Cinta Dalam Diamku

Cinta Dalam Diamku
BAB 13


__ADS_3

Angel yang baru saja


memarkirkan motor skuternya. Lalu bergegas masuk kedalam rumahnya. Rey yang


sedang duduk di sofa ruang tamu. “Kenapa baru balik. Dari mana aja lo?” Tanya


Rey langkah Angel terhenti lalu menoleh menatap Kakaknya


“Baru pulang dari rumah


sakit” ucapnya seketika Rey berdiri menghampiri adiknya itu dengan wajah


kwatir. “Lo tidak apa-apakan? Tidak ada yang sakitkan?” tanyanya dengan wajah


kwatir. Angel menepis tangan yang berada di pipinya


“Ihh, Abang. Gue ini


tidak apa-apa kali. Gue baik saja. Sekarang gue kekamar dulu. mau istirahat.


Oke” ucap Angel berlalu begitu saja meninggalkan Rey dengan senyum lebar. Lalu


kembali duduk memfokuskan pada layar tv.


Angel yang melemparkan


tasnya pada sembarangan. Lalu menjatuhkan bokongnya pada tepat di bibir kasur.


Ia mengingat kejadian tadi saat Michel-Ayah Jonathan mengatakan bahwa Caramel


dan Jonathan akan segera tunangan.


Bagai disambar petir


disiang bolong, rasanya ini aneh baginya. Apalagi ia sangat dekat dengan


Jonathan yang selalu berada disisinya disaat dirinya membutuhkan seseorang. Ia


menghembuskan nafas gusar. sambil mengacak rambutnya. “Bukannya gue suka sama


Rendra ya. Tapi kenapa gue cemburu saat Jonathan di jodohkan dengan Caramel”


ucap Angel frustasi. Ia bingung dengan hatinya.


Disisi lain ia sangat


menyukai Rendra tetapi hatinya berkata lainnya. Bimbang menerpanya saat ini. Angel


yang menatap sebuah samsak yang menggantung tidak jauh dari sudut kamarnya.


Angel berdiri menghampirinya lalu mengepalkan tangan kedua tangannya.


Satu pukulan berhasil


mengeluarkan rasa kekesalannya. “Jojo, lo tega banget sih pada gue” ucapnya


kesal masih memukul samsak.


Rey yang mendengar


Angel seperti berteriak membuat ia kaget lalu bergegas menuju kamar Angel. Rey


membuka kamarnya menatap adiknya kaget.


“Hey, lo kenapa sih,


begini. Cerita sama Abang. Lo ada masalah atau gimana sih?” Tanya Rey


bertubi-tubi


Angel menunduk dengan


wajah lemas, Rey segera mengambil obat. Lalu memberikan pada Angel.


Angel mendongak


seketika memeluk kakaknya erat. Angel menumpahkan segela keresahan hatinya.


Menuangkan segala kegelisahannya. Namun ia tetap menutupi pada kedua sahabatnya


tentang apa yang ia alaminya. Rey yang melihat adiknya rapuh. Ia semakin


mengeratkan pelukannya.


Ia tidak tahu mengapa


Angel bisa seperti ini, “Lo yang tenang gue ada disini temenin lo” ucapnya


sambil mengelus puncak kepala Angel dengan lembut.


Rey menuntun Angel ke


kasur Qween sizenya. Lalu merebahkan


badannya. Angel memejamkan matanya hingga Rey tersenyum tipis. Sedangkan


orangtuanya masih berada diluar negeri karena urusan bisnis yang dijalankannya.

__ADS_1


Pagi ini Angel


terbangun setelah melihat dirinya masih memakai seragamnya sekolahnya. Bangkit


dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Hari ini


adalah dimana dirinya harus pergi ke rumah sakit untuk ceck up. Sungguh hal


yang menyebalkan bagi Angel.


“Apa lo sudah siap?”


ucap Rey saat masuk kedalam kamarnya


Angel yang baru saja


keluar dari kamar mandi menggunakan kimono. “Ihh, Abang. Sebentar lagi.”


Ucapnya, Rey kembali turun sambil menunggu adiknya tersebut.


Lima belas menit


kemudian Angel selesai dengan pakian casualnya. Rey berdiri lalu mereka pergi.


“Bang, sampai kapan


Angel harus ceck up terus?” tanyanya


Rey terdiam, selama ini


hanya Rey yang selalu mendampinginya. “Gue yakin lo pasti sembuh. Karena tidak


ada yang tidak mungkin” ucapnya lirh sambil focus menatap kedepan.


Dunia rasanya tidak


adil, Angel yang selama ini menderita penyakit ginjal sejak ia masih kecil.


