
Balik lagi Gaes hihihi...
Author lagi galau nih Gaes, Jadi agak gak nyambung ya cerita Romantisnya soalnya gak ngeh lagi galau mikirin yang uwu-uwuan.
Let's go!🌻
*****
Lika duduk di sebuah meja disudut restoran itu dan tak akan ada yang mengganggunya disana.
"Adi sangat menyebalkan!" umpatnya sembari menelan cake strawberry yang diambilnya.
"Adi mana lagi, ini kan malem. Kalo aku diculik om-om gimana dong, mana pake baju kayak gini lagi. Ihhhh...Adi kemana aja sih kok gak kelihatan..." Lika tak henti-hentinya mengomel sendiri sambil mengunyah makanan didepannya.
Beberapa kali Lika dihampiri pria yang mengenalnya di Paris, bukannya membuatnya senang malah semakin memperburuk kondisi mood gadis itu. Tak ada orang yang membuatnya nyaman disana.
Lika celingak-celinguk mencari keberadaan Adi. Raut wajah kesal tak bisa dihapuskan dari wajah cantiknya.
"Jahat banget sihh..dimana coba dia, jangan bilang dia ninggalin aku sendirian disini!"
Tiba-tiba suasana berubah menjadi sepi dan lampu tiba-tiba mati kecuali yang berada di samping Lika.
"Huaaaaaa....aku takut!" teriak Lika.
Mendadak suasana terasa mencekam bagi Lika, bagaimana tidak semua lampu padam dan tempat itu menjadi sangat gelap. Lebih lucunya mengapa lampu disampingnya ini menjadi satu-satunya lampu yang tak padam.
"Ya Tuhan...Kalo aku harus mati jangan sampai mayatku gak ditemukan..." ucapnya gemetaran.
Adi tertawa geli melihat Lika yang sudah ketakutan. Berlagak bagai pangeran penyelamat ala-ala Disney Adi menghampiri Lika.
"Sayang...kamu kenapa?" kikiknya geli.
"Kamu dari mana sih, aku takut!" Lika memegang lengan Adi erat. Lika benar-benar takut kegelapan.
"Beli cincin!" jawabnya singkat.
__ADS_1
"Cincin apa bang?" tanya Lika mendongakkan kepalanya.
Dipandanginya wajah tampan Adi dengan seksama, walaupun hampir berkepala tiga Adi masih sangat tampan.
Adi tiba-tiba menunduk dan berlutut di hadapan Lika dan alunan musik bernuansa western terdengar menambah suasana romantis tempat itu. Adi mengeluarkan sebuah kotak kecil berisi cincin berlian.
"Selama aku mengenal kamu hatiku selalu terarah padamu, seluruh cinta dan kasih sayangku itu semua milikmu Lika. Mulai hari ini dan seterusnya aku ingin menghabiskan waktu bersama kamu, menua bersama kamu dan menjalani kehidupan ini baik suka dan duka. Lika Mey, aku hanya memberikan kamu dua pilihan sekarang, 'Be Mine' or 'I'm Yours'?"
"Oh Lord! Are you seriously?" pekik Lika tak percaya. Adi tersenyum dan mengangguk.
Lika memalingkan wajahnya dari Adi dan memandang keadaan sekitarnya. Semua orang yang ada disana memandang mereka berdua dan ada beberapa orang terlihat merekam moment spesial itu.
"Kalo aku mau dua-duanya boleh gak?" sahut Lika malu-malu. Wajahnya sudah bersemu merah, ingin rasanya ia sembunyi dibalik dada bidang Adi.
"Jangankan keduanya, nyawaku pun akan aku berikan!" ucap Adi dan memasangkan cincin lamaran itu pada Lika.
"I'm yours and you're mine!" ucap Adi kemudian menggendong Lika.
"Aku sayang kamu bang, aku gak mau lagi jauh-jauh dari kamu!" Lika membenamkan wajahnya di pelukan Adi.
"Makasih bang Adi, kakak tingkatku yang paling aku sayangggg" cicit Lika malu-malu. Wajahnya sudah bersemu merah seperti kepiting rebus.
"Ciee blushing...Udah tua kok masih malu-malu kayak ABG sih?" ledek Adi.
Bugh!
Lika memukul dada kekar Adi. "Jangan ngerusak suasana deh, kapan kamu nikahin aku?" ucapnya galak.
"Wah wah! Gak sabar mau nikah nih.Udah ngebet ya beb?" ledek Ana yang entah sejak kapan sudah berdiri di belakang Lika.
"Ana!" teriak Lika. Ia pun berbalik dan memeluk Ana. Hatinya benar-benar bahagia saat itu.
"Ciee bentar lagi adeknya Abang mau nikah... Abang kirain bakalan jadi perawan tua..."
"Kamu tuh nyebelin banget sih, diem aja deh!" ucap Ana sembari menyikut perut Andri.
__ADS_1
"Enak aja perawan tua, gini-gini banyak tau yang mau jadi suami aku bang. Kamu se- "
"Tapi tetep aja nikahnya sama Adi kan..." sela Andri mengundang gelak tawa mereka yang ada disana.
Tiba-tiba seorang wanita datang dengan buket mawar yang besar dan sebuah mahkota bunga yang cantik untuk Lika.
"Makasih ya..." Lika menatap Adi dengan penuh cinta.
"Sama-sama sayang..." Adi mengecup kening Lika dan dibalas tepuk tangan semua orang yang ada disana.
Malam ini dibuat Adi khusus untuk Lika. Semua orang yang ada disana termasuk seluruh restoran sudah di booking oleh Adi untuk melamar Lika. Tak tanggung-tanggung, Adi juga meminta Ana dan Andri datang jauh-jauh dari New York padahal baru beberapa Minggu mereka kembali dari Paris.
Pesta malam itu dilanjutkan dengan dansa. Adi berdansa dengan Lika, begitu dekat hingga tak ada jarak diantara mereka.
Wajah bahagia terpancar dari pasangan yang baru berbahagia itu. Satu langkah lagi mereka akan memiliki satu sama lain.
"I love you Lika. Siapapun kamu dan apapun yang menjadi masalalu kamu aku terima kamu apa adanya."
"I love you too Adi Prasetya. Aku akan ada untukmu, mendampingi kamu dalam keadaan apapun."
Adi menatap Lika dalam, dipandanginya bibir ranum Lika. Sama dengan Lika, entah kenapa Ia malah menutup matanya memberi Adi lampu hijau. Adi mendekatkan bibirnya pada bibir Lika dan,
"Heh Kuda Nil! Lo belum sah ya sama adek Gue. Jangan berani-beraninya Lo cium-cium dia apalagi ini didepan gue!
"Arghh!!!" Adi mendengus kesal. Merusak moment sekali si Andri ini. 😂😆
Sementara itu Lika menatap Adi dengan iba sembari terkekeh kecil. Bisa-bisanya Andri mengganggu kesempatan emas Adi yang jarang-jarang didapatkannya.😅😅
*****
Gaes, novel ini mau aku selesaikan ya, paling empat atau lima episode lagi. Sedih kita bakal berpisah hiks...
Aku mau lanjut ke Novelku yang lain, judulnya Allea. Kalian singgah dong, ceritanya gak kalah seru loh.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya😘😘
__ADS_1
Author GaJe😂