
Angel yang baru saja
memarkirkan motor skuternya. Lalu bergegas masuk kedalam rumahnya. Rey yang
sedang duduk di sofa ruang tamu. “Kenapa baru balik. Dari mana aja lo?” Tanya
Rey langkah Angel terhenti lalu menoleh menatap Kakaknya
“Baru pulang dari rumah
sakit” ucapnya seketika Rey berdiri menghampiri adiknya itu dengan wajah
kwatir. “Lo tidak apa-apakan? Tidak ada yang sakitkan?” tanyanya dengan wajah
kwatir. Angel menepis tangan yang berada di pipinya
“Ihh, Abang. Gue ini
tidak apa-apa kali. Gue baik saja. Sekarang gue kekamar dulu. mau istirahat.
Oke” ucap Angel berlalu begitu saja meninggalkan Rey dengan senyum lebar. Lalu
kembali duduk memfokuskan pada layar tv.
Angel yang melemparkan
tasnya pada sembarangan. Lalu menjatuhkan bokongnya pada tepat di bibir kasur.
Ia mengingat kejadian tadi saat Michel-Ayah Jonathan mengatakan bahwa Caramel
dan Jonathan akan segera tunangan.
Bagai disambar petir
disiang bolong, rasanya ini aneh baginya. Apalagi ia sangat dekat dengan
Jonathan yang selalu berada disisinya disaat dirinya membutuhkan seseorang. Ia
menghembuskan nafas gusar. sambil mengacak rambutnya. “Bukannya gue suka sama
Rendra ya. Tapi kenapa gue cemburu saat Jonathan di jodohkan dengan Caramel”
ucap Angel frustasi. Ia bingung dengan hatinya.
Disisi lain ia sangat
menyukai Rendra tetapi hatinya berkata lainnya. Bimbang menerpanya saat ini. Angel
yang menatap sebuah samsak yang menggantung tidak jauh dari sudut kamarnya.
Angel berdiri menghampirinya lalu mengepalkan tangan kedua tangannya.
Satu pukulan berhasil
mengeluarkan rasa kekesalannya. “Jojo, lo tega banget sih pada gue” ucapnya
kesal masih memukul samsak.
Rey yang mendengar
Angel seperti berteriak membuat ia kaget lalu bergegas menuju kamar Angel. Rey
membuka kamarnya menatap adiknya kaget.
“Hey, lo kenapa sih,
begini. Cerita sama Abang. Lo ada masalah atau gimana sih?” Tanya Rey
bertubi-tubi
Angel menunduk dengan
wajah lemas, Rey segera mengambil obat. Lalu memberikan pada Angel.
Angel mendongak
seketika memeluk kakaknya erat. Angel menumpahkan segela keresahan hatinya.
Menuangkan segala kegelisahannya. Namun ia tetap menutupi pada kedua sahabatnya
tentang apa yang ia alaminya. Rey yang melihat adiknya rapuh. Ia semakin
mengeratkan pelukannya.
Ia tidak tahu mengapa
Angel bisa seperti ini, “Lo yang tenang gue ada disini temenin lo” ucapnya
sambil mengelus puncak kepala Angel dengan lembut.
Rey menuntun Angel ke
kasur Qween sizenya. Lalu merebahkan
badannya. Angel memejamkan matanya hingga Rey tersenyum tipis. Sedangkan
orangtuanya masih berada diluar negeri karena urusan bisnis yang dijalankannya.
__ADS_1
Pagi ini Angel
terbangun setelah melihat dirinya masih memakai seragamnya sekolahnya. Bangkit
dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Hari ini
adalah dimana dirinya harus pergi ke rumah sakit untuk ceck up. Sungguh hal
yang menyebalkan bagi Angel.
“Apa lo sudah siap?”
ucap Rey saat masuk kedalam kamarnya
Angel yang baru saja
keluar dari kamar mandi menggunakan kimono. “Ihh, Abang. Sebentar lagi.”
Ucapnya, Rey kembali turun sambil menunggu adiknya tersebut.
Lima belas menit
kemudian Angel selesai dengan pakian casualnya. Rey berdiri lalu mereka pergi.
“Bang, sampai kapan
Angel harus ceck up terus?” tanyanya
Rey terdiam, selama ini
hanya Rey yang selalu mendampinginya. “Gue yakin lo pasti sembuh. Karena tidak
ada yang tidak mungkin” ucapnya lirh sambil focus menatap kedepan.
Dunia rasanya tidak
adil, Angel yang selama ini menderita penyakit ginjal sejak ia masih kecil.
