Cinta Dalam Diamku

Cinta Dalam Diamku
Episode 60


__ADS_3

Hallo lagi Guys, up lagi nih


Semoga kalian suka ya😌


Selamat membacaπŸ˜‡πŸ˜‡


πŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’Ž


Seorang wanita turun dari jet pribadinya di bandara Charles de Gaulle. Wanita itu menarik kopernya keluar dari bandara itu menunggu seseorang yang akan menjemputnya.


Wanita itu berjalan melenggak-lenggok menjadi pusat perhatian di bandara Charles de Gaulle, Paris. Walaupun usianya sudah hampir setengah abad tapi wajah ayu dan body goals membuat Renaya tampak awet muda.


Renaya membuka kacamata hitam yang dikenakannya,


"Demi kamu Adi, bunda harus datang kesini. Kamu itu kenapa sih gak mau nurutin Bunda."


Renaya sengaja berangkat dari Indonesia menuju Paris walaupun dia tau kota itu sedang musim dingin demi si buah hati yang sampai sekarang belum berniat memberinya menantu apalagi cucu.


"Silahkan Nyonya."


Dengan sebal Renaya memberikan kopernya pada supir yang dikirim Adi untuk menjemputnya ke bandara.


"Jemput Bundanya sendiri aja gak mau!"


Sepanjang perjalanan hingga tiba di apartemen keluarga Hermawan Renaya terus bersungut-sungut.


Saat tiba didepan pintu apartemen, Renaya menggedor-gedor pintu tak sabar. Kesabarannya habis menghadapi anak semata wayangnya itu.


"Tante..." Ana menyambut Renaya dengan pelukan hangat.


"Ayo masuk Tante, Tante pasti capek kan abis perjalanan jauh." Ana membawakan tas dan koper Renaya masuk kedalam.


"Adi mana sayang?" Renaya berusaha tersenyum walaupun menahan marah.


"Kak Adi lagi dikamar Tan, mungkin lagi istirahat. Tante mau Ana anterin?"


Renaya mengangguk. Ana pun berjalan menuju sebuah kamar diikuti oleh Renaya dibelakangnya.


Tok..tok


"Kak Adi..Tante udah nyampe nih. Kak..."


Kunci berbunyi tandanya Adi tengah membuka pintu. Ketika pintu kamar sudah terbuka, Adi langsung disambut oleh jeweran tangan Renaya di telinganya.


"Kamu durhaka banget ya sama Bunda. Bunda dateng malah gak kamu jemput ke bandara. Kamu mau Bunda kutuk jadi batu seperti Malin Kundang?"

__ADS_1


"Aduh..aduh Bunda. Bunda sakit....."


"Biar tau rasa kamu ya, udah tua tapi gak punya perasaan sama Bunda!" Renaya semakin menarik telinga Adi dengan kuat.


Ana hanya menonton tingkah ibu dan anak didepannya. Pasalnya jika Ana ikut campur mungkin yang selanjutnya kena sembur itu malah dirinya sendiri, jadi wanita itu memilih diam dan tertawa didalam hati.


"Bunda, ampun Bunda." Adi memegang telinga yang nyaris putus itu karena rasa sakit dan panas bercampur jadi satu.


"Ikut Bunda pulang, kamu mau Bunda nikahin sama anaknya temen arisan Bunda. Kalo nunggu kamu nanti sampe Bunda pikun pun kamu gak akan dapet!"


"Bunda..." lirih Adi.


Lima tahun terakhir tak bosan-bosannya Renaya, bundanya menjodohkan dirinya dengan gadis manapun. Semua putri dari teman, sahabat, relasi atau bahkan biro jodoh sekalipun sudah dikerahkan oleh Renaya untuk mencuri hati Adi. Bagaikan air dan minyak, tak bisa bersatu.


"Bunda udah mau nimang cucu nak, kamu kapan nikahnya? Kamu harus move on dari Lika, dia sudah bahagia di surga nak." Renaya memijit pelipisnya, habis sudah semua cara yang Ia lakukan agar Adi secepatnya menikah dan move on dari Lika.


"Lika masih hidup Bunda!!!" suara Adi meninggi namun sedikit tertahan. Adi kembali mengingat terakhir bertemu dengan Lika, gadis itu sudah bertunangan dengan orang lain.


"Kamu jangan seperti ini nak, Lika itu sudah meninggal!" Renaya tak kalah galak dari Adi.


"Lika memang masih hidup Tan" ucap Ana lirih. Kata-katanya sangat pelan dan halus namun tetap terdengar jelas di telinga Renaya.


"Apa-apaan ini!? Kalian jangan bercanda! Ana..Tante tau kamu mau belain Adi, tapi gak gini caranya sayang." Renaya menepuk pundak Ana pelan namun Ana langsung menggenggam tangannya.


"Tante harus percaya sama kami Tan. Kami lihat dengan mata kepala kami sendiri bahwa Lika masih hidup dan Lika juga yang nolongin Aygra." Ana bicara pelan dan penuh dengan kehati-hatian, takut bila salah kata yang membuat Renaya menjadi salah paham.


Renaya melihat Ana dan Adi bergantian meminta jawaban. Mereka mengangguk pelan mengiyakan pertanyaan Renaya.


Pandangan Renaya tiba-tiba menjadi gelap dan Brukkkk!!! Renaya jatuh pingsan, wanita itu shock atas berita yang baru Ia dengar. Siapapun pasti akan shock dengan kabar ini, apalagi orang itu adalah calon menantu yang lima tahun lalu sangat diidamkannya.


