Cinta Dalam Diamku

Cinta Dalam Diamku
Episode 79


__ADS_3

Aku balik lagi gaes...


Semog kalian suka ya


Happy reading...😘🤩


*****


"Hantuuuu!!!" teriak Sandra ketika melihat wajah Lika yang berdiri di sampingnya. Sandra baru sadar dari masa kritisnya. Menurut dokter luka-luka di seluruh tubuhnya itu sembilan puluh persen adalah kesengajaan.


"What? Aku cantik bening gini disangka hantu? Emang ada hantu secantik aku!" batin Lika.


"San! Sandra! Ini aku Lika, aku bukan hantu San!" ucap Lika mendekati Sandra yang sedang ketakutan. Bisa-bisanya Sandra berfikiran bahwa Ia adalah hantu.


"Akhirnya kamu sadar juga San, aku takut banget kamu kenapa-kenapa!" tutur Lika lagi.


"Gak! Gak mungkin! Kamu itu udah mati Lika! Jangan ganggu aku!" teriaknya semakin histeris.


"Dokter! Dokter!" panggil Adi.


Sandra sedang berada di sebuah ruang rawat rumah sakit. Ia harus dirawat karena beberapa luka jahitan di tangannya dan kepalanya.


Flashback


Brugh!


"Astaga!" gumam supir taxi yang membawa Lika dan Adi.


"Kenapa pak?" tanya Lika lembut namun sedikit panik.


"Kita nabrak Bu, Pak! Aduhh...."


"Astaga pak? Kok bisa? Ayo keluar kita cek."


Mereka pun keluar dari mobil dan melihat sosok perempuan.


"Darah bang, aku ngilu..." ucap Lika menyembunyikan wajahnya di lengan Adi.


"Masih hidup pak!" ucap Supir taxi.


"Kita bawa ke rumah sakit terdekat pak!" ujar Adi dan membukakan pintu mobil.


"Dia Sandra kan bang?" ucap Lika mendekati wajah gadis yang penuh dengan luka sayat ditambah bekas kecelakaan barusan. Wajahnya pilu bersimbah darah.


"Eh!? Iya sayang. Ini Sandra! Pak ayo cepetan pak, ini adik saya!" ucap Adi panik mengetahui sosok perempuan tersebut adalah Sandra, sepupu Andri.


"Iya pak" sahut Supir itu dan melajukan mobilnya lebih cepat.

__ADS_1


"Kok Sandra bisa penuh luka gini ya bang, kalo dilihat-lihat ini bekas pisau deh bukannya luka tak disengaja."


Adi hanya diam tak merespon apapun. Adi khawatir dengan keadaan Sandra dan ditambah lagi keringat dingin terus bercucuran di tubuh Lika. Lika sebenarnya ngilu melihat darah yang begitu banyak namun gadis itu bukannya memalingkan wajahnya tetapi malah sibuk memperhatikan kondisi kulit Sandra yang terus mengeluarkan darahnya.


Sesampai di sebuah rumah sakit, Sandra langsung ditangani oleh dokter. Adi juga sempat mendonorkan darahnya untuk Sandra karena gadis itu kehilangan banyak darah. Lika sebenarnya ingin mendonorkan darahnya juga namun ketika dokter melihat kondisi psikis Lika saat melihat darah makan dokter menyarankan agar Lika tak berdonor.


Flashback end


Lika menatap Adi memohon bantuan agar Ia menjelaskan pada Sandra.


"San! Lika masih hidup. Yang kemarin itu palsu Sandra!" terang Adi mengelus-elus pundak gadis itu agar lebih tenang.


"Gak mungkin! Lika maafin aku Lika, aku yang udah jebak kalian dulu. Tapi jangan ganggu aku Lika, aku belum mau mati. Jangan gentayangin aku..." ucap Sandra dengan air mata berlinangan. Sandra kelihatannya benar-benar berfikiran jika sosok didepannya benar-benar hantu.


"Sus! Siapkan obat penenang!" titah dokter begitu masuk ke dalam ruang rawat inap yang ditempati Sandra.


"Baik dok."


Dengan terpaksa dokter menyuntikkan obat penenang pada Sandra karena Sandra terus meronta-ronta ketakutan. Tangannya sampai gemetaran dan jarum infus di punggung tangan seperti tak dirasakannya lagi karena takut.


Lika shock!


Tangannya bergetar dan jantungnya berpacu dengan sangat cepat. Apa ini? Apa yang baru saja didengarnya? Dijebak? Jadi kejadian itu hanya settingan? Adi benar-benar tidak pernah mengkhianati cinta mereka?


