
Malam ini ada pertemuan
antara kedua keluarga, yaitu keluarga Kusuma dan Jordan. Selain datang untuk
bersilahturahmi mereka juga membicara tentang kelanjutan perusahaan kedepannya.
Keluarga Kusuma sudah bertekad menjodohkan kedua anak mereka. Jonathan hanya
menatap diam sambil mendengar pembicaraan. Dan dihadapannya itu Caramel hanya
sesekali melemparkan senyum setiap kali ia mendapatkan pujian dari Jordi.
“Apa Jonathan sudah
siap menikah dengan Caramel, apalagi kalian satu sekolah juga” Ujar Gavin-Ayah
Caramel
“Kalau saat ini aku
belum siap Om, apalagi aku juga harus mengejar impianku dulu” jawab Jonathan
setenang mungkin
Ada helaan nafas berat
saat mendengar jawab dari Jonathan. “Baiklah, Om yakin kalian berdua adalah
pasangan yang cocok” jawab berusaha tenang.
“Iya, Om” jawab Jonathan
cuek
Aura dingin Jonathan
sudah terasa sejak tadi, hingga sedari tadi ia hanya bermain ponsel saja. Tanpa
memperdulikan pembicaraan kedua orangtuanya itu.
“Cara, ada tempat yang
lebih nyaman dan menyejukkan?” Tanya Jonathan, Caramel mengangguk lalu beranjak
pergi diikuti oleh Jonathan.
Hingga mereka sampai
disebuah rooftop, ada senyum terpancar diwajah Jonathan saat menatap hijaunya
pemandangan dihadapannya. “Menakjubkan” gumamnya sambil tersenyum lebar.
Caramel melirik
Jonathan lalu tersenyum “Ini adalah tempat Favoriteku, biasanya aku sering
disini” ucap Caramel
Jonathan duduk
dipinggiran diikuti oleh Caramel disampingnya, “Kalau aku palingan disekolah,
itupun jam istirahat” jawabnya masih memandangi langit biru.
“Ohh ya, kok aku baru
tahu. palingan cuman di perpus saja mengasingkan diri” ujarnya mengetahui semua
apa yang dilakukan Jonathan. Ada banyak hal yang belum diketahui oleh Caramel,
yaitu seringnya Jonathan berada di rooftop.
“Aku lihat juga kamu
jarang gabung sama kedua sahabatmu itu?” tanyanya
“Memang aku jarang
bersama mereka, bukannya aku tidak suka berada ditempat keramaian melainkan aku
lebih senang berada ditempat yang penuh dengan ketenang bukan dengan penuh
kegaduhan” jelasnya
“Hebat” ujarnya
Jonathan menyerngit
dahinya bingung, “apanya yang hebat?” tanyanya heran
“Aku barusan dengar
kamu bicara panjang kali lebar, biasanya singkat banget kayak bebek mau
bertelur” jelasnya, membuat Jonathan terkekeh.
“Hahaha, biasa aja”
jawabnya santai
Hening,
Mereka larut dalam
keheningan, suasana begitu indah. Ini yang diharapkan oleh Caramel berdua
sambil menikmati sore hari.
“Apakah kamu suka
__ADS_1
senja?” Tanya Caramel,
“Iya, apalagi dengan
warnanya sangat indah” jawabnya
“Sebentar lagi akan
hadir, aku senang berada disini” ucapnya, Jonathan baru mengetahui fakta baru
jika Caramel sangat menyukai apa yang disukanya juga. “Berarti kita sama dong”
ucapnya dengan senyum lebarnya
Ia mengacak rambut
panjang Caramel karena merasa gemas dengan perempuan dibelahnya itu.
“Ihhh, rambut ini sudah
rapi malah diacak-acak” kesal Caramel saat rambutnya sudah berantakan
“Lucu tau” balasnya
Lima belas kemudian
jingga itu sudah mulai menampakkan diri, warna saling berpadu diatas langit
biru. “Nahh itu kerenkan” ujarnya sambil menunjuk,
“ternyata tempat ini,
indah banget ya. Seperti kayak disampingku” ucapnya
Caramel bersemu merah
saat mendapatkan pujian dari Jonthan, “Sudah pintar menggombal ya. Apa Angel
selalu mendapatkan perhatian seperti ini” balasnya seperti meledek
“Bagiku Angel itu sudah
seperti adikku, adik kecil. walaupun gayanya agak urakan tetapi dia juga
menggemaskan”
Persahabatan terjadi
selama empat tahun lamanya, tetapi Jonathan masih merasa seperti baru bertemu
dengan sahabatnya itu. ia menghela nafas menceritakan hal apa saja yang
membuatnya tersenyum bahagia ketika bersama dengan Angel.
