
WELCOME BACK READERS-KU ππ
SEMOGA KALIAN SUKA YA
SELAMAT MEMBACAπ
ππππππππππππππ
Keberadaan Aygra sangat mengganggu bagi Leonard. Seluruh aktivitas mereka berdua dibatalkan oleh Lika karena ingin terus bersama Aygra dengan alasan takut Aygra tidak betah sementara dia belum bertemu orang tuanya.
Lika mengajak Aygra berbelanja kesebuah supermarket dan membelikan banyak sekali barang untuk Aygra. Susu coklat, mainan, makanan dan pakaian karena tak ada pakaian anak-anak dalam apartemen Lika.
Lika juga membawa Aygra bekerja di dalam butiknya. Kedatangan Aygra juga disambut hangat oleh pegawai Lika yang mayoritas perempuan. Aygra seketika menjadi idola semua orang sehingga posisi Leonard terlupakan.
"Kamu kenapa ditekuk gitu mukanya?" tanya Lika setelah memperhatikan dari tadi Leonard terus cemberut.
"Kesel!" jawab Leonard cuek.
"Karena Aygra?" Lika menunjuk Aygra yang sedang bermain-main dengan seorang office boy dengan matanya.
"Cilaaaaaa...Aku kok kamu acuhkan demi anak itu sih. Aku cemburu!!!" Leonard merengek-rengek dilengan Lika seperti anak kecil. Bukannya prihatin, Lika malah tertawa terbahak-bahak.
"Seorang Mr. Leonard rajanya bisnis di kota Paris cemburu dengan seorang anak yang mungkin umurnya belum sampai lima tahun?" Lika semakin tertawa geli.
"Cilaaaaaa" rengek Leonard.
Lika masih tak henti-hentinya tertawa menggoda Leonard. Sedikitpun tak disangkanya Leonard yang punya wajah sangat ternyata bisa cemburu karena seorang anak kecil.
Tiba-tiba ponsel Leonard berdering. Ia segera menerima panggilan itu dan meninggalkan Lika yang masih tertawa.
"Aunty, Aygra haus!"
Lika pun berhenti tertawa dan memberikan botol minumannya pada Aygra. Seketika gadis itu tersadar bahwa Leonard sedang menerima panggilan dengan raut wajah yang sangat serius.
'Apa ada masalah ya?' batin Lika.
"Aunty, kapan kita ketemu Mama?"
Pertanyaan Aygra menyadarkan Lika dari lamunannya. Seketika Ia menjadi gelagapan.
"Ke.. kenapa sayang?"
"Aunty kenapa?" Aygra memperhatikan wajah Lika dengan tatapan menyelidik.
"Gapapa sayang, Aygra tadi ngomong apa?"
"Kapan kita ketemu Mama Aunty? Aygra mau sama Mama."
Seketika Lika menjadi sangat sedih mendengar ucapan Aygra.
"Kita pasti akan ketemu Mama kamu ya" Lika memeluk Aygra.
Saat Aygra dan Lika tengah berpelukan, Leonard datang menghampiri mereka. Suasana kedekatan antara Aygra dan Lika kembali membuatnya cemburu. Entah apa yang ada dalam pikiran Leonard sehingga ia bisa cemburu pada Aygra yang usianya bisa dikatakan cocok jadi anak Lika.
__ADS_1
"Kenapa harus dipeluk-peluk sih bocah ini. Baru aja mau bilang orangtuanya ketemu!" ucap Leonard kesal.
"Are you seriously?" sahut Lika tak percaya.
"Yes, I am." jawab Leonard mantap.
"Sayang...Kita bakalan ketemu Mama dan Papa kamu!" Lika mengangkat-angkat Aygra dalam pelukannya atas sukacitanya pada anak itu.
Leonard hanya tersenyum melihat tingkah laku Lika. Senyuman dan tawa Lika sangat cantik dimata Leonard (bukan Leonard aja sih sebenarnya).
"Jadi kapan kita akan bertemu orangtua Aygra?" tanya Lika setelah ia puas menggendong Aygra.
"Orangtuanya sedang dalam perjalanan kesini."
"Astagaaa...Padahal aku baru bertemu Aygra satu hari. Kenapa harus secepat itu berpisah lagi." Lika lesu mengingat Aygra akan bertemu orangtuanya dan pasti akan dibawa pulang hari ini.
"Hey girl. Kenapa harus bersedih. Kita bisa menikah secepatnya dan membuat anak sebanyak yang kamu mau tentunya."
Lika menatap Leonard tajam, kemudian Ia menarik telinga Leonard sangat kuat hingga pria itu meringis kesakitan.
"Hilangkan otak mesummu itu atau aku akan membawamu ke dokter untuk memeriksa otakmu!" ujar Lika tanpa melepaskan tangannya dari telinga Leonard.
"Ampun ampun...."
Aygra dan pegawai Lika tertawa geli melihat tingkah laku mereka. Dibalik sikap Leonard yang dingin dan penampilannya yang sangar ternyata bukan apa-apa saat bersama Lika.
