Cinta Dalam Diamku

Cinta Dalam Diamku
Episode 67


__ADS_3

Malam itu Andri dan Adi menjadi koki bagi ratu mereka. Setelah selesai masak, mereka makan malam bersama. Adi jadi lebih banyak diam, kejadian beberapa puluh menit yang lalu menjadikan pria itu takut salah berbicara pada Lika.


"Ini makanan kamu!" Andri memberikan sepiring nasi goreng lengkap dengan sosis dan telur mata sapi.


"Aku mau yang itu bang!" Lika menunjuk mangkuk mie.


"Itu khusus buat kamu, kalo gak mau kamu gak usah makan!" ketus Andri.


Lika membelalakkan matanya. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Ini rumahku bang Andri, kok bang Andri yang ngatur aku?"


"Kalo gak suka kamu gak usah makan dan sekarang masuk kamar, tidur!" jawab Andri lebih galak.


Lika semakin tak menyangka dengan jawaban Andri. Andri masih sama menyebalkannya seperti saat mereka tinggal di Yogyakarta. Lika tak bisa berbuat apa-apa lagi, ia makan dengan menyentak-nyentak sendok di piringnya dan menyuapkan nasi itu kedalam mulutnya dengan kasar sambil melotot kearah Andri.


"Kunyah sampe halus, jangan sampe mati keselek!" tambah Andri membuat Lika semakin geram. Kalau tidak memikirkan ada orang lain di meja itu, ingin rasanya Lika menyiram Andri dengan saos didepannya.


"Hmm!" gumam Lika masih dengan raut wajah yang ditekuk.


"Gimana rasanya Lik?" tanya Ana sangat lembut.


Lika menaikkan sebelah alisnya, menatap Ana curiga.


'Ini bukan masakan Ana, kenapa harus bertanya begitu?' gumamnya dalam hati. Lika tak menggubris perkataan Ana yang aneh menurutnya.


"Ya pasti enak lah, mantan yang masakin kan?" celetuk Andri.


Uhuk..uhuk...Lika keselek.


Adi reflek memberikan air putih pada Lika. Ralat!!! Bukan memberikan tapi mengangkat gelas tepat di depan Lika. Lika tak kuasa lagi, kalau harus segan bisa mati keselek.


Tanpa memikirkan gengsi atau apapun itu, Lika langsung menyeruputnya.


"Pelan-pelan!" ucap Adi pelan. Sebelah tangannya memegang gelas dan sebelah lagi merangkul pundak Lika.


Lika melirik Adi, lama mereka saling menatap. Dari pandangan matanya, mereka saling merindukan, ingin memeluk dan melepaskan keresahan.


Ehem..ehem...


Andri menatap dengan mata yang siap meluncurkan ledekan dan godaan.


(Author kesel sama Bang Andri nih, harusnya biarin dulu dong😭)


Adi dengan cepat melepaskan tangannya dari Lika. Lika menunduk malu, wajahnya merona seperti kepiting rebus. Malu-malu kucing, bilang cinta aja susah.


"Bang Andri jahat banget sih!" geram Lika.


"Muka Aunty kok berubah warna Ma? Kayak Bunglon kan Ma?" celetuk Aygra. Anak kecil ini memang suka ikut campur, menyebalkan sekali.πŸ˜‚πŸ˜‚


Ana merasakan aura canggung dari pasangan di depannya. Lama-kelamaan tak tega juga membiarkan mereka seperti ini.


"Besok malam tahun baru nih, kita kemana ya enaknya?" ujar Ana.


"Kita ke menara Eiffel aja deh, Kan deket. Kalo terlalu dingin kita bisa langsung pulang kan?" terang Andri.

__ADS_1


"Boleh juga bang, nanti aku ajak Leonard sekalian supaya kita makin akrab."


Suasana meja itu mendadak hening. Andri dan Ana saling menatap kemudian melirik Adi. Adi sadar dia menjadi pusat perhatian saat itu.


"Boleh juga, kita kan juga harus akrab dengan orang yang akan menjadi anggota keluarga kita" sahut Adi.


Adi berbicara dengan nada santai namun kakinya bergetar. Hatinya sangat sakit mengucapkan kalimat itu.


"Baguslah, nanti aku hubungi Leonard."


Lika menatap mereka satu-persatu, Lika dapat mencium aroma penolakan dari mereka. Lika juga melihat aura sakit hati di wajah Adi yang mendadak sedih.


'Maafkan aku bang Adi, ini yang terbaik untuk kita' batinnya.


Lika terus menyuapkan sesendok demi sesendok nasi kedalam mulutnya. Tak dapat dipungkiri, Lika merindukan Adi. Mungkin satu-satunya cara untuk menghilangkan kerinduan itu adalah menghabiskan makanan ini.


"Ngomong-ngomong soal malam tahun baru, Bunda maksa gue pulang besok!" ujar Adi lesu.


"Kok pulang?" sahut Lika refleks.


"Tuh kan gak ikhlas..." ledek Ana.


"Aku serius nih, kalian kok gitu sih?" Lika cemberut.


"Biasalah bunda, gue mau dijodohin lagi."


"Ohh masalah itu toh, tenang aja. Kita bakalan pergi besok, masalah Bunda serahin aja ke aku ." Ana tersenyum licik.


"Aku mengandalkan kamu Na!" seru Adi dengan semangat.


Dalam hati Lika juga ikut bahagia jika Adi ikut, entah kapan mulutnya akan mengutarakan isi hatinya itu. Mulutnya selalu berusaha menyakiti Adi yang secara tidak langsung juga menyakiti hatinya, namun kapan mulut itu akan berkata jujur saja.


"Abang mau tidur bareng istri Abang, apa salahnya?" celetuk Andri.


