Cinta Dalam Diamku

Cinta Dalam Diamku
BAB 02


__ADS_3

Angel


dan Anggota Tim basket lainnya sedang diberi arahan dari sang Pelatih, lelaki


bertubuh tinggi berbadan kekar yang usia mencapai kepala tiga itu, berjalan


sambil mengarahkan strategi pada Muridnya. Pak Yoga itulah sebutannya. “Harapan


kita bisa mencapai tahap berikut, dalam strategi bermain, itu yang harus kalian


paham. Dan satu lagi utamakan kerja sama, kekompakan dalam Tim. Bapak berterima


kasih pada kalian sudah masuk Tahap final. Jadi kalian harus semangat.” Nasehat


Pak Yoga panjang lebar, “Apa kalian siap?” teriak Pak mengepal jemarinya ke


udara. “Siap” sorak Anggota Tim Basket begitu juga dengan Angel yang sangat


antusias.


Mereka


bubar setelah diberi arahan. Angel dan Ronald berjalan menuju pinggir lapangan


mereka duduk di salah satu anak tangga, Ronald mengambil air botol mineralnya


lalu menegukannya. “Jadi nggak latihan sebentar sore” Ronald mulai berbicara,


“Jadi” jawab Angel.


Sorot


Mata Angel mendapati Jonathan sedang berjalan di koridor sendirian. “Ronald,


Gue ke kelas dulu ya” pamit Angel yang dibalas anggukan oleh Ronald. “Jangan


lupa ya,” teriaknya. “Yaaa” balas Angel dengan teriakan juga.


Ronald


merupakan cowok yang dikagumi oleh kaum hawa selain dari Rendra, dia juga MOST WANTED sekolah Sakti Bangsa. Selain


hoby bermain basket, dia juga badboy seperti Rendra, cuman berbeda Rendra si ketua Osis sedangkan Ronald Capten Tim


basket.


“Jojo,


Tungguin” panggil Angel pada empunya. Seketika langkah Jonathan terhenti


membalikkan badan menunggu Angel yang sedang berlari kecil. “Gue lihat-lihat


Lo, makin dekat aja dengan Ronald?” Tanya Jonathan yang melihat kedekatan Angel


dengan Ronald. “hmm, Gue sama Ronald itu hanya teman tidak lebih. Partner Tim


doang” Jelas Angel membuat jonathan menyerngit dahi. “Lo, tahukan Angel?,


Ronald dan Rendra itu musuhan” angguk Angel berkata “Iya, tapi itu urusan


mereka, gue tidak ikut campur” Tukas acuh Angel membuat Jonathan bingung


sendiri.


“terserah


Lo deh” ucap pasrah, “Kalau Rendra marah sama lo, gimana?” tanyanya. “Hmmm”


hanya seulas senyum tipis lalu mengangkat kedua bahunya bersamaan. Dan tidak


menggubris pertanyaan  Jonathan.


Rendra


sedang asik duduk bersama kekasihnya, siapa lagi kalau bukan Sandra. Mereka


duduk ditaman sekolah mereka tertawa riang, “Ihh, kamu. Jahil banget sihh.


Hidung aku pake dijewer” Sandra mengelus hidungnya yang merah karena ditarik


oleh Rendra. Dari jauh Angel melihat kemesraan Rendra dan Sandra.


“Gue tahu perasaan ke lo ini


salah, tapi gue hanya menyimpannya tanpa Lo ketahui” seru


Angel dalam hati. Tetapi ia berusaha menyimpannya dalam hati. Ia menghembuskan


nafas panjang. Angel masih berdiri di tempatnya. Tanpa ia menyadari Jonathan


berada di belakangnya. Menatap iba pada Angel. Jonathan mengetahui perasaan


Angel pada Rendra. Meski Angel gengsi mengungkapkan padanya. Ia datang


menghampiri Angel. lalu berbisik di telinganya.


