
Angel
dan Anggota Tim basket lainnya sedang diberi arahan dari sang Pelatih, lelaki
bertubuh tinggi berbadan kekar yang usia mencapai kepala tiga itu, berjalan
sambil mengarahkan strategi pada Muridnya. Pak Yoga itulah sebutannya. “Harapan
kita bisa mencapai tahap berikut, dalam strategi bermain, itu yang harus kalian
paham. Dan satu lagi utamakan kerja sama, kekompakan dalam Tim. Bapak berterima
kasih pada kalian sudah masuk Tahap final. Jadi kalian harus semangat.” Nasehat
Pak Yoga panjang lebar, “Apa kalian siap?” teriak Pak mengepal jemarinya ke
udara. “Siap” sorak Anggota Tim Basket begitu juga dengan Angel yang sangat
antusias.
Mereka
bubar setelah diberi arahan. Angel dan Ronald berjalan menuju pinggir lapangan
mereka duduk di salah satu anak tangga, Ronald mengambil air botol mineralnya
lalu menegukannya. “Jadi nggak latihan sebentar sore” Ronald mulai berbicara,
“Jadi” jawab Angel.
Sorot
Mata Angel mendapati Jonathan sedang berjalan di koridor sendirian. “Ronald,
Gue ke kelas dulu ya” pamit Angel yang dibalas anggukan oleh Ronald. “Jangan
lupa ya,” teriaknya. “Yaaa” balas Angel dengan teriakan juga.
Ronald
merupakan cowok yang dikagumi oleh kaum hawa selain dari Rendra, dia juga MOST WANTED sekolah Sakti Bangsa. Selain
hoby bermain basket, dia juga badboy seperti Rendra, cuman berbeda Rendra si ketua Osis sedangkan Ronald Capten Tim
basket.
“Jojo,
Tungguin” panggil Angel pada empunya. Seketika langkah Jonathan terhenti
membalikkan badan menunggu Angel yang sedang berlari kecil. “Gue lihat-lihat
Lo, makin dekat aja dengan Ronald?” Tanya Jonathan yang melihat kedekatan Angel
dengan Ronald. “hmm, Gue sama Ronald itu hanya teman tidak lebih. Partner Tim
doang” Jelas Angel membuat jonathan menyerngit dahi. “Lo, tahukan Angel?,
Ronald dan Rendra itu musuhan” angguk Angel berkata “Iya, tapi itu urusan
mereka, gue tidak ikut campur” Tukas acuh Angel membuat Jonathan bingung
sendiri.
“terserah
Lo deh” ucap pasrah, “Kalau Rendra marah sama lo, gimana?” tanyanya. “Hmmm”
hanya seulas senyum tipis lalu mengangkat kedua bahunya bersamaan. Dan tidak
menggubris pertanyaan Jonathan.
Rendra
sedang asik duduk bersama kekasihnya, siapa lagi kalau bukan Sandra. Mereka
duduk ditaman sekolah mereka tertawa riang, “Ihh, kamu. Jahil banget sihh.
Hidung aku pake dijewer” Sandra mengelus hidungnya yang merah karena ditarik
oleh Rendra. Dari jauh Angel melihat kemesraan Rendra dan Sandra.
“Gue tahu perasaan ke lo ini
salah, tapi gue hanya menyimpannya tanpa Lo ketahui” seru
Angel dalam hati. Tetapi ia berusaha menyimpannya dalam hati. Ia menghembuskan
nafas panjang. Angel masih berdiri di tempatnya. Tanpa ia menyadari Jonathan
berada di belakangnya. Menatap iba pada Angel. Jonathan mengetahui perasaan
Angel pada Rendra. Meski Angel gengsi mengungkapkan padanya. Ia datang
menghampiri Angel. lalu berbisik di telinganya.
“Ngapain
lihatin orang pacaran? Makanya cari pacar sana” Angel terlonjak kaget. “Apa sih
Lo, kayak jalangkung aja deh” balas Angel melotot sementara jonathan hanya
tertkekeh. “Dari pada sakit hati lihatnya mending kekantin Yukk” ajaknya.
Merangkul Angel membawanya pergi.
Angel
heran dengan Jonathan, lalu berhenti sejenak “Sejak kapan? Jonathan Kusuma Si
anak kutu buku, nongkrong di kantin?” tanya Angel pada Jonathan dengan nama
lengkapnya, Jonathan mendengus kesal sambil melipat kedua didepan dada. “Emang
ada undang-undang mengatakan bahwa anak perpus tidak bisa nongkrong di kantin
gitu?” tanya Jonathan balik. Membuat Angel tertawa geli melihat tingkah
__ADS_1
sahabatnya yang kelewat aneh.
“nggak
ada”
“Yaudah,
mending kekantin dari pada Galau” rangkul Jonathan.
“Ngacooo,”
ucap Angel sambil mengerucutkan bibirnya yang mungil.
Sesampai
dikantin Jonathan mempersilahkan Angel duduk layaknya seorang ratu. “Lo duduk
baek disini. Biar gue pesenin makanan.” Pinta Jonathan membuat Angel bingung.
Inilah
Jonathan ia selalu menghibur Angel disaat dia galau, sedih. Atau apapun. Kadang
Angel bingung dengan perlakuan Jonathan. Bagi Angel, Jonathan adalah orang yang
tidak bisa ditebak. Seperti seorang misterius. Tetapi bagi Angel itu semua
tidak penting baginya. Menurut Angel Jonathan adalah sahabat yang baik.
Jonathan
datang membawa dua gelas orange jus, serta steak kentang di atas mampang.
