Cinta Dalam Diamku

Cinta Dalam Diamku
Episode 53


__ADS_3

"Kalian sibuk ngomongin apa sih kok asyik banget?" Ana masuk dengan sebuah nampan yang diatasnya terdapat tiga cangkir kopi untuk mereka.


"Ana... Sepertinya ngomong sama kamu bakalan lebih nyambung daripada suami kamu yang gak jelas ini."


"Memangnya ada apa Kak? Kenapa muka kalian bingung gitu? Ehh ini gambaran siapa kak?" Ana memperhatikan kertas-kertas itu satu persatu.


"Tadi aku ketemu Lika dijalan, ketika aku tanyain dia malah kabur. Sepertinya memang sengaja menghindari aku."


"Maksud Kak Adi gimana? Lika masih hidup? Itu gak mungkin kak, kita lihat sendiri kan kalo kemarin Lika dimakamkan."


"Coba kalian pikirkan kembali semua kejadian selama lima tahun belakangan. Saat kabar Lika meninggal, dia langsung dimakamkan tanpa boleh dibuka petinya. Diwaktu bersamaan Lili pengurus pribadi Lika menghilang tanpa jejak dan hari ini aku bertemu dengan Lika. Jika wanita itu bukan Lika mengapa dia harus kabur seperti tadi?"


Ana mengangguk-anggukkan kepalanya mencerna kata-kata Adi. Ana tampaknya setuju dengan pendapat Adi.


"Kalo benar itu Lika, kenapa Lika mempermainkan kita seperti ini?"


"Apa karena Lika masih menganggap loe selingkuh beneran? Tapi kalo memang ia, pasti ada pihak yang bekerjasama dengan Lika dan menjadi dalang semua ini karena dari kondisi mobil Lika saat itu benar-benar hancur kan?" Andri yang sedari tadi diam membisu tiba-tiba mengeluarkan pendapatnya.


Mereka bertiga sama-sama bingung. Mereka seperti sedang dipermainkan oleh takdir.


"Mama...aku mau tidur. Aku mau dipeluk Mama" rengek Aygra tiba-tiba ketika mereka sedang dilanda dilema karena pertemuan Adi dengan sosok yang diduga itu adalah Lika.


"Masih siang mas bro!" Adi mengacak-acak jambul khatulistiwa milik Aygra.


"Om ganteng jangan hancurin rambut aku, nanti gak tampan dan rupawan lagi."


Adi memutar bola matanya melihat tingkah bocah yang sudah seperti orang dewasa itu.


"Om ganteng iri kan Aygra lebih tampan?" Aygra mengangkat-angkat alisnya menggoda Adi.


"Sudahlah... Urus bocah narsis ini. Aku mau keluar dulu, tadi aku belum sempat makan." Adi mengumpulkan lembaran kertas yang dia yakini itu milik gadis mungilnya, siapa lagi kalau bukan Lika.


'Atau mungkin wanita mungilku' batin Adi.


***


Tiga hari sudah Lika bersembunyi di dalam apartemen pribadinya untuk menghindari Adi. Ia bahkan tak pergi menuju butiknya selama masa persembunyian, Ia hanya makan dan tidur di atas ranjang.


"Apa kamu berniat seperti ini terus seumur hidupmu girl?" Leonard mengguncang tubuh Lika yang bersandar pada sandaran ranjangnya sambil memegang mangkuk berisi popcorn.


Lika menghabiskan waktunya untuk nonton film atau sekedar bermain ponsel memantau perkembangan di butik saat dia tak berada disana.

__ADS_1


"Iyo...Jangan ganggu aku."


"Ayo bangun Cilaaaa...Jangan seperti ini!" Leonard menarik mangkuk yang dipegang Lika dan mematikan televisi dan juga AC. Pasalnya sedari pagi Lika belum beranjak dari tempat tidur dan bahkan mandi pun belum.


"Kamu ngapain Iyo? Aku sedang tidak ingin melakukan aktivitas apapun dan sekarang biarkan aku melakukan apa yang aku mau. Kapan lagi aku libur santai seperti ini?"


"Sekarang kamu mandi dan membersihkan tubuhnya yang baunya yang sudah seperti terasi itu Cila. Aku akan mengajakmu makan malam."


"Ini dibayarin gak?" Lika melirik Leonard dengan ujung matanya berharap Leonard mengatakan iya.


'Kapan sih perempuan ini gak mikirin uang?' gumam Leonard dalam hati.


"Aku akan mentraktir kamu makan apapun malam ini asalkan kamu segera mandi dan berikan tampilan terbaikmu. Kamu sangat menjijikkan jika seperti ini!" cibir Leonard sembari mendorong Lika masuk kedalam kamar mandi.


"Aku akan mandi okey, Tapi keluar dari kamarku! Tunggu saja diruang tamu sana!!!"


"Kamu sungguh menyebalkan Cola!"


"Biarin weekkk" Lika menjulurkan lidahnya meledek Leonard dan secepat kilat mengunci pintu.


Sekitar setengah jam Lika membersihkan tubuhnya yang sudah sangat lengket karena seharian tidak mandi. Ia langsung mencari sebuah gaun panjang berwarna cream dan dipadu dengan blazer coklat sehingga Lika terlihat menawan. Ia memilih bahan yang lebih tebal karena musim dingin akan segera tiba sehingga suhu di kota itu mulai terasa dingin.