“Ngapain


lihatin orang pacaran? Makanya cari pacar sana” Angel terlonjak kaget. “Apa sih


Lo, kayak jalangkung aja deh” balas Angel melotot sementara jonathan hanya


tertkekeh. “Dari pada sakit hati lihatnya mending kekantin Yukk” ajaknya.


Merangkul Angel membawanya pergi.


Angel


heran dengan Jonathan, lalu berhenti sejenak “Sejak kapan? Jonathan Kusuma Si


anak kutu buku, nongkrong di kantin?” tanya Angel pada Jonathan dengan nama


lengkapnya, Jonathan mendengus kesal sambil melipat kedua didepan dada. “Emang


ada undang-undang mengatakan bahwa anak perpus tidak bisa nongkrong di kantin


gitu?” tanya Jonathan balik. Membuat Angel tertawa geli melihat tingkah

__ADS_1


sahabatnya yang kelewat aneh.


“nggak


ada”


“Yaudah,


mending kekantin dari pada Galau” rangkul Jonathan.


“Ngacooo,”


ucap Angel sambil mengerucutkan bibirnya yang mungil.


Sesampai


dikantin Jonathan mempersilahkan Angel duduk layaknya seorang ratu. “Lo duduk


baek disini. Biar gue pesenin makanan.” Pinta Jonathan membuat Angel bingung.


Inilah


Jonathan ia selalu menghibur Angel disaat dia galau, sedih. Atau apapun. Kadang


Angel bingung dengan perlakuan Jonathan. Bagi Angel, Jonathan adalah orang yang


tidak bisa ditebak. Seperti seorang misterius. Tetapi bagi Angel itu semua


tidak penting baginya. Menurut Angel Jonathan adalah sahabat yang baik.


Jonathan


datang membawa dua gelas orange jus, serta steak kentang di atas mampang.


Memberikan orange jus pada Angel, “Thank you, Jojo”


“sama-sama”


“Entar


malam kita kepasar malam yuk” ajak Jonathan, “Kan sudah lama kita tidak pergi


bersama, apalagi dengan kesibukan baru gue” Angel melongo saat mendengar salah


satu kata ‘Kesibukan’ dari mulut sahabatnya.


“iya,


boleh. Tapi sorenya gue latihan dulu dengan Ronald” ucap Angel.


“ohh


gitu ya, nggak apa-apa lain waktu saja” akhir kata Jonathan.


“Heh,


kok gitu. Pokoknya gue pergi kok.” Sungut Angel.


“Apa


lo tidak kecapean kalau abis latihan basket, malamnya keluar lagi jalan.” Ucap


“Betewe, Lo bilang ada kesibukan. Emang lo sibuk apaan?” Tanya Angel, yang


sejak tadi memikirkan. “Ya, biasa Ngebaca. Hmm abis kepasar malam kita ke toko


buku ya” pinta Jonathan yang balas anggukan oleh Angel.


“Bagi


dong, minumannya gue haus nihh” Rendra datang tiba-tiba membuat Angel kaget


karena minumannya di rebut oleh Rendra. “Kebiasaan deh, kalau datang main


nyerobot aja” kesal Angel, Jonathan hanya tertawa kecil. “Heh, Ren. Lo ikut ya


kepasar malam bareng kita” ajak Angel.


“Sorry


Angel, gue udah janji sama Sandra.”


“Oke”


Angguk


Angel menampakkan muka masamnya. Angel tahu, Rendra sudah memiliki kekasih.


Sudah lama mereka tidak kumpul bersama, karena kesibukan masing-masing apalagi


jika Rendra disibukkan dengan Organisasi Osisnya.


“Nanti


gue jemput lo” sahut Jonathan, Angel hanya manggut-manggut mengiyakan.