Namun ia masih bisa bertahan, kedua sahabatnya pun tidak tahu. karena itu


kemauan Angel. Dan tidak ingin dikasihani oleh siapapun. Meski sahabatnya


sendiri.


Rey memarkirkan


mobilnya dan turun bersama Angel. Masuk untuk menemui Dokter pribadi yang


selama ini menangani Angel.


Sepanjang lorong masuk


menuju keluar dari rumah sakit. Jonathan, Caramel, serta Michel. Angel


menghentikan langkahnya lalu bersembunyi dibalik tembok. Rey yang melihat


adiknya menatap aneh.


“Lo ngapain disini. Ayo


Dokter Kevin sudah menunggu lo sejak tadi” ucapnya diangguki oleh Angel.


“Enggak, Ayo” ucapnya


lalu berjalan kembali


“Hampir aja ketahuan”


gumam Angel


Saat ini Angel berada


di ruang ICU, Angel sedang berbaring dengan peralatan yang menempel pada tangannya


kanannya. Angel memejamkan matanya. Rey duduk menunggu adiknya. Cuci darah itu


jalan satunya untuk bertahan hidup, Angel menghembus nafas gusar.



Jonathan sangat senang


akhirnya ia bisa keluar dari rumah sakit. saat ini ia sudah sampai di rumah.


sudah dua minggu Jonathan tidak sekolah. Ia sangat merindukan berada ruangan


yang penuh dengan keheningan.


Caramel dengan masih


setia mengantar Jonathan, ada senyum lebar saat Jonathan duduk disofa bersama


dengan Caramel.


“Cara, kenapa lo terima


perjodohan ini?” Tanya Jonathan tiba-tiba

__ADS_1


“Hmm,


Maybe, I am Falling in Love with you” gumam Caramel dapat


didengar oleh Jonathan


“Hah”


“Enggak tahu” jawabnya


cepat, hingga Jonathan terkekeh


“Jo, gue tidak ingin lo


balapan lagi dengan Rio. Terimakasih lo sudah membela gue” ucap Caramel tidak


enak hati


“Apapun yang gue


lakukan untuk orang terdekat gue. termasuk lo” ucapnya dengan senyum tipisnya


Ada rasa senang yang


dirasakan oleh Caramel. Beruntung sekali seorang perempuan yang mendapatkan


hatinya. Jonathan adalah cowok yang tidak suka melihat perempuan tersakiti.


Apalagi dilukai.


Bagi Jonathan orang


terdekatnya harus ia lindungi. Seorang pelayan datang membawa dua minuman


dingin di atas mampang.


“Den Jonathan sudah


kembali, Bagaimana keadaannya?” Tanya pelayan rumah Jonathan.


“Ya, Sudah baikan,


Mbo.” Ucap Jonathan lalu pelayan tersebut pergi dengan senyum mengembang.


“Silakan minum, Gue


tahu pasti lo capek” ucapnya


“Bagaimana kalau acara


pertunangan kalian di percepat” ucapnya seketika keduanya menoleh kaget.


Michel berjalan


menghampiri mereka lalu duduk di single sofa. “Pa, Apaan sih?” ucap Jonathan tidak suka


“Eh, Om”


Sambil menyesapkan


minuman dingin, Michel menatap keduanya intens. “Aku dan Caramel baru saja


kenal. Masa langsung main tunangan saja” tukas Jonathan menyandarkan kepalanya.


Sedangkan Caramel terdiam menatap keduanya bergantian.


“Lihat saja, Caramel


begitu cocok sama kamu, Jo” ledek Michel lagi, hingga Jonathan berdecih.


Ada Kekehan diwajah


Michel saat melihat anak tunggalnya merasa kesal padanya. Caramel memilih


pulang karena ia tidak tahan dengan kecanggungan yang terjadi. “Kalau begitu


aku pulang dulu, Om” pamit Caramel


Jonathan tersenyum


menatap Caramel “Hati-hati, ya” ucapnya


Setelah ia beranjak


menuju kamarnya, Jonathan berdiri tepat berada didepan jendela. Langit sore


yang di penuhi oleh awan kelabu.


Jonathan masih berdiri


dipijakannya, ada senyum mengembang. Ia menghembuskan nafas panjang lalu


kembali merebahkan badannya pada kasur King sizenya.


Rasanya tidak adil


baginya, saat perasaannya masih ia belum ungkapkan pada Angel, tetapi ini yang

__ADS_1


mengganggu pikirannya yaitu pertunangan dengannya Caramel yang sebentar lagi


akan diadakan. Sungguh ini hal rumit


__ADS_2