Cinta Dalam Diamku

Cinta Dalam Diamku
Episode 91


__ADS_3

Setelah puas menertawai Adi akhirnya mereka turun karena acara resepsi pernikahan Adi dan Lika akan segera dimulai. Tamu-tamu undangan juga sudah semakin ramai datang dari berbagai kalangan. Lika dan Adi berdiri berdampingan di atas pelaminan ditemani keluarga dekat. Dari sisi kanan didampingi bunda dan ayah Adi sedangkan di sisi kiri didampingi Papa dan Mama Lika juga pasangan muda Andri dan Ana yang ikut serta sebagai keluarga mempelai wanita.


Pernikahan mereka diselenggarakan sangat mewah. Seluruh ballroom dihiasi dengan bunga-bunga dan berbagai pernak-pernik blink. Pernikahan mereka juga mengundang beberapa artis ternama tanah air untuk mengisi hiburan dan sebagai MC.


Tamu-tamu undangan tak henti-hentinya memuji sang pengantin wanita yang sangat cantik dengan balutan gaun putih berhias sentuhan permata. Lika juga menggunakan kalung berlian yang menambah nilai estetika penampilannya hari ini. Tak lupa supaya sempurna bak putri negeri dongeng, Lika mengenakan sepasang sepatu kaca yang mengkilap dan sangat elegan.


Ditengah ruangan terdapat sebuah kue tart raksasa berwarna putih dengan toping berbentuk sepasang pengantin di puncaknya. Kue tersebut dihiasi dengan ukiran bunga-bunga yang cantik dan buah berry yang manis di sekelilingnya.


Lika selalu tersenyum menyalami tamu-tamu undangan yang memberikan selamat pada mereka. Tamu undangan dari berbagai kalangan dan negara menghadiri pernikahan Adi dan Lika. Hatinya sangat bahagia dapat menikah dengan Adi setelah semua yang mereka lalui selama ini.


"Selamat ya Lika atas pernikahan kamu, semoga kamu bahagia selamanya" ucap Doni, sosok yang sempat terobsesi pada Lika dan hampir melenyapkan nyawa Sandra.


"Makasih ya Don, semoga kamu juga dipertemukan dengan jodoh yang baik juga" ucap Lika tulus.


"Selamat kak, Lo harus jagain Lika sebaik-baiknya. Kalo sampai Lika gak bahagia, gue bakalan jadi orang terdepan yang bunuh Lo!" ucap Doni sinis


"Tenang aja, gue lebih paham artinya mencintai!" ucap Adi tak kalah sinisnya.


Lika membaca ada aura yang tidak menyenangkan disana,


"Doni, silahkan nikmati hidangan yang ada ya, semoga kamu suka" ucap Lika mencairkan suasana yang mencekam.


Doni tersenyum kecut, dipandanginya wajah Lika yang penuh dengan kebahagiaan. Walaupun sakit, Doni berusaha melepaskan Lika. Seperti yang dikatakan Lika tempo hari, Lika akan bersama dengan Adi. Sementara itu Adi memandangi Doni dengan cemburu, Adi dapat merasakan bahwa Doni masih memandang Lika penuh cinta, berbeda dengan Leonard saat ini.


Dari awal acara Adi memperhatikan jika Leonard tampak asik mengganggu dan mancari perhatian pada Sandra bahkan secara terang-terangan mencoba merayu Sandra yang tampak cantik hari itu menggunakan gaun berwarna Salem.


"Sandra, kamu mau gak kita naik pelaminan juga?" tanya Leonard sembari melirik Sandra yang dari tadi memperhatikan ke arah pelaminan.


"Kan tadi udah kak, ngapain lagi?" ucap Sandra bingung.


"Tadi kan ngucapin selamat ke mereka, gimana kalo gantian kita yang dikasi ucapan selamat..."


"Maksudnya?" ucap Sandra lagi.


"Kita nikah yuk!"


"Apaan sih kak, aneh deh...." ucap Sandra lalu berlalu meninggalkan Leonard dengan candaannya yang garing. Anehnya mengapa candaan itu mampu membuat jantung Sandra berdegup kencang?


Kembali ke sepasang pengantin, Setelah tamu undangan yang memberi ucapan pada Lika berkurang di atas pelaminan The Genk pun menghampiri pasangan pengantin baru tersebut. Wajar saja menunggu sepi, mereka tidak bisa hanya sekedar salam dan foto, pasti ada drama dulu.🤪🤪


"Wahh.. selamat pasangan lama pengantin baru!" ucap Lia semangat.


"Makasih sayang aku...wahh lagi hamil. Gemesss" ucap Lika mengelus-elus perut buncit Lia.


"Selamat personil Sultan The Genk!!!" ucap Adel dan Ria. Mereka menyerahkan sebuah kotak besar berbungkus kertas kado berwarna pink.


"Makasih loh, kalian harus repot-repot..." sahut Lika tak kalah cerianya dengan mereka.


"Ini kado aku, sekali lagi selamat menempuh hidup baru sahabatku. Semoga berbahagia sampai maut memisahkan, Tuhan menyertai rumah tangga kalian" ucap Rossa sang suster Biara.

__ADS_1


"Dengerin tuh nasihat utusan Tuhan, harus dilaksanakan!" ucap Ria.


"Makasih Suster Rossa, datang jauh-jauh hari Malang kesini demi aku..."


"Sebenarnya aku penasaran sosok yang bangkit dari alam maut, sejauh ini aku masih memperhatikan..." ucap Rossa mengundang tawa mereka semua.


"Dahsyat ya kan?" timpal Ana.


