
Berita tentang pertunangan Lika dan Adi langsung tersebar diseluruh penjuru kampus. Bagaimana tidak, Adi adalah mahasiswa berprestasi, keren dan kaya ditambah lagi ia lulus predikat cumlaude. Ia terkenal dikalangan mahasiswa dikampus mereka.
Berita ini juga sampai ditelinga ciwi-ciwi The Genk. Lika langsung dibully di grup WhatsApp pagi itu. Beritanya juga tersebar diberita harian kota itu karena orangtua Lika dan Adi termasuk orang berpengaruh saat itu.
"Oh Shit! Rame banget" ujar Adi ketika membaca berita.
Ia membaca kata-perkata disetiap media sosial. Ucapan selamat terus mengalir dimedia sosialnya membuatnya risih dan menutup kembali ponselnya.
Berbeda dengan Adi, Lika masih tidur diranjangnya dan tak menyadari bahwa Ia menjadi trending topik pagi itu. Ia juga belum menyentuh ponselnya yang ramai oleh bully The Genk.
"Non, bangun Non. Non harus kuliah kan hari ini" Lili masuk membawakan sarapan dan meletakkannya diatas meja. Ia memiliki akses masuk bebas dipagi hari ketika Lika punya jadwal kuliah. Lili membuka gorden dan pintu balkon agar matahari dan udara masuk.
Lika menggeliat malas. Ia sangat mengantuk karena semalaman tak bisa tidur. Beruntung hari ini ia hanya punya jadwal kuliah disiang hari.
"Non, sudah buka berita belum? Non Lika jadi trending topik di Jogja loh hari ini" terang Lili.
Sontak saja Lika langsung membuka matanya dan mengambil ponselnya. Gadis itu merinding ngeri melihat semua notifikasi di ponselnya. Followers instagramnya pun melonjak naik dan buruknya banyak sekali DM dari haters dimana mereka adalah pengagum berat Adi.
"Oh Tuhan.." keluhnya. Lika menggigit jarinya ngeri. Ia tak menyangka akan seheboh ini. Walaupun banyak yang mendukung hubungannya dengan Adi tidak sedikit juga yang mengumpatnya.
"Fans Adi gila semua!!!" teriak gadis itu. Lili hanya menatap bingung karena ia sendiri pun tak bisa berbuat apa-apa pada majikannya.
TOK TOK...
Adi masuk kedalam kamar Lika. Saat sudah melihat pemberitaan mengenai pertunangannya, Adi langsung bergegas menuju kediaman keluarga Hermawan. Ia ingin memastikan Lika baik-baik saja dengan berita itu.
"Bang Adi, ngapain kesini?" Lika menutup wajahnya karena malu ia masih dalam keadaan seperti itu.
"Suka-suka aku dong" sahutnya. Ia memberi isyarat pada Lili agar keluar meninggalkan mereka.
"Kok bisa rame gitu sih?" Lika menyandarkan tubuhnya saat Adi duduk disampingnya.
"Gapapa kok, bentar doang itu" Adi mengelus-elus tangan gadis itu.
"Kamu sih pake upload foto di Instagram" Lika memanyunkan bibirnya.
"Karena hanya akan ada satu gadis di Instagram aku" sahut Adi penuh semangat.
"Apaan sih kamu. Lagian fans kamu pada gila tau, mereka nyerang aku di sosial media" Lika mengutarakan kekesalannya.
__ADS_1
"Iya sayang, maafin aku ya. Kamu gak kuliah emang? Kok belum mandi?" tanya Adi menciumi pucuk kepala Lika.
Lika mendongakkan kepalanya menatap wajah Adi. Ada perasaan geli dihatinya saat Adi memanggil sayang.
"Kamu kenapa mukanya gitu?" Adi terkekeh geli.
"Baru tunangan satu hari udah nyampe sini aja loe kuda Nil. Masih pagi udah mesra-mesraan loe ya, gak ada akhlak!" Andri muncul dari balik pintu.
"Salam hormat abang ipar, bolehlah mulai sekarang cari kakak ipar untuk kami" ledek Adi.
"Belagu loe ya Kuda Nil, kalo gak gue bantuin mikir loe pasti masih galau sampe hari ini" Andri menatap Adi sinis.
"Iya iya. Bro, loe ada ide gak buat berita pagi ini gak seheboh ini lagi. Pusing gue" tutur Adi.
"Giliran ada masalah nyariin gue kan loe!" sindir Andri.
Adi hanya tertawa kecil menanggapi pernyataan Andri.
"Yuk ikut gue, sekalian supaya Lika sarapan dan siap-siap. Jangan lupa loe, adek gue masih kuliah" Andri beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan ruangan itu.
"Sayang kamu sarapan ya, cepet mandi. Bau iler" Adi mencium tangan Lika dan meninggalkannya menyusul Andri.
