Cinta Dalam Diamku

Cinta Dalam Diamku
Episode 88


__ADS_3

Dua hari lagi pernikahan Lika dan Adi akan dilaksanakan, itu artinya sudah lima hari mereka berada dalam masa pingitan. Setiap malam Adi dan Lika melakukan video call dengan alasan kangen.


Selama lima hari ini juga Lika dan Aygra sudah menghambur-hamburkan uang Andri di mall. Mereka berbelanja, makan-makan dan juga nonton film. Andri membiarkan hal tersebut terjadi karena menurutnya lebih baik Lika bersenang-senang bersama Aygra daripada ia harus repot mengurung Lika karena ngotot bertemu dengan Adi.


Pagi-pagi sekali Lika sudah pergi bersama dengan Aygra. Tak biasanya ia mengajak Aygra pergi sepagi ini, namun paling mengherankan Aygra terlihat semangat dan antusias pergi bersama dengan Aunty cantiknya.


Menjelang pukul sembilan delapan malam barulah mereka tiba di rumah. Wajahnya sangat bahagia juga lelah.


"Mama! Papa!" teriak Aygra saat mereka sudah sampai di ruang tamu.


"Eh kalian udah Dateng? Duhh kangen bangeeeeettttt!" ucap Lika melihat Mia dan anaknya. Lika menghampiri Mia dan memeluk sahabatnya yang sudah sangat lama tak bertemu.


"Iya dong, maklumlah pengangguran..." ucap Mia sengklek seperti biasa.


"Aku juga udah Dateng cilaa..."ucap Leonard.


"Iyo!? Astaga...Ini bukan mimpi?" teriak Lika bahagia.


Leonard pun mencubit lengan Lika hingga gadis itu meringis.


"Gak mimpi kan?" ucap Leonard meledek dan dibalas tawa dari semua orang kecuali Aygra. Aygra tampak kesal dengan kehadiran Leonard.


Mereka akhirnya duduk dan bercanda ria bertukar kabar apalagi Lika dan Mia, sedangkan Aygra sibuk berkenalan sambil malu-malu dengan Ema, putri Emi.


"Kalian tadi mainnya kemana Gra?" tanya Andri tiba-tiba.


"Ancol!" ucap Aygra polos membuat Lika menegang seketika.


"Hah!? Ancol?" Ana kaget.


"Iya Mama, tadi Aunty naik kereta yang tinggi-tinggi itu ma, sampe muntah-muntah hahaha" gelak Aygra tak tau kalau Auntynya berada dalam ancaman besar karena ucapannya.


Andri menatap Lika tajam meminta penjelasan.


"Berarti kalian ke Jakarta?" tanya Ana mengintrogasi Lika.


"Kami tadi naik pesawat Ma, ngenggg...ngeengg..." Aygra memperagakan pesawat dengan tangannya.


"Apa-apaan ini Lika? Kamu kan dipingit supaya selamat sampai hari H, kenapa..."


"Aku ke kamar dulu semuanya..." ucap Lika memotong ucapan Andri sebelum semuanya menyerempet kemana-mana dan Ia harus mendengarnya sepanjang malam. Ia mengambil tasnya dan berlari menuju kamarnya.


"Lika! Abang belum selesai bicara!" Andri mulai hipertensi.


"Sudahlah Kak, gak enak diliatin tamu" ucap Ana lagi.


"Tapi Lika ini benar-benar menguras habis kesabaranku Na. Kartu kredit limit aku masih bisa diam, ini malah ditambah lagi ulahnya!" ucap Andri masih dengan amarah di ubun-ubun.


"Sudahlah, yang penting Lika kan selamat sampai dirumah" ucap Ana mengelus-elus pundak suaminya.


"Aku ketinggalan apa nih?" ucap Sandra entah kapan datangnya.


Semua orang menatap kaget kearah Sandra yang setau mereka tadi tidak ada disana.


"Kok ngelihatin aku gitu sih?" ucap Sandra lagi.


"Gak papa kok San, sini duduk.." ucap Ana kemudian Sandra duduk di sofa yang bersebelahan dengan Ana.


