Cinta Dalam Diamku

Cinta Dalam Diamku
BAB 05


__ADS_3

Sepanjang


perjalanan pulang Rey terus mengomel, Rey yang mengemudikan mobil sport sedan


civic berwarna biru. Angel hanya terdiam menatap jendela. Ia membiarkan


kakaknya terus mengomel, “Lo dengar gue nggak, kayak bicara dengan tembok gue”


keluhnya karena dari tadi Angel hanya diam saja. “Iya, gue denger” jawabnya


Mobil melaju dengan kecepatan sedang, hingga akhirnya mereka sampai di rumah.


Angel


keluar dari mobil yang susul Rey di belakangnya, Renata dan Martin sedang duduk


santai di ruang keluarga. Langkah Angel terhenti saat melihat kedua orang yang


di sayanginya duduk menanti kedatangan “Papa, Mama. Kapan kalian datangnya?”


sambut Angel terkejut dan langsung memeluk keduanya.


“Baru


saja”


“Bukannya


hari ini kamu ada jadwal cek up ya?” Tanya Martin pada anak bungsunya. “Iya


Pah, baru saja dari rumah sakit” jawab Angel masih memeluk ayahnya. “Rey,


bagaimana hasilnya?” Tanya Martin pada anak sulungnya. “Belum tahu pasti Pah,


kata Dokter Cleo. Angel harus banyak istirahat saja” jelas Rey.


“Bagaimana ini, beberapa hari lagi


gue akan ada lomba basket. Jangan sampai ketahuan sama Papa, Mama, dan Bang


Rey” Pikir Angel dalam hati. Semenjak Angel di vonis menderita


Gagal Ginjal oleh Dokter. Kini ia tidak lagi di izinkan bermain basket lagi.


Rey yang mengamati adiknya sedang memikirkan sesuatu.


“Kenapa


Lo? Jangan sampai gue lihat lagi Lo main basket. Gue pites pala Lo” ancam Rey.


“Ngacooo”


jawab Angel beranjak pergi


“Rey,


Papa dan Mama mau kamu jaga adikmu.” perintah Martin yang dibalas anggukan oleh


Rey “Iya Pah,”


“Papa


sama Mama kapan datangnya?” Tanya Rey


“Sekitar


setengah jam yang lalu,” ada jeda “waktu Papa, Mama sampai rumah tidak ada kamu


dan Angel. Kata Bibi kamu kerumah sakit antar Angel untuk Cek up” jelas Martin.


“Iya, Pah.”


Dikamar


Angel mondar mandir seperti orang kebingungan, Bagaimana tidak minggu depan ia


harus mengikuti turnamen bola basket antar sekolah. Sedangkan Kakaknya yang


super duper menyebalkan itu selalu mengawasinya setiap saat. “OH MY GOD” teriak Angel sambil


melemparkan bola basketnya ke ring. Setiap kali Angel ingin pergi latihan


basket selalu saja terhalang oleh Kakaknya.Dengar berbagai cara ia lakukan agar


bisa lolos dari pengawasan Kakak.


Pada


waktu itu ….


Hari libur tiba Angel bersiap-siap


dengan seragam bola basket berwarna biru. Ia mengambil tas sampirnya keluar


dari kamar sambil celingak celinguk. Ia berjalan mengendap-endap, tanpa


disadari olehnya. Dari kejauhan Rey melihat, “Pasti mau kabur” pikir Rey


“Angel,mau kemana lo?” Tanya Rey


membuat Angel terkejut, Rey yang menatap kebawah hingga keatas dengan pakaian


seragam basket yang sering Angel pakai saat pergi latihan. “Mau kemana lo?”


tanyanya lagi “hmmm, anu, hmmmm pergi bentar doang kok Bang” jawab Angel


gegalapan.


“Aduh, ketahuan lagi” pikir Angel


dalam hati

__ADS_1


“Bang, Pleasee. Cuma pergi latihan


doang kok” ucap Angel memohon agar dapat izin pergi.


“Pokoknya nggak, ya nggak” ucap


Rey penuh penekanan.


“Sekarang Lo masuk ke kamar.


Sekali lagi lo pergi. Gue akan lakukan lebih sadis dari ini” ancam Rey membuat


Angel mengangguk pasrah. Kali ini Angel hanya diam lalu kembali kekamarnya,


padahal ia harus ikut latihan bersama tim basket untuk mengikuti pertandingan


antar sekolah.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu membuat Angel


tersadar dari lamunannya. “Masuk saja tidak terkunci kok” teriak Angel dari


dalam. Membuat empunya membuka pintu. Rey yang melihat Angel sedang duduk di


bibir kasur king sizenya. “Masih kesal ya, sama Abang” Angel menoleh menatap


tajam “menurut lo” Rey bernafas gusar. Menatap adik semata wayangnya sedang


marah padanya.


Ia berusaha menetralisir


pikirannya “Bukannya Abang tidak mengizinkan lo main basket. Tapi Abang tidak


mau lo terlalu capek, atau terjadi sesuatu pada Lo. Gue tahu main basket adalah


hobby lo sejak dulu. Tapi kali ini aja dengerin Abang ya” jelas Rey yang tidak ingin


terjadi sesuatu padanya.


Angel tahu kakaknya begitu sangat


perhatian dan sayang padanya. “maaf Bang, gue nggak akan membuat lo kwatir


lagi” ucap Angel memeluk Rey. “Thanks ya dek, gue sayang sama lo”Angguknya “Gue


juga sayang banget sama Abang. Maaf ya Bang” ucap Angel tulus.


