
SELAMAT DATANG KEMBALI ππ
SEMOGA KALIAN SUKA YA
SELAMAT MEMBACAπ
ππππππππππππππ
Leonard menunggu kedatangan sosok orangtua Aygra didepan butik Lika sementara Lika sibuk bermain dan bercanda dengan Aygra didalam.
"Nanti kalo kamu udah ketemu Mama dan Papa sering-sering main ke tempat Aunty ya sayang."
"Iya Aunty, Aygra bakalan sering main kesini. Aygra juga bakalan bawa Om ganteng!" ππ
"Om ganteng?" π
"Iya Aunty, Aunty kan mirip Aunty cantik aku. Jadi Aunty nanti sama Om ganteng Aygra aja, gak usah sama Om galak itu!" Aygra menurunkan volume suaranya agar tak terdengar oleh Leonard yang sedang menunggu diluar. πͺ
"Kamu nakal ya!" sahut Lika menoel-noel hidung Aygra. Berani-beraninya anak sekecil ini menjodohkannya sedangkan Lika akan menikah dengan Leonard bulan depan.π
"Aygra gak bohong Aunty, Om ganteng itu sangat tampan dan baik hati."π
"Memangnya Aunty cantik kamu beneran mirip sama Aunty ya?" π
"Ho'oh. Tapi Auntyku rambutnya warna hitam. Kok rambut Aunty bisa warna coklat sih Aunty? Warnain pake krayon ya?" tanya Aygra polos.π€
Lika tertawa geli,
'mana ada sih warnain rambut pake krayon' batin Lika. π π
"Udah, udah. Kalo Mama kamu cantik gak?"
"Caaaaaannnnnnntiiiiiikkkkkkk banget." π
"Panjang panget sayang." π
"Kata Mama ngomongnya harus gitu." Aygra memperlihatkan giginya sehingga Ia terlihat sangat menggemaskan. Lika pun menciumi pipi anak itu hingga Ia kesal. ππ
"Aunty kok sama kayak Mama sih, suka cium aku. Aku udah besar Aunty!" Aygra membuat tangannya didada menunjukkan jika Ia marahπ . Bukannya seram Ia tampak semakin menggemaskan.
"Untung ada dedek di perut Mama. Kalo dia keluar nanti kalian cium dia aja!"π
"Hayo bentar lagi punya dedek dong. Nanti Mama dan Papa gak sayang sama kamu lagi." π
Aygra membelalakkan matanya.
__ADS_1
"Aunty!!!π£" Aygra menghadiahi Lika dengan cubitan kecil.
Ditengah candaan Aygra dan Lika ternyata Adi beserta orangtua Aygra telah tiba di depan butik Lika. Mereka sedikit dikejutkan karena Leonard merupakan teman kecil Adi dan Andri. Mereka alumni SD yang sama.
"Ayo masuk, didalam tunangan saya sudah menunggu bersama anak itu." Leonard membawa mereka masuk kedalam butik Lika. Awal mereka masuk, mereka sudah terpana dengan design bangunan butik itu.
"Cila, ini mereka" ujar Leonard.
Mereka sama-sama menoleh secara bersamaan.
"Lika!!!" ujar mereka bertiga secara bersamaan. π±π±
"Mama! Papa!" ujar Aygra yang berada dalam gendongan Lika dengan ceria.
Lika juga terkejut bukan main. Wajahnya pias seketika.
"Ka..ka.kalian!?" π΅
Tanpa aba-aba air mata Lika mengalir dari matanya. Lima tahun tak bertemu dengan mereka dan bahkan Lika sengaja tidak kembali ke Indonesia untuk menghindari pertemuan ini.
"Aunty! Aygra mau turun."
Lika tersadar dari lamunannya, Ia menurunkan Aygra dari gendongannya sehingga anak itu leluasa berlari menuju Ana, mamanya.
Leonard yang tidak mengerti apa-apa tampak kikuk. Suasana menjadi hening sejenak.
"Lika...Kamu masih hidup?" ucap Ana lirih. Bagaikan mimpi rasanya ia bisa bertemu lagi dengan orang yang sudah meninggal hingga membuatnya lupa apa tujuan mereka datang ke tempat itu.
"Apa yang terjadi Lika?" tambah Andri dengan suara yang tertahan. Ia melihat sosok didepannya dari atas sampai ke bawah, walaupun terdapat banyak perbedaan dalam penampilannya namun Ia yakin ini adalah Lika.
Adi berjalan mendekati Lika. Tak ada kata lagi yang mampu keluar dari mulutnya. Sosok yang dia temui kemarin ternyata benar-benar Lika. Ia memeluk Lika sangat erat hingga Leonard yang berada disamping Lika terbakar cemburu.
"Cilaa..mereka siapa? Jangan membuat aku bingung." Leonard mendesak Lika dengan mengguncang-guncang tubuh gadis itu.
Lika masih diam mematung. Kejadian ini benar-benar membuatnya shock. Selama ini Ia sangat takut suatu saat akan bertemu dengan orang-orang yang menganggap dirinya sudah meninggal dan hari ini hal tersebut malah benar-benar terjadi.