"Tapi ini kamar aku bang! Abang tidur diruang tamu aja bareng bang Adi. Aku bareng Ana dan Aygra."


"Dedek aku yang gemes," mencubit pipi Lika. "Abang gak mau puasa hanya karena kamu mau tidur bareng istrinya Abang."


"Puasa apaan?" tanya Lika bingung.


"Puasa menikmati surga dunia dong!" jawab Andri terang-terangan.


"Bang Andri!!! Kalian gak boleh begituan di apartemen aku, apalagi di dalam kamar aku. Lagian Ana kan lagi hamil bang, Abang kok gitu sih?"


"Okey Kalo gitu, Abang tidur di ruang tamu dan kamu tidur disini." Andri kemudian mengisyaratkan Ana keluar kemudian Ia menyusul sambil menggendong Aygra yang sudah sangat mengantuk.


"Kok Ana keluar?" tanya Lika panik.


"Kamu mau Adi tidur di ruang tamu tanpa pemanas ruangan dengan kondisi sedingin ini?" ujar Andri.


"Tapi bang..."


"Diem! Abang mau tidur!" Andri menarik pintu kamar tanpa menunggu Lika berbicara lagi.


Lika menatap Adi dengan canggung. Sudah sangat lama Ia tak berduaan dengan Adi. Ingin rasanya Ia berlari menghampiri tubuh atletis itu dan memeluknya. Mustahil! Gengsi lebih besar dari rindu.

__ADS_1


"Aku akan tidur dibawah, kamu gak usah khawatir."


Lika masih diam termenung, malu. Malu! Malu! Malu!


"Kenapa kamu melamun?" Suara Adi mengagetkan lamunan Lika.


"Eh!" Tiba-tiba Adi sudah duduk ditepi ranjang, persis di samping Lika.


"Kamu mikirin apa?" suara Adi masih sangat lembut kepada Lika. Hanya satu yang berubah, Adi tidak akan usil lagi.


"Kamu beneran bakalan dijodohkan?" Lika memberanikan diri untuk bertanya.


Adi menatap Lika lekat. Sedikit demi sedikit mendekat. Ya! Adi memeluk Lika, tak tahan lagi terus memendam kerinduan yang sudah mencapai puncaknya.


"Biarin aku meluk kamu sebentar ya, sebentar aja." Adi memeluk Lika semakin erat dan mengelus-elus rambut wanita itu.


"Aku kangen banget sama kamu! Kamu tau gak, selama ini aku selalu kangen sama kamu. Menurut kamu apa takdir emang gak mengijinkan kita untuk bersama?"


"Lika?"


"Lik?"


Tak ada jawaban dari Lika. Lika sudah tertidur pulas, mungkin sudah bermimpi.πŸ˜‚πŸ˜‚


"Dasar tukang tidur! Kamu gak pernah berubah ya ternyata."


Adi mengangkat tubuh Lika keatas ranjang dan membenarkan posisi tidur Lika. Dipandanginya wajah mulus Lika, semakin lama dipandang semakin melekat dihati.


"Lika! Apa ini malam terakhir aku akan melihat kamu sedekat ini? Kamu inget gak dulu kamu sering banget ketiduran di mobil kalo kita jalan, bahkan ketika aku bicara kamu pun ketiduran."


Lika tidur dengan sangat damai, tak ada respon yang diberikan.


"Dulu aku pikir aku akan terus melihat kamu yang ketiduran seperti ini sampai kita tua loh. Nyatanya itu hanya pemikiran aku ya, aku terlalu berharap. Aku itu sayang banget sama kamu Lika...Semoga dia juga sama sayangnya ya. Aku cium kamu sekali lagi boleh kan?"


Adi mengecup kening Lika sekali, lama sekali hingga bulir-bulir air matanya menetes di pipi Lika. Adi mengangkat kepalanya menjauh dan mengelus pipi mulus itu untuk menghapus air matanya yang menetes di sana.


"Sekali lagi aku akan kehilangan kamu, tapi kali ini berbeda. Kamu benar-benar hilang dan tidak akan kembali."


Sepanjang malam Adi terus duduk dan memandangi wajah Lika, memanfaatkan waktu satu malam ini bersama Lika. Lika seperti alkohol yang memabukkan dan rokok yang membuat candu. Adi hampa tanpanya.


Menjelang pagi hari barulah Adi menemukan kantuknya, disaat orang lain akan menyudahi tidurnya disitu Adi malah memulai. Ia memilih tetap duduk dan menyandarkan kepalanya disamping Lika, seakan tak ingin berpisah sedikitpun lagi.


Mengapa takdir begitu kejam memisahkan mereka?😭😭😭


πŸ‘§πŸ‘§πŸ‘§πŸ‘§πŸ‘§πŸ‘§πŸ‘§πŸ‘§πŸ‘§πŸ‘§πŸ‘§πŸ‘§πŸ‘§πŸ‘§


TEMAN-TEMAN READERS-KU TERSAYANG 😍


TERIMAKASIH YA UDAH SETIA IKUTIN SETIAP EPISODE CINTA DALAM DIAMKUπŸ™πŸ™πŸ™


PLEASE LIKE, KOMEN & FOLLOW AKU DONG😌😌


JANGAN LUPA VOTE JUGA YA πŸ˜‡KARENA SETIAP PARTISIPASI KALIAN BAIK DALAM LIKE, KOMEN & FOLLOW SANGAT MEMPENGARUHI MOOD AKU DALAM MENULISπŸ’ŒπŸ˜»


Jangan Lupa gabung di grup aku juga ya, supaya kalian gak ketinggalan info Up Novel aku.

__ADS_1


THANK YOU🌈


Anne Chellyca✍️


__ADS_2