
Hollaa🤩🤩🤩
Aku kembali lagi bersama Lika dan Adi
Happy reading 🥰
*****
Lika sangat nyenyak hingga matahari menyapa. Terasa sentuhan di pipi dan kepalanya begitu lembut membelai penuh kasih sayang. Sentuhan ini sangat halus, bukan Adi karena ini tangan perempuan.
Lika menggeliat dan perlahan-lahan membuka matanya. Lika menggerjap beberapa kali hingga matanya dapat melihat dengan jelas. Seorang wanita paruh baya berdiri disampingnya tengah tersenyum.
"Bu..bunda?" ucap Lika lirih seakan tak percaya wanita didepannya.
"Bunda kok tau kita disini?" ucap Lika setelah refleks Ia berdiri.
Renaya tersenyum geli melihat gadis didepannya. Walaupun sudah lama tak bertemu sikap Lika tetap sama. Renaya menyesal atas sikapnya saat mereka bertemu di Paris kemarin.
"Udah...kamu duduk lagi. Pasti kalian capek kan setelah perjalanan dari Paris terus langsung ke rumah sakit."
Tutur kata Renaya sangat lembut dan manis, berbeda dengan pertemuan awal mereka saat di Paris kemarin. Renaya terlihat murka hingga sempat menampar pipi Lika.
"Bunda gak marah lagi sama Lika?" tanya Lika dengan polos hingga mengundang tawa wanita itu.
"Enggak lah sayang, Maaf ya kemarin Bunda sempat marah sama kamu. Kemarin Bunda shock banget ngelihat kamu masih hidup. Tapi setelah bunda tau ini semua salah paham jadi Bunda berfikir kembali. Bunda gak mau jadi pemisah kalian, bunda gak mau Adi mengalami hal yang sama untuk kedua kalinya."
"Maafin Lika ya Bun, kemarin Lika bukannya mendengarkan penjelasan dari bang Adi."
"Sudahlah nak, kepergianmu juga bukan atas dasar kemauan kamu juga kan. Sudahlah, tak perlu diungkit lagi ya. Yang penting sekarang kalian sudah bersatu lagi." Renaya memeluk Lika dan menciumi kepala gadis itu.
Pilu rasanya mengingat kondisi Adi selama ini saat kehilangan Lika. Hal itu ternyata yang meluluhkan hati Renaya untuk menerima Lika kembali dalam hidup anaknya.
"Makasih ya Bunda" ucap Lika membalas pelukan Renaya.
"Sama-sama sayang." Renaya melirik Adi agar bergabung bersama mereka. Sudah seperti Teletubbies ya, Berpelukan.....
"Bagaimana kondisi Sandra?" tanya Renaya ketika pelukan mereka usai.
"Sebenarnya Sandra baik-baik saja Bun, tapi dia shock banget ngeliat Lika, jadi dokter kasi obat penenang buat dia."
"Iya Bun, masa aku dikatain hantu" adu Lika cemberut.
Renaya malah terkekeh melihat Lika memanyunkan bibirnya seperti anak kecil menambah kesan imut pada wajahnya yang tetap terlihat seperti remaja.
"Jadi kalian kapan menikah? Adi udah dua puluh sembilan tahun kan?" ujar Renaya.
__ADS_1
Skakmat! Lika menahan nafas.
Pucuk dicinta ulam pun tiba. Suatu keberuntungan bagi Adi tanpa harus mencari tutur kata yang bagus untuk memberitahu Renaya.
"Jangan kalian pikir Bunda gak tau ya kalo Adi udah ngelamar kamu. Video kalian sampai trending topik seperti artis saja."
UPS! Habislah hahaha.
"Kalo Bunda gak merestui kalian gimana? Kalian mau kawin lari?" Renaya tak henti-hentinya memberikan penyerangan pada pasangan didepannya.
"Tante Renaya...." ucap Sandra lirih.
Dewi Fortuna berpihak pada Adi dan Lika. Selamat! Lika mundur dan bersembunyi di belakang punggung Adi takut jika Sandra kembali histeris melihatnya.
"Nanti aku dibilang hantu lagi" gumamnya.
"Sandra...kamu baik-baik saja? Dimana yang sakit San?" tanya Renaya pelan.
"Tante..Lika masih hidup ya?" tanya Sandra penasaran melihat seseorang bersembunyi dibalik punggung Adi. Renaya mengangguk.
"Kok bisa? Jadi yang kemarin?" tanya Sandra lagi.
"Ceritanya panjang San, intinya yang kemarin itu palsu, bukan Lika yang berada di dalam peti itu."
