Cinta Dalam Diamku

Cinta Dalam Diamku
Episode 94


__ADS_3

Pagi hari yang cerah di pulau Dewata matahari bersinar dari ufuk timur menyilaukan semua mata mahkluk hidup di bumi. Dengan perlahan-lahan Lika membuka kelopak matanya dan merasakan ada sesuatu yang melilit perutnya. Lika menggerjap beberapa kali, seorang laki-laki memeluk dari belakangnya tampak masih terlelap.


Lika memegang punggung tangan suaminya dan sekali-kali memainkan jari-jari tangan Adi hingga pemiliknya terbangun. Adi tersenyum dan mengeratkan pelukannya hingga wajahnya terbenam di leher Lika.


"Selamat pagi istriku" bisik Adi dan menciuminya.


"Udah ahh, geli!" ucap Lika merasa geli.


"Kamu yang mulai kok tadi" ucap Adi dan langsung melanjutkan aksinya.


"Dasar! Udah ahh lepas, aku mau mandi."


"Mandi bareng yuk!" ajak Adi enteng.


"Gak! Apaan mandi bareng, emang bocah!" ucap Lika ketus dan melepaskan diri dari Adi. Lagi-lagi Adi hanya menatap istrinya dengan pandangan nanar.


Setelah Lika dan Adi selesai membersihkan tubuh masing-masing mereka sarapan di dalam kamar.


"Sayang, abis ini kamu siap-siap ya. Kita pergi dari sini" ucap Adi sambil mengunyah makanannya.


"Hmm? Pulang bang?"


"Ya enggak lah!"


"Terus?"


"Honeymoon dong!" bisik Adi.


"Hah? Bukannya kita disini Honeymoon?"


"Enggak dong, ini cuman nginep numpang tidur!" ucap Adi cuek.


"Ya ampun...kan kita juga lagi di Bali bang, sekalian honeymoon juga kan disini."


"Males ah, banyak kutu pengganggu disini!"


Lika tertawa. Dalam benaknya sudah tergambar satu-persatu wajah-wajah teman-temannya yang mengganggu mereka tadi malam.


"Terus kita mau kemana emangnya?" tanya Lika lagi.


"Ada deh, ini kejutan!" ucap Adi tersenyum penuh arti.


Lika hanya tersenyum acuh, kemana pun Adi mau pastinya akan menyenangkan. Sesuai titah Adi, Lika bersiap-siap dan memasukkan kembali barang-barangnya kedalam koper berikut barang-barang Adi.


Lika memakai gaun putih selutut tanpa lengan sepatu kets dengan warna senada. Ia mengurai rambutnya yang panjang dan memakai sebuah kacamata hitam. Tak lupa Lika mengenakan sunscreen untuk melindungi kulit putihnya dari terpaan matahari.


Adi juga mengenakan pakaian dengan warna senada, sebuah kaos berwarna putih dipadukan dengan celana pendek berwarna coklat dan sepatu kets yang sama modelnya dengan Lika. Tak lupa Adi juga mengenakan kacamata hitam seperti Lika.


"Siap?" tanya Adi memperhatikan penampilan istrinya bak gadis tujuh belas tahun.


"Siap!" seru Lika antusias.

__ADS_1


"Aku kayak bawa ponakan jalan-jalan, padahal istri" ucap Adi menggoda Lika.


"Yuk Om kita berangkat" gurau Lika hingga mereka berdua tertawa.


Ketika mereka sudah didalam sebuah taxi online yang akan mengantarkan mereka menuju bandara Ngurah Rai, Lika tiba-tiba teringat sesuatu.


"Sayang, kita gak pamit dulu sama yang lain?" tanya Lika.


"Enggak! Nanti mereka ngekor lagi, males banget digangguin!"


"Ya ampun...mereka cuman becanda kan ganggunya" ucap Lika menahan tawanya.


"Bodo! Pokoknya siapapun gak boleh tau kita pergi kemana" ucap Adi lalu menarik kepala Lika kedadanya.


"Terserah kamu deh hehehe."


Beberapa jam menempuh perjalanan menggunakan pesawat ke tempat tujuan sudah mereka lalui Adi terus menggenggam tangan istrinya seperti ada saja yang akan menculiknya. Setelah tiba di negara tujuannya Adi membawa Lika menaiki sebuah kapal pesiar menuju sebuah pulau pribadi yang sudah disewanya seminggu kedepan.


"Sayang...ini bagus banget..." ucap Lika ketika memandangi lautan lepas yang indah berwarna biru.


"Kamu suka?" tanya Adi.


"Suka!" Lika melompat memeluk Adi, "aku gak nyangka kita akan bulan madu ke Maldives!" ucapnya bahagia.


