Cinta Tak Bertuan - Unmanned Love

Cinta Tak Bertuan - Unmanned Love
Korea Selatan


__ADS_3

Siska semakin geram karena pekerjaan membuat cake dan mengedarkannya ke langganan mereka dilakukan sendiri. Mbo Ratih membantu, tapi tidak bisa melakukan apa-apa sepertinya.


Siska harus menghabiskan bahan yang ada dan tetap mengedarkan cake, Agni sudah mengingatkan padanya agar tidak satu haripun kosong dan pelanggan jadi kecarian cake hasil produksi 'dapur si kembar'.


Namun yang membuat hati Siska tak karuan bukanlah masalah cake itu saja, yang paling membuatnya keki adalah karena Victor dan Agni semakin dimabuk asmara dan kini mereka sedang berlibur dan membawa si kembar juga.


Saat dia menawarkan diri untuk ikut dengan alasan agar ada yang menjaga si kembar, Agni spontan dan dengan tegas menolak tawaran Siska dan memberikan tugas yang banyak padanya.


Ingin Siska menghancurkan sekalian usaha 'dapur si kembar' namun dia tidak mau harus diusir dari rumah itu dan tidak bertemu lagi dengan Victor.


Siska tidak mau itu terjadi, maka dengan sangat berat hati dan perasaan dongkol, dia melakukannya juga.


***


Sementara Victor, Agni dan si kembar sudah mendarat di Korea Selatan, negara yang sangat ingin dikunjungi Agni sejak lama.


Mereka menginap di hotel mewah. Arsitektur hotel yang menggabungkan unsur tradisional korea yang kental dan teknologi moderen yang super canggih.


Agni sangat senang.


Saat ini, sedang ada musim semi di Korea Selatan. Bunga-bunga bermekaran di mana-mana dan udara sangat sejuk dan dingin.

__ADS_1


Bayangan Korea Selatan yang dibayangkan Agni selama ini tidak terlalu jauh berbeda, ekspektasinya benar-benar terwujud, bahkan lebih lagi karena kini dia melancong ke sana bersama suami dan anak-anaknya, yang kembar pula.


Siapa perempuan yang tidak menginginkan itu? Paling juga suster-suster dan biksu perempuan yang tidak menikah. Itupun jika ditanya kata hatinya yang paling dalam, mungkin ada beberapa dari mereka yang ingin apa yang dirasakan Agni saat ini mereka alami juga.


Victor tahu Agni sangat senang. Dia juga senang karena melihat Agni senang.


Mereka mendorong Abisetya dan Abiwara, masing-masing satu memasuki kamar private mereka. Sementara di depan mereka ada petugas hotel sedang mendorong koper mereka.


***


"Terima kasih mas, sudah membawa aku jauh ke sini. Negara yang aku idam-idamkan dari dulu untuk dijelajahi!" Agni menatap Victor dengan binar mata yang tidak bisa ditutupi.


"Sama-sama, sayang. Terima kasih juga telah menjadi ibu untuk anak-anakku!" Victor memeluk Agni di depan si kembar.


***


Setelah makan malam, Victor mengajak Agni ke bar yang ada di samping hotel. Bar itu tidak terlalu berisik, hingga mereka membawa si kembar juga ke sana. Hanya musik tradisional Korea yang diperdengarkan di sana.


Malam itu sangat dingin dan cuacanya berbeda jauh dengan Jakarta, Victor dan Agni kedinginan walau sudah memakai pakaian tebal, tetap saja mereka berdua masih merasa kedinginan. Victor memesan minuman khas Korea yang beralkohol, mumpung di Korea Selatan Victor dan Agni inign menikmati minuman khas mereka.


Setelah meneguk beberapa gelas kecil, barulah tubuh mereka berdua terasa lebih hangat. Victor meneguk lebih banyak lagi dan mengajak Agni juga meminum lebih banyak.

__ADS_1


"Aku cukup, mas!" Agni menolak.


"Kok cukup, sih?" Victor kecewa karena Agni tidak lagi mau minum.


"Kalau kita beruda mabuk, siapa yang akan memperhatikan si kembar?" Agni mengingatkan Victor jika mereka sudah memiliki tanggungjawab yang harus diperhatikan.


Saat Victor melihat si kembar, Abisetya sudah terlelap sedangkan Abiwara masih asyik menonton penyanyi yang sedang bernyanyi di panggung sambil mengulum kentang goreng.


"Hmmm, iya juga, kamu betul." Victor mengusap kepala Agni.


Tampaknya Victor sudah mabuk.


"Kamu mabuk? Sudah ah, nanti siapa yang dorong mereka berdua? Jangan sampai aku juga mengurusmu ya!" Agni membelalakkan matanya yang bulat.


"Iya, masih bisa dikendalikan. Ini yang terakhir." Victor mengangkat gelas kecil berisi minuman, dan meneguknya sekali teguk.


"Ok, kita sudah bisa tidur sekarang!"


"Jangan, kita kan masih mau menikmati malam ini, sayang." Victor keberatan.


"Aku lelah, mas. Kita baru sampai di sini tadi sore dan aku sudah mengantuk." Agni membujuk Victor untuk segera kembali ke kamar mereka.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2