"Kalo Lika masih hidup berarti Lika bisa bantu aku kan Tante? Aku takut Doni bunuh aku Tante, aku takut...." ucapnya berlinang air mata.
"Siapa Doni San?" tanya Renaya sembari mengelus-elus rambut Sandra.
Lika mengernyitkan dahinya dan keluar dari persembunyiannya.
"Kamu ada urusan apa dengan Doni San?" tanya Lika menyelidik.
"Lika! Lika tolong aku Lik, aku mohon...." ucap Sandra memegangi tangan Lika.
"Iya-iya...tapi kenapa dulu Sandra. Apa yang terjadi?"
"Iya Sandra, kamu harus cerita dulu ada apa?" ucap Adi.
"Maaf! Maafin aku Lika, Kak Adi, Tante... Sebenarnya dulu aku dan Doni itu bekerjasama untuk memisahkan Kak Adi ddan Lika. Aku menginginkan kak Adi dan Doni menginginkan Lika. Jadi kami yang menjebak Kak Adi kemarin. Tapi diluar dugaan Lika malah dikabarkan meninggal karena kecelakaan dan itu akibat dari sakit hati melihat Kak Adi yang merupakan rencana kami, tapi Doni gak terima."
"Terus!?" sarkas Adi cepat.
"Jangan disela dulu bang, Sandra belum selesai ngomongnya" ucap Lika.
"Doni marah sama aku, Doni menganggap aku adalah penyebab kematian Lika. Doni murka dan terus mencari aku. Saat aku di New York aku aman namun setahun belakangan ini karena kami pindah ke Yogyakarta, Doni malah menculik aku dan nyekap aku. Aku disiksa, ini semua karena Doni hiks hiks..."
__ADS_1
Lika bergidik ngeri. Bisa-bisanya sosok yang kemarin baik menurut penglihatan Lika namun bertindak seperti pembunuh berdarah dingin. Dilihat dari tubuh Sandra yang kurus dan bekas sayatan juga lebam di sekujur tubuhnya Lika yakin Sandra sudah lama berada di tangan Doni.
"Apa yang bisa aku bantu San?" ucap Lika tulus.
"Aku cuman mau kamu temui dia. Mungkin setelah tau kamu baik-baik saja sekarang dia gak akan mengincar nyawa aku lagi Lika...Aku mohon...." pinta Sandra
"Aku gak setuju!" ujar Adi keras.
Renaya dan Lika menoleh ke arah Adi meminta penjelasan.
"Aku gak mau Bunda. Itu bisa membahayakan nyawa Lika. Bisa aja si Doni-Doni itu membawa Lika. Aku gak mau lagi kehilangan Lika."
"Bang...Jangan Takut. Bukan aku yang menemui dia tapi kita."
"Nahh...Bunda lebih setuju kalo kalian bersama saja menemui Adi. Toh yang dibutuhkan Doni itu kan melihat kondisi Lika baik-baik saja kan. Bunda juga akan minta orang mengawasi kalian tanpa sepengetahuan siapapun."
"Gimana sayang?" tanya Lika lembut.
"Kamu yakin mau nemuin dia?"
"He'em. Kan sama kamu, aku yakin aku akan baik-baik saja asal itu sama kamu."
Adi tersentuh. Ia memeluk Lika erat tanpa memperdulikan ada Sandra dan Bunda Renaya di ruangan itu.
"Heehh....Jangan peluk-peluk! Belum halal loh Di, masih anak gadis orang itu" ucap Renaya penuh penekanan.
"Bentar doang kok Bun..." sahut Adi semakin erat memeluk Lika. Lika memukul lengan Adi dengan tangannya.
"Aku gak bisa nafas bang, apaan sih..." ucapnya Sewot.
"Kalian belum jadi mantu dan mertua tapi udah kompak, cerewet banget sumpah. Nyebelin banget!" omel Adi melepaskan pelukannya. Mereka pun tertawa melihat kekonyolan yang dilakukan Adi.
"Ternyata Lika memang cinta sejati kamu kak, aku pikir dengan kamu kehilangan Lika maka aku bisa memiliki hati kamu tapi aku salah, Lika tetap ada di hati kamu mesti sempat tau kalau Lika tak mungkin bersama kamu lagi. Semoga kalian bahagia kak, maaf aku pernah jadi duri diantara kalian."
Sandra memandangi wajah cantik Lika, wajar saja Adi tak dapat berpaling ditambah lagi kecantikan yang terpancar dari dalam hati.
*****
Jangan lupa tinggalkan jejak ya😊
Jangan lupa singgah di novelku, judulnya Allea.
Peluk cinta buat kalian
Author🥰
__ADS_1