Cinta Dalam Diamku

Cinta Dalam Diamku
Episode 45


__ADS_3

"Kamu mau tidur bareng Mama dan Papa?" ledek Hendra.


"Au ahhh...Mama boboknya bareng aku ya malam ini ma" Lika menarik-narik tangan Siska. Entah apa yang merasuki jiwa Lika saat itu.


"Terus nasib Papa gimana?" Hendra memasang raut wajah kasihan.


"Tidur sendirian hahaha" Lika menarik tangan Siska meninggalkan Hendra dikamar utama rumah itu.


"Sayang, Papa butuh Mama kamu. Gak ngerti banget sih nak" Hendra menatap punggung kedua wanita itu berlalu keluar dari kamarnya. Ia menggaruk kepalanya karena bingung dengan sikap putrinya itu.


Malam itu dihabiskan Lika dengan tidur bermanja-manja bersama Siska. Tampak sekali perasaan sedih dan kesepian karena ditinggalkan oleh Adi dan Andri dihati Lika.


*****


Yogyakarta, Agustus Tahun Kedua


Setahun telah dilalui oleh Lika dan Adi. Hubungan mereka terjalin dengan baik walaupun dipisahkan oleh jarak dan waktu. Komunikasi mereka sangat baik.


Adi benar-benar menjaga kepercayaan Lika saat berada di New York. Beberapa kali Sandra menghampirinya dan berusaha menggoda Adi. Sandra juga tak segan-segan berkunjung ke apartemennya untuk melancarkan usahanya memiliki Adi. Namun Adi bukannya semakin menyukai Sandra malah sebaliknya, Ia muak melihat Sandra terus-menerus mengganggu hidupnya.


Tringg..Satu pesan WhatsApp tiba di ponsel Adi.


Lika: Sayang, Minggu depan aku akan upacara wisuda


Adi: Wahh.. Selamat ya sayang. Akhirnya kamu lulus juga. Aku akan kembali ke Jogja


Lika: Kamu serius?


Adi: Aku serius. Aku akan hadir dihari bahagia calon istriku. Tunggu kepulanganku sayang. I love you 😘


Lika: Baik, aku akan menunggumu. I love you too😘


"Senyum-senyum sambil liat Ponsel. Emang beda ya guys kalo punya tunangan" ledek Mia.


"Aku mau dong satu abis wisuda, udah empat tahun kuliah gak dapet babang sampe sekarang" Ana menghela nafasnya dalam-dalam.


Lika pun menyimpan ponselnya kedalam ransel Gucci miliknya.


" Kalian apaan sih, bagusnya kita itu happy dong jelang wisuda. Perjuangan kita selama kuliah akhirnya purna. Gila kan kita berdelapan dapat predikat yang sama" Lika merangkul Ana dan disambut yang lainnya.


The Genk benar-benar menyelesaikan tugas kuliah S1 dengan sangat baik. Lika merasa beruntung dianugerahi sahabat-sahabat seperi mereka.


"Oh iya Lik, Tunangan kamu bakalan pulang gak saat kita wisuda nanti?" Widya terlihat serius dengan pertanyaannya.

__ADS_1


"Katanya sih pulang, aku harap juga gitu. Aku kangen..."


"Harusnya sih pulang ya menurut aku, secara kamu itu kan tunangan sekaligus calon istrinya. Masa iya sih dia gak bisa meluangkan waktunya, masalah dana juga kan masalah gampang buat dia" terang Widya.


Plok plok...Suara tepuk tangan dari Lika memecahkan keheningan karena kata-kata Widya.


"Beda emang ya kan yang udah dewasa"


"Tapi aku setuju juga sih Lik, katanya kan kalian mau nikah abis S2 dia kelar. Ya setidaknya kan kalian harus punya moment untuk mengenal satu sama lain ya kan" tambah Ria.


"Kalian bahas apa sih, dedek gak paham" Adel malah membuat suasana riuh. Kepolosan Adel tentang kehidupan memang membuat mereka angkat tangan.


"Kalo aku jadi Dekan nih ya, udah aku cabut predikat cumlaude dan lulusan terbaik untukmu" Mia semakin geram menghadapi Adel.


"Udah, udah dong. Jangan gitu ahh. Untuk persoalan tunangan aku nanti aku tanya lagi deh, yang paling penting itu kita aja dulu hehehe... Orang tua kandung aku juga bakalan kesini H-2 nanti. Aku gak sabar nunggu acara wisuda kita guys, tapi selanjutnya kita bakalan pisah dong"


"Aku dan Ana masih stay di Jogja kok" sahut Widya.


"Hoaaaammmmm..."


"Rossa!!!" ucap mereka serentak.


"Ayolah guys kita pulang, aku ngantuk banget" Rossa terlihat sangat letih dan mengantuk. Ia menyandarkan kepalanya pada bahu Lia.


"Apa lagi" sahut Lia dan mendorong Rossa agar tidak bersandar pada bahunya.


