Cinta Dalam Diamku

Cinta Dalam Diamku
Episode 89


__ADS_3

Selamat memperingati hari proklamasi ke 75 teman-teman sebangsa dan setanah air.


MERDEKA🇮🇩


*****


"Nih Bonusnya bang Senior..." ucap Mia lalu menuangkan sisa pasta pakan kedalam kolam. Ikan lele itu langsung bergemercik aktif hingga tubuh Adi semakin geli.


"Kasian ya Lika, calon suaminya keduluan dicium sama Lele" ucap Ana.


"HAHAHAHA"


"GAK PUNYA HATI LO SEMUA!!! KELUARIN GUE!"


"Eits! Nanti dulu dong keluarnya, tunggu Lo dinikmatin sama para Lele!" kekeh Andri disahut tertawaan yang lainnya.


"Awas Lo bro, nanti gak perjaka lagi!" ledek Leonard.


"HAHAHAHA"


"Kasian deh Lika dapat bekas-bekas Lele" sahut Mia.


"Tapi lele kehidupan Lo belum dimakan habis kan sama tuh lele-lele?" tanya Andri sengklek.


"BANGS*T!!!"


"HAHAHAHA"


Disaat Leonard, Andri, Ana, Mia dan Sandra menertawai Adi tibalah Renaya dan Prasetya di kediaman Hermawan. Mereka langsung menuju halaman belakang setelah bertanya pada pelayan tentang keberadaan anaknya.


PROK PROK PROK


Renaya bertepuk tangan melihat kondisi anaknya sedang ditindas oleh sahabatnya sendiri. Sesaat hati Adi mulai melihat aura kebebasan saat melihat sosok Renaya dan Prasetya. Sementara Prasetya menahan tawa melihat kondisi anaknya yang sangat memprihatinkan.


"Bunda! Bunda tolong Adi Bun, mereka mau bunuh Adi" adu Adi pada Renaya.


"Ngapain Bunda tolong, salah sendiri kabur dari rumah" ujar Renaya cuek.


"Bunda....Adi anak Bunda loh, kok bunda tega?" ucap Adi dengan nada memelas.


"Mending Bunda lo jadi bunda gue aja bro, malu punya anak model begini" ucap Leonard dan diangguki oleh Renaya dengan jahil.


"Sekalian tambahin telur busuk di kolamnya" ucap Renaya.


"Adonan tepung boleh gak Tan?" tanya Mia semakin jahil.

__ADS_1


"Boleh, pokoknya malam ini kalian bebas ngelakuin apa aja sama anak nakal ini!" ucap Renaya.


"BUNDA!!!" ucap Adi histeris.


Mia langsung berlari ke dapur mengambil tepung dan telur. Tak lupa Mia juga menambahi pewarna makanan kedalam tepungnya. Ia juga membawa serta sebotol besar minyak sayur.


"Nihhh liat aku bawa apa..." ucap Mia saat ia sudah kembali ke halaman belakang.


"LEPASIN GUE!!! LEPAS!!!"


"Kalo kakak bisa ya udah lepas!" ucap Sandra mengaduk-aduk adonan tepung dan pewarna.


"SIRAAAAMMMMM!!!!!"


BYURRRR........


PUK PAK PUK PAK PUK


Satu-persatu telur dipecahkan di kepala Adi.


"HAHAHAHA"


"Jangan lupa minyaknya..." ucap Mia lalu Ia menuangkan minyak tersebut di kepala Adi.


"HAHAHAHAHAHA"


"Masih mau kabur Lo hah?" ucap Andri masih dengan tawanya.


"Puas Lo!" ucap Adi kesal.


"Calon pengantin nakal jangan kabur lagi okey! Kami pergi dulu dadahhhh" ucap Sandra jahil.


"LEPASIN GUE DULU WOY!!!"


"HAHAHAHA" Mereka semua pun berlarian menuju kamar masing-masing meninggalkan Adi dengan kondisi sudah seperti monster.


"LO SEMUA MAU KEMANA? LEPASIN GUE!!!" teriak Adi dengan sisa-sisa tenaganya namun tak ada yang memperdulikannya.


