Cinta Dalam Diamku

Cinta Dalam Diamku
BAB 11


__ADS_3

Malam semakin larut,


malam semakin riuh dengan suara soarakan penonton. Jonathan sudah siap di


tempat begitu dengan Rio. Caramel tengah berdiri menatap cemas pada Jonathan.


Seorang perempuan seksi tengah berdiri ditengah keduanya. Ia menaikkan sebuah


kain.


One


Two


Three


Goooooo


Teriakan terakhir itu


membuat keduanya menancap gas melambung menyusuri jalanan yang sepi kendaraan.


Membuat keduanya saling salip satu sama lain. Jonathan begitu focus menatap


kedepan. Sesekali ia melihat kebelang melalui spionnya. Jonathan semakin


menambah kecepatan motornya.


Hingga akhirnya Rio


menyalipnya, Jonathan mendengus sebal lalu menambah kecepatan motornya. Hingga


tanpa Jonathan sadari Rio menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.


Jonathan merasa ada yang janggal pada motornya. Hingga saat itu ia tidak bisa


mengendalikan motornya.


Brukkkk


Ternyata kecemasan


Caramel terhadap Jonathan terbukti, dari arah jauh Caramel melihat Jonathan


sudah terpental jauh dari motornya.


Semua teman Caramel


segera berlari untuk menolong Jonathan yang sudah tidak sadarkan diri.


Jonathan dibawah


kerumah sakit dengan kondisi kritis. Caramel yang nyok segera menghubungi


keluarga Jonathan. Kini Caramel berada ruang tunggu sedang duduk dibangku


panjang sambil menakup wajahnya dengan kedua tangannya. Isakan tangisnya pecah.


Angel yang baru saja


datang langsung menghampiri Caramel “Dimana Jonathan?” Tanya panic. Tetapi


tidak mendapatkan tanggapan dari Caramel. Ia berjalan menghampiri ruang ICU.


Berdiri tepat pada jendela kecil. Ia melihat Jonathan tengah ditangani oleh


pihak medis.


Seketika air mata Angel


jatuh melihat sahabatnya yang tengah terbaring lemah. Rendra datang dengan


wajah sama panicnya. Mendapati sosok tidak asing baginya. Caramel mendongak


menatap siapa yang ada dihadapannya.


Angel menghampiri


Caramel “Bagaimana bisa ini terjadi, pasti ini semua gara-gara lo” bentak


Angel, tetapi Caramel tetap dia menatap.


“Ya, Ini memang semua


salah gue, Jonathan ikut balapan liar. Gara-gara gue. Dan ini memang salah gue.


Puas” jelasnya


Plakkk


Sebuah tamparan keras


mendarat di pipi Caramel. Rendra yang terkejut langsung saja “Hey, lo tidak


bisa salahkan sepenuhnya padanya” sahutnya mendapat sebuah pelototan dari


Angel.


Seorang Dokter keluar


dari balik pintu ICU mereka dengan segera menghampirinya lalu bertanya tentang


keadaan Jonathan sekarang.


“Dok, Bagaimana


keadaannya?” tanyanya


“Pasien membutuhkan


banyak darah, ada dari kalian bergolongan darah AB” Angel mendunduk lesuh,


sedangkan Caramel dengan rasa antusias. “Saya Dok, ambil darah saja aja” semua


menoleh dengan senyum lebar Caramel dan Dokter Farhan pergi keruangan untuk


pengambilan darah.


Sedangkan Angel duduk,


di temani oleh Rendra yang berada disampingnya. Ia menunggu hasil yang akan.


Jonathan masih terbaring lemah di brangkar yang dipasangi oleh berbagai


peralatan medis.



Disekolah Angel sedang


duduk ia bersama Rendra, mereka berada dikantin. Tanpa Jonathan yang selalu


duduk sambil membaca buku yang selalu dibawanya kemana-mana.


“Sepi juga tidak ada


Jojo. Bagaimana keadaan Jojo. Gue kangen jahilin dia” gumam Angel.


Rendra menghela nafas


berat, saat ini sahabatnya tengah terbaring lemah di rumah sakit. “Gue harus


mencari tahu, mengapa Jonathan bisa kecelakaan” ujar Rendra karena ia merasa


ada yang janggal pada kecelakaan itu.


“Semua ini salah gue,


kalau saja Jonathan tidak menerima tantangan dari Rio. Pasti tidak ada akan

__ADS_1


terjadi seperti ini. karena gue tahu Rio orangnya seperti apa” jelas seseorang


membuat keduanya menoleh terkejut. Caramel duduk di antara Rendra dan Angel.