“Aku tau kamu suka
dengan Angel, tetapi Angelnya aja enggak pernah sadar” ucapnya seketika membuat
Ia mengerjapkan matanya
beberapa kali, “Sudah kuduga, kamu hanya diam berarti kamu suka” telaknya,
membuat Jonathan mencebik bibirnya
“Jangan sotoy, sudah
kubilang dia adalah adikku” jawabanya berusaha tenang
“Soto mah, ada di akang
jorak” balasnya
Jonathan menghembuskan
nafas gusar, kadang menghadapi perempuan itu harus dengan extra kesabaran.
Kalau sudah seperti ini Jonatha hanya diam. hembusan angin menerpa wajah
mereka. Caramel masih dengan kekesalannya.
Dasar cowok
menyebalkan, ternyata kamu bisa semenyebalkan ini” gerutunya dalam hati. Ia
kesal karena sedari tadi memuji perempuan yang bernama Angel itu. “Jelek muka
kamu begitu, kayak sarung kurang lipat aja” ledeknya
Caramel memukul bidang
dadanya kesal, Jonathan hanya tertawa lepas. Ada kesenangan tersendiri melihat
perempuan yang dia jahilinya.
Caramel terdiam menatap
Jonathan yang tertawa lepas, “Aku kira kamu tidak bisa ketawa, diam terus kayak
patung” ucapnya menyindir”
“Memang aku ganteng ya
kalau lagi ketawa” jawabnya dengan tampang polosnya
Caramel menyemburkan
tawanya, melihat ekspresi Jonathan, “Unchh lucunya kalau begini ya” ucapnya
sambil mncubit kedua pipi Jonathan gemas
__ADS_1
“Aww, sakit tau” ucap
Jonthan memegang kedua pipinya terasa perih. Caramel hanya terkekeh.
Tanpa terasa jam sudah
menunjukkan pukul setengah tujuh petang. “Cara udah jam setengah tujuh, berarti
sudah dua jam aku berada disini” ucapnya memperhitungkan. “Aku harus pulang,
sekarang” tambahnya lagi.
“Mukanya jangan
dijelek-jelekkin. Sekarang aku balik. Papa kayaknya sudah balik duluan” ucapnya
lagi
“Iya bawel, hati-hati”
balas Caramel
Hari ini ia merasa
sangat senang karena Jonathan berkunjung keumahanya walau sebentar. Tetapi dua
jam itu Caramel akan selalu ingat dalam memorynya. Baginya Jonathan adalah
salah satu orang pertama yang membuka hatinya setelah kejadian lamanya. Yang
cukup melukainya hatinya.
Ia menghembuskan nafas
berat, selama ini ia hanya menutupi kesedihannya. Tetapi saat bertemu dengan
Jonathan membuat hidupnya jadi berwarna.
“Terimakasih” gumamnya
Jonathan baru saja
merebahkan badannya ia teringat akan Angel. Semenjak ia berkenalan dengan
Caramel, Jonathan sudah semakin jarang bersama dengan Angel. Ia merindukan
gadis tomboy itu. walaupun sekelas, tetapi kebersamaan mereka juga sudah jarang
lagi.
Ia merogoh ponselnya
disaku celana lalu mencari nama Angel di layar pipi itu. terdengar suara
deringan ponsel,
“Hey, lama amat
angkatnya, lagi dimana?” Tanya Jonathan bertubi-tubi hingga suara decakan yang
terdengar.
“Lagi diluar sama Bang
Rey” jawabnya lesuh
“Kenapa lesuh sekali
suaranya,” ada nafas panjang yang terdengar disana
“ohh, pasti lagi sibuk,
ya. Sama pacarnya?” tebak Jonathan hingga terdengar suara decakan lagi.
Angel menghembuskan
nafas panjang lagi, kali sangat berat. “Auh, kalau bisa gue ingin pergi dari
sini” ujarnya, ia sudah merasa jengkel dengan seseorang disana. Hingga Jonathan
terkekeh.
“Ciye, pasti udah
ketemu cowok ganteng ya” tebaknya
“Jojo, bisa tidak,
jangan bikin kesal gue untuk sekarang. Apalagi gue harus bertemu makhluk aneh
ini, yang ada dihadapan gue” ujarnya
Percakapan semakin panjang,
Jonathan beranjak dari kasurnya lalu berjalan menuju jendela. Sesekali ia hanya
tertawa. Ada rasa bahagia dibenaknya. Saat mendengar suara yang sudah lama
tidak didengarnya itu.
“Mangkanya jangan sibuk
terus dengan calon tunangan. Gue aja sudah jadi jamur disini. Gegara Bang Rey”
ucapnya
Ia melihat jam lalu
__ADS_1
“Angel udah dulu ya, mau mandi. Seharian abis pergi” ucapnya pamit. Lalu
mematikan telepon secara bersamaan.