Cinta Dalam Diamku

Cinta Dalam Diamku
BAB 03


__ADS_3

Pasar


malam begitu sangat ramai, di penuhi berbagai wahana permainan. Angel dan


Jonathan berjalan santai sambil menyeruput gulali yang dipegangnya. Jonathan


sesekali tersenyum menoleh melihat Angel. “kita ke hawana disana ya. Kayaknya


keren tuh” pinta Jonathan, “Boleh” mereka mempercepat langkahnya.


“Gue


beli tiket dulu, Lo tunggu disini saja” ujar Jonathan, tetapi Angel masih asik


menyeruput gulalinya. Beberapa menit mereka menaiki wahana kincir. Mereka masih


terdiam, “kok lo tidak pernah pacaran sih?” Tanya Angel. Jonathan hanya


terkekeh mendengarnya.


“Pacar”


jawabnya sambil tertawa lagi


“kenapa


lo tidak mau pacaran, gue tau lo pasti belok ya” tebak Angel membuat Jonathan


menatap aneh. “Enak aja, gue suka cewek kok. Ada orangnya“ Jonathan hanya


tersenyum saat, sambil menggaruk tengkuknya tidak gatal. “cewek, siapa?. Kasih


tau dong” rengek Angel ingin mengetahui.


“Lo”jawab Jonathan dalam hati


“Auh


ahhh, kesal gue lama-lama, dengan pertanyaan aneh lo” kesal Jonathan menatap


Angel. “Yeahh ngambek.”


“Nahhh,


permainan sudah selesai, turun gih” ucap Jonathan


Di


dalam hati Angel masih terngiang tentang Jonathan yang menyukai seseorang. Ia


tersenyum bahagia, bahwa sahabatnya yang super cuek bisa menyukai cewek. “Gue


nggak yangka Lo bisa suka sama seseorang juga. Gue kira anak kutu buku tidak


tahu yang namanya Pacaran” ucap Angel seketika, “Lo piker gue apaan” ketus


Jonathan, Angel berpikir sejenak. Entah apa dipikirannya.


“Tapi


nanti kenalin ke gue ya”


“Hmmm”


deheman Jonathan berjalan bersama Angel.


“Pulang


Yuk” ajak Jonathan yang di anggukan oleh Angel.


Di


perjalanan pulang jonathan menatap lurus focus, sementara Angel hanya duduk


diam, “Jo, emang cewek lo suka seperti apa?” Tanya Angel, Jonathan hanya diam.


“Jo, jawab napa, penasaran tau” Angel menepuk-nepuk pundak Jonathan. “Hah, lo


bilang apa?” Angel mengerucut bibirnya saat mendengar jawaban Jonathan.


Jonathan


sampai mengantarkan Angel, “Kenapa sih, dari tadi cemberut mulu. Jelek tau


nggak” ucapnya menatap sahabatnya memasang tampang kesal. “Bagaimana cob ague


nggak kesal, pertanyaan gue lo nggak jawab” Jonathan hanya terkekeh mendengar


ucapan sahabatnya yang sungguh tidak masuk akal.


Dan


untuk pertama kalinya Angel melihat Jonathan tertawa lepas, “ternyata lo bisa


ketawa juga ya”. Jonathan menyengit dahi bingung. “udah ahh gue pulang dulu.”


Pamitnya lalu menaiki motor skuternya. Setelah Jonathan pergi. Angel menatap


luar tersenyum, kemudian melanjutkan langkahnya memasuki rumah.


Angel


sekarang berada di kamar, ia duduk di bibir kasur king sizenya. “Gue belum


pernah melihat Jonathan tertawa lepas kayak tadi” gumam Angel memikirkan. “Lalu


siapa cewek yang di suka sama Jo. Gue harus cari tau ini” pikirnya.


__ADS_1


Jonathan


memasuki rumah benuansa Eropa, memang rumah itu mewah. “Jo, kamu dari mana?” sahut


Michael papa Jonathan. “Ehh, Papa kirain belum pulang, keluar sebentaran aja,


dari beli buku doing kok” jawab Jonathan. “Ohhh gitu” angguk Micheal tersenyum


tipis menatap anak semata wayangnya.


Jonathan


membuka pintu kamarnya, ruang kamar terdapat banyak buku yang berjejer rapi


layaknya perpustakaan. Ia menyimpan buku yang baru ia beli ke meja belajarnya.


Lalu beralih ke arah sebuah computer berwarna putih. Memainkan jemarinya di


atas keyboard, ia tampak begitu serius menatap layar itu.


Sejenak


ia bernhenti seperti ia sedang memikirkan sesuatu. Lalu kembali melanjutkan


mengetikannya di atas keyboard. Beberapa menit kemudian ponsel bordering,


mengambilnya lalu menatap layar sebuah pesan chat masuk dari Angel sahabatnya.


ANGEL


BALL


Thank


You ya, udah ngajakin. Udah tidur belum. Sampai besok. Nyong JOJO


NYONG


JOJO


Hahaha


biasa aja kaleee, iya sampai besok


Jonathan


hanya tersenyum saat membaca pesan chat dari sahabatanya, “Angel, kenapa sih.


Lo nggak pernah peka” gumamnya. Jonathan berdiri lalu menghadap kearah jendela.


“Aku tahu perasaan ini salah, mungkin hanya aku dan Tuhan yang tau.” Ucapnya


sambil menatap bulan yang begitu terang, menerangi bumi.


