
Hari
ini Angel tidak masuk sekolah, dikarenakan sakit. Kejadian Angel pingsan
kemarin membuat gempar seluruh siswa SAKTI BANGSA. Jonathan dan Rendra berjalan
berdampingan “Jo, lo jadikan kerumah Angel jenguk dia?” Tanya Rendra “Iya jadi”
jawab Jonathan singkat. “Sebentar pulang sekolah kita langsung saja kesana ya”
ujar Rendra langsung dibalas anggukan oleh Jonathan.
Rendra
dan Jonathan berjalan beriringan “Ren, gue ke perpustakaan” angguknya, Jonathan
memasuki ruangan yang penuh dengan keheningan. Ia berjalan mengambil satu buku
novel lalu duduk disalah satu bangku yang kosong. Mengambil ponsel serta
memasang earphone di kepalanya.
Jonathan
tampak begitu menikmati music serta membaca buku yang ia sukainya. Di salah
satu pojok ada seorang perempuan cantik sedang memperhatikannya. Entah itu
karena apa?
Jonathan
memang tidak pernah memiliki pernggemar atau apapun. Tidak seperti Rendra dan
Angel yang memiliki banyak pernggemar di mana-mana. Cukup dengan membaca buku
sambil mendengarkan music kesukaannya itu sudah membuat Jonathan senang dan
bahagia.
Perempuan
berparas cantik, putih itu terus memperhatikan Jonathan. Lembaran demi lembaran
ia buka. Jonathan menoleh seketika mendapati perempuan yang tengah
memperhatikannya. Perempuan itu mengalihkan pandangannya kearah yang lain
karena kepergok memperhatikan Jonathan.
Di
sisi lainnya Rendra yang sedang memimpin rapat Osis. Ia berbiacara layaknya
mengarahkan sesuatu pada anggota Timnya. Sekolahnya tengah mengadakan Pesta
Topeng sebelum libur sekolah dimulai. Hal ini sering dilakukan setiap tahunnya.
“Anne,
lo yang menghendel di bagian persiapan termasuk tempat dan perlengkapan. Widya
kamu bagian yang menyusun segala acaranya. Dan Nino, lo bantuin gue untuk
segala berkas yang di perlukan. Dan yang lain sudah mengerti dengan tugas masing-masing setiap divisi” ucap tegas
Rendra.
Acara
puncak sebentar lagi akan tiba, membuat Rendra harus berkerja keras untuk
menyusun yang segala di perlukan. Rapat Osis selesai, Rendra yang keluar dari
ruangannya dan mendapati Sandra yang berdiri menyenderkan badannya pada tembok
putih. “Ehh, Sayang. Sudah selesai rapatnya?” Tanya Sandra dengan tangannya
menggandeng tangan Rendra. “Sudah kok” tersenyum berjalan beriringan.
Rendra
yang melihat Jonathan berjalan sambil membaca “itu Jo, kita kesana Yuk” ajak
Sandra yang di angguki olehnya. Rendra dan Sandra menghampirinya. Mereka
mempercepat langkahnya hingga mengagetkan Jonathan “Hey kalau baca ya baca,
kalau jalan ya jalan” ia menepuk bahu Jonathan hingga terlonjak.
“Mau
kekantin nggak?” tawar Rendra padanya
__ADS_1
“Nggak
ahh, nanti gue dijadikan kambing conge sama kalian” ujar Jonathan karena tidak
mau di jadikan nyamuk.
“Bagaimana?”
Tanya Rendra
Jonathan
menyerngit dahinya bingung “Bagaimana apanya?” tanyanya balik. “hmm, hadir di
acara Pentas seni sekolah. Sebagai ketua Osis sejagat raya. Lo harus hadir di
acara pesta topeng nanti” Jonathan hanya diam tidak menanggapi. Karena itu
tidak penting baginya.
“Maaf
Ren, gue nggak bisa ikut” katanya membuat Rendra tersenyum miring “Ayolah Jo,
lo harus hadir. Bagaimana pun ini acara sekolah. Dan semua anak Sakti Bangsa
harus hadir. Oke” Jonathan hanya berdehem.
Angel
masih berada di atas kasur king sizenya. Ia merasa bosan berada di rumah.
Semenjak kepulangannya dari rumah sakit. Angel selalu dapat omelan dari sang
kakak. “Bisa diam nggak sih? Ngomel mulu kayak emak-emak dipasar tahu nggak”
kesal Angel pada kakaknya.
“Bagaimana
tidak mengomel, punya adik keras kepala kayak batu” sarkas Rey pada adiknya.
Angel hanya bisa pasrah. Mempunyai kakak yang super cerewet.
Mendengar
suara ketukan pintu, Angel ingin beranjak dari kasurnya tetapi dihadang oleh
Kakaknya “Nggak usah biar gue saja” Rey menghampiri pintu lalu membukanya. “Heh
Bi Inem
“Suruh
naik aja kesini Bi” sahut Angel yang langsung di angguki oleh Bi Inem.
