Cinta Dalam Diamku

Cinta Dalam Diamku
BAB 07


__ADS_3

Hari


ini Angel tidak masuk sekolah, dikarenakan sakit. Kejadian Angel pingsan


kemarin membuat gempar seluruh siswa SAKTI BANGSA. Jonathan dan Rendra berjalan


berdampingan “Jo, lo jadikan kerumah Angel jenguk dia?” Tanya Rendra “Iya jadi”


jawab Jonathan singkat. “Sebentar pulang sekolah kita langsung saja kesana ya”


ujar Rendra langsung dibalas anggukan oleh Jonathan.


Rendra


dan Jonathan berjalan beriringan “Ren, gue ke perpustakaan” angguknya, Jonathan


memasuki ruangan yang penuh dengan keheningan. Ia berjalan mengambil satu buku


novel lalu duduk disalah satu bangku yang kosong. Mengambil ponsel serta


memasang earphone di kepalanya.


Jonathan


tampak begitu menikmati music serta membaca buku yang ia sukainya. Di salah


satu pojok ada seorang perempuan cantik sedang memperhatikannya. Entah itu


karena apa?


Jonathan


memang tidak pernah memiliki pernggemar atau apapun. Tidak seperti Rendra dan


Angel yang memiliki banyak pernggemar di mana-mana. Cukup dengan membaca buku


sambil mendengarkan music kesukaannya itu sudah membuat Jonathan senang dan


bahagia.


Perempuan


berparas cantik, putih itu terus memperhatikan Jonathan. Lembaran demi lembaran


ia buka. Jonathan menoleh seketika mendapati perempuan yang tengah


memperhatikannya. Perempuan itu mengalihkan pandangannya kearah yang lain


karena kepergok memperhatikan Jonathan.


Di


sisi lainnya Rendra yang sedang memimpin rapat Osis. Ia berbiacara layaknya


mengarahkan sesuatu pada anggota Timnya. Sekolahnya tengah mengadakan Pesta


Topeng sebelum libur sekolah dimulai. Hal ini sering dilakukan setiap tahunnya.


“Anne,


lo yang menghendel di bagian persiapan termasuk tempat dan perlengkapan. Widya


kamu bagian yang menyusun segala acaranya. Dan Nino, lo bantuin gue untuk


segala berkas yang di perlukan. Dan yang  lain sudah mengerti dengan tugas masing-masing setiap divisi” ucap tegas


Rendra.


Acara


puncak sebentar lagi akan tiba, membuat Rendra harus berkerja keras untuk


menyusun yang segala di perlukan. Rapat Osis selesai, Rendra yang keluar dari


ruangannya dan mendapati Sandra yang berdiri menyenderkan badannya pada tembok


putih. “Ehh, Sayang. Sudah selesai rapatnya?” Tanya Sandra dengan tangannya


menggandeng tangan Rendra. “Sudah kok” tersenyum berjalan beriringan.


Rendra


yang melihat Jonathan berjalan sambil membaca “itu Jo, kita kesana Yuk” ajak


Sandra yang di angguki olehnya. Rendra dan Sandra menghampirinya. Mereka


mempercepat langkahnya hingga mengagetkan Jonathan “Hey kalau baca ya baca,


kalau jalan ya jalan” ia menepuk bahu Jonathan hingga terlonjak.


“Mau


kekantin nggak?” tawar Rendra padanya

__ADS_1


“Nggak


ahh, nanti gue dijadikan kambing conge sama kalian” ujar Jonathan karena tidak


mau di jadikan nyamuk.


“Bagaimana?”


Tanya Rendra


Jonathan


menyerngit dahinya bingung “Bagaimana apanya?” tanyanya balik. “hmm, hadir di


acara Pentas seni sekolah. Sebagai ketua Osis sejagat raya. Lo harus hadir di


acara pesta topeng nanti” Jonathan hanya diam tidak menanggapi. Karena itu


tidak penting baginya.


“Maaf


Ren, gue nggak bisa ikut” katanya membuat Rendra tersenyum miring “Ayolah Jo,


lo harus hadir. Bagaimana pun ini acara sekolah. Dan semua anak Sakti Bangsa


harus hadir. Oke” Jonathan hanya berdehem.


Angel


masih berada di atas kasur king sizenya. Ia merasa bosan berada di rumah.


Semenjak kepulangannya dari rumah sakit. Angel selalu dapat omelan dari sang


kakak. “Bisa diam nggak sih? Ngomel mulu kayak emak-emak dipasar tahu nggak”


kesal Angel pada kakaknya.


“Bagaimana


tidak mengomel, punya adik keras kepala kayak batu” sarkas Rey pada adiknya.


Angel hanya bisa pasrah. Mempunyai kakak yang super cerewet.


Mendengar


suara ketukan pintu, Angel ingin beranjak dari kasurnya tetapi dihadang oleh


Kakaknya “Nggak usah biar gue saja” Rey menghampiri pintu lalu membukanya. “Heh


Bi Inem


“Suruh


naik aja kesini Bi” sahut Angel yang langsung di angguki oleh Bi Inem.


