Cinta Dalam Diamku

Cinta Dalam Diamku
Episode 49


__ADS_3

Berita kecelakaan dan kematian Lika sampai di keluarga besar Prasetya. Adi yang telah stress karena Lika salah paham dengan Lika begitu terpukul mendengar Lika, tunangannya meninggal karena kecelakaan yang sudah dipastikan kecelakaan itu sepulang dari hotel tempat Lika salah paham terhadap Adi.


Adi berteriak meraung-raung. Betapa tidak mendengar kabar tentang wanita kesayangannya meninggal secara mengenaskan seperti itu. Adi ambruk di lantai, kakinya tak dapat menumpu badannya lagi.


Adi sepulang dari hotel cemas karena kesalahpahaman antara dia dengan Lika. Dua kali ia pulang balik ke rumah Lika namun Lika tak kunjung kembali.


Sesampainya dirumah untuk ketiga kali, Renaya memberikan kabar duka yang sudah pasti menghancurkan hatinya seperti butiran kaca yang jatuh diatas batu.


"Lika meninggal karena kecelakaan. Saat dibawa ke rumah sakit, naas. Nyawa Lika tak tertolong lagi," begitulah kata-kata Renaya memberikan kabar duka dari keluarga Hermawan.


Kata-kata Renaya rasanya terus berputar di kepala Adi.


"Tidak mungkin!" Hanya itu yang dapat Adi ucapkan dikala Renaya terus bertanya tentang apa yang terjadi antara mereka.


Mengapa Lika bisa kecelakaan? Mengapa Lika menyetir mobilnya sendiri? Mengapa kalian tidak bersama?


Pertanyaan-pertanyaan itu spontan keluar dari mulut Renaya menanyakan kepastian calon menantunya. Tanpa Renaya sadari kata-katanya itu malah membuat Adi semakin merasa bersalah.


"Bunda, katakan ini bohong" ucap Adi lirih. Suaranya serak menahan sakit luar biasa. Tubuhnya bergetar hebat, separuh nyawanya terasa melayang pergi bersama kematian Lika.


"Nak, sebenarnya apa yang terjadi?" Renaya duduk memeluk Adi. Adi benar-benar hancur.


"Bunda, aku sebab meninggalnya Lika Bunda. Aku yang membuat tunanganku seperti ini. Hukum saja aku bunda, aku tak bisa hidup tanpa dia!" Renaya semakin bingung mendengar ucapan putra semata wayangnya itu. Rasa sedih dan penasaran berpadu menjadi satu.


Sementara berita kecelakaan dan kematian Lika viral sekota Yogyakarta, ranjang pasien milik Lika lengkap dengan alat bantu pernafasan untuk membantu hidup Lika didorong masuk menuju pesawat pribadi yang disewa oleh Siska.


Malam ini Lika akan meninggalkan segala kenangan dan cintanya. Ditemani Lili sang pengurus pribadi, Lika akan berangkat menuju Singapura untuk proses pengobatan sekaligus menghilang dari pandangan.

__ADS_1


Lika tertidur dengan sangat damai tanpa tau apa yang sedang dilakukan ibu angkatnya. Segala sesuatu yang dibutuhkan Lika sudah dibawa oleh Lili. Hendra juga menitipkannya tas dan perhiasan Lika saat kecelakaan maut itu kepada Lili.


"Aku merasa ada yang tidak beres, kamu simpan ini semua. Nyonya meminta saya untuk memusnahkannya, tapi saya yakin suatu saat ini akan dibutuhkan oleh Lika." Begitulah pesan Hendra saat memberikan barang-barang Lika.


Hendra tau betul jika itu semua pasti ada hubungannya dengan Adi. Perhiasan, cincin pertunangan dan ponsel itu menyimpan banyak kenangan bersama Adi.


"Jaga putriku baik-baik ya nak Lili." Rina melepaskan anaknya penuh tangis yang menyesakkan bagi Lili. Bagaimana tidak, ia menyaksikan seorang ibu yang mengandung, melahirkan dan membesarkan anaknya dipisahkan tanpa alasan yang jelas.


"Lili janji akan menjaga Non Lika Bibi, Lili akan terus menghubungi Bibi tentang keadaan non Lika." Lili memeluk Rina meyakinkan wanita itu. Demi apapun Lili tidak sampai hati melakukan ini semua.


Pesawat yang membawa Lika pun lepas landas meningkatkan kota Yogyakarta, kota kenangan Lika dan Adi. Deru pesawat menyimpan luka bagi Rina dan suaminya.


"Non Lika... Seandainya Non Lika tau apa yang sedang terjadi, apa Non Lika akan tidur senyenyak ini?" gumam Lili bersedih karena keputusan yang diambil oleh majikannya, Siska.


Selama ini Lili sangat mendambakan pasangan absurd ini bersatu, namun karena sesuatu yang tidak Lili ketahui ternyata membawa perpisahan bagi mereka.