Lika menyudahi kekesalannya. Namun tiba-tiba ada yang mengganjal pikirannya.
"Iyo? Bagaimana caranya kamu tau itu orangtua Aygra? Jangan-jangan kamu membayar orang untuk mengaku-ngaku sebagai orangtuanya ya? Kamu mau memisahkan kami?"
Lika menatapnya tajam seolah-olah menunggu penjelasan yang tepat.
Lalu Leonard menjelaskan dari awal Ia menerima panggilan itu.
***
Adi terbangun dari tidurnya ketika Ana kembali menangis histeris karena hingga saat ini Aygra belum ditemukan. Adi mengucek matanya dan mencari keberadaan ponselnya.
Setelah melihat jam, Adi berjalan sempoyongan menuju kamar mandi mengabaikan Andri yang sedang berusaha menenangkan Ana.
"Gimana Di? Udah ada kabar belum?" tanya Andri ketika Adi akan masuk kedalam kamar mandi.
Adi menoleh sejenak dan menggelengkan kepalanya kemudian meneruskan niatnya untuk membersihkan diri. Tanpa acara mengkhayal atau apapun dalam lima belas menit, Ia sudah keluar dari kamar mandi dengan pakaiannya. Suara tangisan Ana yang semakin frustasi membuat Adi tak betah berlama-lama dalam kamar mandi.
Adi menuju kamarnya kembali dan mengambil ponselnya. Ia menghubungi satu-persatu teman dan relasinya yang tinggal di Kota Paris. Adi berharap cara ini akan sangat membantu dalam proses pencarian Aygra putranya Andri.
Setelah Ana tertidur karena lelah, Andri masuk kedalam kamar Adi. Wajahnya terlihat sayu dan menyedihkan. Semenit pun Ia belum ada tidur karena Ana yang terus menangis semenjak mereka pulang tadi pagi.
"Gimana?" ujar Andri ketika Ia sudah duduk ditepi ranjang Adi.
"Gue udah hubungin semua temen dan relasi kita disini dan gue udah minta bantuannya."
Andri menghela nafasnya dalam-dalam. Tak ada jawaban yang keluar dari mulutnya, lelah dicampur dengan putus asa berkecamuk dalam dirinya.
__ADS_1
Ponsel Adi tiba-tiba berdering.
*Hallo, Bagaimana pak? Apakah ada kabar tentang keponakan saya?
- Ya, salah satu investor saya menemukan seorang anak tadi malam pingsan dipinggir jalan pak. Mungkin itu keponakan bapak.
*Dimana kami bisa bertemu dengan beliau pak?
- Saya akan memberikan alamatnya melalui pesan text Pak. Anda bisa langsung menemuinya sekarang.
*Baik Pak, terimakasih atas bantuannya pak.
- Sama-sama pak.
Panggilan terputus, sebuah harapan baru muncul.
"Gimana Di?" tanya Andri penuh harap.
"Ada seseorang yang nemuin anak kecil tadi malam, alamatnya udah masuk ke ponsel gue nih. Kita kesana sekarang!"
Mereka pun beranjak dan tak lupa Adi mengambil kunci mobil.
"Aku ikut!" ujar Ana membuat kedua pria itu menoleh bersamaan.
"Ana!?"
"Aku ikut. Aku ingin melihat anakku" ucap Ana dengan wajah memelas.
"Yaudah cepet-cepet! Kita harus liat itu beneran Aygra atau enggak."
Mereka turun dan Adi melajukan mobil menuju alamat yang diberikan oleh seseorang padanya tadi.
"Ini butik" ujar Adi sambil memeriksa alamat itu sekali lagi.
"Ayo dong kak cepetan, aku mau ketemu anakku." Ana terlihat sudah tidak sabar dibelakang. Ia seperti terlampau bersemangat.
"Ana, ini belum tentu Aygra karena mereka gak ngirimin fotonya. Mereka minta kita datang untuk cek itu beneran Aygra atau bukan."
"Kita berdoa aja yang sayang, semoga beneran Aygra" tambah Andri disambut anggukan setuju dari Ana.
Adi terus memacu mobilnya secepat yang Ia bisa. Dalam kondisi seperti ini, untuk sejenak Ia melupakan pertemuannya kemarin dengan sosok yang Ia yakini itu adalah Lika, tunangannya yang padahal sudah meninggal 5 tahun silam.
*****
HAI TEMAN-TEMAN READERS
TERIMAKASIH YA UDAH SETIA IKUTIN SETIAP EPISODE CINTA DALAM DIAMKU
PLEASE LIKE, KOMEN & FOLLOW AKU DONG
JANGAN LUPA VOTE JUGA YA KARENA SETIAP PARTISIPASI KALIAN BAIK DALAM LIKE, KOMEN & FOLLOW SANGAT MEMPENGARUHI MOOD AKU DALAM MENULIS
THANK YOUπ
__ADS_1
Anne Chellycaπ