“Rendra…


Jojo…” teriak Angel histeris saat melihat kedua sahabatnya datang. Rey menutup


kuping mendengar teriakan menggelegar memenuhi ruangan. Angel memeluk Rendra


erat “Woiii, gue tidak bisa nafas Pea” melepas pelukan itu kemudian mengatur


nafas. Sedangkan Jonathan hanya berdiri sambil menyandarkan badannya pada


tembok.


Jonathan


tetap Jonathan hanya diam tidak melakukan apa-apa sedikit pun. “cepat sembuh


lo, kan beberapa hari lagi pesta topeng” Angel mengacungkan jempolnya “Oke.”


Pandangan Angel beralih ke Jonathan, Angel bingung mengapa Jonathan hanya diam


saja, tanpa menanyakan kabarnya.


“Woiii,


diam saja. Lo mikirin gue ya. Gue baik-baik saja kok” godanya membuat Jonathan


mengerutkan keningnya. “Ge-er lo, siapa juga mikirin. Tidak ada gunanya juga”


telaknya membuat Angel kesal sendiri. Mengapa juga ia memiliki sahabat super


duper aneh tingkat dewa ini.


Sikap


Jonathan yang selalu berubah-ubah dan tidak dapat ia tebak. “Hmmm, jangan lupa


bawa pasangan ke pesta topeng nanti. Karena itu wajib” tegas Rendra si ketua

__ADS_1


osis.


“Whatttt”


jawab Angel dan Jonathan bersamaan


Angel


bersedekap dada “Lo gila atau bagaimana? Gue kan tidak ada pasangan” Jonathan


hanya tersenyum miring. Rendra melirik Jonathan penuh penjelasan “tenang saja,


gue ada kok” jawab Jonathan santai.


“Cewek itu beruntung banget ya,”keluh Angel dalam hati. Angel bingung dengan perasaannya sendiri, ia memang


menyukai Rendra dari dulu tetapi hati kecilnya berkata lainnya.


“Bukannya


lo tidak suka pergi keacara begituan Jo” sahut Rey. ia Jonathan memang tidak


senang bila diajak keacara, ia enggan pergi ia lebih suka berada di tempat yang


penuh keheningan dan tidak ada keributan sama sekali. Rey sangat tahu itu,


karena setiap kali Rey, Rendra, dan Angel pergi ia selalu menolaknya.


“Gue


di paksa sama Pak ketua” jawab Jonathan penuh penekanan.


“Ck,


Dia itu paling susah kalau di ajak pergi. palingan pacaran dengan bukunya mulu”


Angel hanya bisa menghela nafas gusar melihat kedua sahabatnya saling berdebat.


Setelah


beberapa hari tidak masuk kesekolah, akhirnya Angel bisa masuk sekolah juga,


dengan senyum mengembang ia berjalan sepanjang koridor sekolah. Semua


siswa-siswi menyapanya dengan senyum merekah. Angel dikenal dengan sosok yang


hamble.


“Rendra,


Jojo” teriaknya saat melihat kedua sahabatnya sedang bermain dilapangan basket.


Ia berlari kecil. Keduanya menoleh dan berhenti “Akhirnya dede Angel gue masuk


sekolah juga” Rendra merangkul Angel sambil mengelus kepalanya “Ishhh, Rambut


gue sudah rapi begini diberantakin. Hufftt” kesal Angel sambil memperbaiki


rambutnya yang berantakan sementara Jonathan hanya terkekeh melihatnya.


Mereka


berjalan kepinggir lapangan duduk, Jonathan hanya berdiri menatap di sekeliling


sekolah. “Hmm gaess, gue pergi dulu” pamit Jonathan. “Mau kemana?” Tanya Angel


yang dibalas dengan senyum tipisnya.


Jonathan


melangkahkan kakinya hingga dan Angel hanya bisa menatap pergi dengan heran.


“Jojo mau kemana sihh? Apa dia sibuk banget?” Tanya Angel pada Rendra “Nggak


tahu, lo tahu sahabat kita yang satu ini bagaimana” ada jeda “Susah ditebak”


akhirnya.


Terkadang


Angel merasa bingung pada sosok sahabatnya ini. Jonathan bagi Angel merupakan


sosok cowok yang jarang menampakkan senyumnya. Sosok yang tidak mudah ditebak,


dan baginya ia sosok misterius. Ia sudah mengenal Jonathan selama empat


tahunan.


“Di


pesta topeng nanti, lo sudah ada pasangan” Angel menautkan alisnya. “Pasangan,


belum ada sih” jawab Angel. Karena memang ia belum sama sekali ada yang mengajaknya.

__ADS_1


“Lo enak ada Sandra. Lah gue”. Jonathan hanya bisa diam melihat sahabatnya yang


tidak memiliki pasangan.


__ADS_2