Cinta Dalam Diamku

Cinta Dalam Diamku
BAB 17


__ADS_3

Caramel masih duduk termenung setelah kepergian Jonathan sesekali ia menghela nafas panjang. Ketika mengingat masa lalunya yang kelam. Sosok Jonathan bisa dapat merubah Caramel yang cenderung pendiam itu. Semenjak pertemuan mereka di perpustakaan waktu itu. Ternyata sosok lelaki seperti Jonathan yang bisa mengubah hatinya yang suram.


Ahh ya, keduanya memiliki sifat yang sama yaitu sangat menyukai dunia fantasi dan buku bergenre fantasi. Meski keduanya selalu berdiam bahkan bersemedi didalam perpustakaan. Tempat habitatnya.


Caramel juga sudah mengetahui bagaimana perasaan Jonathan terhadap Angel. Meski Angel tidak pernah peka terhadap perasaan Jonathan. Lelaki itu tidak pernah memaksa siapapun untuk masuk di kehidupannya.


Meski ayahnya sudah dijodohkan dirinya dengan Jonathan. Caramel masih memandangi langit malam. Suasana begitu hening. Angin berhembus riuh ditelinganya.


Caramel beranjak lalu merebahkan badannya pada kasur Qween sizenya.


..............................


Jonathan sudah berada di rumah. Ia melirik ponselnya yang sedari tadi terus berbunyi. Lalu ia menatap kembali langit kamar. Rasanya ia sangat merindukan Angel yang selalu bermanja kepadanya. Seseorang masuk begitu saja siapa lagi kalau bukan Rendra yang menampakkan wajah kesalnya.


"Kenapa tuh muke lo di tekuk?" tanya Jonathan


"Auh kesel gue ama Sandra, mau ini itu. Ambyar sakit pala gue" ucap Rendra mengeluarkan unek uneknya


"Mungkin lagi PMS kali. Mangkanya marah mulu. Lo tahukan cewek itu gimana"jawab Jonathan memang benar.


Rendra hanya mengangguk mengiyakan. "Gimana hubungan lo dengan Cara?" tanya balik Jonathan.


"Auh, kedua orangtua gue udah ketemu sama orangtua Cara. Malah sudah tentuin lagi tanggal tunangannya." Dumel Jonathan sementara Rendra menatap tak percaya. Apa secepat itu.


"Wahh gila lo, gercep amat" ucap Rendra tak percaya


"Auh ahh bacot lo, gue mau tidur lo langsung datang ganggu gue tahu enggak" kesal Jonathan


"Jadi gue tukang ganggu gitu" ujar Rendra dengan polosnya

__ADS_1


Jonathan berdecak kesal hingga membalikkan badannya kearah jendela. Tanpa ia sadari matanya mulai tertutup. Begitu juga dengan Rendra. Ikut tertidur di sofa.


Terik matahari sudah bersinar di sudut jendela. Jonathan menggeliat, lalu mengucek matanya. Ia mengerjap-ngerjap setelah itu ia melihat Rendra yang masih tidur dengan gaya yang tidak jelas. Jonathan bangkit lalu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Rendra menguap mengguling hingga terjatuh dilantai, "Aww, Sakit siapa sihh yang menaruh di lantai disini" ucap Rendra mulai ngaco.


Jonathan yang baru keluar langsung terkekeh karena kelakuan sahabatnya itu. "Lo ngomong ngaco banget" ucap Jonathan sambil menggelengkan kepalanya heran.


"Pergi sana mandi. Udah telat ini. Mau lo dihukum sama guru bk" lanjut Jonathan dengan seketika nagcir kekamar mandi.


"Emang dasar, kelakuan tidak berubah" setelah mengucapkan itu Jonathan segera bersiap. Sudah kesekian kalinya. Jonathan dan Rendra selalu berangkat bersama. Karena Rendra selalu menginap dirumahnya. Entah lelaki itu kapan pulang kerumah. Apa orangtuanya tidak mencarinya.


Jonathan sudah bersiap dengan seragamnya. Begitu juga dengan Rendra. "Wihh cakep amat calon tunangan Cara" ledek Rendra.


Tetapi Jonathan hanya mengacuhkannya. "Ayoo berangkat, Angel sudah tungguin tuh" ujar Jonathan yang diangguki oleh Rendra.