Seorang laki-laki paruh baya yang biasanya mengurus kebun dan empang-empang yang sudah kacau itu menghampiri Adi. Ia menghampiri Adi dengan setengah mati menahan tawanya melihan kondisi Adi yang lebih cocok disebut badut kue daripada calon suami nona muda Hermawan.


"Pak, tolong lepasin saya" ucap Adi memasang wajah memelas minta dikasihani.


Laki-laki itu pun melepaskan ikatan pada tangan Adi dan membantunya keluar dari kolam ikan hias yang sudah sangat kacau balau.


"Silahkan bersihkan tubuhnya di kamar mandi belakang dulu Tuan Muda, nanti saya bawakan pakaian ganti" ucapnya hormat walaupun wibawa Adi sudah jelas-jelas hilang karena perbuatan sahabat-sahabatnya sendiri.

__ADS_1


"Baik pak, terimakasih" ucap Adi lalu pergi meninggalkan laki-laki itu.


Adi terus mengutuki dirinya dan kebodohannya sendiri karena menginjak rumah ini saat masa pingitannya. Dalih bertemu dengan gadis pujaannya, ia malah apes begini sementara orang yang dicari entah dimana keberadaannya.


Setelah membersihkan tubuh kotornya selama satu jam dan menghabiskan satu botol sabun juga shampoo Adi menemui kedua orangtuanya yang sudah menunggu di ruang tamu.


"Udah?" ucap Bunda Renaya jutek.


"Udah Bun" ucap Adi sendu. Adi tampak lelah dan merasa bersalah.


"Besok kabur lagi aja ya kamu, biar gak usah nikah sekalian!" ucap Renaya berang.


"Maaf Bun..."


"Kamu itu buat malu aja tau gak, ayo pulang!" Renaya bangkit dan keluar dari ruangan itu. Mereka tak pamit pada siapapun karena semua orang sudah bersembunyi di dalam kamar masing-masing karena takut terkena amukan Adi. Prasetya hanya tersenyum dan tak bicara apapun. Ia takut jika ditimpali malah akan terkena semburan kobra dari istri galaknya.


Sepanjang perjalanan menuju rumah Adi hanya diam sendu. Rasa rindunya pada Lika benar-benar sudah di puncak dan tak tertahan lagi, ingin rasanya ia menemui dan memeluk gadis imut dan cantik itu. Adi penasaran apa saja yang sudah dilakukannya seharian ini, bagaimana bisa ponselnya berada ditangan mereka. Apakah Lika juga terlibat peristiwa tadi tapi mengapa tak ada Lika disana, apa Lika tak merindukan dirinya saat ini?


Banyak sekali pertanyaan yang bersarang di dalam kepalanya. Adi sangat kelihatan sangat gelisah dan Prasetya merasakan keresahan putranya itu.


"Ayah juga dulu kayak kamu kok Di, rasanya seminggu itu lamaaaa banget."


Adi tersentak dengan ucapan ayahnya.


"Terus ayah ke rumah Bunda juga yah?" tanya Adi antusias.


"Beruntungnya ayah gak **** hahahaha" Prasetya memukul-mukul setir mobil sambil tertawa.


Adi langsung terdiam cemberut.


"Kamu yang menanggapi ini terlalu berlebihan nak, coba kamu lihat Lika, dia menjalani masa pingitannya dengan santai. Ia malah menikmati waktunya untuk bersenang-senang dengan Aygra" ucap Renaya memberikan pengertian pada Adi.


"Lika mah enak Bun, Lika gak dikurung kayak Adi."


"Salah kamu kan, kalo kamu gak dikurung udah dari hari pertama kamu nemuin Lika!"


Adi pun tertawa geli membenarkan ucapan Bundanya. Entah mengapa sehari saja rasanya terlalu lama berpisah dengan gadis itu.


"Sabar Di, kan tinggal dua hari lagi pernikahan kalian. Setelah menikah jangan kasi kendoorrr!!!" ucap Prasetya menyemangati Adi.


"Iya yah, maafin Adi ya yah, Bun" ucap Adi merasa bersalah sudah membuat orangtuanya malu.


Renaya dan Prasetya pun tersenyum lembut.


*****

__ADS_1


Lusa nikah nih hehehe..


Jangan lupa like komen dan Vote 😊🤗


__ADS_2