"Cila!!!" suara Leonard meninggi membuat orang-orang yang berada di tempat itu bergelidik ngeri. Aygra memeluk mamanya erat, sosok Leonard membuatnya sangat takut.
Lika tersadar dari lamunannya. Ia memperhatikan mereka satu-persatu. Lika melihat Leonard sekali lagi, sosok yang selama ini banyak membantunya dan selalu ada baginya kali ini menampakkan wujud aslinya.
Melihat raut wajah Lika yang ketakutan muncul rasa iba dalam hati Andri. Apapun yang sudah terjadi dan bagaimanapun juga Lika adalah adik kecilnya. Andri mendekati Lika dan menghapus air matanya. Andri tak peduli dengan Leonard yang terus menatap tajam kearah Lika.
"Apa yang terjadi Lika? Jelaskan pada kami" ucap Andri lembut. Walaupun sudah lima tahun berlalu namun Andri tak pernah lupa jika Lika tak pernah suka jika seseorang bicara dengan nada tinggi.
Aygra pun turun dari gendongan mamanya. Ia kembali mendekati Lika karena ada Papanya disamping Lika sehingga Ia merasa aman dari terkaman Leonard.
__ADS_1
"Aunty jangan nangis, nanti Aunty sama kami aja."
Hati Lika benar-benar teriris. Ia pun berlari keluar dari ruangan itu tanpa mengucapkan sepatah katapun lagi.
"Lika...tunggu Lika!" Adi mengejar langkah Lika. Karena kondisi Lika yang sedang shock dan menggunakan sepatu high heels membuat Adi tak perlu lama mendapatkannya lagi.
"Lika, kamu jangan seperti ini. Lima tahun aku hidup hampa tanpa kamu. Kami benar-benar berfikir kamu sudah meninggal. Kamu harus jelaskan pada kami Lika."
Semuanya menyusul Lika terkhususnya Leonard. Melihat Adi menggenggam tangan Lika membuat Leonard semakin marah. Ia menghampiri mereka dan melepaskan genggaman tangan Adi.
"Jangan sentuh dia! Dia wanitaku!" bentak Leonard.
Mereka semua terkejut mendengar ucapan Leonard. Bagaimana tidak, Lika sudah bertunangan dengan Adi enam tahun yang lalu dan sekarang Leonard mengaku bahwa Lika adalah wanitanya.
"Tapi dia tunanganku!" ujar Adi tak kalah kuat volume suaranya.
Leonard tertawa mengejek.
"Kalian sudah menghancurkan hidupnya, membuangnya dikota ini lima tahun silam. Aku yang mendampinginya. Aku yang selalu ada disampingnya. Kalian semua kemana? Disaat dia hampir mati kelaparan dikota ini apa kamu ingat bahwa dia tunanganmu?"
Mereka semakin bingung dengan ucapan Leonard. Berbagai pertanyaan ingin mereka tanyakan pada Lika karena mereka sama sekali tidak mengerti apa yang sudah terjadi.
Leonard mendorong tubuh Adi dengan kasar hingga pria itu terjatuh. Ia mengambil tangan Lika dan menunjukkan jari manis gadis itu pada mereka tepat didepan wajah Adi.
"Kalian lihat? Ini cincin tunangan kami. Kami akan menikah!!!" Leonard sengaja meninggikan suaranya. Hatinya benar-benar terbakar cemburu.
Lika semakin menangis terisak-isak. Ia sendiri tak berdaya menghadapi ini semua. Jika punya pilihan, Lika lebih memilih mati daripada menghadapi mereka.
Adi menatap Lika penuh kekecewaan. Cincin yang dikenakan dijari manis Lika bukan cincin pemberiannya dahulu sehingga Ia yakin dengan ucapan Leonard.
"Ayo pergi!!!" Leonard menarik tangan Lika kasar dan membawanya menuju mobil. Emosi yang tidak terkendali membuatnya lupa memperlakukan Lika dengan baik.
Adi berusaha menahan Lika namun Lika terlanjur masuk kedalam mobil Leonard dan membawa gadis itu pergi. Adi menatap kepergian Lika dengan raut wajah yang tidak dapat ditebak. Senang, sedih, kecewa dan bingung menjadi satu. Hanya ada satu yang Ia mengerti, Lika dalam bahaya.
Akan bagaimanakah kelanjutan cinta Lika dan Adi?
π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·
TEMAN-TEMAN READERS-KU TERSAYANG π
TERIMAKASIH YA UDAH SETIA IKUTIN SETIAP EPISODE CINTA DALAM DIAMKUπππ
PLEASE LIKE, KOMEN & FOLLOW AKU DONGππ
JANGAN LUPA VOTE JUGA YA πKARENA SETIAP PARTISIPASI KALIAN BAIK DALAM LIKE, KOMEN & FOLLOW SANGAT MEMPENGARUHI MOOD AKU DALAM MENULISππ»
__ADS_1
THANK YOUπ
Anne ChellycaβοΈπ