Angel menatap tidak


suka dan memilih diam dan Rendra menatap tidak percaya. Seorang gadis. Gadis


tersebut duduk sambil meunduk seperti menyembunyikan kesedihannya.


“Iya, itu semua salah


lo” sahut Angel ketus, Rendra melirik Angel


“Iya, gue salah”


“Udah napa, kita doakan


semoga Jonathan baik-baik aja. Bukan malah berdebat begini” ujar Rendra geram,


menatap kedua gadis itu.


Angel beranjak pergi,


sedangkan Rendra hanya terdiam menatap punggung sahabatnya itu. Caramel hanya


duduk terdiam masih menatap menatap gadis itu pergi. ia mengela nafas berat.


Semua ini salahnya, kalau saja ia bisa menahan Jonathan untuk tidak balapan


dengan rivalnya.


“Gue pergi dulu.


hubungi saja gue” ucap Caramel memberikan sebuah id card pada Rendra.


Rendra menatap Cengo,


tidak biasanya ia diberi nomor dengan kartu nama. Biasanya ia hanya langsung


mengetik nomornya pada layar ponsel.


“Iya, makasih. Gue


pasti hubungi lo” teriak Rendra pada Caramel yang berjalan menjauh di koridor.


Rasanya sepi tidak ada sahabat


yang bisa jahili seperti ada kurang. Angel yang suka berubah sikap kapan aja.


Saat ini Angel berada


di Rooftop tempat ia mengeluarkan segala amarahnya. Duduk terdiam menatap


langit biru yang diahiasi oleh awan. Angina yang berhembus menerpa wajahnya.


Menatap kedepan dengan


tatapan kosong, dari belakang Caramel berdiri dengan tatapan sulit diartikan ia


mulai berjalan menghampiri lalu duduk disamping Angel. “Gue tahu sebenarnya lo


itu suka sama Rendra tetapi hati lo berlabuh pada Jonathan” ucap Caramel tanpa


menoleh


“Tahu dari mana lo,


mereka itukan sahabat gue” jawab Angel sambil tersenyum miris


“Gue jatuh cinta pada


Jonathan dan gue harap lo tidak menyakitinya” ucap Caramel lagi


Sebenarnya Angel


bingung dari mana Caramel bisa mengetahui semua apa yang terjadi padanya.


bingung sebenarnya siapa sebenarnya Caramel. Seorang gadis modis yang baru ia


kenal yang sudah mengetahui kehidupannya tanpa ia perlu dimenceritakan.


“Lo itu cenayang apa


bukan, sih?” Tanya Angel kelewat polos


Caramel terkekeh


mendengar penuturan polosnya “Hmm, Enggak” jawabnya


Caramel menghela nafas


panjang, “Gue harap Jonathan juga punya perasaan yang sama. Itu harapan gue”


gumam Caramel


“Jonathan itu adalah


sahabat yang baik bagi gue. dia selalu ada disaat gue membutuhkannya. Disaat


gue butuh sandaran. Bagiku dia adalah sabahat terbaik yang pernah gue temui”


“Bagaimana dengan


Rendra?” Tanya Caramel lagi menampakkan wajah penasarannya


“Rendra adalah salah


satu cowok yang gue temui dengan sikapnya yang konyol dan lebaynya. Gue bertemu


dia setelah dua bulan lamanya bersahabat dengan Jonathan. Mereka itu adalah


sahabat gue” jelasnya menjelaskan awal pertemuan mereka


“Apakah lo menyukai


salah satu dari mereka?” Tanya Caramel membuat Angel terdiam


“Iya,” jawabnya singkat


“Apakah itu Rendra atau


Jonathan?” tanyanya lagi


“Entahlah,” jawabnya


sambil mengendikkan bahu


Cukup lama dalam


keheningan, “Kenapa lo bisa jatuh cinta sama Jonathan. Cowok kutu buku yang sukanya


nongkrong di perpustakaan?” Tanya Angel


Dalam hati Angel


menahan rasa bimbangnya antara cemburu atau tidak ingin kehilangan Jonathan


yang selama ini ada didekatnya.


“Pertama kali gue


melihat Nathan gue sudah jatuh cinta padanya. awalnya gue kira dia adalah cowok


dingin. Gue sering melihatnya di perpustakaan. Tetapi gue baru berani kenalan


dengannya.” Jelasnya menceritakan pada Angel


“Jadi---“

__ADS_1


“Iya, semoga lo


mendukung gue agar gue bisa mendapatkan hatinya” katanya, Angel menepuk


bahunya, lalu berkata “semoga”


Waktu sudah menunjukkan


pukul tiga sore, mungkin para siswa sudah pulang. Angel dan Caramel beranjak


dari sofa kumuh. Lalu berjalan menuruni anak tangga. Melihat disekelilingnya.


