Cinta Dalam Diamku

Cinta Dalam Diamku
Episode 66


__ADS_3

Andri mengunjungi Lika dan istrinya di apartemen Lika. Andri juga membawa Adi. Bukan tanpa alasan, Andri ingin Adi dan Lika kembali seperti dahulu. Rasanya sangat tidak ikhlas jika Ia harus melepaskan adik kecilnya menikah dengan orang lain.


"Bang Andri!" Lika menghamburkan pelukannya pada Andri tanpa sadar dibelakangnya ada Adi.


Andri mengelus-elus rambut Lika, "Kamu ini sudah dewasa! Kamu tidak boleh bersikap seperti ini terus."


"Bodo amat!" sahut Lika sembari melepaskan pelukannya.


"Abang bawa Adi gak papa kan?" tanya Andri hati-hati.


Sejenak terjadi keheningan diantara mereka hingga sebuah senyuman merekah di bibir Lika.


"Gak apa-apa bang, yuk masuk."


Dengan canggung Adi mengikuti Andri masuk. Andri bukannya tanpa tujuan kemari, Ia ingin menemui keluarga kecilnya sementara Adi tampak kikuk.


"Kakak ipar kamu dimana?" tanya Andri celingak-celinguk mencari sosok bumil cerewet itu.


"Aku itu lebih tua dari dia bang!" sahut Lika sebal.


"Tapi kan dia istriku, otomatis jadi kakak iparmu kan?" goda Andri.


"Hmm!! Dia di kamar!" jawab Lika malas.


"Abang masuk ya, kalian berdua ngobrol aja dulu! Malam ini kami nginap!" ucap Andri sembari nyelonong masuk ke dalam kamar Lika.


"Bang Andri!!" teriak Lika kesal. Andri tetap meninggalkan mereka berdua yang tampak canggung.


(Munafik banget sih, padahal kan kangen berduaanπŸ˜‚)


Lama tak terdengar suara dari mereka.


'Bang Andri pasti sengaja!' batin Lika kesal.


"Kamu apa kabar lima tahun ini?" tanya Adi membuka percakapan.


"A..aku ba..baik. Kamu gimana?" Jantung Lika tiba-tiba berdegup kencang, keringat dingin mulai membasahi telapak tangannya.


"Menurut kamu aku baik atau enggak?" suara parau Adi sangat menyakiti hati Lika ditambah pertanyaan yang langsung tepat sasaran itu.


'Kok seolah-olah dia yang tersakiti, yang selingkuh kan dia!' gerutu Lika dalam hati.


"Kenapa kamu semakin kurus?" tanya Lika.


Lika menggigit bibirnya, 'Kok nanya itu sih Lika, ****** banget sih jadi orang' batinnya.


"Menurut kamu?"


Deg!


Adi memang jahatπŸ˜‚


Lika meremas pakaiannya, Ia benar-benar terjebak oleh perkataannya sendiri.


"Sebentar aku buatkan minum buat kamu!" Tanpa menunggu jawaban dari Adi, Lika langsung berlalu meninggalkan pria itu di ruang tamu.


Sesampai di dapur Lika memegang dadanya, merasakan detak jantungnya yang tidak karuan. Gugup setengah mati Lika menghadapi Adi saat ini.


(Kok kayak ABGπŸ˜…πŸ˜…)

__ADS_1


Dua puluh menit akhirnya Lika menyelesaikan secangkir kopi untuk Adi. Bukan membuat kopi yang membuatnya lama tetapi tangannya yang terus menerus bergetar membuat Lika tak bisa berpikir jernih. Apa yang terjadi pada Lika?


"Ini kopinya."


"Terimakasih."


"Lika!"


"Bang Adi!"


Mereka berbicara serentak hingga saling menatap kemudian tawanya pecah.


"Kamu duluan!" ujar Adi.


"Kamu aja!" sahut Lika.


"Aku mau bicara sesuatu sama kamu, tapi kamu mau gak janji akan mendengarkan aku sampai selesai?" tanya Adi penuh harap.


Deg! Deg!


'Apa ini?' batin Lika. Jantungnya berdegup semakin kencang. Lika mengangguk pelan, kalau Ia mengeluarkan suara Adi pasti akan mengetahui dia sedang gugup setengah mati.


"Lika, aku tau kita sudah tidak bisa bersama lagi. Aku tau mungkin kita tidak ditakdirkan untuk berjodoh!"


Lika kemudian mengangkat kepalanya yang sedari tadi menunduk karena malu.


"Tapi kasi aku kesempatan untuk meluruskan permasalahan yang ada di antara kita dahulu."


"Maksud kamu?" Lika sepertinya sudah menebak akan kemana larinya pembicaraan ini.


"Aku gak pernah mengkhianati kamu. Aku tidak pernah mencintai wanita lain kecuali kamu. Kamu adalah pengecualian paling istimewa dalam hidupku."


Deg!


Deg!


"Aku sudah memaafkan kamu!" ujar Lika parau.


