Cinta Dalam Diamku

Cinta Dalam Diamku
Episode 62


__ADS_3

Happy Reading Everyone!


Semoga kalian suka ya walaupun ini banyak part ngeselinnya, yang sabar ya nunggu part keuwuuan Lika dan AdiπŸ˜‚


🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈


Malam itu Leonard kembali ke apartemen Lika. Tumpukan rasa bersalah membawa kakinya hingga melangkah ke tempat itu.


Tok.tok...


"Siapa yang bertamu malam-malam gini?" Lika melangkah dengan heran dan membukakan pintu.


"Cilaaa" Leonard muncul dengan sebuah buket bunga mawar merah.


Lika hanya menggunakan sebuah gaun tidur kimono dan rambut terurai yang masih basah. Tentu saja tanpa ditanyakan pun Leonard tau Lika belum menggunakan produk apapun di wajahnya tapi tetap saja Lika sudah memang cantik dipandang dari mana-mana sekalipun dari menara Eiffel. πŸ˜‹


"Iyo..." Lika membalik badannya, "aku ganti baju dulu sekalian mau pake skincare."


Leonard memegang tangan Lika, "kamu gini aja udah cantik kok."


Lika tersipu, kejadian kemarin ternyata tidak menimbulkan dendam di hati Lika. Lika menoleh dan mengambil buket bunga dari genggaman Leonard.


"Ini buat aku kan?" Senyuman menggoda menyungging dari bibir manis Lika.


"Sure!"


"Kamu tunggu disini bentar ya, aku ganti baju dulu. Aku baru selesai mandi." Lika menunjuk sofa dengan matanya mengisyaratkan agar Leonard duduk.


"Aku ikut, kamu kan dandanya lama."


Lika memanyunkan bibirnya kesal. Ia mencubit pinggang Leonard sangat kuat.


"Hilangkan mesummu itu atau kubawa ke dokter saraf?"


"Untuk apa Cila?"


"Periksa isi otakmu yang selalu mesum!" Lika mendorong tubuh Leonard hingga terduduk di sofa dan langsung berlari menuju kamarnya.


Ketika Lika menghilang dibalik pintu senyuman kecil menghiasi wajah Leonard. Senang dan bahagia, dua kata itu cukup mendeskripsikan perasaannya karena Lika tak menunjukkan gelagat kemarahan.


Setengah jam Leonard menunggu Lika sampai pria itu tertidur. (Capek kali ya abis porak-porandain apartemen mewah, sayang banget barang-barangnya. Mending mas Leonard kasi ke author aja hihihi)


"Hmmm..Malah tidur." Lika menghela nafasnya dan,


"Aauu, aauuuuu!!!" Leonard gelagapan menjerit karena telinganya ditarik oleh Lika.


"Tidur aja terus ya Mr. Leonard Christian!!" Lika mendecak karena kesal.


Ditengah kesadarannya yang masih setengah-setengah, Leonard bisa melihat Lika sudah berdandan cantik.


"Kamu mau kemana?" Kalimat tanpa saringan keluar dari mulut Leonard.


"Do you think 'Forgive' is free?"


'Kapan sih wanita ini gak mikirin uang' batin Leonard gusar.


"Ngapain bengong? Ayo!!" Lika melangkah keluar dari apartemennya meninggalkan Leonard yang masih bengang-bengong.

__ADS_1


Leonard hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah laku Lika, kehidupan Lika yang sangat susah lima tahun ini membuat wanita itu lebih realistis sekarang.


"Cila, Kita mau kemana?" tanya Leonard setelah mereka berada di dalam lift.


"Ke restoran paling mahal dan mewah di kota ini, aku laper."


Leonard membelalakkan matanya, Ia menelan ludahnya kasar.


'Dompetku!' batin Leonard sambil melihat Lika dengan tatapan nanar.


'Gila! Aku seorang Leonard Christian akan menikah dengan wanita yang sangat tega begini? Apa jadinya aku nanti.'


"Kenapa harus melihatku seperti itu?" ujar Lika tak nyaman. Lika tau pasti jika Leonard paham bahwa dirinya sedang dikerjai.


"Nothing, you are so perfect!"


"Of course!" sahut Lika.


Sumpah saja, jika bukan karena merasa bersalah atas kejadian kemarin, ingin rasanya Leonard menggiling gadis ini hingga remuk dan lembek seperti tahu.


(Semangat Lika, author dukung nihπŸ˜‚)


Selama di restoran itu Lika tak ada memperlihatkan gelagat bahwa Ia sedang marah. Lika tetap bersikap biasa menghadapi Leonard dan menyantap makanannya dengan lahap hingga habis tak tersisa.


"Lapar apa doyan?" ledek Leonard.


Lika tertawa geli, "Dua-duanya. Lucu ya, udah lama ninggalin Indonesia tapi masih inget istilah itu" kekeh Lika.


"Iya dong, aku kan warga negara yang baik!" sahut Leonard tak mau kalah.


Leonard menatap Lika serius, 'Apa lagi ini ya Tuhan, biarkan lah anakmu ini hidup dengan tenang' batin Leonard.