"Waduhh...ada adek yang jadi kakak ipar nihh" celetuk Mia.


"Iya dong, Ana gitu loh!!" sahut Ana songong.


"Seru ya kita ngumpul lengkap!" ucap Widya.


"Foto yuk, personil lengkap nih" celetuk Ria.


"Seragam gitu kan bajunya, gemes!!!" timpal Lia.


"Para suami tolong menyingkir soalnya ada yang belum punya suami, gak adil!" Adel mengusir suami Widya, Lia, Mia, Ana dan sang pengantin pria tentunya.


"Kok saya diusir juga?" tanya Adi bingung. Bagaimana bisa pengantin pria diusir dari pelaminan sendiri.


"Eh bang Adi, yaudah bonus deh. Bang Adi fotoin kita ya!" titah Adel cekikikan. Adel pun menyerahkan ponsel Lika yang sudah dipegangnya sejak pagi tadi.


"Hahaha...keren ya, pengantin pria jadi fotografer di hari pernikahannya sendiri hahaha..." ledek Andri pada Adi.


"Diem Lo Bangs*at!" geram Adi.


"Hmmm" gumam Adi. Gagal deh rencananya merusak foto mereka. Kasian ya Adi hahaha...


Setelah puas mereka pun berfoto bersama dengan mengikutsertakan Adi.


Satu...Dua...Tiga


Cekrekk


Satu yang paling ditunggu-tunggu oleh para hadirin yang masih sendiri alias jomblo adalah bagian lempar bunga pengantin. Dengan semangat Adel, Ria dan Sandra langsung bergabung dengan para single di depan pelaminan.


"Hai Sandra..." ucap Leonard bahagia melihat Sandra juga turut andil.


"Kak, stop! Malu!" ucap Sandra malu-malu.


"Aku akan berhenti kalo kamu mau nerima tantangan aku!" ucap Leonard antusias.


"Tantangan? Tantangan apa?" ucap Sandra.


"Kalo kakak dapat bunganya kamu harus jadi pacar kakak, tapi kalo kamu yang dapat terserah deh mau apa..gimana?" ucap Leonard percaya diri.


'Hah? Gak salah? Duhhh...kok aku jadi deg-degan sihhh' batin Sandra.

__ADS_1


"Kalo kakak kalah, kakak menuruti 3 permintaan aku apapun itu!" ucap Sandra tak kalah antusias walaupun jantungnya serasa ingin meledak.


"Setuju!" ucap Leonard. Mereka pun berjabat tangan menandakan sepakat.


"Adeeeellllll......Riiiiaaaaaaaaa....Ayo dapetin bunganya supaya nyusul nikaaahhhhh" teriak Lia melihat kedua sahabatnya yang masih jomblo ikut andil memperebutkan bunga Lika.


"Semangat Adeeeellllll.....Riiiiiaaaaaa" pekik Mia sehingga mereka berdua menjadi pusat perhatian tamu undangan.


Sementara Adel dan Ria tak menggubris perkataan sahabatnya itu, mereka malah fokus pada MC yang memberikan aba-aba kepada Lika.


"Siap-siap aja jadi pacarku!" ucap Leonard percaya diri. Entah apa yang direncanakan Leonard sehingga ia menjadi sangat percaya diri seperti itu.


"Siap-siap aja ngabulin permintaan aku!" sahut Sandra tak kalah percaya diri juga.


MC mulai memberikan aba-aba kepada Adi dan Lika.


"SIAP YA....SATU!!! DUA!!! TIGA!!!!!!!!!!" pekik MC tersebut bersamaan dengan pengantin melemparkan bunga mereka.


Dan orang beruntung itu adalah...


.


.


.


Leonard!


Dengan senyuman yang mengembang di wajahnya Ia menangkap Buket bunga pengantin itu.


"Ciiieeee ciiieeee" teriak orang-orang yang disekelilingnya.


Dengan percaya diri Leonard berlutut dihadapan Sandra.


"Sandra Letisya...dengan cinta yang entah kapan tumbuh dalam hatiku, aku ingin menagih janjimu. Kamu mau jadi pacarku?" ucap Leonard dengan jantung ynag berpacu seperti suara kaki kuda yang berlari kencang.


Hal itu sontak saja membuat kaum hawa berteriak histeris, perempuan mana yang tahan dengan sikap romantis seperti itu. Begitu juga dengan Sandra, Sandra tak menyangka sama sekali jika kesepakatan yang ia lakukan beberapa menit yang lalu akan benar-benar terjadi seperti itu. Wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus,menjalar hingga telinga dan lehernya.


"TERIMA! TERIMA! TERIMA!" ucap para hadirin mendukung Leonard.


Dengan gugup setengah mati Sandra menganggukkan kepalanya pelan dan disahuti teriakan histeris para hadirin yang menonton. Dengan refleks Leonard bangkit dan memeluk gadis itu hingga Ia semakin malu dan menyembunyikan wajahnya di dada Leonard.


"Aku gak nyangka kalo Leonard akan serius sama Sandra!" ucap Lika haru.


"Apapun itu karena cinta, seperti kita hari ini" sahut Adi kemudian menarik pinggang Lika agar menempel padanya, tak lupa Adi juga mencium kening gadis yang sekarang sudah sah menjadi istrinya.


Acara pun dilanjutkan hingga selesai...


*****

__ADS_1


UPS! Maaf asal Cut aja hehehe...tungguin besok ya😉


PLEASE LIKE DAN KOMENNYA DONG, SEPI BANGET SIH GAK ADA KALIAN😭😭


__ADS_2