"Aku sudah berkata yang sebenarnya Lika! Malam itu niatku hanya ingin merayakan kelulusan kamu dengan makan malam di cafe itu. Coba kamu pikirkan, gak akan ada orang yang dengan sengaja mempertemukan pacar dan selingkuhannya Lika. Aku gak pernah selingkuh.Aku gak mengkhianati kamu. Aku dijebak."


"Cukup!!! Cukup sudah!" teriak Lika hingga suaranya terdengar jelas sampai kedalam kamar.


"Lika..."


Lika bangkit dari duduknya, "Kamu gak perlu bohong sama aku untuk memperbaiki semuanya bang. Aku udah memaafkan kamu bang. Hentikan omong kosong ini!" Lika semakin terisak-isak. Tangisannya membuat Ana tak kuasa bertahan dia dalam kamar dan mendengarkan saja.


"Aku gak pernah berbohong Lika."


"Diam! Jika kamu hanya ingin mengatakan ini, lebih baik kamu pergi!" Lika terduduk. Tubuhnya lemas dan tidak bertenaga.


Ana berlari menghampiri Lika yang sudah terkulai tak berdaya, "Lik, kamu gak papa?" tanya Ana khawatir.


Pandangan Lika kabur dan perlahan Ia menutup matanya. Lika pingsan!


Adi mengangkat tubuh Lika keatas sofa, sementara Ana dengan panik mencari minyak kayu putih dari dalam tasnya.


"Sebaiknya kita gak perlu lagi membahas masalah itu pada Lika kak. Aku takut Lika tak sanggup menerima semuanya. Mungkin semuanya terlalu menyakitkan untuk Lika." Ana sangat khawatir akan keadaan Lika.


Adi menatap wajah Lika yang mulai kembali kesadarannya. Dulu Adi selalu berangan-angan bahwa di masa depan Lika adalah sosok istri dan ibu bagi anak-anaknya, namun takdir berkata lain. Hari ini Adi benar-benar melihat Lika sudah sangat jauh darinya, bahkan saat dekat seperti ini pun Lika terasa sangat jauh.

__ADS_1


"Maafkan aku!" ucapnya lirih.


Disatu sisi Ana sangat kasihan pada Adi, selama ini Ia melihat betapa Adi sangat menyayangi Lika. Namun disisi lain Ia tidak bisa menyalahkan Lika. Keadaan yang membuat mereka seperti ini. Yang masih menjadi pertanyaan besar bagi Ana, siapa yang menjebak mereka malam itu. Siapa yang begitu iri dengan mereka?


"Bang Andri..." ucap Lika setelah benar-benar sadar.


"Kamu gak papa kan?" sahut Ana yang sedari tadi sangat cemas.


Aygra sebagai anak yang tidak tau apa-apa hanya bengang-bengong melihat drama orang dewasa yang sama sekali tidak masuk akalnya itu.


"Aunty belum mati kan?" tanya Aygra polos.


Pandangan mereka semua beralih pada Aygra. Seseorang, tolong musnahkan saja anak ini. Dasar bocah polos tak berotak!πŸ˜‚


"Kamu doain Aunty mati?" tanya Lika sebal.


Aygra hanya terkekeh melihat orang-orang didepannya. Pasalnya Aygra juga tak mengerti mengapa mereka menatapnya tajam begitu.


"Aygra kan cuman nanya aja Aunty."


Mereka semua malah tertawa geli melihat tingkah anak itu. Tingkahnya sangat menggelikan. Adi menatap Lika yang masih tertawa dan mencubit pipi gembul Aygra.


'Seandainya tawa itu masih milikku maka hidupku sudah sangat lengkap Lika' batin Adi.


"Lika, kamu minum dulu nih!" Ana memberikan secangkir kopi pada Lika.


Lika langsung menyeruput kopi itu, dikecap dan dirasa.


'Rasa kopi ini seperti familiar' gumam Lika dalam hati.


"Ana! Ini kopinya kamu buat sendiri?" tanya Lika.


"Eh!? Tadi kopi yang disini punya kamu kan?" Ana menggaruk-garuk kepalanya.


"Ana!😭😭😭" teriak Lika parau.


"Ke..kenapa?" tanya Ana gelagapan.


"Itu kopi punya aku!" sahut Adi dengan santainya.


Andri terkekeh geli.


'Perkara kecil seperti ini saja kalian sampai seperti itu' batinnya.


🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈


TEMAN-TEMAN READERS-KU TERSAYANG 😍


TERIMAKASIH YA UDAH SETIA IKUTIN SETIAP EPISODE CINTA DALAM DIAMKUπŸ™πŸ™πŸ™


PLEASE LIKE, KOMEN & FOLLOW AKU DONG😌😌


JANGAN LUPA VOTE JUGA YA πŸ˜‡KARENA SETIAP PARTISIPASI KALIAN BAIK DALAM LIKE, KOMEN & FOLLOW SANGAT MEMPENGARUHI MOOD AKU DALAM MENULISπŸ’ŒπŸ˜»


Jangan Lupa gabung di grup aku juga ya, supaya kalian gak ketinggalan info Up Novel aku.


THANK YOU🌈


Anne Chellyca✍️

__ADS_1


__ADS_2