Cinta Dalam Diamku

Cinta Dalam Diamku
Episode 63


__ADS_3

Hola Guys...


Selamat datang kembali


Happy Reading yahhπŸ˜‰


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Pagi hari disambut sinar matahari yang malu-malu memperlihatkan dirinya. Pagi itu suhu udara semakin dingin sehingga membuat orang-orang yang ada di kota itu lebih betah didalam rumah.


Lika menggeliat malas diatas ranjang king size miliknya. Beberapa hari ini Lika selalu kurang tidur karena terlalu stress atas semua masalah yang tengah dihadapi.


Hari ini Lika berniat untuk pergi ke suatu tempat yang pastinya sudah dipikirkan dengan sangat matang.


Lika bangkit dari tempat tidur dan membuka gorden kamar tidurnya memperhatikan keadaan diluar sana. Salju putih menutup semua tempat, beruntung jalanan sudah dibersihkan.


Lika tersenyum menatapnya, ia bisa pergi hari ini. Wanita itu bergegas menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya. Setengah jam kemudian Lika sudah keluar dengan handuk kimono berwarna merah muda. Ia mengambil sepasang pakaian dan sebuah jaket panjang.


Setelah mengganti pakaiannya, Lika memoles wajahnya natural dan setelah mengeringkan rambut Lika menambahkan sebuah hiasan mutiara kecil.


Lika menggunakan topi hangat, syal dan sarung tangan. Lika mengambil sebuah handbag dan kunci mobilnya yang sudah hampir dua Minggu tak digunakan.


"Musim dingin sangat menyebalkan! Pakaian ini sangat sesak!"


Lika melangkah keluar dan menuju lift apartemen itu.


"Good morning Ms.Lika!" sapa seorang wanita yang kebetulan tetangga apartemen Lika.


"Good morning Mrs.George." Lika melambaikan tangannya membalas sapaan Mrs. George. Sembari itu Ia berjalan dan keluar dari apartemen itu dengan mobilnya. Beruntung mobil itu baik-baik saja setelah dianggurkan.


Sesampai di depan pintu sebuah apartemen Lika memandang pintu itu. Biar bagaimanapun Lika pernah tinggal disini sebelum Lika membeli apartemennya yang sekarang.


"Mereka pasti disini" gumam Lika sembari menekan bel. Ia memilih bertamu seperti orang lain walaupun Lika tau password apartemen itu. Lika menekan hingga tiga kali, 'apa gak ada orang?' batinnya.


Kemudian pintu itu terbuka, seorang perempuan menatapnya bersahabat.


"Lika..." Ana berteriak histeris.


"A..ana!" Lika sangat canggung menghadapi ini, tangannya basah karena gugup.


Ana memeluk Lika, mengelus-elus rambut Lika dengan sayang.


"Aku kangen banget sama kamu, aku bahagia banget kamu masih hidup."


Lika masih berdiri kaku, bingung harus membalas Ana atau tidak hingga sebuah pertanyaan terdengar dari dalam apartemen, "Siapa yang datang sayang?"


Ana melepaskan pelukannya pada Lika namun tangannya tetap menggenggam erat tangan wanita itu. "Ayo masuk, mereka pasti senang ketemu kamu!"

__ADS_1


Ana menuntun Lika masuk hingga tertahan karena Lika tak bergerak sama sekali. "Ayo!" Ana meyakinkan Lika.


"Tapi aku kesini hanya mau bicara dengan kamu dan Bang Andri, please!"


Dahi Ana berkerut, "Tapi aku yakin Kak Adi sangat merindukan kamu Lik, ada Tante Renaya juga didalam."


Deg! Jantung Lika tiba-tiba berdetak kencang, apakah Lika siap akan pertemuan ini?


"Please!" hanya kata itu yang mampu keluar dari mulut Lika.


Ana tersenyum, Ia paham perasaan Lika. Biar bagaimanapun pasti Lika punya banyak hal yang mau dijelaskan dan itu harus secara perlahan pikirnya.


"Yaudah, setidaknya kamu masuk aja yuk. Nanti kita bicara dalam kamar aja."


Lika mengangguk pelan, jantungnya berdebar semakin kencang ketika Ana membawanya kedalam. Lika berkeringat, tangannya semakin basah dan hal itu dapat dirasakan oleh sahabatnya, Ana.


"Tenang aja, kamu gak perlu khawatir." Ana memasang senyumannya semanis mungkin karena sadar Lika sangat gugup.


Ketika tiba di ruang keluarga, "Lihat deh siapa yang datang!" ucap Ana mengagetkan semua orang. Mereka menatap lekat kearah Lika terutama Renaya.


"Aunty!!!" Aygra berlari kearah Lika, "gendong aku Aunty!" Aygra merentangkan tangannya agar digendong oleh Lika.


"Aunty kok tau rumah Aygra? Aunty pasti kangen sama Aygra kan?" Aygra sangat bawel dan ternyata mampu menghilangkan kegugupan di wajah Lika.


"Aunty kok diem? Om galak itu gak marahin Aunty kan?" Aygra melihat seluruh wajah, leher dan tangan Lika mencari sesuatu yang menjadi bukti bahwa Aunty-nya itu baik-baik saja.