Lika memoles wajahnya dengan make up yang simple namun terlihat elegan. Diambilnya beberapa perhiasan kecil untuk menyempurnakan penampilannya. Rambutnya dibiarkan terurai cantik dengan mutiara kecil sebagai hiasannya.


Leonard mengambil sepatu Lika dari tangannya dan meletakkannya tepat didepan kaki Lika.


"Silahkan Nona."


"Thanks Sir" Lika tersenyum sangat menawan dan merontokkan dinding-dinding pertahanan hati Leonard.


"Let's go" Leonard memberikan tangannya agar Lika menggandengnya.


Melihat kode dari Leonard, Lika menggandeng tangannya dan berjalan keluar dari apartemen itu. Orang-orang yang berpapasan dengan mereka mulai berbisik-bisik, pasalnya penampilan Lika sangat cantik dan Leonard juga tampan dengan setelan jas cream. Lika sudah mempertimbangkan itu sebelumnya agar Lika tampak serasi dengan Leonard.


Menggunakan mobil sport mewah milik Leonard mereka membelah jalanan kota Paris menuju sebuah restoran mewah dan ternama di kota itu.


Saat tiba didepan restoran, Leonard buru-buru keluar dari mobil dan berlari-lari kecil untuk membuka pintu mobil untuk Lika. Perlakuan Leonard malam ini sangat romantis dan membuat Lika terkesan. Leonard seperti seorang pria sejati yang sedang berkencan dengan wanita pujaan hatinya.


"Silahkan Nona, ayo kita masuk."


Lika keluar dari mobil dan kembali menggandeng tangan Leonard. Leonard memberikan kunci mobilnya kepada pelayan agar memarkirkan mobilnya dan Ia bisa melanjutkan acaranya bersama Lika.

__ADS_1


"Kamu kelihatan sangat tampan malam ini Iyo, aku sangat terkesan." Pujian keluar dari mulut Lika membuat bibir Leonard mengembangkan senyuman khas dan sangat mempesona.


"Aku harus tampan karena aku sedang bersama wanita yang paling cantik sedunia" sahut Leonard hingga wajah Lika memerah seperti kepiting rebus.


"Mengapa restoran ini sepi Iyo?"


"Tentu saja, aku ingin malam ini hanya ada kita berdua."


"Apa yang kamu rencana Iyo?" Lika menaikkan sebelah alisnya penasaran. Bagaimana tidak penasaran dengan sikap Leonard yang sangat istimewa dan keadaan restoran yang dicharter secara privat.


"Silahkan duduk Nona manis" Leonard menarik kursi dan mempersilahkan Lika duduk. Setelah Lika duduk dengan nyaman, Ia duduk juga didepan Lika.


Lika takjub dengan restoran yang di design elegan dipenuhi lilin disekelilingnya dan rangkaian bunga mawar merah dan putih memancarkan semerbak harum. Suasana yang benar-benar romantis dan ditambah lagi alunan musik klasik yang hangat. Lika takjub.


Lika menjadi canggung sekali, pasalnya selama hidupnya baru Leonard yang memperlakukannya seperti ini.


Tiba-tiba seorang pelayan pria datang dengan dua buah piring berisi hidangan spesial berikut dua gelas anggur merah. Lika melirik Leonard seolah mempertanyakan anggur merah itu.


Leonard tersenyum,


"Rendah alkohol" ucapnya menunjuk gelas dengan matanya.


"Thank you!"


"Lika, I wanna tell you something tonight."


"Hemm? What is it?" Entah mengapa rasanya jantung Lika tiba-tiba berdebar kencang seolah-olah mengerti akan terjadi sesuatu yang selama ini Ia takutkan.


Lika menggenggam erat gaunnya untuk menghilangkan kegugupan yang terjadi dan menyembunyikan getaran dadanya yang sudah bergemuruh.


"I Love you so much Cila, Aku ingin bahagia bersamamu dan aku ingin kamu bahagia bersamaku. Hampir lima tahun kita bersama Cila, cintaku semakin besar dan aku semakin tertekan untuk terus menyembunyikan hal ini" Leonard mengeluarkan sebuah kotak kecil berisi cincin dari kantung jasnya, "Aku harap ini adalah waktu yang tepat memberitahu perasaanku padamu. Sudikah wanita seperti kamu mendampingi pria seperti aku?" Leonard menatap Lika penuh harap.


"Iyo..." Lika menutup mulutnya dengan tangan karena terkejut. Hal ini sudah dikhawatirkannya dari lama dan malam ini kekhawatiran itu menjadi kenyataan. Leonard benar-benar jatuh cinta padanya.


HAI TEMAN-TEMAN READERS


TERIMAKASIH YA UDAH SETIA IKUTIN SETIAP EPISODE CINTA DALAM DIAMKU


PLEASE LIKE, KOMEN & FOLLOW AKU DONG


JANGAN LUPA VOTE JUGA YA KARENA SETIAP PARTISIPASI KALIAN BAIK DALAM LIKE, KOMEN & FOLLOW SANGAT MEMPENGARUHI MOOD AKU DALAM MENULIS

__ADS_1


THANK YOU


Anne Chellyca


__ADS_2