"Hahaha...Parah sih ya. Yaudah kita pulang yuk, aku juga masih harus ke salon Mama aku buat cobain make up buat wisuda nanti sekalian mau fighting baju" terang Lika.


"Yaudah yuk, aku juga mau bobok hahhah" sahut Ana.


Mereka pun bubar dan menuju tujuannya masing-masing. Lika melajukan mobilnya menuju sebuah salon terkemuka di kota Yogyakarta. Salon tersebut adalah milih Siska sehingga Lika tidak perlu membuat janji agar tidak menggunakan antrian.


Setelah selesai dari salon tersebut ia menuju sebuah Butik ternama milik teman Siska. Butik tersebut adalah tempat dimana Siska selalu memesan pakaian Lika, baik di acara ulang tahun dan pertunangannya.


Setelah fighting baju dan sudah merasa cocok, Lika hendak membayar di kasir.


"Lika, kamu ngapain?"


Lika membalik badannya dan betapa terkejutnya itu adalah Doni. Doni bersama dengan seorang wanita cantik dan merangkul pinggang wanita itu.


"A..aku la.lagi beli kebaya untuk wisuda. Ka..kamu ngapain?" Lika menjawab Doni dengan terbata-bata. Dipastikan Ia sangat gugup melihat Doni ditambah Ia sedang sendiri dan Doni malah bersama wanita.


"Kami lagi ambil baju pernikahan kami. Oh ya, Selamat atas kelulusan kamu"

__ADS_1


"Bee, dia siapa?" Gadis itu menatap Lika dari atas sampai bawah. Tampaknya gadis itu kurang menyukai kehadiran Lika.


"Dia masalalu!" jawab Doni dan mempererat pelukannya.


Lika memutar bola matanya jengah. Ia membalikkan badannya dan membayar bajunya. Lika mengeluarkan gold card dari dalam tasnya dan memberikan pada kasir.


"Anak pingit diperlakukan istimewa juga ya, secara dikasih gold card" umpat Doni.


Lika tak memperdulikan Doni. Ia mengambil kembali kartu kredit dan paper bag dari kasir dan langsung pergi tanpa menoleh sedikit pun kearah Doni. Hatinya panas berapi-api dan siap menerkam siapapun saat itu.


"Songong banget sih itu orang, bikin bete!" Lika memukul stir mobilnya karena kesal dengan sikap dan ucapan Doni. Baginya Doni sangat menyebalkan dan tidak tau malu. Bukan sekali dua kali Doni mengemis cinta Lika, namun kali ini dengan sekali pukulan Lika benar-benar jatuh.


"Seandainya aja Adi disini, pasti aku gak akan mati kutu kayak tadi. Bang Adi, kamu kenapa harus kuliah diluar negeri sih, aku kan jadi harus LDR sama kamu"


Sesampai dirumah Lika langsung masuk kedalam kamarnya dan meletakkannya semua barang bawaannya diatas ranjang. Ia membuka sepatu dan mengambil handuk kimono dari dalam walk in closet.


Lika masuk kedalam kamar mandi dan mengisi air kedalam bathub. Ia menabur sabun dengan aroma terapi yang menenangkan. Pertemuan dengan Doni cukup menguras hati dan pikirannya sehingga ia memilih berendam untuk menghilangkan penat.


Setengah jam Ia berendam dan air dalam bathtub itu mulai dingin. Segera ia keluar dan membersihkan busa yang tersisa ditubuhnya. Ia mengenakan handuknya dan keluar dari kamar mandi.


Lika meraih ponselnya diatas ranjang.


Lika: Mbak Lili, aku mau makan malam di kamar. Bilangin Mama aku lagi pengen sendiri.


Lili: Baik Non


Jelang pukul 19.00 Lili membawa sebuah nampan berisi makan malam untuk Lika dan dua buah gelas. Satu gelas untuk air putih dan satu lagi coklat panas.


"Nona Lika lagi ada masalah?"


"Lika lagi kesel aja Mbak, Lika juga kangen sama Bang Adi"


"Kesal sama Tuan Adi juga Non?"


"Enggak Mbak, tadi Lika ketemu Doni mantan Lika dan calon istrinya di butik. Dia malah ngeledekin aku ditempat umum mbak, aku kesel banget."


"Seng sabar Non, tadi Nyonya khawatir Nona Lika sakit makanya saya disuruh tanya"


"Bilang aja Lika lagi pusing soal kampus Mbak dan Lika gak mau diganggu. Mbak juga udah boleh pergi."


"Saya pamit ya Non"


Lika mengangguk mengiyakan Lili. Baginya Lili adalah pengurus yang baik, ia selalu dapat mengerti situasi dan kondisi Lika.

__ADS_1


Lika memakan makanannya dan setelah selesai Lika meletakkan nampan itu diluar agar Lili tak perlu masuk untuk mengambilnya kembali. Ia pun menuju gorden dan menutupnya. Setelah mematikan lampu Lika menuju ranjang king size nya dan langsung tidur. Begitulah kebiasaannya jika ia sedang dilanda masalah atau menghadapi kegalauan tentang cinta atau apapun itu.


__ADS_2