
Lika menatap wajah gusar Adi. Terlihat sekali Adi sedang menahan sesuatu yang membutuhkan penuntasan. Adi membuka pintu kamar tersebut.
"SURPRISE!!!"
Adel, Ria, Mia, Sandra, Leonard dan seorang laki-laki yang nampaknya lajang juga berdiri di depan pintu dengan wajah polos tak berdosa mereka yang telah mengganggu malam penuh cinta sepasang pengantin baru.
Dengan kesal Adi kembali menutup pintu kamarnya namun ditahan oleh mereka.
"Lo semua ngapain disini?" tanya Adi tak bersahabat.
"Selow bro, kami mau berkunjung dan menjalin tali silaturahmi..." ucap Leonard meledek.
"Tenang aja bang Adi, kamu bawa makanan kok!" ucap Adel mengangkat kantong plastik yang dibawanya.
"Pasti ada sesuatu yang tak tertuntaskan ya bang...." ledek Mia tepat sasaran. Sementara Adi menekuk wajahnya, ia tampak menyeramkan jika seperti ini.
"Siapa sayang?" ucap Lika dari dalam hingga para pengganggu malam pengantin penasaran mengintip kedalam.
"Lo semua mau ngapain sih? Pulang aja Sono!" Adi benar-benar kesal melihat para cecenguk yang berdiri di hadapannya ini.
"Mau masuk bang, bang Adi aja gak mempersilahkan masuk. Kami ini tamu bang, harus diperlakukan dengan baik!" celetuk Mia tanpa rasa takut sedikitpun.
"Bener bang Adi, bang Adi pernah gak dengar istilah tamu adalah raja?" timpal Adel.
"Minggir kak, kami mau masuk!" pekik Sandra hingga terdengar oleh Lika.
Lika pun turun dari ranjang dan berjalan menuju pintu tempat kegaduhan itu.
"Kenapa sayang?" ucapnya lembut.
"Ini nih mereka, ganggu aja!" ujar Adi kesal.
"Lika! Kami mau masuk!!!" ucap Mia sembari melompat-lompat melihat keadaan Lika, sebenarnya Ia penasaran sudah sejauh mana malam pengantin mereka berjalan. Dasar Mia, kepo!🤣🤪
"Yaudah kalo mau masuk, silahkan..." ucap Lika sembari menarik tubuh jangkung Adi yang menghalangi pintu.
"Tapi sayang..." rengek Adi memelas.
"Udah gak papa bang, biarin mereka..." ucap Lika polos, tak tau jika suaminya sudah hampir mati menahan hasrat yang seharusnya dituntaskan hari ini.
"Puas!?" pekik Adi ketika para cecenguk pengganggu sudah berada di dalam kamar hotel mereka. Ia berjalan menuju kamar mandi menenteng handuk yang tadi ia gunakan.
__ADS_1
"Sayang, kamu mau kemana?" tanya Lika lembut.
"Mau mandi lagi, gerahhh..." ucapnya lalu menutup pintu kamar mandi dengan kencang.
Para cecenguk pengganggu yang sedari tadi diam menahan tawanya tak dapat menahan lagi.
"HAHAHAHA" Mereka tertawa terpingkal-pingkal melihat raut wajah Adi.
"Sumpah! Aku gak nyesal ikut kesini!" ucap Mia cekikikan.
"Kasian banget hahaha..." ujar Ria disusul tawanya yang tak kunjung berhenti.
"WOY BRO! JANGAN ABISIN SABUNNYA, KASIAN LIKA BESOK GAK BISA MANDI!!!" pekik Leonard sembari menggedor pintu kamar mandi.
"BERISIK BANGS*ATT!!!" umpat Adi dari dalam.
"HAHAHAHA"
Lika hanya menggelengkan kepalanya melihat aksi jahil teman-temannya kepada Adi. Disini pihak Lika merasa sangat diuntungkan karena jika mereka tidak datang mungkin Lika sudah diterkam habis oleh Adi dan tak akan membiarkannya tidur malam ini.
Lika melirik ke arah kamar mandi, sudah setengah jam Adi di dalam dan tidak ada tanda-tanda akan keluar. Lika sempat curiga, apa yang dilakukan Adi sehingga lama sekali untuk mandi
Satu jam setelah Adi masuk disaat mereka sudah lelah tertawa, Adi keluar dengan menggunakan piyama tidur yang baru. Sungguh sial malam pertamanya bukan memadu kasih dengan sang istri malah harus meladeni kejahilan para cecenguk menyebalkan ini. Adi merasa sangat sial.😂ðŸ¤
"Udah lega bro?" ledek Leonard namun tak digubris oleh Adi.
