Cinta Dalam Diamku

Cinta Dalam Diamku
BAB 18


__ADS_3

Angel sedang duduk terdiam di bangku taman. Ia memilih berada di taman dari pada harus berada dikantin. Harus melihat Jonathan yang bersama Caramel. Hatinya masih terasa sesak. Entah itu sejak kapan ia alami. Angel merasa seperti tidak suka keberadaan Caramel di sisi Jonathan.


Namun ia tidak bisa mengelak lagi. Ia jatuh cinta pada pada Jonathan, bukan Rendra. Tetapi sekarang ia sudah terlambat karena ia tahu Jonathan sudah menjadi tunangannya Caramel. Angel menghela nafas berat.


Ia menatap keseliling taman yang tampak hening. Yap, kali ini Angel butuh untuk sendiri. Ronald yang melihatnya langsung menghampiri Angel. Hingga gadis itu tersentak kaget. "Tumben ada di taman biasanya sudah ada dikantin" ujarnya langsung duduk disamping Angel.


Angel memutar bola matanya malas. "Gue enggak mood." jawabnya


"Enggak mood atau lo cemburu melihat kedekatan Caramel dengan Jonathan" ucapnya tepat sasaran.


"Ngacooo. Siapa yang cemburu sih, Huh." jawab Angel sewot


"Biasa aja dong. Kenapa enggak latihan lagi. Apa lo dilarang lagi sama Bang Rey?" tanya Ronald yang diangguki Angel.


"Sepi tahu, tidak ada lo. Teman-teman yang lain pada kangen sama lo. Tanyain lo" ujarnya memberitahu, ia akhir-akhir ini Angel memang tidak pernah menampakkan dirinya lagi di basecamp basket tempat mereka latihan. Yap, Rey begitu mengontrol Angel. Aktivitasnya pun juga tidak padat.


"Nanti aja deh kesana. Kalau ada waktu. Lo tahukan Bang Rey itu gimana?" tanyanya


Ronald mengangguk mengerti. memiliki kakak yang over protektif memang sangat tidak mudah. Tetapi Angel begitu bersyukur memiliki Rey yang sangat perhatian padanya. Angel menghembus nafas panjang Ronald yang melihat hanya tersenyum sambil mengacak rambutnya gadis itu dengan gemas.


"Lo belum makan?" tanyanya


Wajah Angel tampak pucat pasih. Hingga Ronald menawarkan untuk pergi. "Ikut gue yuk" ajaknya Angel hanya menurut saja.


Angel menyerngit dahinya bingung. Sebenarnya Ronald mau membawanya kemana?


"Ayoo naik" ajaknya lagi hingga Angel menurut lagi


"Kita bolos nih?" tanyanya balik

__ADS_1


"menurut lo?"


Angel berdecak pelan, "Oke," jawabnya


..................


Sedari tadi Jonathan gelisah. Ia seperti memikirkan sesuatu. Angel pun belum menampakkan dirinya. Ada apa dengan gadis itu. Kenapa Angel tampak aneh padanya. Jonathan berusaha untuk mengetahui apa Angel. Ia takut terjadi sesuatu pada gadis itu.


"Udahlah. Angel pasti. Baik-baik aja. Maybe di toilet"


Jonathan mengangguk pasrah saja. Mungkin saja benar kata Caramel. Caramel tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Jonathan. Apa salah ia membuka hati lagi. Tetapi ia juga tidak ingin mengungkapkannya.


Caramel menghela nafas pelannya. Lalu kembali mengikuti Jonathan yang sudah menjauh. Lelaki itu mengarah kearah perpustakaan pastinya ia paling senang berada disana selain tempatnya hening. Ia juga bisa bersama dengan Jonathan. Hal yang paling membahagiakan bagi Caramel.


Jonathan duduk setelah mendapatkan beberapa buku bacaan. Caramel menyerngit dahinya bingung. Ia melihat buku tebal itu berisikan buku tentang biologi dan kawanannya. "Buat apa Kamu baca buku sebanyak itu?" tanya Caramel heran.


Suasana menjadi hening. Sesekali Caramel melirik Jonathan yang tampak serius. "Serius amat bapaknya" ledek Caramel memecah kebeningan. Sudah setengah jam mereka membaca.


"Ya terus kamu serius baca juga. Tidak usah memperhatikan aku. Aku tahu, aku emang ganteng pake banget" ucapnya dengan tingkat kepercayaan tinggi. Membuat Caramel memutar bola matanya malas. Ia baru mengetahui satu fakta lagi bahwa seorang Jonathan memiliki tingkat kepercayaan tinggi.


"Pedenya tinggi banget. Jatoh baru tahu rasa deh" balasnya tidak mau kalah. Semua yang menatap di ruang itu heran karena sedari tadi mereka yang tertawa kecil. Namun banyak yang memperhatikan mereka. Seorang Jonathan yang pertama kali menampakkan senyum dan tawanya.


Jonathan hanya bisa menggelengkan kepalanya heran lalu kembali pada aktivitasnya. Suasana menjadi kembali hening. Didalam ruangan hening itu semuanya tampak berbisik. Ada juga yang tersenyum bahagia melihat kedekatan Jonathan dengan Caramel siswa populer. Yang gilai oleh kaum adam. Sedangkan Jonathan seseorang yang terlihat biasa saja.


"Gila, Jonathan emang cowok paling beruntung deh dapetin Cara. Selain pinter jago main alat music juga. Emang the best" celetuk salah satu siswa yang menatap keduanya.


"Diam lo. Ini perpus. Bisa diam nggak sih" gerutu temannya yang berada disampingnya


"Yang bilang pasar sapa. Gue juga tau kali" balasnya tidak mau kalah

__ADS_1


Jonathan yang merasa terusik menoleh menatap datar. Sedangkan yang ditatap malah. Menampakkan cengiran lebar.


...............


Angel dan Ronald sudah berada disebuah cafe, Angel menyerngit bingung. "Ngapain lo ajak gue kesini?" tanyanya heran.


"Nanti lo akan liat, ayokk masuk" ajaknya


Angel mengangguk saja lalu mengikuti Ronald. Sesampainya di tempat itu. Ronald membuka pintu itu. Angel menatap takjub.


"Wow, bagus banget. ini seperti ruang imajinasi yang pernah gue nonton. tapi ruangan ini begitu nyata." ucapnya tanpa sadar


Ronald tersenyum bahagia. "Lo suka?" tanyanya


Angel mengangguk, ia sangat menyukai tempat ini. langkah Angel menyusuri ruangan itu. terdapat banyak permainan. ruangan yang didekorasi layaknya seperti Planet yang tersusun rapi di angkasa.


"Amazing, Wow. alat juga canggih semua" ujarnya sambil memegang.


"Kalau lo mau main juga bisa. ngel" sahut Ronald


"Lo punya ini semuanya, Nald?" tanyanya yang mendapatkan anggukan dari Ronald.


keduanya bermain bersama. hal yang selalu Ronald inginkan ialah bersama dengan Angel. walaupun ia tidak mengetahui perasaannya.


"Angel, Ada lagi satu tempat selain ini" ucapnya membuat Angel penasaran.


"Ada lagi?" tanyanya sambil menautkan alisnya.


"Pasti lo lebih kagum dari ini" balasnya

__ADS_1


__ADS_2