Sedari Sandra berbicara Leonard terus memperhatikannya berikut semua gerak-geriknya. Leonard seakan tersihir oleh kehadiran Sandra di ruangan itu.


"Eh San, kenalin ini Mia dan Ema anaknya, kamu pasti kenal kan?" ucap Ana kemudian diangguki oleh Sandra.


"Dan ini Leonard, sahabat kecilnya Kak Andri dan temen dekat Lika selama di Paris" ucap Ana lagi.


Sandra tersenyum dan mengulurkan tangannya, "Sandra Letisia" ucapnya lembut.


Leonard tak membalas uluran tangan Sandra karena masih dim mematung menatap ciptaan Tuhan yang berhasil menggetarkan hatinya.

__ADS_1


"Hallo..." ucap Sandra lagi.


"Hmm!? Saya Leonard Christian, panggil saja Leonard atau Leon" ucap Leonard mengembalikan wibawanya yang sempat jatuh karena gadis didepannya.


Sandra mengangguk lalu beralih menghadap Ana seakan tak menyadari tatapan Leonard.


"Kak Andri, kakak Ipar, tadi aku liat Kak Adi lagi manjet pagar di samping. Kayaknya kak Adi kabur deh hahaha" ucap Sandra.


Tawa Sandra malah membuat detak jantung Leonard semakin tak karuan. Ia semakin resah lama-lama menatap gadis didepannya.


"Terus kita harus gimana?" tanya Ana pada Andri.


"Kita kerjain aja gimana Na, langka kan kesempatan ngerjain senior" ucap Mia dengan senyum liciknya.


"Ide bagus deh itu, yuk!" ucap Sandra.


"Liat! Ini ponsel Lika kan? Kebetulan banget, Liat Bang Adi nge-chat dia!" ucap Mia antusias.


"Gila! Terus kita harus gimana?" ucap Sandra lagi.


Ide-ide gila bermunculan di kepala Mia.


"Pertama kita amankan dulu Aygra sama Ema!" ucapnya Mia.


"Gampang lek!" ucap Ana kemudian memanggil baby sitter Aygra. Aygra yang masih berbahagia dengan kehadiran Ema manggut-manggut saja disuruh main di kamarnya.


"Terus?" ucap Sandra lagi.


"Kita pancing dia masuk ke dalam gudang, abis itu kita ikat!" ucap Mia lagi.


"Serahin ke kita aja" ucap Andri.


Mereka pun menuju gudang dan mengambil sebuah tali. Setelah siap Mia dan Ana membalas pesan Adi dari ponsel Lika, mereka mengarahkan Adi menuju gudang yang sudah gelap dan ditunggui Leonard dan Andri.


Adi :


Aku udah dirumah kamu.


Lika :


Serius? Aku juga kangen kamu


Kita ketemuan di gudang belakang ya


Adi mengernyitkan dahinya membaca pesan Lika. Tak biasanya Lika membalas pesannya tanpa bertanya ini itu dahulu.


"Mungkin Lika juga kangen..." gumam Adi bersemangat tanpa sadar Ia dalam ancaman besar.


Tanpa pikir panjang Adi menuju gudang yang dimaksud pesan Lika. Adi berjalan mengendap-endap menuju gudang tersebut dan terus berjaga-jaga agar tak ada yang tau Ia sedang kabur dari masa pingit. Adi masuk dan mendapati ruangan tersebut gelap gulita.


Saat hendak menekan saklar lampu tiba-tiba ia disergap dan kepalanya ditutup kantung plastik berwarna hitam. Dengan cepat Leonard dan Andri mengikat tangan dan kakinya.


"Woy! Lepasin gue! Lepas!!!" ucap Adi memberontak sekuat tenaga namun apa daya karena ia sudah menjadi tawanan yang sempurna. Ana, Mia dan Sandra pun menghampiri mereka kedalam gudang. Sandra menarik kantung plastik yang menutup kepala Adi.


"Hai calon pengantin nakal..." ucap Sandra.


"Gila ya, nunggu nikahnya gak sabaran banget" celetuk Mia hingga semuanya tertawa.


"Woy! Lepasin gue, jahat Lo semua! Mana Lika?" ucap Adi masih meronta-ronta.