Lika menutup mulutnya dengan tangan dan berjalan mundur. Apa benar yang sudah dikatakan Sandra jika semua yang dilihatnya kemarin adalah bohong. Betapa bodohnya Lika tak mempercayai Adi saat itu. Lika memilih berasumsi sendiri dan menyimpulkan sendiri tanpa memberi Adi kesempatan untuk menjelaskan apa yang sudah terjadi.


Lika menggelengkan kepalanya, sulit rasanya menerima bahwa selama ini Lika sudah berlaku begitu bodoh.


"Kita keluar aja ya sayang" ucap Adi dan memapah Lika keluar dari ruangan rawat Sandra.


Adi membawa Lika menuju kantin rumah sakit itu dan memberikan Lika sebotol air mineral.


"Kamu minum dulu ya, tenang...Jangan terlalu banyak berpikir nanti kesehatan kamu drop."


Lika meneguk air mineral itu dan menyandarkan kepalanya di bahu Adi. Selama lima tahun Lika menganggap Ia adalah orang yang sangat menderita karena kekasihnya berselingkuh dengan perempuan lain, namun kenyataannya sekarang Adi adalah sosok yang paling menderita disini. Adi harus menahan sakit karena gadis kesayangannya dinyatakan meninggal dunia karena peristiwa pengkhianatan yang sama sekali tidak pernah dilakukannya namun dituduhkan kepadanya.


Mungkin selama ini hari-hari yang dilalui Adi sangat berat. Adi menanggung rasa bersalah yang sebenarnya bukan kesalahannya sementara Lika memendam rasa benci padahal Adi tak pernah mengkhianatinya.


"Maafin aku bang..." ucap Lika pilu. Air matanya sudah menetes dari kedua matanya.


"Ssttt...Kamu gak salah sayang. Sudahlah, jangan dipikirkan lagi ya...aku gak mau kamu sakit."


"Tapi aku udah jahat bang, aku nuduh kamu selingkuh padahal..."


"Kamu gak salah!" potong Adi cepat.


"Kita sama-sama gak tau kebenarannya dan siapa yang sudah melakukan ini. Sekarang gak usah pikirkan itu lagi, kita kan sebentar lagi akan menikah. Aku gak mau waktu kita yang ada sekaranghabis untuk menangisi masa lalu kita. Sekarang aku gak mau tau, kamu harus senyum!"

__ADS_1


"Bang..."


"Senyum! No tawar-menawar!" titah Adi.


Dengan malu-malu Lika pun tersenyum menuruti permintaan Adi.


Cup!


Adi mencium pipi Lika dengan gemas, bagaimana mungkin gadis didepannya ini tetap terlihat menggemaskan dan unyu seperti ini.


"Makasih ya bang udah sayang sama aku."


"Makasih juga udah buat aku jatuh cinta" ucap Adi tulus. Walaupun Adi sangat kecewa mengetahui bahwa Sandra yang sudah menjebaknya namun Adi memilih berlapang dada memaafkannya. Sekarang Adi hanya fokus pada masa depannya bersama Lika.


***


Sepanjang malam Lika menunggui Sandra di ruang rawat rumah sakit meskipun ia tau Sandra sudah begitu jahat. Tidak ada sedikit pun terbesit dalam benaknya rasa benci ataupun dendam pada Sandra.


"Kamu tiduran aja gih di sofa, biar aku yang jagain Sandra" ucap Lika melihat Adi sudah menguap beberapa kali.


"Kamu juga harus istirahat sayang..."


"Aman kalo itu, udah kamu duluan aja bang."


"Yaudah kalo nanti kamu capek kita gantian ya tidurnya" ucap Adi kemudian mencium pucuk kepala Lika.


Lika mengangguk.


Adi membaringkan tubuhnya di atas sofa dan menatap kekasihnya yang sedang memainkan ponsel di samping Sandra. Adi memejamkan matanya namun beribu pikiran malah menghilangkan kantuknya seketika. Diambilnya ponselnya dan mengirimkan pesan pada seseorang. Beberapa kali ponsel Adi berdering tanda pesan masuk hingga Lika pun menoleh.


"Kamu gak jadi tidur?" tanya Lika.


"Ini mau tidur kok sayang."


Lika tersenyum dan kembali memperhatikan wajah Sandra yang dipenuhi luka-luka, sangat kontras dengan kulit putihnya. Lika terus memandangi gadis didepannya hingga ia tertidur sambil memegang tangan Sandra.


*****


Segini dulu episode kali ini yah...semoga kalian suka.


Jangan lupa jejak.😊


Singgah di novel baru aku ya 😉


Judulnya Allea


Thank you

__ADS_1


Author Kembali semangat🥰


__ADS_2