Cinta Dalam Diamku

Cinta Dalam Diamku
BAB 16


__ADS_3

Malam ini ada pertemuan


antara kedua keluarga, yaitu keluarga Kusuma dan Jordan. Selain datang untuk


bersilahturahmi mereka juga membicara tentang kelanjutan perusahaan kedepannya.


Keluarga Kusuma sudah bertekad menjodohkan kedua anak mereka. Jonathan hanya


menatap diam sambil mendengar pembicaraan. Dan dihadapannya itu Caramel hanya


sesekali melemparkan senyum setiap kali ia mendapatkan pujian dari Jordi.


“Apa Jonathan sudah


siap menikah dengan Caramel, apalagi kalian satu sekolah juga” Ujar Gavin-Ayah


Caramel


“Kalau saat ini aku


belum siap Om, apalagi aku juga harus mengejar impianku dulu” jawab Jonathan


setenang mungkin


Ada helaan nafas berat


saat mendengar jawab dari Jonathan. “Baiklah, Om yakin kalian berdua adalah


pasangan yang cocok” jawab berusaha tenang.


“Iya, Om” jawab Jonathan


cuek


Aura dingin Jonathan


sudah terasa sejak tadi, hingga sedari tadi ia hanya bermain ponsel saja. Tanpa


memperdulikan pembicaraan kedua orangtuanya itu.


“Cara, ada tempat yang


lebih nyaman dan menyejukkan?” Tanya Jonathan, Caramel mengangguk lalu beranjak


pergi diikuti oleh Jonathan.


Hingga mereka sampai


disebuah rooftop, ada senyum terpancar diwajah Jonathan saat menatap hijaunya


pemandangan dihadapannya. “Menakjubkan” gumamnya sambil tersenyum lebar.


Caramel melirik


Jonathan lalu tersenyum “Ini adalah tempat Favoriteku, biasanya aku sering


disini” ucap Caramel


Jonathan duduk


dipinggiran diikuti oleh Caramel disampingnya, “Kalau aku palingan disekolah,


itupun jam istirahat” jawabnya masih memandangi langit biru.


“Ohh ya, kok aku baru


tahu. palingan cuman di perpus saja mengasingkan diri” ujarnya mengetahui semua


apa yang dilakukan Jonathan. Ada banyak hal yang belum diketahui oleh Caramel,


yaitu seringnya Jonathan berada di rooftop.


“Aku lihat juga kamu


jarang gabung sama kedua sahabatmu itu?” tanyanya


“Memang aku jarang


bersama mereka, bukannya aku tidak suka berada ditempat keramaian melainkan aku


lebih senang berada ditempat yang penuh dengan ketenang bukan dengan penuh


kegaduhan” jelasnya


“Hebat” ujarnya


Jonathan menyerngit


dahinya bingung, “apanya yang hebat?” tanyanya heran


“Aku barusan dengar


kamu bicara panjang kali lebar, biasanya singkat banget kayak bebek mau


bertelur” jelasnya, membuat Jonathan terkekeh.


“Hahaha, biasa aja”


jawabnya santai


Hening,


Mereka larut dalam


keheningan, suasana begitu indah. Ini yang diharapkan oleh Caramel berdua


sambil menikmati sore hari.


“Apakah kamu suka

__ADS_1


senja?” Tanya Caramel,


“Iya, apalagi dengan


warnanya sangat indah” jawabnya


“Sebentar lagi akan


hadir, aku senang berada disini” ucapnya, Jonathan baru mengetahui fakta baru


jika Caramel sangat menyukai apa yang disukanya juga. “Berarti kita sama dong”


ucapnya dengan senyum lebarnya


Ia mengacak rambut


panjang Caramel karena merasa gemas dengan perempuan dibelahnya itu.


“Ihhh, rambut ini sudah


rapi malah diacak-acak” kesal Caramel saat rambutnya sudah berantakan


“Lucu tau” balasnya


Lima belas kemudian


jingga itu sudah mulai menampakkan diri, warna saling berpadu diatas langit


biru. “Nahh itu kerenkan” ujarnya sambil menunjuk,


“ternyata tempat ini,


indah banget ya. Seperti kayak disampingku” ucapnya


Caramel bersemu merah


saat mendapatkan pujian dari Jonthan, “Sudah pintar menggombal ya. Apa Angel


selalu mendapatkan perhatian seperti ini” balasnya seperti meledek


“Bagiku Angel itu sudah


seperti adikku, adik kecil. walaupun gayanya agak urakan tetapi dia juga


menggemaskan”


Persahabatan terjadi


selama empat tahun lamanya, tetapi Jonathan masih merasa seperti baru bertemu


dengan sahabatnya itu. ia menghela nafas menceritakan hal apa saja yang


membuatnya tersenyum bahagia ketika bersama dengan Angel.