"Lika lagi dipingit Kak, kakak gak tau Lika mau nikah?" ucap Sandra dengan nada meledek.


"Adek gue disiplin bro, emang elo!" ucap Andri menepuk-nepuk pundak Adi membuat Adi semakin kesal.


"Hubungin Tante Renaya, pasti Tante lagi sibuk nyariin anak kesayangannya ini..." tambah Andri.


"Sebelum Tante Renaya jemput, kita bersenang-senang dulu..." ucap Mia sumringah.

__ADS_1


"Setuju!!!" ucap Sandra dan Ana bersamaan.


"Angkat dia, kita masukkan ke kolam ikan" ucap Mia.


Leonard dan Andri pun membopong tubuh Adi kolam ikan di halaman belakang.


"Lepasin gue! Lepasin gue Andri, sahabat macam apaan Lo tega nyiksa gue!"


"Calon macam apaan Lo tega lari dari masa pingitan!" ucap Andri membalas ucapan Adi.


"Pengantin ngebet hahhaha!!!" sahut Sandra.


Byurrrr...Mereka melemparkan tubuh Adi kedalam kolam ikan hias.


"Bang*saaaaattt!!!!!!" ucap Adi.


Ikan-ikan hias itu pun menjilat-jilat tubuh Adi hingga Adi geli.


"KELUARIN GUE WOY! GUE GELI BANGET, KELUARIN GUE!!!" teriak Adi.


"Baru segitu doang kak, mau nambah apa kurang?" sahut Ana cekikikan.


"KELUARIN GUE!!!"


"Ohh tambah katanya kakak ipar, ayo tambahin lele yang itu!" ucap Sandra sembari menunjuk sebuah Empang lele yang terbuat dari terpal biru disamping kolam ikan.


Ana merasa jiwa jahilnya menggebu-gebu apalagi disana ada Mia si ratu jahil. Ana menatap Mia memberi isyarat, dengan berlari kecil mereka meraih sebuah jaring lalu mulai mengambil ikan lele tersebut.


"Jangan! Jangan! Gue geli!!!" ucap Adi. Kini posisi Adi sudah duduk dibantu Andri.


"Berapa ekor nih kak?" ucap Ana.


"SATU EMPANG!!!" teriak Mia lalu menuangkan satu ember besar penuh berisi lele kedalam kolam ikan.


"Aaaaaaaaaaaaaaaaa.....KELUARIN GUE!!!" teriak Adi.


"HAHAHAHA" mereka tertawa terpingkal-pingkal melihat reaksi ketakutan dari Adi.


"Satu ember lagi...." ucap Sandra menuang ember miliknya hingga kolam itu hampir penuh dengan ikan lele.


"TOLONG!!!" Adi berusaha melepaskan ikatannya namun sia-sia karena Leonard mengikatnya sangat kuat.


"Jadi cuman segini doang kemampuan calon pengantin kita?" ledek Leonard.


"Tenang! Ini masih sebagian" ucap Mia lagi. Mia berlari kecil menuju gudang dan mengambilkan pakan lele didalam sebuah ember.


"Kak Adi... Selamat bersenang-senang!!!" ucap Ana lagi.


Mia kembali dengan sebuah ember berisi pakan yang sudah dicampur air.


"Olesin ke mukanya bang Adi supaya dicium sama lele" ucap Mia.


"Apa lagi ini? Please lepasin gue!" ucap Adi histeris.


"Dengan semangat Leonard dan Andri mengoles pasta pakan diseluruh wajah Adi. Benar saja, lele-lele itu langsung melompat dan melahap pakan di wajah Adi. Bayangkan saja berapa banyak lele disana.


"AAAAAAAAAA!!!!!!!" teriak Adi semakin histeris.


"HAHAHAHA"


Seorang pelayan yang sedari tadi diminta merekam mereka terkekeh geli melihat kelakuan para majikannya itu. Wajah Adi sudah memucat dan pasrah. Ikan lele itu masih saja melompat melahap wajahnya yang berlumuran pasta ikan.


*****


Hayo...


Siapa yang suka bandel sama adat? Kualat kan hihihi

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan Vote 😊🤗


__ADS_2