Setelah semua dianggap selesai Rendra dan Jonathan berangkat. Rendra yang mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sedangkan Jonathan hanya duduk santai beberapa menit kemudian ia sampai dirumah Angel. Rendra menekan kuat klakson hingga menampakkan batang hidung Angel yang langsung masuk begitu saja kedalam mobilnya.


"Apaan sih baru datang, langsung mengoceh kayak kereta lo" balas Rendra ketus sementara Jonathan sudah sibuk dengan ponselnya.


"Jojo, bantuin Rendra marahin gue" rengek Angel


"Jadi berangkat enggak sih. Mau lo dihukum. Kalau gue sih enggak" sungut Jonathan mendengus. Lalu Rendra dengan cepat menjalankan mobilnya.


Didalam mobil Angel terus mengoceh tidak jelas perihal abangnya yang mengajak dirinya dan menjadikannya sebagai obat nyamuk demi kencan Rey. Rendra yang mendengarnya hanya bisa tertawa lepas sambil meledek Angel yang jomblonya karatan. "Mangkanya cari pacar sana. Jomblo kok dipelihara" ucapnya masih dengan tawanya.


"Sialan lo," balas Angel


Jonathan yang mendengar hanya bisa tersenyum kecil. Mengapa ia memiliki dua sahabatnya yang otaknya di bawa rata-rata.

__ADS_1


Mobil Rendra memasuki gerbang sekolah, lalu memarkirkannya. Jonathan keluar diikuti oleh Angel dan Rendra. Jonathan hanya terlihat cuek saat kedua sahabatnya itu tebar pesona di penjuru sekolah.


Berjalan santai tidak lama ada seseorang yang menyamai jalannya. Jonathan terkejut saat Caramel sudah berada disampingnya menampilkan senyum lebarnya sedangkan Rendra dan Angel sudah menjauh.


"Biasa anak eksis" ujar Jonathan menaikkan dagunya


"Ohh ya, kok aku baru tahu" ucap Caramel


Jonathan dan Caramel hanya berjalan bersama-sama sambil terkekeh. Angel yang menoleh menatap cemburu. Ada rasa sesak dalam dirinya saat melihat Jonathan bersama dengan cewek lainnya. Tetapi Angel berusaha setenang mungkin.


"Aku ada buku baru, ini coba baca pasti kamu suka" Caramel menyodorkan sebuah buku. Dengan sigap Jonathan mengambilnya. "Wihh, lo beli dimana. Padahal dari bulan lalu aku cari enggak dapet" ucapnya


Caramel menatap Jonathan dengan binar. Ia sangat senang karena lelaki itu sangat menyukai buku yang disodorkan.


.....................


Kantin sedang ramai, suasananya sangat riuh. Dipadati oleh semua siswa yang berbondong untuk mengantri. Angel mendengus saat melihat tidak ada tempat kosong. Lalu berjalan menuju tempat di pojok langkah Angel terhenti saat melihat Jonathan bersama dengan Caramel sedang duduk mengobrol. Entah itu apa Angel tidak tahu. Kenapa Angel merasa ada tang hilang semenjak Jonathan di kabarkan bertunangan dengan Caramel. Rendra yang baru saja datang lalu melirik perubahan raut wajah Angel.


Rendra menghampiri dan diangguki Sandra, "Lo cemburu ya?" ledek Rendra


Angel berdecak kesal, "Enggak," jawabnya sambil menghentakkan kakinya pergi begitu saja


Sementara Rendra tertawa gemas melihat kelakuan dari sahabatnya.


Rendra yang menghampiri Jonathan, "Wihh, asekk banget nih berdua" ucapnya


Jonathan mendongak "Ahh elo, bikin gue kaget aja. btw Angel kemana tumben tidak nongol" ujarnya mencari seseorang yang tidak memunculkan dirinya.


"Kemana Angel ya, biasa tuhh orang paling heboh. enggak biasanya?" gumam Jonathan

__ADS_1


Rendra sudah duduk disampingnya bersama dengan Sandra yang bergelayut manja. Caramel hanya bisa menatap Sandra aneh. sedangkan yang ditatap malah acuh.


__ADS_2