“Aku tau kamu suka


dengan Angel, tetapi Angelnya aja enggak pernah sadar” ucapnya seketika membuat


Ia mengerjapkan matanya


beberapa kali, “Sudah kuduga, kamu hanya diam berarti kamu suka” telaknya,


membuat Jonathan mencebik bibirnya


“Jangan sotoy, sudah


kubilang dia adalah adikku” jawabanya berusaha tenang


“Soto mah, ada di akang


jorak” balasnya


Jonathan menghembuskan


nafas gusar, kadang menghadapi perempuan itu harus dengan extra kesabaran.


Kalau sudah seperti ini Jonatha hanya diam. hembusan angin menerpa wajah


mereka. Caramel masih dengan kekesalannya.


Dasar cowok


menyebalkan, ternyata kamu bisa semenyebalkan ini” gerutunya dalam hati. Ia


kesal karena sedari tadi memuji perempuan yang bernama Angel itu. “Jelek muka


kamu begitu, kayak sarung kurang lipat aja” ledeknya


Caramel memukul bidang


dadanya kesal, Jonathan hanya tertawa lepas. Ada kesenangan tersendiri melihat


perempuan yang dia jahilinya.


Caramel terdiam menatap


Jonathan yang tertawa lepas, “Aku kira kamu tidak bisa ketawa, diam terus kayak


patung” ucapnya menyindir”


“Memang aku ganteng ya


kalau lagi ketawa” jawabnya dengan tampang polosnya


Caramel menyemburkan


tawanya, melihat ekspresi Jonathan, “Unchh lucunya kalau begini ya” ucapnya


sambil mncubit kedua pipi Jonathan gemas

__ADS_1


“Aww, sakit tau” ucap


Jonthan memegang kedua pipinya terasa perih. Caramel hanya terkekeh.


Tanpa terasa jam sudah


menunjukkan pukul setengah tujuh petang. “Cara udah jam setengah tujuh, berarti


sudah dua jam aku berada disini” ucapnya memperhitungkan. “Aku harus pulang,


sekarang” tambahnya lagi.


“Mukanya jangan


dijelek-jelekkin. Sekarang aku balik. Papa kayaknya sudah balik duluan” ucapnya


lagi


“Iya bawel, hati-hati”


balas Caramel


Hari ini ia merasa


sangat senang karena Jonathan berkunjung keumahanya walau sebentar. Tetapi dua


jam itu Caramel akan selalu ingat dalam memorynya. Baginya Jonathan adalah


salah satu orang pertama yang membuka hatinya setelah kejadian lamanya. Yang


cukup melukainya hatinya.


Ia menghembuskan nafas


berat, selama ini ia hanya menutupi kesedihannya. Tetapi saat bertemu dengan


Jonathan membuat hidupnya jadi berwarna.


“Terimakasih” gumamnya



Jonathan baru saja


merebahkan badannya ia teringat akan Angel. Semenjak ia berkenalan dengan


Caramel, Jonathan sudah semakin jarang bersama dengan Angel. Ia merindukan


gadis tomboy itu. walaupun sekelas, tetapi kebersamaan mereka juga sudah jarang


lagi.


Ia merogoh ponselnya


disaku celana lalu mencari nama Angel di layar pipi itu. terdengar suara


deringan ponsel,


“Hey, lama amat


angkatnya, lagi dimana?” Tanya Jonathan bertubi-tubi hingga suara decakan yang


terdengar.


“Lagi diluar sama Bang


Rey” jawabnya lesuh


“Kenapa lesuh sekali


suaranya,” ada nafas panjang yang terdengar disana


“ohh, pasti lagi sibuk,


ya. Sama pacarnya?” tebak Jonathan hingga terdengar suara decakan lagi.


Angel menghembuskan


nafas panjang lagi, kali sangat berat. “Auh, kalau bisa gue ingin pergi dari


sini” ujarnya, ia sudah merasa jengkel dengan seseorang disana. Hingga Jonathan


terkekeh.


“Ciye, pasti udah


ketemu cowok ganteng ya” tebaknya


“Jojo, bisa tidak,


jangan bikin kesal gue untuk sekarang. Apalagi gue harus bertemu makhluk aneh


ini, yang ada dihadapan gue” ujarnya


Percakapan semakin panjang,


Jonathan beranjak dari kasurnya lalu berjalan menuju jendela. Sesekali ia hanya


tertawa. Ada rasa bahagia dibenaknya. Saat mendengar suara yang sudah lama


tidak didengarnya itu.


“Mangkanya jangan sibuk


terus dengan calon tunangan. Gue aja sudah jadi jamur disini. Gegara Bang Rey”


ucapnya


Ia melihat jam lalu

__ADS_1


“Angel udah dulu ya, mau mandi. Seharian abis pergi” ucapnya pamit. Lalu


mematikan telepon secara bersamaan.


__ADS_2