Namun ia masih bisa bertahan, kedua sahabatnya pun tidak tahu. karena itu
kemauan Angel. Dan tidak ingin dikasihani oleh siapapun. Meski sahabatnya
sendiri.
Rey memarkirkan
mobilnya dan turun bersama Angel. Masuk untuk menemui Dokter pribadi yang
selama ini menangani Angel.
Sepanjang lorong masuk
menuju keluar dari rumah sakit. Jonathan, Caramel, serta Michel. Angel
menghentikan langkahnya lalu bersembunyi dibalik tembok. Rey yang melihat
adiknya menatap aneh.
“Lo ngapain disini. Ayo
Dokter Kevin sudah menunggu lo sejak tadi” ucapnya diangguki oleh Angel.
“Enggak, Ayo” ucapnya
lalu berjalan kembali
“Hampir aja ketahuan”
gumam Angel
Saat ini Angel berada
di ruang ICU, Angel sedang berbaring dengan peralatan yang menempel pada tangannya
kanannya. Angel memejamkan matanya. Rey duduk menunggu adiknya. Cuci darah itu
jalan satunya untuk bertahan hidup, Angel menghembus nafas gusar.
Jonathan sangat senang
akhirnya ia bisa keluar dari rumah sakit. saat ini ia sudah sampai di rumah.
sudah dua minggu Jonathan tidak sekolah. Ia sangat merindukan berada ruangan
yang penuh dengan keheningan.
Caramel dengan masih
setia mengantar Jonathan, ada senyum lebar saat Jonathan duduk disofa bersama
dengan Caramel.
“Cara, kenapa lo terima
perjodohan ini?” Tanya Jonathan tiba-tiba
__ADS_1
“Hmm,
Maybe, I am Falling in Love with you” gumam Caramel dapat
didengar oleh Jonathan
“Hah”
“Enggak tahu” jawabnya
cepat, hingga Jonathan terkekeh
“Jo, gue tidak ingin lo
balapan lagi dengan Rio. Terimakasih lo sudah membela gue” ucap Caramel tidak
enak hati
“Apapun yang gue
lakukan untuk orang terdekat gue. termasuk lo” ucapnya dengan senyum tipisnya
Ada rasa senang yang
dirasakan oleh Caramel. Beruntung sekali seorang perempuan yang mendapatkan
hatinya. Jonathan adalah cowok yang tidak suka melihat perempuan tersakiti.
Apalagi dilukai.
Bagi Jonathan orang
terdekatnya harus ia lindungi. Seorang pelayan datang membawa dua minuman
dingin di atas mampang.
“Den Jonathan sudah
kembali, Bagaimana keadaannya?” Tanya pelayan rumah Jonathan.
“Ya, Sudah baikan,
Mbo.” Ucap Jonathan lalu pelayan tersebut pergi dengan senyum mengembang.
“Silakan minum, Gue
tahu pasti lo capek” ucapnya
“Bagaimana kalau acara
pertunangan kalian di percepat” ucapnya seketika keduanya menoleh kaget.
Michel berjalan
menghampiri mereka lalu duduk di single sofa. “Pa, Apaan sih?” ucap Jonathan tidak suka
“Eh, Om”
Sambil menyesapkan
minuman dingin, Michel menatap keduanya intens. “Aku dan Caramel baru saja
kenal. Masa langsung main tunangan saja” tukas Jonathan menyandarkan kepalanya.
Sedangkan Caramel terdiam menatap keduanya bergantian.
“Lihat saja, Caramel
begitu cocok sama kamu, Jo” ledek Michel lagi, hingga Jonathan berdecih.
Ada Kekehan diwajah
Michel saat melihat anak tunggalnya merasa kesal padanya. Caramel memilih
pulang karena ia tidak tahan dengan kecanggungan yang terjadi. “Kalau begitu
aku pulang dulu, Om” pamit Caramel
Jonathan tersenyum
menatap Caramel “Hati-hati, ya” ucapnya
Setelah ia beranjak
menuju kamarnya, Jonathan berdiri tepat berada didepan jendela. Langit sore
yang di penuhi oleh awan kelabu.
Jonathan masih berdiri
dipijakannya, ada senyum mengembang. Ia menghembuskan nafas panjang lalu
kembali merebahkan badannya pada kasur King sizenya.
Rasanya tidak adil
baginya, saat perasaannya masih ia belum ungkapkan pada Angel, tetapi ini yang
__ADS_1
mengganggu pikirannya yaitu pertunangan dengannya Caramel yang sebentar lagi
akan diadakan. Sungguh ini hal rumit