“Rendra…
Jojo…” teriak Angel histeris saat melihat kedua sahabatnya datang. Rey menutup
kuping mendengar teriakan menggelegar memenuhi ruangan. Angel memeluk Rendra
erat “Woiii, gue tidak bisa nafas Pea” melepas pelukan itu kemudian mengatur
nafas. Sedangkan Jonathan hanya berdiri sambil menyandarkan badannya pada
tembok.
Jonathan
tetap Jonathan hanya diam tidak melakukan apa-apa sedikit pun. “cepat sembuh
lo, kan beberapa hari lagi pesta topeng” Angel mengacungkan jempolnya “Oke.”
Pandangan Angel beralih ke Jonathan, Angel bingung mengapa Jonathan hanya diam
saja, tanpa menanyakan kabarnya.
“Woiii,
diam saja. Lo mikirin gue ya. Gue baik-baik saja kok” godanya membuat Jonathan
mengerutkan keningnya. “Ge-er lo, siapa juga mikirin. Tidak ada gunanya juga”
telaknya membuat Angel kesal sendiri. Mengapa juga ia memiliki sahabat super
duper aneh tingkat dewa ini.
Sikap
Jonathan yang selalu berubah-ubah dan tidak dapat ia tebak. “Hmmm, jangan lupa
bawa pasangan ke pesta topeng nanti. Karena itu wajib” tegas Rendra si ketua
__ADS_1
osis.
“Whatttt”
jawab Angel dan Jonathan bersamaan
Angel
bersedekap dada “Lo gila atau bagaimana? Gue kan tidak ada pasangan” Jonathan
hanya tersenyum miring. Rendra melirik Jonathan penuh penjelasan “tenang saja,
gue ada kok” jawab Jonathan santai.
“Cewek itu beruntung banget ya,”keluh Angel dalam hati. Angel bingung dengan perasaannya sendiri, ia memang
menyukai Rendra dari dulu tetapi hati kecilnya berkata lainnya.
“Bukannya
lo tidak suka pergi keacara begituan Jo” sahut Rey. ia Jonathan memang tidak
senang bila diajak keacara, ia enggan pergi ia lebih suka berada di tempat yang
penuh keheningan dan tidak ada keributan sama sekali. Rey sangat tahu itu,
karena setiap kali Rey, Rendra, dan Angel pergi ia selalu menolaknya.
“Gue
di paksa sama Pak ketua” jawab Jonathan penuh penekanan.
“Ck,
Dia itu paling susah kalau di ajak pergi. palingan pacaran dengan bukunya mulu”
Angel hanya bisa menghela nafas gusar melihat kedua sahabatnya saling berdebat.
Setelah
beberapa hari tidak masuk kesekolah, akhirnya Angel bisa masuk sekolah juga,
dengan senyum mengembang ia berjalan sepanjang koridor sekolah. Semua
siswa-siswi menyapanya dengan senyum merekah. Angel dikenal dengan sosok yang
hamble.
“Rendra,
Jojo” teriaknya saat melihat kedua sahabatnya sedang bermain dilapangan basket.
Ia berlari kecil. Keduanya menoleh dan berhenti “Akhirnya dede Angel gue masuk
sekolah juga” Rendra merangkul Angel sambil mengelus kepalanya “Ishhh, Rambut
gue sudah rapi begini diberantakin. Hufftt” kesal Angel sambil memperbaiki
rambutnya yang berantakan sementara Jonathan hanya terkekeh melihatnya.
Mereka
berjalan kepinggir lapangan duduk, Jonathan hanya berdiri menatap di sekeliling
sekolah. “Hmm gaess, gue pergi dulu” pamit Jonathan. “Mau kemana?” Tanya Angel
yang dibalas dengan senyum tipisnya.
Jonathan
melangkahkan kakinya hingga dan Angel hanya bisa menatap pergi dengan heran.
“Jojo mau kemana sihh? Apa dia sibuk banget?” Tanya Angel pada Rendra “Nggak
tahu, lo tahu sahabat kita yang satu ini bagaimana” ada jeda “Susah ditebak”
akhirnya.
Terkadang
Angel merasa bingung pada sosok sahabatnya ini. Jonathan bagi Angel merupakan
sosok cowok yang jarang menampakkan senyumnya. Sosok yang tidak mudah ditebak,
dan baginya ia sosok misterius. Ia sudah mengenal Jonathan selama empat
tahunan.
“Di
pesta topeng nanti, lo sudah ada pasangan” Angel menautkan alisnya. “Pasangan,
belum ada sih” jawab Angel. Karena memang ia belum sama sekali ada yang mengajaknya.
__ADS_1
“Lo enak ada Sandra. Lah gue”. Jonathan hanya bisa diam melihat sahabatnya yang
tidak memiliki pasangan.