
Kembali lagi bersama Author yang setia menemani kalian setiap hari hehehe ๐
Yuk lanjut...
*****
Setelah acara makan malam itu keadaan sudah semakin baik. Lika tak lagi khawatir dengan keadaan Leonard dan Adi juga sudah semakin lengket pada Lika setiap hari. Adi juga terlihat enggan kembali ke New York dengan keluarga Andri karena Lika berada di Paris.
Lika sudah menjalani aktifitasnya seperti biasa. Lika sudah kembali ke butik dan menghabiskan waktunya disana tentu saja dengan Adi yang terus menempel seperti perangko. Adi menjadi laki-laki yang sangat posesif, menemani Lika ke butik, makan malam bersama hingga larut malam di apartemen Lika.
Pagi itu Lika kembali ke butiknya seperti biasa dan sangat aneh pagi itu Adi tidak menampakkan wujud.
"Pagi Nona Lika..." sapa seorang tailornya.
"Selamat pagi Alexa..." sahutnya dan berlalu menuju ruangan kerjanya.
'Hari ini kok Adi gak ada kabar ya, nelpon juga gak ada. Dia kemana sih?' batin Lika sembari memainkan ponselnya berharap Adi akan mengirimkan sebuah pesan.
"Permisi Nona, ini ada titipan bunga untuk anda." Seorang gadis remaja dengan sebuket bunga mawar merah besar ditangannya.
"Untuk saya? Dari siapa ya?" sahut Lika heran. Biasanya yang usil dan aneh seperti ini adalah Leonard.
"Tidak ada nama pengirimannya Nona, saya hanya menjalankan tugas saya dari Toko Bunga. Saya permisi Nona."
Lika mengangguk pelan. Ia masih penasaran siapa yang akan mengirimkan bunga mawar sebesar itu.
'Iyo sih gak mungkin. Kemarin dia kan katanya mau ke Amerika gantiin Mommy-nya di kantor pusat' batin Lika.
Sembari Lika bingung dengan kiriman bunga itu, Lika terus melanjutkan aktifitasnya disana. Ia juga ikut meladeni beberapa pengunjung butiknya yang meminta dibuatkan rancangan khusus darinya. Sejenak dia melupakan laki-laki yang paling disayanginya itu.
Menjelang petang Adi masuk kedalam butiknya. Adi datang dengan setelan jas yang sangat rapi dan wangi seperti akan menghadiri sebuah pesta.
'Akhirnya muncul juga ini manusia' umpat Lika dalam hati. Walaupun begitu sebenarnya didalam hatinya Ia sangat senang akhirnya kekhawatiran karena tak melihat Adi seharian akhirnya hilang dengan kemunculannya itu.
"Hai..." ucapnya dengan senyuman yang lebar.
Lika mengerutkan keningnya, "Kamu mau kemana?" tanya Lika dan memperhatikan penampilan Adi dari atas sampai bawah.
"Mau ke resepsi pernikahan temen, kamu ikut yuk."
"Kok tiba-tiba? Kamu kok gak bilang sih?" gerutu Lika. Pasalnya perempuan butuh waktu yang lama kan untuk bersiap-siap, apa lagi untuk menghadiri undangan seperti itu. Bisa dipastikan Lika butuh waktu lama, setidaknya satu jam.
__ADS_1
"Tenang aja. Alexa, bisakah kamu membantuku?" Adi melirik Alexa yang sedang serius bekerja.
"Tentu saja Tuan."
"Hei...dia itu pegawaiku!"
"Pinjem bentar sayang...Lagian aku udah bayar kok, nih notanya." Adi menunjukkan sebuah nota pembelian sebuah gaun, sepasang sepatu dan biaya riasan seorang wanita.
"Kapan?" ujar Lika malu. Pasalnya selama ini Ia tak pernah melihat Adi melakukan transaksi di butiknya selain mengacaukan para asisten dan pegawai disana.
"Bawel deh kamu, udah siap-siap gih. Aku tunggu disini."
Lika pun masuk kedalam ruangan kerjanya. Beruntung ruangan itu di design khusus memiliki kamar mandi didalamnya sehingga Lika bisa sekaligus membersihkan tubuhnya.
Lika sudah keluar dari ruangannya. Lika sangat cantik dengan balutan dress berwarna abu-abu terang dan sepatu high heels dengan warna senada. Rambutnya disanggul modern dengan anak rambut yang dibiarkan terurai. Polesan make up tipis melengkapi penampilannya malam ini.
"Cantik banget sih..." ucap Adi ketika Lika sudah berdiri di depannya. Bahu Lika yang terekspos membuat Adi bergairah. Sabar...Belum waktunya!๐๐
Adi mengelus ceruk leher Lika membuat gadis itu meringis geli. Pria normal mana yang tidak tergoda jika melihat gadis cantik seperti Lika.
