
Pasar
malam begitu sangat ramai, di penuhi berbagai wahana permainan. Angel dan
Jonathan berjalan santai sambil menyeruput gulali yang dipegangnya. Jonathan
sesekali tersenyum menoleh melihat Angel. “kita ke hawana disana ya. Kayaknya
keren tuh” pinta Jonathan, “Boleh” mereka mempercepat langkahnya.
“Gue
beli tiket dulu, Lo tunggu disini saja” ujar Jonathan, tetapi Angel masih asik
menyeruput gulalinya. Beberapa menit mereka menaiki wahana kincir. Mereka masih
terdiam, “kok lo tidak pernah pacaran sih?” Tanya Angel. Jonathan hanya
terkekeh mendengarnya.
“Pacar”
jawabnya sambil tertawa lagi
“kenapa
lo tidak mau pacaran, gue tau lo pasti belok ya” tebak Angel membuat Jonathan
menatap aneh. “Enak aja, gue suka cewek kok. Ada orangnya“ Jonathan hanya
tersenyum saat, sambil menggaruk tengkuknya tidak gatal. “cewek, siapa?. Kasih
tau dong” rengek Angel ingin mengetahui.
“Lo”jawab Jonathan dalam hati
“Auh
ahhh, kesal gue lama-lama, dengan pertanyaan aneh lo” kesal Jonathan menatap
Angel. “Yeahh ngambek.”
“Nahhh,
permainan sudah selesai, turun gih” ucap Jonathan
Di
dalam hati Angel masih terngiang tentang Jonathan yang menyukai seseorang. Ia
tersenyum bahagia, bahwa sahabatnya yang super cuek bisa menyukai cewek. “Gue
nggak yangka Lo bisa suka sama seseorang juga. Gue kira anak kutu buku tidak
tahu yang namanya Pacaran” ucap Angel seketika, “Lo piker gue apaan” ketus
Jonathan, Angel berpikir sejenak. Entah apa dipikirannya.
“Tapi
nanti kenalin ke gue ya”
“Hmmm”
deheman Jonathan berjalan bersama Angel.
“Pulang
Yuk” ajak Jonathan yang di anggukan oleh Angel.
Di
perjalanan pulang jonathan menatap lurus focus, sementara Angel hanya duduk
diam, “Jo, emang cewek lo suka seperti apa?” Tanya Angel, Jonathan hanya diam.
“Jo, jawab napa, penasaran tau” Angel menepuk-nepuk pundak Jonathan. “Hah, lo
bilang apa?” Angel mengerucut bibirnya saat mendengar jawaban Jonathan.
Jonathan
sampai mengantarkan Angel, “Kenapa sih, dari tadi cemberut mulu. Jelek tau
nggak” ucapnya menatap sahabatnya memasang tampang kesal. “Bagaimana cob ague
nggak kesal, pertanyaan gue lo nggak jawab” Jonathan hanya terkekeh mendengar
ucapan sahabatnya yang sungguh tidak masuk akal.
Dan
untuk pertama kalinya Angel melihat Jonathan tertawa lepas, “ternyata lo bisa
ketawa juga ya”. Jonathan menyengit dahi bingung. “udah ahh gue pulang dulu.”
Pamitnya lalu menaiki motor skuternya. Setelah Jonathan pergi. Angel menatap
luar tersenyum, kemudian melanjutkan langkahnya memasuki rumah.
Angel
sekarang berada di kamar, ia duduk di bibir kasur king sizenya. “Gue belum
pernah melihat Jonathan tertawa lepas kayak tadi” gumam Angel memikirkan. “Lalu
siapa cewek yang di suka sama Jo. Gue harus cari tau ini” pikirnya.
__ADS_1
Jonathan
memasuki rumah benuansa Eropa, memang rumah itu mewah. “Jo, kamu dari mana?” sahut
Michael papa Jonathan. “Ehh, Papa kirain belum pulang, keluar sebentaran aja,
dari beli buku doing kok” jawab Jonathan. “Ohhh gitu” angguk Micheal tersenyum
tipis menatap anak semata wayangnya.
Jonathan
membuka pintu kamarnya, ruang kamar terdapat banyak buku yang berjejer rapi
layaknya perpustakaan. Ia menyimpan buku yang baru ia beli ke meja belajarnya.
Lalu beralih ke arah sebuah computer berwarna putih. Memainkan jemarinya di
atas keyboard, ia tampak begitu serius menatap layar itu.
Sejenak
ia bernhenti seperti ia sedang memikirkan sesuatu. Lalu kembali melanjutkan
mengetikannya di atas keyboard. Beberapa menit kemudian ponsel bordering,
mengambilnya lalu menatap layar sebuah pesan chat masuk dari Angel sahabatnya.
ANGEL
BALL
Thank
You ya, udah ngajakin. Udah tidur belum. Sampai besok. Nyong JOJO
NYONG
JOJO
Hahaha
biasa aja kaleee, iya sampai besok
Jonathan
hanya tersenyum saat membaca pesan chat dari sahabatanya, “Angel, kenapa sih.
Lo nggak pernah peka” gumamnya. Jonathan berdiri lalu menghadap kearah jendela.
“Aku tahu perasaan ini salah, mungkin hanya aku dan Tuhan yang tau.” Ucapnya
sambil menatap bulan yang begitu terang, menerangi bumi.
