
Malam semakin larut,
malam semakin riuh dengan suara soarakan penonton. Jonathan sudah siap di
tempat begitu dengan Rio. Caramel tengah berdiri menatap cemas pada Jonathan.
Seorang perempuan seksi tengah berdiri ditengah keduanya. Ia menaikkan sebuah
kain.
One
Two
Three
Goooooo
Teriakan terakhir itu
membuat keduanya menancap gas melambung menyusuri jalanan yang sepi kendaraan.
Membuat keduanya saling salip satu sama lain. Jonathan begitu focus menatap
kedepan. Sesekali ia melihat kebelang melalui spionnya. Jonathan semakin
menambah kecepatan motornya.
Hingga akhirnya Rio
menyalipnya, Jonathan mendengus sebal lalu menambah kecepatan motornya. Hingga
tanpa Jonathan sadari Rio menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.
Jonathan merasa ada yang janggal pada motornya. Hingga saat itu ia tidak bisa
mengendalikan motornya.
Brukkkk
Ternyata kecemasan
Caramel terhadap Jonathan terbukti, dari arah jauh Caramel melihat Jonathan
sudah terpental jauh dari motornya.
Semua teman Caramel
segera berlari untuk menolong Jonathan yang sudah tidak sadarkan diri.
Jonathan dibawah
kerumah sakit dengan kondisi kritis. Caramel yang nyok segera menghubungi
keluarga Jonathan. Kini Caramel berada ruang tunggu sedang duduk dibangku
panjang sambil menakup wajahnya dengan kedua tangannya. Isakan tangisnya pecah.
Angel yang baru saja
datang langsung menghampiri Caramel “Dimana Jonathan?” Tanya panic. Tetapi
tidak mendapatkan tanggapan dari Caramel. Ia berjalan menghampiri ruang ICU.
Berdiri tepat pada jendela kecil. Ia melihat Jonathan tengah ditangani oleh
pihak medis.
Seketika air mata Angel
jatuh melihat sahabatnya yang tengah terbaring lemah. Rendra datang dengan
wajah sama panicnya. Mendapati sosok tidak asing baginya. Caramel mendongak
menatap siapa yang ada dihadapannya.
Angel menghampiri
Caramel “Bagaimana bisa ini terjadi, pasti ini semua gara-gara lo” bentak
Angel, tetapi Caramel tetap dia menatap.
“Ya, Ini memang semua
salah gue, Jonathan ikut balapan liar. Gara-gara gue. Dan ini memang salah gue.
Puas” jelasnya
Plakkk
Sebuah tamparan keras
mendarat di pipi Caramel. Rendra yang terkejut langsung saja “Hey, lo tidak
bisa salahkan sepenuhnya padanya” sahutnya mendapat sebuah pelototan dari
Angel.
Seorang Dokter keluar
dari balik pintu ICU mereka dengan segera menghampirinya lalu bertanya tentang
keadaan Jonathan sekarang.
“Dok, Bagaimana
keadaannya?” tanyanya
“Pasien membutuhkan
banyak darah, ada dari kalian bergolongan darah AB” Angel mendunduk lesuh,
sedangkan Caramel dengan rasa antusias. “Saya Dok, ambil darah saja aja” semua
menoleh dengan senyum lebar Caramel dan Dokter Farhan pergi keruangan untuk
pengambilan darah.
Sedangkan Angel duduk,
di temani oleh Rendra yang berada disampingnya. Ia menunggu hasil yang akan.
Jonathan masih terbaring lemah di brangkar yang dipasangi oleh berbagai
peralatan medis.
Disekolah Angel sedang
duduk ia bersama Rendra, mereka berada dikantin. Tanpa Jonathan yang selalu
duduk sambil membaca buku yang selalu dibawanya kemana-mana.
“Sepi juga tidak ada
Jojo. Bagaimana keadaan Jojo. Gue kangen jahilin dia” gumam Angel.
Rendra menghela nafas
berat, saat ini sahabatnya tengah terbaring lemah di rumah sakit. “Gue harus
mencari tahu, mengapa Jonathan bisa kecelakaan” ujar Rendra karena ia merasa
ada yang janggal pada kecelakaan itu.
“Semua ini salah gue,
kalau saja Jonathan tidak menerima tantangan dari Rio. Pasti tidak ada akan
__ADS_1
terjadi seperti ini. karena gue tahu Rio orangnya seperti apa” jelas seseorang
membuat keduanya menoleh terkejut. Caramel duduk di antara Rendra dan Angel.