***


"Oma kenapa ma?" tanya Aygra saat Renaya sudah terbaring diatas ranjang.


"Oma capek aja kok sayang, kamu lanjut main ya. Nanti Oma temenin kamu main ya sayang yah." Walaupun dalam kondisi seperti ini Renaya tetap memperhatikan bocah itu. Sejak lama Renaya ingin menimang cucu namun keadaan Adi harus membuatnya bersabar lagi.


Setelah Aygra berlari keluar kamar dan asyik bermain sendiri, Renaya memegang tangan Ana yang duduk disisi ranjang tepat disampingnya.


"Jadi apa yang sebenarnya terjadi nak? Bagaimana bisa Lika masih hidup?"


"Ceritanya panjang Tan, bermula dari Aygra hilang dan ternyata ditemukan Lika. Kami juga gak tau persis gimana ceritanya Aygra bisa bersama Lika, kami belum sempat bicara tapi Lika udah dibawa pergi." Ana bercerita terus terang.


"Dibawa pergi?" Renaya mengernyitkan keningnya mendengar ucapan terakhir dari Lika.


"Bunda... Bunda istirahat aja ya" pinta Adi dengan halus.

__ADS_1


Renaya mengabaikan perkataan Adi dan kembali menoleh pada Ana.


Ana mengangguk. "Sepertinya banyak hal yang enggak kita tau selama lima tahun ini Tante. Kak Adi bener Tan, Tante harus istirahat. Kita akan cari Lika Tante, semua pasti akan baik-baik saja Tante." Ana menggenggam tangan Renaya seolah-olah memberikan kekuatan.


Ditempat lain setelah pertemuan dengan masa lalu Lika, gadis itu sangat shock. Dia sangat terpukul melihat wajah kecewa mereka terutama Adi.


Leonard membawa Lika menuju apartemennya sendiri dengan paksa. Selama perjalanan menuju apartemen air mata Lika terus mengalir tanpa suara. (Author pernah nangis tanpa suara, rasanya sesak banget duhh😭😭)


Api kemarahan masih terpancar dari wajah Leonard. Pria itu seakan tidak terima jika Lika harus bertemu lagi dengan orang-orang yang sudah membuat Lika menderita selama ini.


"Aku harap kamu jangan terbawa perasaan Cilaa!" Leonard melirik Lika dengan sudut mata yang masih menunjukkan pemiliknya sedang marah.


"Kamu gak tau semuanya Iyo, mereka gak tau apa-apa hiks..hiks.." Lika histeris. Pasalnya selama ini bukan mereka yang menyebabkan Lika sampai di kota ini. Mereka juga tak mengerti mengapa Lika bisa masih hidup.


"Cila!! Mereka yang ngirim kamu kesini!! Jangan berusaha membela mereka didepanku!!" Leonard menghentikan mobilnya tiba-tiba. Hatinya semakin panas melihat Lika membela mereka.


"Kenyataannya memang begitu Leonard!!!" Lika berteriak histeris, wajah dan lehernya memerah karena marah, marah karena Leonard sok tau apa yang sudah terjadi.


"Cila..." ucap Leonard pelan. Tak pernah sekalipun didengarnya Lika berbicara dengan nada tinggi apa lagi berteriak seperti itu. Dibelainya rambut gadis itu, menyesal sudah keras padanya.


Lika menepis tangan Leonard,


"Antar aku pulang, aku mau istirahat!" ucapnya lirih hampir tak bersuara.


"Cila aku minta maaf."


"Antar aku pulang Leonard!" katanya dingin. Wajah datar Lika yang tanpa ekspresi membuat Leonard terluka. Leonard merasa bersalah atas semua yang dilakukannya.


Leonard menghidupkan mesin mobilnya dan memacu mobil sport mewah itu menuju apartemen Lika. Tak ada lagi kata-kata yang keluar dari mulut Lika, sepanjang perjalanan Ia tak sekalipun melihat kearah Leonard. Pandangannya dialihkan ke jalanan kota.


Setiba di depan gedung apartemen, Lika langsung keluar dan masuk kedalam gedung itu. Leonard hanya melihat punggung gadis itu menjauh dari mobilnya. Rasa bersalah semakin menyesakkan dadanya ditambah sikap Lika menjadi dingin.


'Apa aku terlalu kasar pada Cila? Apa sebaiknya biarkan dulu Cila menenangkan diri' batinnya.


Leonard terus memperhatikan Lika hingga masuk kedalam lift. Setelah Lika menghilang dari pandangannya barulah pria itu memacu mobilnya meninggalkan kawasan apartemen Lika.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


TEMAN-TEMAN READERS-KU TERSAYANG 😍


TERIMAKASIH YA UDAH SETIA IKUTIN SETIAP EPISODE CINTA DALAM DIAMKUπŸ™πŸ™πŸ™


PLEASE LIKE, KOMEN & FOLLOW AKU DONG😌😌


JANGAN LUPA VOTE JUGA YA πŸ˜‡KARENA SETIAP PARTISIPASI KALIAN BAIK DALAM LIKE, KOMEN & FOLLOW SANGAT MEMPENGARUHI MOOD AKU DALAM MENULISπŸ’ŒπŸ˜»

__ADS_1


THANK YOU🌈


Anne Chellyca✍️


__ADS_2