"Biarkan aku berdamai dengan masalaluku." Lika melirik Leonard, tampak perubahan ekspresi yang signifikan disana.


"Aku gak mau masalah ini terus berlarut-larut, sebelum kita menikah aku ingin berdamai dengan mereka" tambahnya.


"Cilaaa...Apa yang kamu inginkan? Mereka sudah membuang kamu." Leonard mencoba menahan amarahnya, kejadian kemarin cukup menegurnya hingga bersikap seperti ini.


"Bukan mereka Iyo, bukan mereka. Mereka tidak mengerti apa-apa." Lika menggenggam tangan Leonard, menggenggam dengan sangat lembut.


Leonard menghela nafas dengan berat, "Terserahlah."


Lika membulatkan matanya, Ia memeluk Leonard.


"Thank you so much, aku sangat bahagia iyoo!" bulir-bulir air mata kebahagiaan terpancar diwajah Lika. Leonard membalas pelukan Lika dengan kaku, mulut berbeda dengan hati. Jauh dalam lubuk hatinya Leonard tidak menyukai ini, namun Ia tak memilih egois.


"Apa kamu sudah merencanakan ini sebelumnya Cila?"


Lika mendongakkan wajahnya menatap wajah Leonard dan melepaskan pelukannya dari pria itu.


"Sebenarnya aku baru aja kepikiran, tapi apa salahnya sih Iyo? Kita akan menikah, mereka adalah bagian dari kisah sejarah aku juga. Apa kamu gak mau menerima masalalu aku?"


Lika menatap Leonard menelisik, waspada akan jawaban yang tidak jujur akan keluar dari mulut Leonard. Semenit, dua menit tak ada jawaban juga yang keluar dari sana.


Lika menghela nafasnya. Ia mengambil handbag-nya dan beranjak.


"Ayo kita pulang, aku butuh istirahat!"

__ADS_1


Lika langsung berjalan menuju kasir dan menyerahkan credit card miliknya. Leonard terkejut bukan main, tadinya Ia berfikir bahwa Lika akan menguras dompetnya seperti biasa jika mereka sedang bertengkar, namun kali ini Lika malah membayar semua tagihan mereka.


Tanpa menoleh kearah Leonard, Lika langsung keluar dari restoran itu. Leonard pun berlari kecil menyeimbangi Lika agar mereka sampai di mobil secara bersamaan.


Diluar dugaan, Lika berjalan bukan menuju mobilnya.


"Mobilnya disini Cila."


"Aku akan pulang dengan taxi, arah kita berlawanan."


Bagai disambar petir tujuh kali (Author lebay ahh) Leonard terdiam mendengar ucapan Lika. Raut wajah Lika datar tanpa ekspresi, tak ada ekspresi marah ataupun senang.


'Gila! Cila sangat menyeramkan jika seperti ini' batinnya.


"Ayolah Cila, pulanglah denganku! Please..." Leonard benar-benar putus asa, baru kali ini Ia melihat sosok menyeramkan Lika.


Lika pun menatapnya tajam,


"Ok!"


'What? Just it?' Leonard mengutuki dirinya dalam hati. Leonard benar-benar tak habis pikir dengan wanita didepannya, wanita ini bahkan lebih dingin dari salju yang berjatuhan.


"Satu menit lagi aku akan pulang dengan taxi!"


Ucapan Lika menyadarkan Leonard dari lamunannya, diam ya diam. Mungkin menghadapi sikap Lika lebih menguntungkan jika diam.


Sepanjang perjalanan pulang, Lika masih saja diam membisu. Leonard hampir gila karena itu. Ia merasa posisinya serba salah.


'Bukannya tadi karena aku diam sehingga dia seperti ini? Lalu jika aku bicara juga dia hanya diam sekarang. Aku harus bagaimana??' Kebingungan sedang melanda Leonard, baru dua hari bertunangan sudah mendapatkan masalah setiap hari, apalagi menikah.


"Thank you!" satu kalimat dan Lika keluar dari mobil Leonard tanpa menoleh sedikitpun. Wanita itu berjalan menuju lift dan menghilang dibalik pintu lift itu.


******!


Lika ngambek!


Lika marah!


Leonard memukul-mukul setir mobilnya.


Kalau bukan mengingat Lika akan kembali dengan mantannya jika Ia mati mungkin Leonard sudah gantung diri karena tak sanggup menghadapi kemarahan wanita itu. πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„


⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐


TEMAN-TEMAN READERS-KU TERSAYANG 😍


TERIMAKASIH YA UDAH SETIA IKUTIN SETIAP EPISODE CINTA DALAM DIAMKUπŸ™πŸ™πŸ™


PLEASE LIKE, KOMEN & FOLLOW AKU DONG😌😌


JANGAN LUPA VOTE JUGA YA πŸ˜‡KARENA SETIAP PARTISIPASI KALIAN BAIK DALAM LIKE, KOMEN & FOLLOW SANGAT MEMPENGARUHI MOOD AKU DALAM MENULISπŸ’ŒπŸ˜»


Jangan Lupa gabung di grup aku juga ya, supaya kalian gak ketinggalan info Up Novel aku.


THANK YOU🌈


Anne Chellyca✍️

__ADS_1


__ADS_2