"Apapun itu demi kamu." Adi memakaikan sebuah topi pantai di kepala Lika.


"Thank you!" ucap Lika. Lika kembali memandangi hamparan laut dan menikmati angin yang berhembus melambai-lambaikan rambutnya.


"Bang Adi! Kamu apaan, malu didenger orang tau!" ucapnya sembari memukul dada Adi.


"Biarin aja, biar semua orang tau kalo aku sayang sama kamu!"


Blush...


Ucapan Adi sukses membuat Lik merona, Adi memang orang yang paling bisa membuat dirinya malu-malu.


"Cobain deh!" titah Adi.


"Gak ah! Malu tau!" kilah Lika.


"Kamu malu sama aku? Tanpa kamu bilang juga aku udah tau kalo kamu sayang aku, jadi ngapain malu!" ucap Adi dengan narsisnya.


"Ihhh.... Apaan sih!" Lika mencubit lengan Adi dengan gemas.


"Auu..au..ampun deh ampun..."


Lika tersenyum puas mendengar Adi mengalah, memang seharusnya begitu kan hihihi. Sepertinya Adi sudah jadi Bucin.🤭😂


"Kamu yakin gak mau cobain?" tanya Adi lagi.


"Aku malu bang..."

__ADS_1


"Gak usah malu sayang, nih aku duluan abis itu kamu ya..."


Lika pun mengangguk pasrah.


"I LOVE YOU SO MUCH LIKA" pekik Adi lebih keras dari yang tadi lalu ia melirik Lika.


"I LOVE YOU SO MUCH ADI" pekik Lika. Setelah berteriak Lika langsung berlari menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah seperti tomat di pelukan suaminya.


Adi pun tertawa melihat tingkah malu-malu Lika, ia memeluk dan mengelus rambut Lika.


"Gimana rasanya?" tanya Adi membuat Lika semakin malu.


"Udah ahh aku malu tau!" sahutnya disambut gelak tawa Adi.


Para awak kapal dan pelayan yang berada di kapal tersebut hanya tersenyum dan memaklumi tingkah laku pasangan tersebut karena ini bukan pertama kalinya mereka melayani tamu pengantin baru seperti mereka berdua. Maldives sering kali menjadi pilihan pasangan pengantin baru untuk berbulan madu.


Ketika jantung dan perasaan malu Lika sudah normal Ia kembali menikmati terpaan angin laut dan indahnya pemandangan. Tak pernah terbayangkan hidupnya akan seindah ini setelah segala penderitaan yang dialaminya di masa lalu.


Adi pun menghampiri Lika yang berdiri di sisi kapal dan memeluknya dari belakang dengan kepala di bahu kiri Lika. Ia memberikan setangkai bunga mawar merah, entah kapan ia mempersiapkannya.


"Bunga yang cantik untuk orang yang cantik!" ucapnya merayu.


"Astaga sayang, kamu bisa banget buat aku melayang..." ucap Lika mengambil mawar tersebut.


"Aku masih punya sesuatu buat kamu" ucap Adi.


"Apa itu?"


Adi tersenyum dan menyelipkan anak rambut Lika ke belakang telinganya. Ketika Adi mengangkat tangannya di depan wajah Lika Ia sudah menggenggam sebuah gelang berlian yang sangat cantik. Lika tersenyum bahagia,


"Ini buat aku?" tanyanya tak percaya.


"Tentu, ini untuk ibu dari anak-anakku kelak."


Bukannya menerima pemberian Adi Lika malah memeluk Adi dan menangis tersedu-sedu.


"Hei..Aku tak pernah ingin melihat ada air mata yang keluar dari mata ini" ucapnya ketika menyeka air mata di pipi Lika.


"Aku bersyukur banget karena Tuhan memberikanku kesempatan untuk mencintai dan dicintai suami seperti kamu" ucap Lika tulus.


"Kalo gitu kamu harus janji satu hal sama aku" ucap Adi serius namun masih lemah lembut.


Lika menatapnya penuh arti,


"Janji apa?"


"Aku mau kamu janji kalo kamu gak akan meninggalkan aku lagi karena di hatiku cuma ada kamu apapun yang terjadi sayang, kamu mau kan?"


Lika tersenyum, "Aku janji!" ucapnya seraya memeluk Adi dan mengalungkan tangannya di leher Adi.


"Thank you" ucap Adi lalu memasangkan gelang berlian yang dipegangnya ke tangan kiri Lika. Mereka sama-sama menikmati suasana indah tersebut dengan penuh cinta.

__ADS_1


TAMAT


__ADS_2