Angel menatap tidak
suka dan memilih diam dan Rendra menatap tidak percaya. Seorang gadis. Gadis
tersebut duduk sambil meunduk seperti menyembunyikan kesedihannya.
“Iya, itu semua salah
lo” sahut Angel ketus, Rendra melirik Angel
“Iya, gue salah”
“Udah napa, kita doakan
semoga Jonathan baik-baik aja. Bukan malah berdebat begini” ujar Rendra geram,
menatap kedua gadis itu.
Angel beranjak pergi,
sedangkan Rendra hanya terdiam menatap punggung sahabatnya itu. Caramel hanya
duduk terdiam masih menatap menatap gadis itu pergi. ia mengela nafas berat.
Semua ini salahnya, kalau saja ia bisa menahan Jonathan untuk tidak balapan
dengan rivalnya.
“Gue pergi dulu.
hubungi saja gue” ucap Caramel memberikan sebuah id card pada Rendra.
Rendra menatap Cengo,
tidak biasanya ia diberi nomor dengan kartu nama. Biasanya ia hanya langsung
mengetik nomornya pada layar ponsel.
“Iya, makasih. Gue
pasti hubungi lo” teriak Rendra pada Caramel yang berjalan menjauh di koridor.
Rasanya sepi tidak ada sahabat
yang bisa jahili seperti ada kurang. Angel yang suka berubah sikap kapan aja.
Saat ini Angel berada
di Rooftop tempat ia mengeluarkan segala amarahnya. Duduk terdiam menatap
langit biru yang diahiasi oleh awan. Angina yang berhembus menerpa wajahnya.
Menatap kedepan dengan
tatapan kosong, dari belakang Caramel berdiri dengan tatapan sulit diartikan ia
mulai berjalan menghampiri lalu duduk disamping Angel. “Gue tahu sebenarnya lo
itu suka sama Rendra tetapi hati lo berlabuh pada Jonathan” ucap Caramel tanpa
menoleh
“Tahu dari mana lo,
mereka itukan sahabat gue” jawab Angel sambil tersenyum miris
“Gue jatuh cinta pada
Jonathan dan gue harap lo tidak menyakitinya” ucap Caramel lagi
Sebenarnya Angel
bingung dari mana Caramel bisa mengetahui semua apa yang terjadi padanya.
bingung sebenarnya siapa sebenarnya Caramel. Seorang gadis modis yang baru ia
kenal yang sudah mengetahui kehidupannya tanpa ia perlu dimenceritakan.
“Lo itu cenayang apa
bukan, sih?” Tanya Angel kelewat polos
Caramel terkekeh
mendengar penuturan polosnya “Hmm, Enggak” jawabnya
Caramel menghela nafas
panjang, “Gue harap Jonathan juga punya perasaan yang sama. Itu harapan gue”
gumam Caramel
“Jonathan itu adalah
sahabat yang baik bagi gue. dia selalu ada disaat gue membutuhkannya. Disaat
gue butuh sandaran. Bagiku dia adalah sabahat terbaik yang pernah gue temui”
“Bagaimana dengan
Rendra?” Tanya Caramel lagi menampakkan wajah penasarannya
“Rendra adalah salah
satu cowok yang gue temui dengan sikapnya yang konyol dan lebaynya. Gue bertemu
dia setelah dua bulan lamanya bersahabat dengan Jonathan. Mereka itu adalah
sahabat gue” jelasnya menjelaskan awal pertemuan mereka
“Apakah lo menyukai
salah satu dari mereka?” Tanya Caramel membuat Angel terdiam
“Iya,” jawabnya singkat
“Apakah itu Rendra atau
Jonathan?” tanyanya lagi
“Entahlah,” jawabnya
sambil mengendikkan bahu
Cukup lama dalam
keheningan, “Kenapa lo bisa jatuh cinta sama Jonathan. Cowok kutu buku yang sukanya
nongkrong di perpustakaan?” Tanya Angel
Dalam hati Angel
menahan rasa bimbangnya antara cemburu atau tidak ingin kehilangan Jonathan
yang selama ini ada didekatnya.
“Pertama kali gue
melihat Nathan gue sudah jatuh cinta padanya. awalnya gue kira dia adalah cowok
dingin. Gue sering melihatnya di perpustakaan. Tetapi gue baru berani kenalan
dengannya.” Jelasnya menceritakan pada Angel
“Jadi---“
__ADS_1
“Iya, semoga lo
mendukung gue agar gue bisa mendapatkan hatinya” katanya, Angel menepuk
bahunya, lalu berkata “semoga”
Waktu sudah menunjukkan
pukul tiga sore, mungkin para siswa sudah pulang. Angel dan Caramel beranjak
dari sofa kumuh. Lalu berjalan menuruni anak tangga. Melihat disekelilingnya.