Memberikan orange jus pada Angel, “Thank you, Jojo”
“sama-sama”
“Entar
malam kita kepasar malam yuk” ajak Jonathan, “Kan sudah lama kita tidak pergi
bersama, apalagi dengan kesibukan baru gue” Angel melongo saat mendengar salah
satu kata ‘Kesibukan’ dari mulut sahabatnya.
“iya,
boleh. Tapi sorenya gue latihan dulu dengan Ronald” ucap Angel.
“ohh
gitu ya, nggak apa-apa lain waktu saja” akhir kata Jonathan.
“Heh,
kok gitu. Pokoknya gue pergi kok.” Sungut Angel.
“Apa
lo tidak kecapean kalau abis latihan basket, malamnya keluar lagi jalan.” Ucap
“Betewe, Lo bilang ada kesibukan. Emang lo sibuk apaan?” Tanya Angel, yang
sejak tadi memikirkan. “Ya, biasa Ngebaca. Hmm abis kepasar malam kita ke toko
buku ya” pinta Jonathan yang balas anggukan oleh Angel.
“Bagi
dong, minumannya gue haus nihh” Rendra datang tiba-tiba membuat Angel kaget
karena minumannya di rebut oleh Rendra. “Kebiasaan deh, kalau datang main
nyerobot aja” kesal Angel, Jonathan hanya tertawa kecil. “Heh, Ren. Lo ikut ya
kepasar malam bareng kita” ajak Angel.
“Sorry
Angel, gue udah janji sama Sandra.”
“Oke”
Angguk
Angel menampakkan muka masamnya. Angel tahu, Rendra sudah memiliki kekasih.
Sudah lama mereka tidak kumpul bersama, karena kesibukan masing-masing apalagi
jika Rendra disibukkan dengan Organisasi Osisnya.
“Nanti
gue jemput lo” sahut Jonathan, Angel hanya manggut-manggut mengiyakan.
Sore
itu Angel tengah mendrible bola, Ronald yang menghalang Angel untuk memasukkan
bola dalam ring. Sementara anggota lain sibuk memberi kode kepada Angel. Ia
melompat tinggi, seketika memasukkan bola kedalam ring. “yeahhh,” sorak Angel
setelah memasukkan bola. “Istirahat dulu yuk” semua Tim beristirahat. Angel
yang duduk sambil mengelap keringat diwajahnya.
“Udah
jam berapa?” Tanya Angel, Ronald manatap arlogi yang melekat dipergelangan
tangannya. “udah jam 05.00 pas. Emang kenapa?” Ronald Tanya balik. “Hmmm,
gaessss, gue pergi dulu” pamit Angel yang mengabaikan pertanyaan Ronald.
Beberapa
__ADS_1
menit kemdian kemudian Angel sampai di rumah. Rey sedang duduk di ruang
keluarga. Melihat Angel masuk nyelonong begitu saja “Baru pulang dek?” Tanya
Rey pada Angel. “Yahhh,” jawab Angel sambil menaiki anak tangga satu persatu
dan memasuki kamar.
Angel
merebahkan badannya, mungkin terlalu lelah akibat bermain basket. Suara
deringan ponsel membuat tersadar ia menatap nama yang tertera pada layar “NYONG
JOJO” itulah sebutan Angel pada sahabatnya. Ia menggeser slide.
“Hallo”
sapa Angel
“Udah
siap lo?, gue udah didepan rumah lo nih” jawab Jonathan membuat Angel terlonjak
kaget. “Whattttttsssss, bukannya entar malam cepat banget”
“hehehe,
iya juga sih, tapi---“
“Tawa
lagi lo, wait me, gue siap-siap
dulu.” Ucap Angel lalu mematikan telepon secara sepihak.
Jonathan
menunggu didepan rumah Angel, ia berdiri sambil menyandarkan badannya pada
skuter motor berwarna biru. Setelah beberapa menit Angel keluar dari rumah. Ia
mengenakan topi baju kaos biru bergambar roker, celana jeans hitam, sepatu
sneakers putih serta tas sampir menggantung.
“sebenarnya
kita mau kemana sih?” Tanya Angel saat menggunakan helm pengaman yang diberikan
oleh Jonathan. “Ke toko buku dulu” jawabnya. “Kirain kemana” tukas Angel.
Motor
melaju dengan kecepatan sedang, menyusuri kota. Hingga beberapa menit kemudian
sampai di sebuah toko gramedia. Memakirkan motor. Jonathan dan Angel masuk.
Jonathan
mencari buku novel, sementara Angel hanya duduk diam menunggu Jonathan yang
sibuk mencari.
“Sorry
lama ya” kata Jonathan menghampirinya.
“Santai
aja, laper nih. Makan yuk” ajak Angel yang dibalas anggukan oleh Jonathan.
Mereka
pergi disebuah café klasik, mengambil tempat duduk, seorang pramusaji
menghampirinya “Hallo, Mba dan Mas, mau pesan apa?” sapa pramusaji ramah.
Melihat menu dalam buku.
“Machalatte
1”
“Gue
coffeelatte 1 juga”
“Machalatte
1 dan Coffeelatte 1, sudah tidak ada pesanan lagi” pinta pramusaji yang dibalas
gelengan oleh keduanya.
Mereka
duduk berhadapan, Jonathan melihat buku yang dibelinya sementara Angel hanya
memainkan ponselnya. “Angel, gue mau tanya sama lo?” Tanya jonathan memecah
keheningan. “Tanya apaan?” tukas Angel
“Sejak
kapan lo suka sama Rendra?” pertanyaan itu sukses membuat Angel bungkam.
Jonathan menatap Angel gegalapan, pramusaji datang membawa dua buah cup di atas
mampang.
“Makasih
Mba” ucap pramusaji sambil tersenyum ramah
“Hey,
lo belum jawab pertanyaan gue” sahut Jonathan
__ADS_1
“Ngaco
lo” tukas Angel