Jonathan
menghembus nafas panjang, perasaan yang ia simpan begitu dalam, sudah lama ia
Rendra
dan Sandra sedang berjalan santai, mereka berjalan-jalan sambil menikmati angin
sepoi-sepoi, ia duduk di pinggiran pantai. “Kamu tau apa yang sedang aku
rasakan?” Tanya Rendra pada Sandra yang masih menatap langit biru malam yang di
penuhi bulan. “emang apa?” Tanya Sandra menoleh, “aku bahagia bersama kamu, aku
harap kita kan terus seperti ini” ucap Rendra tulus saat menatap kekasihnya,
Sandra tersenyum tipis.
Rendra
melihat arlogi yang melekat di pergelangan tangan kirinya. Waktu menunjukkan
pukul 10.00 tepat, “Kita balik ya, gue takut Nyokap lo marah. Kalau pulangnya
telat” ajak Rendra. Yang dibalas anggukan oleh Sandra.
Rendra
mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, ia focus menatap kedepan.
Sementara Sandra hanya diam. “Sand, gue akan berjuang agar dapat restu dari
nyokap lo” Rendra kembali bersuara. “Iya,” ucap Sandra.
Kini
Rendra dan Sandra sampai di rumah sederhana, Rendra turun dari mobilnya lalu
membuka pintu mobil, “Thanks” mereka berjalan masuk hingga keluar seseorang
paru baya usia kepala empat, Ya namanya Rita mama dari Sandra.
“Dari
mana kamu?” ada Jeda “Sudah Mama bilang jangan bergaul lagi dengan DIA” ucap
Rita penuh penekanan terhadap anak semata wayangnya. “Mah, sekali aja ngertiin
aku” ucap Sandra mulai meninggi “Kamu yang tidak pernah ngertiin Mama Sand”
Balas Rita.
Rita
__ADS_1
menghampiri Rendra yang masih berdiri menyaksikan perdebatan antara ibu dan
anak itu. “Ngapain masih disini, mending kamu jauhin Sandra dan jangan temuin
Sandra lagi” ucap Rita memperingati Rendra untuk menjauhi Sandra. “Maaf Tante,
aku tidak bisa” ucap Rendra lalu pergi.
Rendra
bingung harus berbuat apalagi, agar mendapatkan restu dari Rita mama Sandra,
Sandra adalah sosok perempuan yang mengisi hatinya. Perempuan yang mengubah
hidupnya jadi berwarna. “Gue akan berjuang demi kamu” ucapnya lirih lalu
kembali melajukan mobilnya.
Beberapa
menit kemudian Rendra sampai di rumah, lalu memakirkan mobilnya ke garasi.
Keluar dari mobil lalu bergegas masuk kerumahnya. Rumah yang tampak sepi tampak
tidak ada penghuni sama sekali. Mungkin mereka semua telah tertidur. Rendra
langsung menaiki anak tangga satu persatu.
Angel sedang berjalan-jalan di koridor,
seperti biasa ia berjalan menuju kantin. Langkahnya terhenti seketika saat
melihat sosok yang tidak asing dimatanya. “Rendra” sorot matanya tertuju. Angel
menghampirinya “Tumben duduk sendirian, lamunin apaan?” sapa Angel marangkul
sahabatnya itu. “Gue nggak apa-apa” ucapnya bohong.
“Hey,
kita sudah kenal lama, jadi gue tau lo lagi sembunyiin sesuatu dari gue” desak
Angel, membuat Rendra pasrah. “it’s okey, gue cerita”
“Gitu
dong” balas Angel sumringah dan membenarkan duduknya.
“Gue
bingung, harus berbuat apalagi untuk dapat restu dari Nyokap Sandra. Dan
Mamanya bilang gue harus jauhin Sandra” Angel mengelus pundak Rendra, menatap
iba pada sahabatnya itu.
“Gue
tau rasa sayang lo ke Sandra sangat besar, jadi lo harus berjuang itu. Lo nggak
lemah, mana mungkin seorang ketua osis lemah. Lo pasti kuat menghadapinya” ucap
Angel menyemangati. “Thank you, Baby Ball” Angel tersenyum lebar. “Btw,
Jonathan mana?” Rendra celangak-celinguk mencari sedang mencari seseorang.
“hmmm, kayak tidak tau Jojo aja”.
“Itu
anak, satu hari aja tidak megang buku. Pasti ---“
“Pasti
apaan? Ngomong kok dibelakang di depan kek” Kesal Jonathan saat mendengar
ucapan dari sahabatnya itu. Rendra menyerngit dahinya saat melihat jonathan.
Sedangkan Angel hanya memasang tampang nyengir. “kayak jalangkung aja lo,
datang tiba-tiba” sahut Angel
“Kenapa
lo? Kok muka lo kusut begitu?” Tanya Jonathan menatap sahabatnya. “Iya, Rendra
ada masalah, dia bingung bagaimana cara bisa dapat restu dari mamanya Sandra”
jelas Angel, menjelaskan yang terjadi pada Jonathan. “Ohhh kirain apaan” ucap
Jonathan santai.
“Ihh
kok gitu, bantu mikir napa” tukas Rendra
“Huffttt,
yang pacaran siapa, yang repot siapa” Jonathan melihat kedua tangannya di depan
dadanya, sambil melirik kedua sahabatnya
“Iya
dehh, gue bantuin” sambungnya seketika Rendra berdiri kegirangan memeluk
Jonathan. “Woiii, Gue nggak bisa nafas bego” kesal Jonathan melepas pelukan.
__ADS_1
Sementara Angel hanya terkekeh melihat kedua sahabatnya. Itulah namanya
persahabatan disaat sahabatnya sedang terpuruk. Mereka selalu ada.