Cinta Dalam Diamku

Cinta Dalam Diamku
Episode 90


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh sepasang kekasih yang akan meresmikan hubungan dalam sebuah ikatan janji suci pernikahan.


Pagi-pagi sekali Lika sudah dibangunkan oleh Adelia dan Ria yang kebetulan sudah sampai tadi malam. Mereka sangat excited menyambut pernikahan pasangan idaman sejak kuliah itu.


Lika ditemani para gadis yaitu Adelia, Ria dan Sandra sedang didandani oleh MUA didalam sebuah kamar hotel yang sengaja disiapkan untuk ruang make up, sedangkan Mia dan Ana masih tidur nyenyak menemani anak dan suaminya di kamar hotel lain.


"Cantik banget sih Lika...aku juga pengen nikah deh" ucap Adelia.


"Emang udah ada calonnya?" tanya Ria meledek.


"Belum sih hahaha...."


"Setelah aku nikah kalian bertiga harus nyusul ya, gak boleh lama-lama..." ucap Lika pada ketiga temannya.


"Doain aja ya semoga kami ceper nyusul" ucap Sandra.


"Tapi kan Sandra aku perhatiin deket mulu sama Leonard dua hari ini cieee..." ledek Lika.


"Apaan sih, enggak ahh" ucap Sandra malu-malu.


"Kayaknya sih abis kamu bakalan disusul Sandra deh" timpal Adelia.


"Bisa dipastikan" ucap Ria menambahi.


"Udah selesai nih pengantinnya, kita ambil foto dulu ya" ucap MUA yang memoles wajah Lika.


"Gak tebal-tebal banget kan mbak muka saya?" tanya Lika sedikit panik.


"Enggak kok, muka kamu tanpa make up udah cantik" puji MUA tersebut dengan tulus. Lika tersenyum malu-malu mendengar kata pujian MUA tersebut.


Pernikahan Adi dan Lika diadakan di sebuah ballroom hotel mewah di Bali. Semua tamu juga sudah berdatangan ke lokasi.


"Duhh gaes...aku gugup nihh" ucap Lika menggenggam kain gaunnya.


"Ciieee yang bentar lagi jadi nyonya Prasetya" ledek Ana.


"Enak ya hidup Lika, diadopsi Sultan terus ini tambah lagi dinikahin the real sultal. Crazy rich cuy!" Mia.


"Aku juga pengen nikahhh..." Adel.


"Kakak dulu ya baru adek" Ria.


"Aku cuman mau uang 1M!" Mia.


"Dasar kalian...." Lika.

__ADS_1


Tiba-tiba Sandra dan Steven masuk kedalam ruang make up.


"Acaranya udah mau mulai nih, yuk keluar."


"Haii Steven...mau jadi pendamping Lika ya?" ucap Adelia genit.


"Eh! Jangan gangguin adek aku Del, dia masih SMA!" Lika.


"Iya-iya..." ucap Adelia ketus. Mereka pun keluar meninggalkan Lika dan Steven.


"Kakak udah siap?" tanya Steven serius.


Lika menarik nafas dalam-dalam dan hembuskan perlahan.


"Kakak Siap!"


Mereka pun berjalan menuju ballroom hotel dari pintu utama. Disana acara pemberkatan pernikahan akan segera dimulai. Dengan menggandeng tangan kakaknya, Steven berjalan perlahan menuju altar suci. Disana Adi dengab tatapan terpana memandangi Lika.


Lika menggunakan gaun pengantin berwarna putih dengan bahu terbuka menunjukkan keindahan kulitnya dan rambut yang disanggul modern. Lika memegang sebuket bunga mawar merah ditangannya menambah kesan cantik dan elegan.


Lika berjalan mengikuti langkah Steven dan mengumbar senyum manisnya pada semua hadirin yang ada disana. Pandangan terakhirnya jatuh pada calon suami yang tampak gagah dengan Jas putih dan dasi kupu-kupu yang melengkapi rupa tampannya. Sungguh bukan pilihan yang salah.


Setelah sampai di altar Steven melepaskan gandengannya dan menyerahkan kakak kandungnya pada calon suami yang akan mencintai dan menyayangi sepanjang hidupnya. Acara pemberkatan pernikahan pun dimulai dengan khidmat.


P: Ananda Adi Prasetya, bersediakah Ananda menerima Lika Mey sebagai seorang istri yang akan mendampingi Ananda dan mencintainya dalam suka dan duka baik susah maupun senang hingga maut memisahkan?


P: Ananda Lika Mey, bersediakah Ananda menerima Adi Prasetya sebagai seorang suami yang akan mendampingi Ananda dan mencintainya dalam suka dan duka baik susah maupun senang hingga maut memisahkan?


Lika: Saya Bersedia


P:


Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.


Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.


Mereka pun bertukar cincin.


..............................................................................


Setelah acara pemberkatan pernikahan selesai makan mereka beristirahat sejenak karena setengah jam lagi akan diadakan resepsi pernikahan Adi dan Lika.


"Akhirnya Tuhan membari kesempatan untuk kita berjodoh ya" ucap Adi hampir menitikkan air mata. Adi hendak memeluk Lika.


"Ehh...jangan!!!" cegah Lika.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Adi kesal karena Lika merusak suasana romantisnya.


"Nanti dandanan aku rusak!" ucap Lika disambut tawanya sendiri.


"Hanya karena itu?" ucap Adi tak menyangka. Diraihnya tengkuk leher Lika dan...


"Eits! Sabar dulu dong. Jangan nyosor-nyosor aja, masih siang!" ucap Sandra yang entah kapan munculnya bersama yang lainnya.


"HAHAHAHA"


Wajah Lika sudah memerah seperti kepiting rebus menahan malu karena terciduk oleh teman-temannya.


"Kalian semua ganggu aja!" ucap Adi ketus.


"Sabar dulu bro, masih ada resepsi setelah ini!" Andri.


"Mentang-mentang udah halal ya, main sosor aja" Ria.


"Bisa dipastikan malam ini langsung Belah Duren" Mia.


"Jangan gitu gaes, kasian adik ipar aku jadi malu kan" ucap Ana kemudian menghampiri Lika.


"Pada gak sabar banget sih jadi penganteeennnn" ledek Widya.


"Nyosor itu apa?" tanya Adelia polos membuat semua orang tertawa terpingkal-pingkal.


"Nyosor di perosotan taman bermain dek, emang gak layak ni anak disebut dewasa!" ucap Lia geram dengan sifat Adelia.


"HAHAHAHA"


"Ehh selamat menempuh hidup baru ya Lika sahabat sekaligus adik ipar ku yang nakal dan jahil. Jadi istri yang baik sama suami." Ana.


"Makasih kakak iparku yang baik, sehat juga ya sama kandungnya" ucap Lika kemudian mereka lanjut dengan cipika-cipiki.


"Tadi aku mau peluk gak bisa, sekarang dicium-cium Ana bisa" ucap Adi dengan wajah gusar.


"Kasian manteen baru gak dikasih jatah!" Andri.


"HAHAHAHA"


"Jangan-jangan nanti malam bobok di sofa!" Leonard.


"HAHAHA"


*****

__ADS_1


Jangan lupa jejak guys, PLEASE 🥺


__ADS_2