Sore


itu Angel tengah mendrible bola, Ronald yang menghalang Angel untuk memasukkan


bola dalam ring. Sementara anggota lain sibuk memberi kode kepada Angel. Ia


melompat tinggi, seketika memasukkan bola kedalam ring. “yeahhh,” sorak Angel


setelah memasukkan bola. “Istirahat dulu yuk” semua Tim beristirahat. Angel


yang duduk sambil mengelap keringat diwajahnya.


“Udah


jam berapa?” Tanya Angel, Ronald manatap arlogi yang melekat dipergelangan


tangannya. “udah jam 05.00 pas. Emang kenapa?” Ronald Tanya balik. “Hmmm,


gaessss, gue pergi dulu” pamit Angel yang mengabaikan pertanyaan Ronald.


Beberapa

__ADS_1


menit kemdian kemudian Angel sampai di rumah. Rey sedang duduk di ruang


keluarga. Melihat Angel masuk nyelonong begitu saja “Baru pulang dek?” Tanya


Rey pada Angel. “Yahhh,” jawab Angel sambil menaiki anak tangga satu persatu


dan memasuki kamar.


Angel


merebahkan badannya, mungkin terlalu lelah akibat bermain basket. Suara


deringan ponsel membuat tersadar ia menatap nama yang tertera pada layar “NYONG


JOJO” itulah sebutan Angel pada sahabatnya. Ia menggeser slide.


“Hallo”


sapa Angel


“Udah


siap lo?, gue udah didepan rumah lo nih” jawab Jonathan membuat Angel terlonjak


kaget. “Whattttttsssss, bukannya entar malam cepat banget”


“hehehe,


iya juga sih, tapi---“


“Tawa


lagi lo, wait me, gue siap-siap


dulu.” Ucap Angel lalu mematikan telepon secara sepihak.


Jonathan


menunggu didepan rumah Angel, ia berdiri sambil menyandarkan badannya pada


skuter motor berwarna biru. Setelah beberapa menit Angel keluar dari rumah. Ia


mengenakan topi baju kaos biru bergambar roker, celana jeans hitam, sepatu


sneakers putih serta tas sampir menggantung.


“sebenarnya


kita mau kemana sih?” Tanya Angel saat menggunakan helm pengaman yang diberikan


oleh Jonathan. “Ke toko buku dulu” jawabnya. “Kirain kemana” tukas Angel.


Motor


melaju dengan kecepatan sedang, menyusuri kota. Hingga beberapa menit kemudian


sampai di sebuah toko gramedia. Memakirkan motor. Jonathan dan Angel masuk.


Jonathan


mencari buku novel, sementara Angel hanya duduk diam menunggu Jonathan yang


sibuk mencari.


“Sorry


lama ya” kata Jonathan menghampirinya.


“Santai


aja, laper nih. Makan yuk” ajak Angel yang dibalas anggukan oleh Jonathan.


Mereka


pergi disebuah café klasik, mengambil tempat duduk, seorang pramusaji


menghampirinya “Hallo, Mba dan Mas, mau pesan apa?” sapa pramusaji ramah.


Melihat menu dalam buku.


“Machalatte


1”


“Gue


coffeelatte 1 juga”


“Machalatte


1 dan Coffeelatte 1, sudah tidak ada pesanan lagi” pinta pramusaji yang dibalas


gelengan oleh keduanya.


Mereka


duduk berhadapan, Jonathan melihat buku yang dibelinya sementara Angel hanya


memainkan ponselnya. “Angel, gue mau tanya sama lo?” Tanya jonathan memecah


keheningan. “Tanya apaan?” tukas Angel


“Sejak


kapan lo suka sama Rendra?” pertanyaan itu sukses membuat Angel bungkam.


Jonathan menatap Angel gegalapan, pramusaji datang membawa dua buah cup di atas


mampang.


“Makasih


Mba” ucap pramusaji sambil tersenyum ramah


“Hey,


lo belum jawab pertanyaan gue” sahut Jonathan

__ADS_1


“Ngaco


lo” tukas Angel


__ADS_2