Jonathan


menghembus nafas panjang, perasaan yang ia simpan begitu dalam, sudah lama ia



Rendra


dan Sandra sedang berjalan santai, mereka berjalan-jalan sambil menikmati angin


sepoi-sepoi, ia duduk di pinggiran pantai. “Kamu tau apa yang sedang aku


rasakan?” Tanya Rendra pada Sandra yang masih menatap langit biru malam yang di


penuhi bulan. “emang apa?” Tanya Sandra menoleh, “aku bahagia bersama kamu, aku


harap kita kan terus seperti ini” ucap Rendra tulus saat menatap kekasihnya,


Sandra tersenyum tipis.


Rendra


melihat arlogi yang melekat di pergelangan tangan kirinya. Waktu menunjukkan


pukul 10.00 tepat, “Kita balik ya, gue takut Nyokap lo marah. Kalau pulangnya


telat” ajak Rendra. Yang dibalas anggukan oleh Sandra.


Rendra


mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, ia focus menatap kedepan.


Sementara Sandra hanya diam. “Sand, gue akan berjuang agar dapat restu dari


nyokap lo” Rendra kembali bersuara. “Iya,” ucap Sandra.


Kini


Rendra dan Sandra sampai di rumah sederhana, Rendra turun dari mobilnya lalu


membuka pintu mobil, “Thanks” mereka berjalan masuk hingga keluar seseorang


paru baya usia kepala empat, Ya namanya Rita mama dari Sandra.


“Dari


mana kamu?” ada Jeda “Sudah Mama bilang jangan bergaul lagi dengan DIA” ucap


Rita penuh penekanan terhadap anak semata wayangnya. “Mah, sekali aja ngertiin


aku” ucap Sandra mulai meninggi “Kamu yang tidak pernah ngertiin Mama Sand”


Balas Rita.


Rita

__ADS_1


menghampiri Rendra yang masih berdiri menyaksikan perdebatan antara ibu dan


anak itu. “Ngapain masih disini, mending kamu jauhin Sandra dan jangan temuin


Sandra lagi” ucap Rita memperingati Rendra untuk menjauhi Sandra. “Maaf Tante,


aku tidak bisa” ucap Rendra lalu pergi.


Rendra


bingung harus berbuat apalagi, agar mendapatkan restu dari Rita mama Sandra,


Sandra adalah sosok perempuan yang mengisi hatinya. Perempuan yang mengubah


hidupnya jadi berwarna. “Gue akan berjuang demi kamu” ucapnya lirih lalu


kembali melajukan mobilnya.


Beberapa


menit kemudian Rendra sampai di rumah, lalu memakirkan mobilnya ke garasi.


Keluar dari mobil lalu bergegas masuk kerumahnya. Rumah yang tampak sepi tampak


tidak ada penghuni sama sekali. Mungkin mereka semua telah tertidur. Rendra


langsung menaiki anak tangga satu persatu.



 Angel sedang berjalan-jalan di koridor,


seperti biasa ia berjalan menuju kantin. Langkahnya terhenti seketika saat


melihat sosok yang tidak asing dimatanya. “Rendra” sorot matanya tertuju. Angel


menghampirinya “Tumben duduk sendirian, lamunin apaan?” sapa Angel marangkul


sahabatnya itu. “Gue nggak apa-apa” ucapnya bohong.


“Hey,


kita sudah kenal lama, jadi gue tau lo lagi sembunyiin sesuatu dari gue” desak


Angel, membuat Rendra pasrah. “it’s okey, gue cerita”


“Gitu


dong” balas Angel sumringah dan membenarkan duduknya.


“Gue


bingung, harus berbuat apalagi untuk dapat restu dari Nyokap Sandra. Dan


Mamanya bilang gue harus jauhin Sandra” Angel mengelus pundak Rendra, menatap


iba pada sahabatnya itu.


“Gue


tau rasa sayang lo ke Sandra sangat besar, jadi lo harus berjuang itu. Lo nggak


lemah, mana mungkin seorang ketua osis lemah. Lo pasti kuat menghadapinya” ucap


Angel menyemangati. “Thank you, Baby Ball” Angel tersenyum lebar. “Btw,


Jonathan mana?” Rendra celangak-celinguk mencari sedang mencari seseorang.


“hmmm, kayak tidak tau Jojo aja”.


“Itu


anak, satu hari aja tidak megang buku. Pasti ---“


“Pasti


apaan? Ngomong kok dibelakang di depan kek” Kesal Jonathan saat mendengar


ucapan dari sahabatnya itu. Rendra menyerngit dahinya saat melihat jonathan.


Sedangkan Angel hanya memasang tampang nyengir. “kayak jalangkung aja lo,


datang tiba-tiba” sahut Angel


“Kenapa


lo? Kok muka lo kusut begitu?” Tanya Jonathan menatap sahabatnya. “Iya, Rendra


ada masalah, dia bingung bagaimana cara bisa dapat restu dari mamanya Sandra”


jelas Angel, menjelaskan yang terjadi pada Jonathan. “Ohhh kirain apaan” ucap


Jonathan santai.


“Ihh


kok gitu, bantu mikir napa” tukas Rendra


“Huffttt,


yang pacaran siapa, yang repot siapa” Jonathan melihat kedua tangannya di depan


dadanya, sambil melirik kedua sahabatnya


“Iya


dehh, gue bantuin” sambungnya seketika Rendra berdiri kegirangan memeluk


Jonathan. “Woiii, Gue nggak bisa nafas bego” kesal Jonathan melepas pelukan.

__ADS_1


Sementara Angel hanya terkekeh melihat kedua sahabatnya. Itulah namanya


persahabatan disaat sahabatnya sedang terpuruk. Mereka selalu ada.


__ADS_2