"Main Monopoli yuk, aku bawa monopoli nih!" ujar Adel dan diangguki oleh semuanya kecuali Adi yang masih kesal.
Dengan tak tau diri mereka bermain di dalam kamar yang seharusnya digunakan oleh sepasang pengantin baru untuk malam pertamanya. Mereka malah menggunakan kamar tersebut untuk bermain mainan yang sangat, sangat dan sangat tidak penting.
"Sini sayang, kita satu tim aja yuk!" ajak Lika pada suaminya. Tak tega menolak Adi pun duduk di samping Lika dan turut bermain bersama para cecenguk pengganggu.🤣🤪
"Kalian kok gak pulang aja sih, ngapain gangguin kita disini?" ucap Adi masih kesal.
"Pengen aja gangguin pengantin baru, maklum belum pernah!" sahut Sandra sangat enteng.
"Kalo kami gak ada nanti pernikahan kalian terlalu datar Lik!" ucap Mia sembari mengocok dadu ditangannya.
"Lagian ngapain buru-buru sih kak, kan masih panjang waktunya!" ucap Sandra.
Sementara Adel sang manusia polos pun menatap teman-temannya yang ada disana.
__ADS_1
"Emang bang Adi mau ngapain sih, kok stress banget kayaknya kita datang kesini. Kan enak bang, rame deh kita!" ucapnya enteng.
"HAHAHA"
"Kita itu sudah mengganggu ritual pengantin baru Adel!" seru Mia cekikikan.
"Emang setelah resepsi ada ritual lagi ya? Kapan dong selesainya?" tanya Adel lagi.
"Oh God! Seseorang tolong lemparkan anak ini ke samudra Pasifik!" ucap Ria geram sementara yang lainnya tertawa kecuali Lika dan Adi. Mereka tampak malu membahas maksud dari ritual pengantin baru, pasalnya jika mereka tidak datang mungkin ritual itu sedang panas-panasnya sekarang. 🙊🙈
"Kamu pernah belajar IPA gak?" ucap Leonard meledek.
"Ya pernah lah! SD, SMP, SMA sampe kuliah malah!" ucap Adel sembari menghitungnya menggunakan jari.
"Terus kok gak paham sih?" timpal Sandra semakin gemas dengan kepolosan Adelia.
"Apanya yang gak paham?" Adel semakin pusing.
"Udahlah, udahlah! Gak usah dilanjutin, gak akan ada endingnya!" ucap Ria diangguki oleh Lika dan Mia.
"Apaan sih guys, aku gak ngerti!" ucap Adelia lagi.
Oh God! Ingin sekali rasanya Adi melempar gadis itu melalui jendela, walaupun sedari tadi Adi tak ingin ikut campur pembahasan nyeleneh mereka tapi Adel benar-benar menguji kesabarannya.
"Ganti topik, ganti topik!" ucap Mia lalu membuka lembar permainan monopoli.
"Ini terlihat lebih baik!" ucap Adi datar dan diangguki Leonard.
Mereka pun duduk membentuk lingkaran mengelilingi mainan monopoli tersebut dan mulai bermain. Tak terasa permainan itu menyita perhatian hingga subuh dan satu persatu tumbang alias tidur di tempat. Ada yang tidur di sofa, di karpet permadani tempat mereka bermain dan Lika tidur di pangkuan Adi yang nampak masih segar bermain bersama dengan Leonard dan Jhon, asisten pribadi Leonard yang merupakan teman baiknya juga.
"Sepertinya para gadis-gadis sudah harus tidur, kita hentikan saja permainan ini!" seru Leonard.
"Benar, Lo sama istri Lo juga pasti lelah udah berdiri seharian di pelaminan" ucap Jhon tulus.
"Lalu bagaimana dengan mereka?" ucap Adi melirik empat gadis yang masih tertidur nyaman.
"Bangunin aja kali, mereka udah pesan kamar kok tadi!" ucap Jhon lalu diangguki Leonard.
Adi lalu mengangkat Lika perlahan-lahan dan sengaja tidak membangunkannya. Setelah semua teman-temannya keluar Adi pun mengunci pintu dan berbaring di samping Lika. Ditatapnya Lika yang tertidur pulas, SUNGGUH MALAM PERTAMA YANG SUPER GAGAL!!!ðŸ¤ðŸ¤£
*****
__ADS_1
Jangan Lupa Like dan Komen teman-teman 🥰