cemburu ya?” tanyanya balik,
Angel terdiam, sudah
diduga. Tetapi ia berusaha untuk mengelak “Enggak, sotoy lo” ucapnya
“Bilang aja kali kalau
cemburu, lagian sapa juga yang mau sama cewek bawel kayak lo” ledek Jonathan.
Hari ini ia sangat cerewet, padahal bahkan Angel dibuat heran.
Tidak lama terdengar
suara deringan ponsel, Angel menghampiri tas punggung yang dia simpan pada
bangku panjang. Melihat dilayar tertera nama “Bang Rey”
Angel mengangkat dengan
malas “Hallo Bang” sapanya
“Hari
ini lo ada jadwal. Kenapa lo belum juga pulang?, dan Abang akan jemput lo
disekolah.” Oceh Rey diseberang sana.
Angel mendengus sebal
“Iya bawel” ucap Angel ketus
Lalu menutup telepon
dengan sepihak, beralih menatap jonathan yang masih mematulkan bola basketnya,
melirik Caramel yang masih berdiri tidak jauh dari lapangan. Seperti sedang
menunggu Jonathan.
“Gue mau balik dulu,
Abang gue sudah nelpon. Bawel banget lagi” gerutu Angel lalu berjalan menunggu
menuju tribun mengambil tas punggung.
Jonathan menatap
kepergian Angel, Caramel datang menghampirinya lalu merogoh tasnya menyodorkan
sebotol air mineral padanya.
“Makasih” balasnya
“Memang sudah bisa main
basket kan masih sakitkan?” tanyanya kwatir, ada seulas senyum tipis tampak
diwajah Jonathan.
“Sudah sehat kok, kamu
lihatkan sekarang” ucap memperlihatkan dirinya yang sehat
Caramel mencebik
melipat kedua tangannnya depan dadanya “Iya, tetapi tetap saja butuh istirahat”
__ADS_1
“Ciyee kwatir” ledek
Jonathan memebuat Caramel bersemu merah. Tidak bisa dipungkiri oleh Caramel,
pasti setiap cewek yang dekat dengan Jonathan pasti tersipu malu. Karena sikap
manis yang ditunjukkan oleh lelaki jangkung itu.
Sepulang sekolah Rendra
dan jonathan bertemu disebuah Café, mereka berpasang-pasangan. Rendra bersama
Sandra sedangkan Jonathan bersama dengan Caramel. Mereka sedang Hangout tanpa
Angel,
“Wihh mantap ya,
sekarang sudah ada calon istri. Jadi bisa pergi bersama-sama tidak jomblo lagi
deh” ujar Rendra terkekeh melihat sahabatnya yang sudah memiliki pasangan
pendamping.
Jonathan menyeruput
orange jusnya, “Apaan sih, tidak juga” ucapnya santai
Sedangkan Caramel masih
menyantap pasta kesukaannya. Begitu juga dengan Sandra masih sibuk dengan
makanannya.
Caramel kembali menatap
Jonathan yang ceria, ini pertama kalinya ia melihat senyum cowok yang
disampingnya ini. biasanya ia hanya melihat wajah datarnya. Biasanya Caramel
hanya melihat dari kejauhan sekarang ia sudah lebih dekat. Ada rasa senang, ia
bahagia sekarang. Tetapi entah perasaannya saat ini. meskipun Jonathan hanya
menganggapnya sebagai sahabat tidak lebih dari itu.
“Btw, Angel kemana? Apa
tidak datang?” tanyanya sedari tadi Sandra celingak-celinguk mencari sosok
keberadaan cewek tomboy itu.
“Ada urusan katanya.
Dia tidak gabung dulu, tahu deh” jawab Jonathan sambil mengendikkan
bahunya Sandra hanya mengangguk-angguk
sebagai jawaban.
teriaknya tanpa memberi salam
Rey terlonjak kaget
sedang berada di ruang keluarga. “Bisa tidak kalau datang tida bikin orang
kaget begitu dek.” Ujar Rey measa kesal karena kelakuan adiknya semakin hari
makin bar-barnya
“Sekarang bersiap-siap
kita pergi, gue males makan dirimah gue mau makan direstorant” ujarny teriak.
“Oke” teriak Angel
sudah berada di atas lelu memasuki dalam kamarnya
Setengah kemdian Angel
sudah bersiap dengan dengan pakaian baku kaosnya serta celana jeans birunya
yang bolong dimana-mana. Ditambah rambutnya yang ikat ikal. Rey tersenyum
langsung menyambar kunci mobilnya lalu beranjak keluar diikuit oleh Angel
dibelakangnya.