Orang-orang sudah pada berlarian keluar dari kelas.
Angel yang melihat
Rendra berlari menghampiri mereka dengan wajah paniknya, sambil menenteng
sebuah ransel hijau milik Angel.
“Kalau begitu, gue
duluan ya. Sampai ketemu dirumah sakit” ucapnya sambil melambaikan tangan.
“Lo tuh ya, kebiasaan
main bolos aja. Malah gue yang kena semprot sama guru killer” ucap Rendra menatap geram pada sahabatnya.
“Gue lagi males masuk”
tukasnya yang mendapatkan jitakan dari Rendra
“Sakit begoo” ringis
Angel kesakitan sambil mengusap kepalanya
Rendra terus mengomel
sepanjang koridor, Angel mendengus sebal mengapa juga ia memiliki sahabat yang
super rajin itu. dan Rendra selalu saja menjahili dan beberapa menit kemudian
kekasih Rendra datang menghampiri dengan wajah senyum lebarnya.
“Jadi obat nyamuk lagi
deh gue. pake acara sakit lagi Jonathan” ucap Angel mendumel. Merasa kesal
menjadi pajangan dua sejoli dihadapannya sekarang yang lagi bermesrasaan.
Mereka yang masuk
kedalam mobil Angel duduk dibelakang dengan wajah di tekuk. Sedang Rendra
dengan Sandra sibuk pacaran.
“Yang, katanya Jonathan
kecelakaan ya?, kasian kenapa bisa? Kita langsung kerumah sakit aja” tanyanya
dengan wajah memelas
“Iya, Yang. Jonathan
belum siuman. Doakan ya moga cepat sembuh”
“Langsung kerumah sakit
aja ya” sahut Angel yang diangguki oleh Rendra. Mobil Rendra melaju dengan
kecepatan sedang menyusuri kota. Mereka kini menuju rumah sakit untuk menjenguk
jonathan sahabatnya.
Angel, Sandra, dan
Rendra berjalan masuk di sepanjang koridor. Dan mereka masih mengenakan pakaian
seragam sekolah. Angel menekan knop pintu menatap seorang lelaki jangkung
sedang duduk samping Jonathan. Ya, Michel, Ayah jonathan.
Angel, Rendra, dan
Sandra saat melihat Jonathan sudah tersadar dari tidur panjangnya “Jojo, sudah
bangun gue kangen banget sama lo, pake acara kecelakaan segala lagi” ucap Angel
sambil memeluk Jonathan diatas brangkar. Tanpa Angel sadari Michel menatapnya
dengan heran.
Rendra yang menepuk
bahu Angel agar segera terbangun dari pelukannya. “Apaan sih?” kesal Angel lalu
mendongak menatap Michel dengan cengiran.
“Hallo, Om”
“Lo enggak bilang kalau
ada Papanya Jojo disini?” bisik Angel pada Rendra
“Udah dari tadi kali
gue bilang. Lo nya aja yang main nyosor” Tukas Rendra
Mereka berdua
menampakkan cengiran lebar, beberapa menit kemudian Caramel datang dengan
membawa sebuah parsel buah.
“Hallo semua,” sapa
gadis berparas modis sedang berjalan menghampiri mereka. Michel yang melihatnya
terkejut seorang gadis ia kenali. “Om Michel, ngapain disini?” Tanya Caramel,
sedangkan keempat orang itu melongo.
“Caramel ya, anaknya Pak
William kan. OMG” ucap Michel terkejut
“Iya Om” jawabnya
tersenyum lebar
Mereka berbincang
bincang si sebuah sofa, sedangkan Angel, Rendra, dan Sandra berdiri. Sedangkan
Jonathan masih menatap cengo. “Tersnyata Papa mengenal Cara. Kenapa mereka
akrab banget ya. Seperti lama baru bertemu” gumam Jonathan.
“Dunia ternyata sempit
ya, ternyata Caramel akrab banget dengan bokap lo” ucapan itu meluncur begitu
saja.
“Lo tahu? Gue bête
selalu jadi obat nyamuk mereka tahu. tidak ada lo” adu Angel sambil menatapnya
dengan wajah memelasnya
__ADS_1
“Lo aja yang jomblo
akut.” Ledek Rendra, Dan mereka terlarut dalam perbincangan masing-masing.