Lika pun memakan sarapan yang sudah dibawa oleh Lili. Ia pun bergegas membersihkan diri dan bersiap untuk berangkat ke kampus. Ia sudah mempersiapkan diri untuk segala sesuatu yang akan dihadapinya di kampus.
Saat Ia turun menuju mobilnya, terlihat Adi susah menunggunya didepan pintu.
"Yuk aku anterin" Adi membuka pintu mobilnya.
"Terus nanti aku pulang gimana dong?" Lika masih berdiri didepan Adi.
"Aku jemput lagi, tenang aja" sahut Adi.
Lika pun masuk kedalam mobil Adi. Lika meneguk kopi didalam botol minumnya. Rasa khawatir menyelimuti hatinya karena banyak sekali haters yang menerornya hari ini. Adi pun melajukan mobilnya meninggalkan kediaman keluarga Hermawan itu.
"Kamu mau lanjut S2 kemana?" tanya Lika penasaran.
"Aku mau ke New York, tapi kalo kamu gak sanggup jauh-jauh dari aku bisa kok aku kuliahnya di Indonesia aja" Adi mencoba menggoda Lika. Bukannya malu-malu, Lika malah bingung dengan jawaban Adi.
"Apaan gak sanggup jauh-jauh, kita kan udah tunangan ngapain aku takut. Lagian cowok noob kayak kamu gak perlu dikhawatirkan dipikat wanita lain" ledek Lika.
__ADS_1
"Dasar ya kamu, gini-gini aku banyak yang ngantri buat sekedar kencan ada loh. Apalagi pacaran" terang Adi dengan sombong.
"Iya makanya banyak banget yang teror aku, nyebelin!!" Lika memanyunkan bibirnya. Walaupun cemberut gadis itu tampak sangat menggemaskan.
"Nanti aku urus ya sayangku, jangan ngambek dong" Adi berusaha membujuk Lika. Adi tak ingin kehilangan momentum kehangatannya bersama Lika.
Saat tiba didepan gedung belajar, teman-temen Lika sudah menantikannya didepan. Lika pun turun setelah melalui drama kecil bersama Adi. Entah sejak kapan Adi jadi sok romantis seperti itu.
"Yang udah tunangan beda ya, Luar biasa!" ledek Ana.
"Jomblo bisa apa?" Lia menyenggol lengan Lika.
"Duhh guys, nanti bullynya. Aku takut nih" tutur Lika.
Sebelum berangkat ke kampus, Lika sudah menceritakan semuanya pada sahabat-sahabatnya. Ia sangat takut akan terjadi hal-hal diluar ekspektasinya.
"Udah tenang aja lek, kau kan gak jahat sama mereka. Kalo mereka nyentuh kau ya tinggal lapor polisi. Apa gunanya jadi anak sultan" Mia mulai mengoceh seperti biasa. Namun begitu, ocehannya kali ini sangat masuk akal dan cerdas.
"Bener itu Lik, kamu gak perlu khawatir masalah itu" Widia menambahi.
"Yuk masuk, bentar lagi jam mata kuliah" Rossa melirik jam tangannya.
"Yaudah yuk temen-temen, kita selow aja. Seperti kata tunangannya Lika, dia punya niat baik. Jadi semua akan baik-baik saja" Ana menenangkan Lika tapi seolah-olah meledek juga.
"Sambil menyelam minum air dong" sahut Mia.
Adel hanya pelanga-pelongo mendengarkan mereka, ia tak tau harus berkomentar apa dan bahkan tak mengerti harus berbuat apa.
"Hebat ya! Diangkat jadi anak orang kaya, sekarang tunangan sama orang kaya" seorang perempuan muda menyenggol lengan Lika. Mereka adalah Sandra dan teman-temannya dan yang yang terakhir berbicara adalah Dewi, salah satu dari mereka.
"Udah yuk gak usah diladenin" Lika tak menggubris perkataan Dewi. Lika sadar semakin diladeni mereka akan semakin mengoceh.
"Heh gembel! Belagu banget ya loe!" Sandra berteriak membuat semua orang menoleh kepadanya.
Lika tak memperdulikannya dan langsung masuk kedalam kelas. Gadis itu tak ingin menambah beban pikirannya. Walaupun Lika termasuk salah gadis favorit dikampus karena wajah cantik dan karakter ramah tetap saja kalah dengan Sandra yang berjiwa sosialita. Akan ada keributan besar jika Lika bermasalah dengan Sandra dilingkungan kampus.
"Udah tenang aja, semua pasti baik-baik aja kok" Adel berusaha menenangkan Lika. Ia tau persis Lika sedang banyak pikiran. Setelah pertunangan suasana bahagianya diganti dengan suasana sesak dan takut.
Semua orang dikelas juga bergemuruh heboh, tak sedikit juga mengucapkan selamat. Saat dosen masuk, keadaan pun kembali tenang. Lika bernafas lega, setidaknya beberapa jam kedepan tak ada yang akan membahas tentang pertunangannya.
__ADS_1