“Memangnya kita mau
makan bareng siapa Bang, gue enggak mau jadi obat nyamuk seperti waktu itu”
ucap Angel kesal karena setiap kali diajak oleh Rey selalu saja jadi pelengkap
disetiap pertemuannya.
“Kali ini enggak karena
pacar Abang bawa teman, lo tidak akan sendiri lagi. Seperti manusia ngenes
jomblo ketulungan” ledek Rey sambil tertawa meledek adiknya. Angel mencebik
kesal.
“Mentang-mentang punya
pacar, seenaknya aja ngatain orang” kesal Angel sambil melipat kedua tangannya
depan dada
Beberap menit kemudian
mereka berdua sampai direstorant, Rey mencari parkiran. Setelah ia rasa lalu ia
__ADS_1
keluar begitu juga dengan Angel. Ia berjalan masuk yang disambut oleh pramusaji
Mereka diantar memasuki
ruangan VVIP, Angel berdecak kagum “Wow, ada apa pacar Abang nyewa tempat
sekeren ini. biasanya ditempat biasanya”
“Tenang aja, tidak usah
terlalu lebay begitu” ujar Rey melirik adiknya itu. disana ada dua orang sedang
duduk di sofa.
“Maaf sayang lama ya”
ucapnya sambil mencium kening pacarnya itu
Angel menatap abangnya
jengah, lalu ikut duduk disofa. “Hey, Angel lama baru bertemu” sapa Anggi
Cowok yang dihadapan
Angel ini tersenyum tengil, menampakkan wajahnya songongnya.
“Angel kenalkan ini
Liam, sepupuku. Dia gantengkan” ujarnya,
Seketika Liam
mengulurkan jemarinya “Kenalin gue Liam, manusia paling terganteng sedunia.
Banyak fans, banyak pula yang memuji-memuji. Manusia paling jago dalam bela
diri, suka coklat, keju. Makannya pasta. Warna kesukaannya biru coklat langit.
Menyukai cewek yang ada dihadapanku sekarang ini” ucap panjang lebar
“perkenalkan diri atau
Isi biodata sih” ucap Angel jengah
“Perkenalkan diri dong”
jawabnya santai
“Baru kenal sudah
bilang suka aja. Dasar playboy” ucapnya terkekeh bingung menghadapi manusia
yang ada disampingnya ini
Sekarang ini Angel
sedang berada di fase perkenalan dengan orang asing yang langsung menembaknya
begitu saja. Kok ada orang seperti ini, langsung main nyosor saja kayak lagi
pasang kuali ya.
Angel mendengus jengah
karena sedari tadi Liam terus mengoceh, lelaki cerewet seperti perempuan ini.
Rey hanya terkekeh melihat kelakuan orang yang ada dihadapannya ini.
“Maaf ya, memang
orangnya gitu. Ganjen. Sekaligus memiliki kepedean tingkat akut” ucap Anggi
“Dihh gitu, memang gue
ganteng”
“Iya tak apa sayang.
Lagian Liam lucu kayak kucing lagi mau ngelahirin” ledekya sambil menyeruput
minuman
“Dih, dikatainnya aku”
ucapnya dengan wajah selebay mungkin
Sedari tadi Angel hanya
diam memperhatikan lelaki lebay ini. makhluk semacam apa dia kenapa dia bisa
hidup dengan tingkat kepedean tinggi.
Angel menghembuskan
nafas gusar, harinya begitu aneh. Bertemu orang aneh seperti Liam.
Suasana cukup garing,
karena Liam yang absurd plus kocak. Angel menikmati makanannya dengan malas.
“Hey, makan yang banyak biar gede. Enggak kurus rempeng kayak begini” ujarnya
seperti menyindir Angel.
Angel mencebik “Dasar
kutil lo” balasnya sambil menatap tajam. Sedangkan Rey dan Anggi hanya terkekeh
mendengarnya.
Dating sore hari ini
sangat menyenangkan bagi Rey dan Anggi, sedangkan Angel, harinya terasa begitu
sial, pertama ia harus melihat Jonathan yang tampak mesra dengan Caramel,
__ADS_1
keduanya, seharian ia tidak pernah melihat Rendra karena kesibukan osisnya yang
padat. Ketiga, ia harus bertemu makhluk aneh seperti Liam.