Orang-orang sudah pada berlarian keluar dari kelas.


Angel yang melihat


Rendra berlari menghampiri mereka dengan wajah paniknya, sambil menenteng


sebuah ransel hijau milik Angel.


“Kalau begitu, gue


duluan ya. Sampai ketemu dirumah sakit” ucapnya sambil melambaikan tangan.


“Lo tuh ya, kebiasaan


main bolos aja. Malah gue yang kena semprot sama guru killer”  ucap Rendra menatap geram pada sahabatnya.


“Gue lagi males masuk”


tukasnya yang mendapatkan jitakan dari Rendra


“Sakit begoo” ringis


Angel kesakitan sambil mengusap kepalanya


Rendra terus mengomel


sepanjang koridor, Angel mendengus sebal mengapa juga ia memiliki sahabat yang


super rajin itu. dan Rendra selalu saja menjahili dan beberapa menit kemudian


kekasih Rendra datang menghampiri dengan wajah senyum lebarnya.


“Jadi obat nyamuk lagi


deh gue. pake acara sakit lagi Jonathan” ucap Angel mendumel. Merasa kesal


menjadi pajangan dua sejoli dihadapannya sekarang yang lagi bermesrasaan.


Mereka yang masuk


kedalam mobil Angel duduk dibelakang dengan wajah di tekuk. Sedang Rendra


dengan Sandra sibuk pacaran.


“Yang, katanya Jonathan


kecelakaan ya?, kasian kenapa bisa? Kita langsung kerumah sakit aja” tanyanya


dengan wajah memelas


“Iya, Yang. Jonathan


belum siuman. Doakan ya moga cepat sembuh”


“Langsung kerumah sakit


aja ya” sahut Angel yang diangguki oleh Rendra. Mobil Rendra melaju dengan


kecepatan sedang menyusuri kota. Mereka kini menuju rumah sakit untuk menjenguk


jonathan sahabatnya.


Angel, Sandra, dan


Rendra berjalan masuk di sepanjang koridor. Dan mereka masih mengenakan pakaian


seragam sekolah. Angel menekan knop pintu menatap seorang lelaki jangkung


sedang duduk samping Jonathan. Ya, Michel, Ayah jonathan.


Angel, Rendra, dan


Sandra saat melihat Jonathan sudah tersadar dari tidur panjangnya “Jojo, sudah


bangun gue kangen banget sama lo, pake acara kecelakaan segala lagi” ucap Angel


sambil memeluk Jonathan diatas brangkar. Tanpa Angel sadari Michel menatapnya


dengan heran.


Rendra yang menepuk


bahu Angel agar segera terbangun dari pelukannya. “Apaan sih?” kesal Angel lalu


mendongak menatap Michel dengan cengiran.


“Hallo, Om”


“Lo enggak bilang kalau


ada Papanya Jojo disini?” bisik Angel pada Rendra


“Udah dari tadi kali


gue bilang. Lo nya aja yang main nyosor” Tukas Rendra


Mereka berdua


menampakkan cengiran lebar, beberapa menit kemudian Caramel datang dengan


membawa sebuah parsel buah.


“Hallo semua,” sapa


gadis berparas modis sedang berjalan menghampiri mereka. Michel yang melihatnya


terkejut seorang gadis ia kenali. “Om Michel, ngapain disini?” Tanya Caramel,


sedangkan keempat orang itu melongo.


“Caramel ya, anaknya Pak


William kan. OMG” ucap Michel terkejut


“Iya Om” jawabnya


tersenyum lebar


Mereka berbincang


bincang si sebuah sofa, sedangkan Angel, Rendra, dan Sandra berdiri. Sedangkan


Jonathan masih menatap cengo. “Tersnyata Papa mengenal Cara. Kenapa mereka


akrab banget ya. Seperti lama baru bertemu” gumam Jonathan.


“Dunia ternyata sempit


ya, ternyata Caramel akrab banget dengan bokap lo” ucapan itu meluncur begitu


saja.


“Lo tahu? Gue bête


selalu jadi obat nyamuk mereka tahu. tidak ada lo” adu Angel sambil menatapnya


dengan wajah memelasnya

__ADS_1


“Lo aja yang jomblo


akut.” Ledek Rendra, Dan mereka terlarut dalam perbincangan masing-masing.


__ADS_2