Aygra menghela nafasnya, persis seperti orang dewasa namun membuatnya semakin menggemaskan.


"Aygra, Aunty-nya lagi capek tau" tegur Ana.


"Gak mau Mama, Aunty kesini kan kangen Aygra!" Anak itu semakin bergelayut manja di gendongan Lika.


"Gak papa kok Na," sahut Lika.


Renaya semakin terperangah, didepannya benar-benar sosok Lika bukan ilusi semata. Ia pun mendekati Lika dan menyentuh wajah Lika dan benar saja, itu bukan arwah (ya kali ada arwah masih pagi giniπŸ˜„)


Ana pun mengambil alih Aygra dari pelukan Lika. Lika menatap Renaya dalam, hatinya sakit mengingat Ia telah membohongi semua orang.


Plak!


Satu tamparan mendarat di pipi mulus Lika. Semua yang ada di ruangan itu terkejut atas perbuatan Renaya.


"Bunda!" Adi berteriak dan mendekati Lika. Lika sampai terjatuh karena tidak menyangka Renaya akan menamparnya. Bukan hanya Lika tapi semua orang yang ada di ruangan itu tidak menyangka.


"Kamu gak apa-apa?" tanya Adi khawatir.


Renaya menarik tangan Adi, "Wanita ini sudah membuat kamu menderita selama ini nak, dia pantas menerima lebih dari itu!"

__ADS_1


Bulir air mata Lika mengalir, panas dan perih di pipi kirinya.


"Aunty...." Aygra mendekat dan memeluk Lika. Ia menatap Renaya penuh dendam, "Oma jahat! Aygra benci sama Oma!!" teriaknya.


"Aygra, gak boleh gitu nak sama Oma. Ayo minta maaf sayang!" pinta Ana lembut.


"Gak mau Ma, Oma udah jahat sama Aunty." Aygra mengacuhkan Renaya dan kembali kepada Aunty-nya.


"Aunty gak papa sayang," Lika berusaha berdiri dan menatap Andri yang sedari tadi masih duduk terdiam di sofa.


"Ana, Bang Andri, Aku kesini mau bicara dengan kalian. Please!" Suara Lika serak seperti orang yang sedang menangis. Benar saja, saat berbalik melangkah menuju sebuah kamar besar di apartemen itu air mata Lika mulai mengalir tanpa rem.


Ana mengangguk pada Andri agar mengiyakan perkataan Lika. Setelah Andri bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamar itu Ana pun menunduk, "Aygra sama Om dan Oma dulu ya, Mama dan Papa mau bicara sama Aunty!"


"Tapi Aygra mau sama Aunty ma!"


"Bentar aja okey, abis ini kamu boleh sama Aunty."


"Aygra pun mengangguk dan terus memandang Mamanya berjalan menuju kamar.


Didalam kamar itu, Lika memandangi wajahnya didepan cermin. Wajah putih itu punya bekas tangan yang memerah, sangat panas dan perih.


"Sebentar aku ambilin air es ya" ujar Ana.


"Gak usah Na, aku baik-baik saja. Habis ini aku akan pulang kok."


"Apa yang terjadi Lika? Ceritakan sama Abang apa yang sudah terjadi!" ujar Andri dingin. Walaupun tak dikatakan, Andri juga sangat stress berfikir mulai dari pertemuan mereka di butik saat itu. Andri sama sekali tidak tau apa-apa.


"Ceritanya panjang bang..." ujar Lika pelan, Lika menunduk.


"Abang akan dengarkan Lika...Jangan seperti ini!" Andri sudah tak tahan, Ia mendekati Lika dan memeluk gadis itu.


Bagi Andri walaupun Lika sudah bertransformasi menjadi wanita dewasa seperti ini, Lika masihlah adik kecilnya yang selalu manja dan menggemaskan. Tak ada yang bisa mengubah itu.


"Ambilkan kompres!" titah Andri pada istrinya. Ana mengangguk dan keluar mengambil Air.


πŸ‘§πŸ‘§πŸ‘§πŸ‘§πŸ‘§πŸ‘§πŸ‘§πŸ‘§πŸ‘§πŸ‘§πŸ‘§πŸ‘§πŸ‘§πŸ‘§


TEMAN-TEMAN READERS-KU TERSAYANG 😍


TERIMAKASIH YA UDAH SETIA IKUTIN SETIAP EPISODE CINTA DALAM DIAMKUπŸ™πŸ™πŸ™


PLEASE LIKE, KOMEN & FOLLOW AKU DONG😌😌


JANGAN LUPA VOTE JUGA YA πŸ˜‡KARENA SETIAP PARTISIPASI KALIAN BAIK DALAM LIKE, KOMEN & FOLLOW SANGAT MEMPENGARUHI MOOD AKU DALAM MENULISπŸ’ŒπŸ˜»


Jangan Lupa gabung di grup aku juga ya, supaya kalian gak ketinggalan info Up Novel aku.

__ADS_1


THANK YOU🌈


Anne Chellyca✍️


__ADS_2