Tidak seperti Lika yang sedang tidur damai pengaruh dari obat penenang, keluarga Prasetya malah sedang kewalahan atas kematian calon menantunya. Bagaimana tidak kewalahan, anak semata wayang sekaligus pewaris tunggal keluarga malah seperti kehilangan kewarasannya.


Adi menatap mayat yang sudah ditutup kain putih, ingin rasanya Adi berganti posisi dengan Lika agar gadis itu tetap hidup.


"Kamu pembunuh! Kamu membunuh anakku!!!" Kehadiran Adi menyulut api kemarahan dihati Siska. Ucapan Lika saat berada dalam ruangan ICU yang didengar Lika menumbuhkan dendam pada Siska. Siska yang sudah menganggap Adi seperti anaknya sendiri hari ini sangat berbanding terbalik, Siska malah melihat Adi dengan sangat marah.


"Siska, apa yang kamu katakan?" tanya Raya setengah berteriak karena tak terima anaknya dikatakan pembunuh. Kondisi Adi semakin buruk, ucapan Siska sukses membuat rasa bersalah Adi mencapai puncaknya.


"Tante, maafkan aku. Maafkan aku." Adi tak sanggup lagi menahan rasa sakitnya, ia tersungkur dihadapan Siska memohon pengampunan atas rasa bersalahnya. Hendra menunduk seimbang dengan kepala Adi.


"Adi, sudahlah nak. Semuanya bukan salah kau. Ini murni kecelakaan." Hendra mengangkat Adi untuk berdiri. Hati Hendra nampah gundah atas semua masalah yang dihadapinya dan Ia tau betul apa yang dirasakan Adi saat itu.

__ADS_1


"Haruskah aku katakan sebenarnya" batin Hendra.


Siska menatap Hendra dengan tatapan membunuh seperti memberi isyarat agar Hendra tak perlu kasihan pada Adi. Dendam di dalam lubuk hati Siska benar-benar sudah menempati puncaknya.


Suasana pemakaman Lika palsu dihiasi tangis kesedihan semua orang. Sahabat-sahabat Lika pun datang ikut ke pemakaman. Semua orang tertipu dengan rencana Siska.


Andri pun turut hadir dalam pemakaman itu. Raut wajah Andri sangat menggambarkan bagaimana kondisi hatinya saat itu. Andri merasa gagal karena gagal menjaga adiknya untuk kedua kalinya. Ditatapnya makam Lika yang berdampingan dengan makam Andini, rasa sesak didadanya membuat kakinya tak dapat menumpu tubuhnya lagi.


"Lika...Maafkan Abang dek. Kenapa kamu harus pergi secepat ini dek? Kenapa kamu harus nyusul Andini? Kenapa kalian seperti ini? Kenapa?"


Hendra memeluk Andri menenangkan. Hendra sampai saat ini belum habis pikir atas keputusan istrinya menyembunyikan Lika hingga menyakiti hati banyak orang seperti ini. Apa salahnya jika meminta penjelasan atas masalah kemarin dengan Adi dan menyelesaikannya baik-baik.


"Lika...Kamu bawa separuh jiwaku pergi. Kamu pergi selamanya, apa mungkin keajaiban Tuhan akan mempertemukan kita kembali? Apa Tuhan sedang menghukum aku? Kenapa kamu pergi? Lalu bagaimana aku akan menjalani hidup ini tanpa kamu?"


Adi menatap makam Lika dengan raut wajah putus asa. Baru pertama kali Adi merasakan gejolak cinta dihatinya, baru pertama kali Adi dimenangkan oleh seorang wanita tapi takdir malah memisahkan mereka tanpa aba-aba.


Renaya merangkul pundak Adi seperti memberi kekuatan. Wanita itu tampak terpukul dengan kepergian calon menantunya yang melukiskan raut kesedihan dan kehancuran dihati anak semata wayangnya itu.


"Ayo kita pulang nak!" ucap Renaya pelan.


"Apa aku akan bertemu dengan Lika lagi suatu saat Bun?" jawab Adi dengan suara putus asa hingga membuat hati Renaya seperti ditusuk duri.


"Jangan seperti ini nak, Lika tak akan suka melihat kamu bersedih meratapinya terus. Ikhlaskan kepergian Lika, dia telah damai bersama Tuhan."


Adi dan Andri, keduanya akan menjalani hidup tanpa gadis plin-plan kesayangan mereka. Kenangan demi kenangan terlintas dibenak mereka. Kejahilan Lika, tawanya, wajah imutnya saat ngambek dan wajah merayu yang selalu ia tunjukkan saat bersama mereka berdua kembali menyayat hati.


Tak ada yang tau bahwa jenazah yang dimakamkan itu bukan Lika melainkan peti kosong yang diisi batang pisang. Sungguh kejam Siska menggoreskan luka pada orang-orang yang tulus menyayangi Lika.

__ADS_1


__ADS_2