"Yuk berangkat..." ucapnya namun matanya tak lepas dari leher putih Lika.
Ketika tiba disebuah restoran outdoor yang begitu cantik dan nyaman, alunan biola yang romantis menyambut mereka. Berbanding terbalik dengan perkataan Adi jika mereka menghadiri undangan pernikahan, disana memang ramai seperti pesta namun tidak terlihat dimana pengantinnya.
Lika berjalan berdampingan dengan Adi dan menggandeng tangan lelaki itu sementara Adi merangkul pinggangnya. Adi tak henti-hentinya menciumi ceruk leher gadis itu, menghirup aroma Cherry blossom ala Lika.
Seorang pelayan menuntun mereka ke sebuah meja romantis, dengan hidangan mewah diatasnya. Lika tak henti-hentinya bertanya dalam hati, mengapa ini terlihat aneh dan tak biasanya. Ia menatap Adi dengan curiga, sebenarnya apa yang sedang direncanakan oleh Adi.
"Lika..." ujar Adi memecahkan lamunan Lika.
"Hmm.." gumamnya.
"Umur kamu udah berapa?" Sontak Lika mengerucutkan bibirnya. Bukan rahasia lagi jika di usia Lika sudah bukan remaja lagi.
"Aku kelihatan tua ya? Kamu kok jahat gitu sih, Ia emang aku tuh udah tua. Kamu gak usah ngomong gitu aku juga sadar kok."
Adi tersenyum geli. Pasalnya rencananya bukan seperti ini namun Lika tetaplah Lika. Ia akan menyimpulkan pemikirannya sendiri dan ujung-ujungnya pasti akan ngambek lagi.
"Aku tanya berapa sayang...kok kamu malah ngambek gitu sih" goda Adi membuat mood Lika semakin buruk. Raut wajahnya sangat kontras dengan dandanan cantiknya. Ingin sekali Adi tertawa keras saat itu.
"Tanpa kamu tanya pun kamu tau kan umur aku, kesel deh aku sama kamu. Males banget...."
__ADS_1
Adi semakin terkekeh melihat tingkah laku Lika. Ya ampun... siapapun tolonglah Adi. Lika merajuk layaknya anak kecil, Ia mengerucutkan bibirnya membuat Adi gemes ingin menciumnya. Bisa-bisanya seorang wanita karir seperti Lika masih merajuk manja begitu.
"Aku salah ya?" ujar Adi lagi. Nampaknya menjahili Lika terlihat lebih menantang dan menyenangkan.
"Tau ahh..Aku mau pulang aja. Nyesel deh ikut sama kamu. Ngeselin!!!" Lika beranjak dari duduknya dan meninggalkan Adi di meja itu masih tertawa geli. Tingkah Lika sangat menggelitik di hatinya dan membuatnya semakin candu menjahili gadis itu.
Berbanding terbalik, Lika malah sangat kesal dengan Adi. Bisa-bisanya Adi merusak moodnya seperti ini. Untuk pulang pun Lika segan pada orang-orang disana karena sedari tadi ia belum melihat pasangan berbahagia yang mengadakan pesta itu.
Kryukkk kryukkkk...
Sepertinya cacing-cacing didalam perutnya mulai berdemo meminta diisi. Ia memegang perutnya dan cengar-cengir melirik ke kiri dan ke kanan memastikan bahwa tidak ada yang mendengar bunyi memalukan itu. Lika pun memilih mengisi perutnya yang sudah keroncongan dibandingkan harus memikirkan Adi yang menyebalkan itu. (Tapi sayang kan, Lika ini mah๐)
Lika duduk di sebuah meja disudut restoran itu dan tak akan ada yang mengganggunya disana.
"Adi sangat menyebalkan!" umpatnya sembari menelan cake strawberry yang diambilnya.
*****
Yeyeyeye....
Akhirnya Lika dan Leonard berdamai๐๐
Sebenarnya Adi mau ngapain ya? Tetap nantikan update Cinta Dalam Diamku setiap hari ya๐
Jangan lupa juga singgah di Novel aku yang baru ya, judulnya 'Allea'.
Kalo gak singgah Author ngambek nih, hehehe.
TERIMAKASIH UDAH SETIA MENUNGGU DAN MEMBACA SETIAP EPISODE CINTA DALAM DIAMKU๐
PLEASE LIKE, KOMEN & FOLLOW AKU DONG๐๐
JANGAN LUPA VOTE JUGA YA ๐
Jangan Lupa gabung di grup aku juga ya, supaya kalian gak ketinggalan info Up Novel aku.
JANGAN LUPA TAMBAHKAN NOVEL INI KE FAVORIT KALIAN ๐ป๐
THANK YOU๐
Anne Chellycaโ๏ธ
__ADS_1