Angel


masih mendrible bola basket, ia masih duduk memikirkan bagaimana cara bisa


mengikuti turnamen basket. Tanpa pikir panjang idenya pun muncul.


Malam


itu Angel mengajak kedua sahabatnya untuk bertemu di sebuah tempat. Mereka


duduk di balkon sambil bersedap dada, Jonathan yang tidak lepas dari buku novel


yang sering ia bawa sedang Angel hanya duduk di kursi kayu.


“Tumben


ngajak ketemuan, tidak biasanya?” Ujar Rendra


“Gue


minta bantuan sama kalian?” pinta Angel berdiri


“Boleh,


tapi jangan aneh-aneh” sahut Jonathan membuat Angel menyerngit dahi. “Iya.”


“Gue


ada ide” sahut Jonathan membuat keduanya menoleh.


Rendra


memakirkan mobilnya di pekarangan rumah yang bergaya eropa. Ya Rendra berada di


rumah Angel, keluar dari mobilnya melangkah masuk. Menekan bell, seorang paruh


baya membuka pintu “Den Rendra, silahkan masuk” sapa Bibi “Iya Bi,” Rendra


berjalan masuk menuju ruang tamu. Ia mendaratkan bokongnya di kursi empuk.


“Hey


Ren” sapa seseorang ternyata itu adalah Rey kakak Angel


“Hallo


Kak.” Sambut Rendra menjabat tangan Rey


Angel


yang menuruni anak tangga dengan tas punggung yang mengantung. “Rendra, maaf


lama” sahut Angel


“Bang,


Izin gue dan Angel pergi dulu ya” kata Rendra meminta izin pada Rey


“Iya,


gue titip dia. Jagain juga”

__ADS_1


“Emang


gue barang apa di titipin segala” Angel mengerucutkan bibirnya tidak suka.


“Bang


gue berangkat”


“Bang


gue pamit” pamit Rendra sopan


Rendra


menatap heran kepada Rey, yang semakin over protektif pada Angel. Rendra tahu


hal itu, Rey sangat menyayangi adiknya. “Angel, Abang lo itu kenapa? Kok jadi


over begitu ke lo” Angel mengedikkan bahu “Entahlah”


Setelah


Rendra dan Angel pergi, Rey berinisiatif untuk mengikuti mereka. Rey segera


mengambil jaket dan kunci motornya. Dengan gerakan cepat ia menggunakan helm


full face lalu dengan segera menancap gas. Tanpa di sadari Rendra dan Angel,


Rey mengikutinya dari belakang.


Mobil


Rendra melaju dengan kecepatan tinggi, Angel melihat jam di pergelangan tangan


yang sudah menunjukkan pukul 08.30 WITA setengah jam lagi acara Pentas seni  di mulai. Tetapi Angel hanya diam menatap


kedepan. Sedangkan Rendra tetap focus mengemudikan.


Lima


belas menit kemudian mereka sampai di sekolah, Rendra menurunkan Angel depan


gerbang sekolah setelah itu Rendra mencari tempat parkir. Angel melangkahkan


kakinya memasuki gedung sekolah.


Hari


ini adalah hari pertama diadakan pentas seni di SMA Sakti Bangsa. Disana para siswa


bebas mengeluarkan imajinasi mereka. Mulai dari membaca puisi, memainkan music


band, Dance dan pertandingan basket antar sekolah. Semua siswa mengenakan


pakaian bebas.


Ronald


yang berada di lapangan indoor bersama Tim basketnya. Sedang melakukan pemanasan


sebelum bertanding. Dilapangan Indoor sudah di meriahkan oleh pemandu sorak


yang mereka sebut dengan Cheerleaders. “Hey, gue nggak telatkan” Ronald menoleh


tersenyum lebar menatap kedatangan Angel.


“Angel


lo yang semangat ya, gue yakin Tim lo. Pasti menang” Jonathan yang tiba-tiba


datang dan menyemangati Angel dan Timnya. “Makasih Ya Jojo” ucap Angel sambil


memegang kedua pipi Jonathan. Ronald yang menyaksikan kedua sahabat itu menatap


tidak suka. “Angel kita di panggil sama Pak Yoga tuhh” panggil Ronald, memang


benar Pak Yoga sedang memanggil mereka untuk berempuk.


Jonathan


dan Rendra mengambil tempat duduk untuk dapat menyaksikan pertandingan yang


sudah di tunggu-tunggu. “Kak Rendra ini name tagnya” seketika Anne memberikan


sebuah name tag bertuliskan namanya sebagai ketua panitia pelaksana jalannya


sebuah acara pertandingan.


“Hey


gaesssss everyone” sapa pemandu acara “Ini adalah adalah moment yang di


tunggu-tunggu. Pertandingan persahabatan antara SMA SAKTI BANGSA dan SMA NUSA


BANGSA. Tapi ini bukan akhir dari sebuah acara. Dan nanti malam akan meriah


lagi. PESTA TOPENG BEST COUPLES” sorak pemandu memberikan informasi pada semua


siswa SMA SAKTI BANGSA dan SMA NUSA BANGSA. Untuk menghandiri acara tersebut.


Semua


penonton bersorak, teriakan hysteria membuat suasana semakin meriah. Angel


sudah mengambil pemanasan untuk segera bersiap-siap.


Tanpa


disadari Angel, Rey yang sedang duduk di bagian atas tepatnya di tempat


penonton. Yang memakai topi serta jaket hitam. “Angel lo bohongi gue lagi. Tapi gue tetap menjaga lo. Kenapa sihh,

__ADS_1


tidak mau dengar kakak.” Rey menghembus nafas gusar dan kembali mengawasi


adiknya dari arah jauh.


__ADS_2